
Jayed tertawa pelan melihat tingkah Arkan yang ke Kanakan dia tahu putra sulung nya itu masih tidak terima dengan cara Aldo mendapatkan Andini.Arkan sebagai kakak nya merasa sangat tersinggung.Jayed pun seperti itu kalau saja dia tidak mendapatkan penjelasan dari Johan teman baik nya, tentu dia juga sama kecewanya dengan Arkan.tapi jayed tentu nya lebih bijaksana menyikapinya toh, Andini ternyata bahagia dipersunting Aldo, dan tidak pernah berbuat kasar pada Andini seperti itu lah yang jayed ketahui selama ini.terbukti Andini mencintai suami nya.begitu juga dengan Aldo.jayed lihat bagaimana Aldo mencintai putri nya yang baru saja dia temukan.di cintai sebegitu besar nya oleh anak sahabat nya itu.
"Ayah,, kenapa kamu diam saja?" Arkan melihat jayed diam dan tak mendukung ucapan nya menjadi jengkel.apa lagi wajah nya yang terlihat seperti anak kecil yang sedang minta sesuatu menampakkan wajah bodoh nya.
Andini dan jayed saling pandang
"ya ampun bang, kamu jangan pasang wajah seperti itu, tidak cocok dengan kepribadian mu"
dan.. Andini berusaha menahan tawa nya.sungguh tak menyangka melihat sikap Arkan yang seperti itu seorang pemimpin perusahaan yang arogan dan dingin tiba-tiba saja nampak seperti anak kecil dan terlihat wajah bodoh nya.
"apa? apa yang tidak cocok dengan kepribadian ku? apa ada yang salah?" Arkan seakan tidak terima dengan perkataan adik nya.
"sudah, sudah,, Arkan.. kamu jangan kekanakan begitu, kamu harus terima kenyataan kalau Aldo itu ipar mu, suami Adik mu"ucap Jayed pelan namun tatapan mata nya pada Arkan cukup membuat Arkan diam dan berdehem menetralkan sikap nya.pria itu berdiri dari duduknya, merapikan jas nya yang terlihat sedikit kusut.
"aku pergi kekantor dulu kalau begitu" pamit Arkan menyudahi sarapan pagi nya.pria tampan bernetra coklat terang itu berjalan mendekati Andini.
"Aku pergi dulu An"
cup
Arkan mengecup sekilas Surai milik Andini dengan penuh sayang.
sementara Aldo yang berdiri di samping Andini sedikit melebar kan matanya melihat Arkan memberikan kecupan di surai istri nya.
melihat tingkah Aldo yang seperti itu Arkan hanya menampilkan seringai nya pada pria berwajah oriental yang menjadi adik ipar nya.
"apa? kamu cemburu ha dengan ku?
__ADS_1
gila!!" ucap Arkan pelan namun menekan menyorot tajam pada Aldo.dan pria tampan itu pun tergelak seraya melangkah santai keluar dari rumah tersebut.
Andini menoleh, menatap wajah suaminya yang menegang.seketika dahi Andini mengerut.
"kak,are you oke?"
"HM? oh iya, aku oke.ya sudah,kita istirahat dulu.benar yang ayah jayed bilang seperti nya aku harus istirahat sebentar sebelum kita kembali ke Jakarta" ucap Aldo
"baik lah,ayah kami mau ke kamar dulu" ucap Andini meminta izin pada ayahnya.
jayed tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
Andini dan Aldo pun melangkah menuju kamar Andini yang berada di lantai dua rumah tersebut.
AAAA...kak!" pekik Andini.
tiba di dalam kamar, Aldo langsung menggendong istrinya gaya koala membuat wanita hamil itu terkejut
tahu suaminya merindukan diri nya Andini merespon semua sentuhan suami nya dengan baik.dan itu membuat Aldo bertambah panas dan liar.membuka baju istri nya yang hanya memakai longdres hingga memudahkan Aldo melucuti pakaian milik istri nya dan melemparkan nya begitu saja ke sembarang arah.tangan kekar nya merambah kebelakang bahu mulus istrinya, perlahan memberikan usapan lembut pada kulit punggung halus itu membuat Andini mengeluarkan suara merdu nya yang mengalun indah di telinga Aldo.lalu dengan lihai nya Aldo melepaskan pengait bra berwarna hitam milik istri nya dan melemparkan nya lagi entah kemana dan kini kedua bukit kembar nan kenyal yang nampak lebih besar dari biasanya menggantung indah terpampang jelas di depan matanya di tempat nya membuat pria itu meneteskan air liur nya.
"sayang, kenapa ini tambah besar saja hm?" tanya Aldo dengan suara yang sudah memberat dan parau satu tangan besar nya sudah bermain dengan kedua daging kenyal itu memberikan pijatan nikmat pada istrinya.
wajah Andini merah merona mendengar ucapan suaminya.
"aku sedang hamil kak, tentu saja ini jadi membesar karena hormon kehamilan"
"benarkah kah? kalau begitu sering-sering kamu hamil sayang, karena aku suka ukuran nya kalau begini" ucap Aldo lagi sekenanya
__ADS_1
kontan saja mendapatkan pukulan kecil di pundaknya oleh Andini.
"enak ajah kalau bicara, emangnya kucing apa, bentar-bentar hamil" protes Andini dengan suara ketus namun terdengar manja.
pria itu hanya terkekeh tanpa dosa, dan langsung melahap daging kenyal itu bergantian membuat sang empunya merintih,dan mendesis nikmat terbawa arus gairah suami nya.waktu yang seharusnya di pakai untuk beristirahat.tapi malah di gunakan untuk melepaskan dahaga hasrat dan rasa kangen Aldo pada istrinya.
rasa nikmat yang di bumbui dengan cinta serta sayang menjadi kan pergumulan panas pasutri itu berjuta rasanya merengkuh surga dunia tanpa ada yang melarang untuk meraih nya kenikmatan dalam kedua jiwa yang berpadu menyatukan raga dalam gairah.
lantunan suara kedua insan berlainan jenis itu akhirnya menggema bersamaan setelah berhasil mencapai puncak, dan melepaskan
butiran-butiran cinta yang meledak di dalam kedua jiwa tersebut.
tubuh Aldo meluruh lunglai di samping tubuh istrinya napas memburu terdengar bersahutan di kedua nya.
"sayang" ucap Aldo di tengah nafas nya yang masih memburu.
"hm?"
Aldo memiringkan tubuhnya menghadap ke Andini menopang kepala nya dengan satu tangan nya.
sementara satu tangan nya meraih pinggang istri nya untuk mendekatkan ke tubuh nya.membuat jarak wajah kedua nya sangat dekat sehingga terasa nafas kedua nya saling berhembus terlempar ke wajah kedua nya.
bola mata Aldo bergerak tak beraturan ada keraguan di sorot mata nya.Andini yang merasa aneh dengan tatapan suaminya membelai wajah tampan suami nya jemari nya menyelusuri rahang tegas itu dengan sentuhan lembut nya.
"ada apa kak? apa ada yang mau kamu katakan?" tanya Andini setengah berbisik tangan nya tetap bergerak memberikan sentuhan erotis pada suami nya yang membuat Aldo sejenak memejamkan matanya merasai sentuhan lembut istri nya di wajah nya.lalu di raih nya tangan kecil istrinya itu yang sedang menari di wajah tampan nya kemudian di kecupi nya berulangkali.
"iya, ada yang ingin aku katakan pada mu, tapi kamu harus berjanji dulu jangan berpikir macam-macam ya?"
__ADS_1
*
TBC.