Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
seujung kuku pun tidak boleh!


__ADS_3

"tidak apa-apa sayang.. paling paling mereka akan iri melihat kita" ucap Aldo santai malah dengan nyaman nya baring di sebelah Andini dengan memeluk nya.


"issh kamu ini kak, apa kamu tidak ada pekerjaan lain?"


"banyak"


"lalu kenapa kamu di sini?"


"karena kamu lebih penting buat ku, kalau kamu kenapa kenapa,mana bisa aku bekerja dengan tenang" ucap Aldo pelan sesekali memberikan kecupan mesra di surai milik istrinya.


"benarkah? sebegitu pentingnya diri ku?"


"iya" sahut Aldo singkat


"kenapa?"


"karena kamu dunia ku"


jawaban Aldo membuat hati Andini terasa melambung tinggi,serta menghangat.


"maafkan aku sayang, aku tidak ada di saat kamu membutuhkan pertolongan, aku cemburu dengan teman mu itu,dia dengan kebetulan ada di saat kamu butuh pertolongan, dan itu menjadikan dia berani dengan aku" ada rasa bersalah dan cemburu di nada bicara Aldo.


Andini sedikit merenggang kan pelukan nya agar bisa melihat wajah suaminya.dan tersenyum menatap lekat Aldo.


"ya ampun kak, kenapa kamu cemburu pada hal yang tidak semestinya"


"ya, karena lelaki itu menjadi bersikap kurang ajar pada ku, dan menjadikan aku tidak bisa menghajar nya"


"dih, kok gitu sih kak, kenapa kamu malah ingin menghajar nya?"


"karena sudah berani menyentuh kamu di depan mata ku!" ucap Aldo terlihat geram.


"cuma rambut ku kak"


"seujung kuku pun tidak boleh!"


"ih, apaan sih kamu kak, berlebihan tau"


"sayang.. apa kamu mau ada wanita lain yang menyentuh Suami mu walaupun itu hanya tangan?"


"tentu tidak!" ucap Andini cepat


"nah,kan.. begitu juga aku"


Andini diam.seperti nya Andini selalu kalah kalau bicara dengan suaminya dan..


cup


Andini mengecup sekilas bibir tipis suaminya.


Aldo mengerjapkan matanya karena mendapatkan serangan mendadak dari istri nya.


"sayang"


"apa?"

__ADS_1


"kurang"


"apa nya yang kurang?" tanya Andini bingung.


"yang tadi"


"yang tadi?" Andini masih berlagak polos.


"kamu benar benar tidak tahu apa memang sedang mempermainkan aku hm?" tanya Aldo gemas.


Andini sudah tidak bisa menahan tawa nya yang akhirnya wanita cantik itu terkekeh pelan walau sedikit tertahan karena kondisi nya.


Aldo hanya diam, dan memandangi wajah cantik istrinya yang sedang tertawa itu.buat dia melihat Andini tertawa seperti itu menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan.sadar dirinya sedang di tatap sedemikian rupa oleh suaminya.Andini jadi salah tingkah pipinya merah merona.


Aldo masih saja betah menatap lekat wajah cantik istrinya itu.


"kak" lirih Andini.


"apa sayang?"


"sudah, jangan menatap aku seperti itu"protes Andini.kemudian Andini menutup mata sipit Aldo dengan kedua tangannya karena Aldo masih saja menatap dirinya dengan tatapan aneh menurut nya.


Aldo pun terkekeh kecil dengan tingkah istrinya itu.menyingkirkan kedua tangan Andini dari wajah nya dan mengecupi jemari lentik milik istrinya.


"basah ih" Andini menarik kedua tangan nya yang sedang di kecupi oleh Aldo.Dokter tampan itu hanya tersenyum simpul menanggapi tingkah istrinya kemudian dia menarik tubuh istrinya itu dan mendekapnya mesra.


"sayang"


"hm?"


"aku akan menemui Dokter Mita dulu sebentar ya, nggak apa-apa kan aku tinggal sebentar?" tanya Aldo ragu meninggalkan Andini sendiri. karena memang ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada dokter Mita.


ucap Andini yakin.


"sebentar ya, hanya sebentar sayang"


berulang kali Aldo mengulang ucapan nya agar Andini yakin.


