Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
Andini merasa cemburu.


__ADS_3

Aldo tiba di parkiran mobil mereka berjalan mendekati mobil Aldo yang terparkir di basmen rumah sakit.


"masuklah sayang" Aldo membukakan pintu mobil untuk Andini.dan wanita itu masuk ke dalam mobil duduk dengan manis.


"oh ya sayang, tunggu dulu di sini sebentar ya.ada sesuatu yang harus aku ambil" ucap Aldo tiba tiba ada sesuatu yang hendak dia ambil entah apa. (author juga nggak tahu hehehe)


"baik lah, aku tunggu" sahut Andini


"nggak apa-apa kan sayang? aku hanya sebentar"


ucap Aldo terlihat khawatir meninggalkan istrinya sendiri di dalam mobil di parkiran.


"iya kak.. nggak apa-apa sudah sana cepat kalau emang ada yang mau di ambil" balas Andini yakin


"oke sayang kalau begitu tunggu ya"


sekali lagi Aldo memastikan.


lalu Aldo pun kembali masuk ke dalam gedung rumah sakit menuju ruang kerja nya. menelusuri koridor rumah sakit berjalan cepat, karena dia tidak mau istrinya menunggu lama,dia sengaja tidak mengajak Andini ke dalam, karena takut kelelahan karena baru pulih.ketika Aldo berbelok mau menuju lift untuk mencapai lantai enam dan melewati


toilet karena sedang terburu-buru Aldo hampir saja menabrak seorang wanita yang baru saja keluar dari toilet wanita. karena tak melihat. dan wanita itu sedikit menjerit karena kaget yang baru saja keluar dari toilet. Aldo menahan tubuh nya agar tidak menerjang wanita tersebut begitu juga wanita itu spontan mundur karena tak ingin tertabrak oleh Aldo.tapi sial nya tubuh wanita itu menjadi oleng hampir saja terjatuh ke belakang kalau saja Aldo tidak menangkap punggung wanita itu yang tidak lain.


"Sita?"


"kak Aldo"


ucap mereka bersamaan dalam seperkian detik pandangan mereka bertemu dengan jarak wajah mereka yang cukup dekat. karena wanita itu ternyata adalah sita.dan buru buru Aldo melepaskan rangkulan tangan nya yang menahan punggung sita. sita yang gugup dan Aldo yang canggung, membuat mereka sesaat terdiam.


"maaf, aku hampir menabrak mu" ucap Aldo datar memulai pembicaraan. manatap dingin sita.

__ADS_1


wanita itu hanya mengangguk pelan tersenyum tipis merespon ucapan Aldo.


karena merasa tidak ada yang di bicarakan lagi Aldo pun dengan acuh melanjutkan langkah nya meninggalkan Sita begitu saja.tapi baru saja dua langkah Aldo berjalan.


"kak Aldo"


sita mamanggil Aldo pelan yang masih di dengar oleh rungu Aldo.hingga pria itu menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Sita.Aldo diam seolah sedang menunggu apa ada lagi yang akan di katakan sita.


"maafkan aku kak, maafkan aku yang telah mengecewakan kamu, karena pada waktu itu aku pun hancur, harus menanggung kehancuran ku sendiri tanpa kamu ketahui" ucap sita lirih berusaha menjelaskan sesuatu yang selama ini mengganjal di hati nya, dan seperti nya sekarang dia punya kesempatan untuk menjelaskan nya pada Aldo dengan timing yang pas menurut nya begitu.


Aldo tetap berdiri diam membelakangi Sita tanpa mau menoleh ke arah wanita yang pernah mengisi hati nya walau sebentar.


"apakah ada lagi yang akan kamu jelaskan pada ku?" tanya Aldo datar.


"maafkan aku kak, aku tidak pernah mengkhianati cinta mu, tapi takdir lah yang mengkhianati aku. tidak memberikan kesempatan untuk aku bersanding dengan mu"


"sudah lah, tidak ada yang perlu kamu sesali, mungkin kita belum berjodoh dan aku, kamu sudah menemukan kebahagiaan kita sendiri sendiri.


Aldo tersenyum tak kala pikiran nya mengingat istri nya itu.


