Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
pilih kasih.


__ADS_3

setelah kepergian Maggie, dari kantor David, pria itu tersenyum licik menatap Anggita.


"James tolong tinggalkan kami" pinta David pada james.pria tampan berambut pirang itu mengerutkan keningnya.tanpa bergeming dari duduknya.


"James!! kau tidak mendengar ku?!" ucap David sekali lagi dengan nada sedikit tinggi karena meminta James agar keluar dari ruangan nya, namun James tidak bergeming dari duduknya. James sedikit berjingkat karena suara David yang setengah teriak.


" oke bos, aku akan pergi"yang akhirnya james berdiri dari duduknya sembari melirik ke arah Anggita


ah, apa lagi yang akan di rencanakan bos ************ ini pada gadis malang ini.cih, kenapa pula aku harus peduli batin James mengumpat David.


"apa? apa kamu sedang mengumpat aku James?"tanya David seolah tahu isi pikiran James.


"ah, tidak bos.aku hanya sedang berpikir saja" sahut James lalu pergi meninggalkan ruangan David dengan tergesa menghindari kekesalan bos nya.


"aku juga mau pergi, permisi" Anggita ikut berdiri dari duduknya, pamit pada David.


"eits! mau kemana kamu? urusan kita belum selesai" dengan cepat David menarik tangan Anggita sehingga gadis itu terhentak tubuh nya hingga tubuh nya kesentak dan ter duduk kembali ke sofa.


"mau mu apa sih om,, hari ini karena anda saya nggak masuk sekolah, dan itu akan berdampak buruk pada ku, oke mulai besok aku akan bekerja di perusahaan mu ini sebagai OG, untuk mengganti kaca spion mobil Anda clear kan? nah, sekarang biarkan aku pergi, ini sudah siang perut ku sangat lapar!!" pekik Anggita frustasi dengan sikap semena-mena David menatap nanar pria berwajah oriental itu.


"sekarang aku mau pulang, lepaskan tanganmu Om!" ucap Anggita lagi.


David tertegun sesaat mendengar ucapan gadis itu.


"oke,kita makan siang, kalau kamu lapar tapi aku masih ingin bicara dengan mu soal hubungan kita"


Anggita mendelik tajam ke arah David mendengar David bicara perihal hubungan.


"maksud Om apa? hubungan apa?!" tanya Anggita heran dengan ucapan David.


"ya.. kamu harus membantu ku untuk meyakinkan mamah ku untuk tidak menyuruh ku menemui para gadis yang mamah jodohkan pada ku" ucap David menggaruk kening nya yang tidak gatal.


"Lalu apa hubungannya dengan saya?" timpal Anggita


"kamu harus membantu ku untuk berpura-pura punya hubungan dekat dengan ku dan tidak perlu menjadi OG di kantor ku. malah aku akan menggaji mu setiap kali menemani aku seolah kita sedang berkencan" jelas David tanpa berdosa


"cih, tidak Sudi! lebih baik aku bekerja menjadi OG, biarpun aku harus capek dan berkeringat itu lebih masuk akal buat ku dari pada menjadi gadis palsu mu!" sahut Anggita menolak mentah-mentah permintaan David.


"oh, jadi kamu ingin hubungan yang sesungguhnya begitu? karena tidak mau menjadi pasangan palsu begitu?" David merasa kesal karena Anggita berani menolaknya rasanya harga dirinya sebagai pemain handal tersenggol jatuh di depan gadis ingusan binti songong begitu David pikir.


"pede sekali anda om, apa Om tidak ingat umur? cari sana wanita yang seumuran Om untuk jadi tameng jadi-jadian om.jadi seimbang, bukan saya yang masih muda dan imut gini" seloroh Anggita


"ha?! imut?" David tergelak mendengar ucapan gadis itu mata David menatap Anggita dari ujung kaki sampai ujung rambut seraya memegang dagu nya sendiri


glek!


sial,body gadis songong ini aduhai juga dan wajah nya manis, dan unik

__ADS_1


batin David berpikir mesum


Anggita kontan saja menyilang kan kedua tangan nya di depan dada nya karena David menatap penuh minat ke arah dadanya.


"om mesum!!" pekik Anggita


"he, apa maksud mu ha? siapa yang kau bilang mesum?"


"situ lah" sahut Anggita.


"sembarang! aku hanya melihat apa yang ada di depan mata ku saja" kilah David lalu menarik tangan Anggita dan menyambar jas nya


"eh, om.lepasin tangan saya..mau di bawa kemana saya?" teriak Anggita berusaha memutar pergelangan tangan nya agar terlepas dari cekalan tangan besar David tapi David terlalu kuat menggenggam tangan Anggita sehingga gadis itu kesulitan untuk melepaskan tangan nya.ketika sudah di luar ruangan nya David bertemu dengan James dengan beberapa map di tangan nya


James mengentikan langkah nya kaget melihat David menyeret Anggita berjalan menuju pintu lift


"bos? mau kemana? sebentar lagi akan ada rapat bulanan divisi keuangan" ucap James Dean wajah gusar nya.


"tunda besok saja, sekarang aku ada urusan dulu dan aku tidak kembali lagi ke kantor" titah David seenaknya membuat James bingung sekaligus kesal karena David seenaknya menunda rapat.