"iya kak... aku nggak masalah sudah sana" ucap Andini seraya mendorong tubuh suaminya agar berdiri karena Aldo masih ada di atas brankar nya.


yang akhirnya Aldo berdiri dan sebelum dia keluar mengecup lembut kening istrinya.


"kalau ada apa-apa tekan tombol ini ya!" Aldo menunjukkan sebuah tombol yang ada di sebelah kiri Andini percis di atas nakas.


"iya kak..." ucap Andini tersenyum


akhirnya Aldo berjalan menuju pintu keluar ruangan itu.


setelah Aldo keluar dari kamar tempat Andini di rawat.


seorang lelaki dengan memakai jacket dan topi serta masker duduk di bangku tunggu tak jauh dari kamar rawat inap tersebut.melihat Aldo keluar dari ruangan itu lelaki itu langsung berdiri dan berjalan menuju arah pintu kamar rawat tempat Andini.dan langsung masuk begitu saja ke dalam ruang rawat inap tersebut.


di dalam Andini yang baru saja merebahkan diri nya dan memejamkan matanya karena ingin mengistirahatkan tubuh nya, kembali membuka matanya dan melihat siapa yang membuka pintu kamar nya.


dan betapa kagetnya Andini, ketika melihat siapa yang datang dan sudah berdiri di tengah ruangan itu dengan tatapan aneh nya.

__ADS_1


"Re_Rendy?! mau apa kamu kesini ha?!" pekik Andini melihat Rendy berjalan mendekati dirinya Refleks saja Andini meraih tombol darurat yang ada di samping nya itu, tapi dengan cepat pula Rendy menepis tangan Andini yang akan menekan tombol tersebut.


"cinta, jangan kau lakukan itu, aku hanya ingin tahu kondisi kamu" ucap Rendy tanpa dosa.


"Rendy!! mau apa lagi kamu ha?!!" teriak Andini lagi.


"ssstt.. Diam lah, apa aku sejahat itu hingga kamu ketakutan begini hm?"


Rendy menarik kursi tunggal dan duduk di sebelah brankar tempat Andini terbaring.


"melihat kondisi ku ha?! bukan kah kamu lihat kondisi ku sekarang ini? aku hampir saja kehilangan anak ku karena kamu" ucap Andini geram melihat Rendy seolah tak tahu apa-apa.


Rendy mengepal kuat tangan nya mendengar ucapan Andini.


"kamu sedang hamil?" tanya Rendy dengan nada kecewa.


"iya!"


"kalau begitu selamat, aku akan punya ponakan rupanya" ucap Rendy datar lalu mengangkat satu tangan nya dan membelai lembut rambut Andini.


membuat Andini terkejut dengan tindakan Rendy tersebut.


"jauhkan tangan mu" pinta Andini ketus.


Rendy tersenyum miring mendengar ucapan Andini.


"kenapa hm? bukan kah dulu aku sering melakukan nya?"


"ya, itu dulu, karena aku berpikir kamu melakukan itu karena sayang pada ku sebagai adik mu!"


"lalu apa bedanya sekarang?" ucap Rendy Santai.


Andini mendelik ke arah Rendy merasa kesal dengan sikap Rendy yang menurut nya konyol.


"kamu tahu sendiri bedanya dengan sekarang, dan aku tidak suka itu"


"benarkah? bukan nya dulu kamu selalu senang kalau aku memperhatikan mu cinta"


Andini menghela nafasnya berusaha menenangkan diri nya.


"lalu, apa mau mu sekarang?" tanya Andini frustasi menatap nanar Rendy.


Rendy kembali mengangkat satu tangan hendak menyentuh rambut Andini, tapi dengan cepat wanita itu memiringkan kepalanya, menghindari tangan Rendy yang ingin menyentuh rambut nya.


Rendy hanya tersenyum simpul melihat reaksi Andini.


lalu lelaki yang berstatus kakak tiri nya itu berdiri membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya ke arah Andini tapi dengan cepat Andini sedikit menggeser tubuhnya menjauhi Rendy.


"aku mau, kamu ada di sisi ku cinta"


ucap Rendy pelan.


mata Andini terbelalak mendengar ucapan Rendy.


"gila kamu!!"

__ADS_1


"


to be continued..


__ADS_2