"tuhan tidak membiarkan aku menyakiti Andini karena Tuhan dengan cepat menumbuhkan rasa cinta pada hati ku untuk Andini.aku sangat beruntung bisa mendapatkan Andini mungkin Tuhan sengaja menukar kamu dengan jodoh ku yang sebenarnya.jadi aku tidak pernah menyesal dengan apa yang sudah terjadi pada masa lalu karena sekarang aku sudah bahagia.berjalanlah pada jalur kita masing-masing sita, aku memaafkan kamu"


setelah bicara panjang lebar Aldo kembali melangkah pergi meninggalkan Sita yang menatap Aldo dengan tatapan penuh arti.pada pria yang pernah mencuri hati nya walau sebentar tapi bagi Sita, berada di sisi Aldo adalah hal yang terindah untuk dirinya. Aldo tidak menyesali apa yang sudah terjadi, tapi tidak dengan sita.bagi sita apa yang terjadi di masa lalu adalah hal yang terburuk yang pernah dia rasakan. karena sekarang dia tidak bisa bersanding dengan Aldo.pria yang membuat hati nya berdebar kencang saat bersama nya.pria yang membuat dirinya merasa di cintai dan itu terasa nyaman.tapi dalam sekejap semua itu hancur begitu saja terampas dari hidup nya.


"kak Aldo" lirih Sita memandangi kepergian Aldo yang menghilang masuk ke dalam lift.


setelah Andini menunggu cukup lama di dalam mobil Suaminya dan merasa bosan di rasa. tiba-tiba saja mobil Mini Cooper bewarna merah yang terparkir di samping mobil Aldo bunyi karena alarm mobil nya di bunyikan dari jarak jauh oleh seorang


tampak dua orang pria dan wanita yang sudah tidak asing buat Andini,ya tentu saja, karena kedua orang itu adalah.

__ADS_1


"kak Aldo dan Dita? kenapa mereka datang bersamaan?"


kedua orang itu berjalan mendekat ke arah Andini dan tentu saja ke arah mobil nya tadi alarm mobil nya berbunyi karena di buka oleh pemilik nya Dita.mereka tampak bicara dengan wajah yang serius, sesekali Dita tersenyum lebar entah apa yang mereka bicarakan.


Andini termangu melihat keakraban mereka berdua.Aldo memutari mobil nya dan menarik handle pintu mobil nya,masuk ke dalam Nya.


Andini cepat cepat sedikit menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil memejamkan matanya pura pura tertidur, dengan hati yang bergemuruh Andini jadi malas bicara dengan Aldo maka itu dia memilih pura pura tidur.


"maaf sayang, lama ya?" tanya Aldo merasa tak enak hati meninggalkan lama istrinya di dalam mobil"ucap Aldo seraya memasang seatbelt ke tubuh nya tanpa tahu istri tidur tepat nya pura pura tidur. karena pria itu belum ngeh. karena merasa tidak mendapatkan sahutan Aldo menoleh ke arah istrinya.


"oh ya ampun sayang.. kamu sampai tertidur.. kelamaan ya aku" ucap Aldo tambah tak enak hati perasaan nya jadi tak karuan.


dia mengulurkan tangannya untuk merapikan perlahan anak rambut Andini yang jatuh di dahi istrinya.


Andini yang sedang pura pura tidur itu menggeliat memutar sedikit tubuh nya ke arah jendela kaca mobil.


karena tak tega untuk membangun kan istri nya Aldo membiarkan istrinya itu tidur. kemudian pria itu melajukan mobilnya perlahan keluar dari area parkir rumah sakit. begitu juga di ikuti oleh mobil mini Cooper milik Dita berjalan di belakang mobil Aldo.


saat ini hati Andini merasa kesal, dan sangat kesal, sehingga hati nya sesak.


dan pilihan nya sekarang adalah dia pura pura tidur entah lah mungkin kah Andini merasa cemburu?


"


to be continued...


terima kasih sudah mampir ke novel saya 😊 semoga suka 😊🙏


jangan lupa untuk like n comen nya

__ADS_1


ya reader.🥰.


__ADS_2