"tapi bos"


James tidak melanjutkan ucapannya karena mendapatkan tatapan tajam dari David dan itu cukup membuat James diam tidak melanjutkan ucapannya.


"baik lah kalau begitu bos" akhirnya James mengangguk patuh lalu berbalik arah meninggalkan bos gendeng nya yang sedang menunggu pintu lift terbuka.dengan tangan nya masih mencekal lengan Anggita dengan kuat sehingga membuat gadis itu meringis kesakitan.


"awas, kalau kamu berani lari, aku akan melaporkan ulah mu pada Tante Enola" ancam David


Anggita hanya mencebik merespon ancaman David.


"kenapa anda suka sekali mengancam ku sih om!" ucap Anggita ketus.


"bukan suka, tapi sudah menjadi hobi ku mengancam mu" sahut David datar melirik tajam Anggita.tak lama pintu lift terbuka dan David menarik Anggita masuk ke dalam lift dengan kasar.


"auww.. ya ampun om pelan-pelan dong!" gerutu Anggita tubuhnya sampai terhempas ke dinding lift


David meringis karena merasa bersalah.


apa aku terlalu kasar ya? astaga kenapa diriku tidak terkendali begini sih, ini semua gara-gara mamah mendesak ku cepat menikah aarrhgh.. sialan aku malah berurusan jauh dengan gadis songong ini!!


teriak David dalam hati nya.


tapi buru-buru pria itu mengembalikan wajah dingin nya


_______


di tempat lain berkilo-kilo meter jauhnya di luar kota Jakarta.

__ADS_1


Andini perlahan turun dari tempat tidur nya tapi baru saja dirinya menurunkan satu kakinya..


"sayang mau kemana kamu?" Aldo menarik tangan Andini sehingga wanita itu tubuh nya kembali jatuh ke atas tubuh Aldo. jemari kokoh Aldo membelai pipi chubby istrinya dengan lembut wajah mereka nyaris tak berjarak membuat Aldo mengecup bibir istri nya berkali


membuat Andini berteriak karena geli dan wajah nya menjadi basah.


"lepasin kak, tadi julia mengetuk pintu, katanya ada seseorang yang sedang menunggu ku di bawah"jelas Andini.


Aldo diam sejenak menatap dalam mata Andini.


"siapa?" tanya Aldo dengan suara serak nya karena baru saja bangun dari tidur nya.


Andini hanya mengangkat kedua bahunya merespon pertanyaan suami nya.lalu menarik diri nya dari atas tubuh suaminya.


"sudah ah, aku mau mandi.kamu juga mandi cepetan kak"


"oke kita mandi bersama" ucap Aldo ikut bangun dari ranjang mengikuti Andini yang hendak turun dari tempat tidur.tapi wanita itu melirik ke arah suaminya


"Hanya mandi ya!! tidak ada yang lain nya Karena kita sudah di tunggu!" ucap Andini menekankan kata-kata nya. Aldo hanya terkekeh geli melihat tingkah istri nya yang waspada terhadap dirinya.


"iya sayang... hanya mandi.. hanya mandi!!" ucap Aldo sedikit teriak seraya mengangkat tubuh istrinya dan menggendong nya.


membuat wanita hamil itu berteriak karena kaget


AAAA..kak..!! kamu bikin aku kaget" teriak Andini refleks mengalungkan tangannya di leher Aldo yang membawa nya masuk ke dalam kamar mandi.


Hahaha...Aldo tertawa lepas merasa gemas pada istrinya yang sangat menggoda di matanya.


walaupun hanya mandi tanpa ada sesuatu yang lain terjadi di dalam kamar mandi,tetap saja acara mandi pasutri itu memakan waktu hampir dua puluh menit lamanya untuk menyelesaikan ritual mandi mereka karena ada sedikit drama di dalam nya.


setelah dua puluh menit kemudian Aldo keluar dari kamar mandi dengan menggendong istrinya yang sudah terbalut handuk yang menutupi tubuh polos mereka berdua.


"duduk lah,di sini aku akan mengambil pakaian untuk mu" Aldo mendudukkan tubuh istrinya di tepian ranjang lalu pria tampan itu memasuki ruang ganti di mana sudah di sediakan semua pakaian untuk Andini oleh keluarga nya terkecuali Aldo, pakaian nya tidak tersedia di lemari tersebut membuat Aldo berdecak.


"kenapa keluarga mu pilih kasih sayang, mereka tidak menyediakan pakaian ku.hanya pakaian mu yang tersedia di lemari pakaian untung aku sudah membawa baju ganti dari rumah" gerutu Aldo berjalan mendekati istrinya. Andini hanya tersenyum mendengarnya keluhan suaminya.


"iya nanti aku akan bilang ke ayah jayed untuk menyediakan pakaian mu juga" ucap Andini menatap sendu wajah tampan suami nya


"sini aku pakai kan baju mu" kemudian Aldo membungkukkan badan nya.tapi dengan cepat Andini menyambar baju nya yang berada di tangan suaminya.


"tidak, biar aku sendiri yang pakai, aku masih bisa pakai baju sendiri kak"


Aldo terkekeh kecil lalu membiarkan istrinya pakai baju sendiri.


*


TBC..

__ADS_1


__ADS_2