
Aldo pun bergegas menuju ke dalam apotek, menghampiri pegawai apotek, ada dua orang pria dan wanita yang menjaga apotek itu.
"ada yang saya bisa bantu tuan?"sapa pagawai yang wanita, tersenyum ramah pada Aldo.
"saya mau cari tespac"ucap Aldo seperti biasa nya dengan wajah datarnya.dan kedua pegawai itu saling pandang.lalu sang pegawai kembali fokus ke Aldo.
"baik tuan, sebentar saya ambilkan"lalu pegawai apotek itu membuka etalase kaca besar yang ada di belakang badan nya.
"saya mau tiga, dengan merk yang berbeda"ucap Aldo lagi.
pegawai wanita itu yang sedang sibuk mencari beberapa tespac menoleh ke Aldo.
apa? oh iya, baik tuan"
tak butuh lama, pegawai itu pun memberikan buah tespac dengan merk yang berbeda.
"ini tuan barang nya"
Aldo mengambil tiga buah tespac dari tangan pegawai itu lalu setelah pegawai itu menyebutkan harga taspac, tanpa basa-basi lagi dia memberikan dua lembar uang kertas bewarna merah pada pegawai itu.Aldo pun berbalik badan keluar dari Apotek.tapi baru saja dia hendak membuka handle pintu apotek yang di dominasi terbuat dari kaca,
"tunggu tuan"pegawai apotek itu memanggil nya,dan Aldo pun menoleh, urung membuka pintu kaca itu.
"ya?!"sahut Aldo singkat. menatap dingin ke arah pegawai wanita itu.
"sebaiknya setelah tes, istri Anda periksa ke rumah sakit"
"saya tahu" setelah itu Aldo benar benar keluar dari apotek.
sedangkan wanita pegawai itu terdiam.
"ya ampun angkuh banget sih itu orang gayanya, untung ganteng kaya artis KPop Korea,, kalau nggak,males aku ngelayanin nya.
udah punya istri dong, masih muda gitu sayang banget ya"gerutu wanita itu panjang lebar.membuat teman sepekerjaannya yang dari tadi duduk di balik meja kasir tersenyum.
"iya lah, justru yang model kaya gitu langsung ada yang punya, kamu ini mgerep ya,pingin yang kaya gitu? cari sana?"ucap teman nya itu.
"di mana?"sahut pegawai wanita itu dengan wajah yang serius
"di toko material!"cibir teman nya.
__ADS_1
"enak ajah lo, emang nya nyari sendok semen,pake cari di material!!" sungut nya emosi.
dan mereka pun berdua tertawa karena lucu dengan obrolan mereka sendiri.
Aldo kembali masuk ke dalam mobil nya dan duduk di kursi kemudi, lalu Aldo kembali melajukan mobilnya perlahan,ke jalan utama yang kondisinya padat merayap.seperti itu lah kota besar seperti Jakarta, jarang sekali melihat jalanan sepi, mustahil.. malahan mungkin hampir tidak pernah saking padatnya penduduk yang ada di Jakarta, untuk menikmati yang namanya jalanan sepi dan lancar.itu terjadi hanya setahun sekali Jakarta seperti itu,di saat hampir separo warga Jakarta mudik lebaran,nah baru bisa menikmati jalanan sepi dan lancar.
just my opini,but its true.
"udah dapet kak?"
"ini barang nya" Aldo memberikan bungkusan kantong plastik bewarna putih,pada Andini.
"ada tiga?" tanya Andini setelah dia melihat ke dalam kantong plastik itu.
"iya tiga, dengan merk yang berbeda, maksud nya supaya lebih yakin hasil nya dengan lain merk, tidak berpatok dengan satu merk saja hasil akurasi dari tiga barang ini"jelas Aldo.
"oh gitu ya"
"iya, sayang..dan tes nya lebih bagus urin pada pagi hari"ucap Aldo
"kenapa begitu kak? kenapa nggak ntar saja pas kita sampai rumah, langsung tes.penasaran Aku tuh"
Aldo tersenyum melihat reaksi istri nya yang tak sabaran.
"oh seperti itu ya?"Andini manggut-manggut mendengar kan penjelasan dari Aldo.
"kamu sedang mengetes Suami mu ini ya?"
"apa? ah tidak"ucap Andini sedikit terbata.
"pasti, karena kamu pun sebenarnya tahu, ingat.. jurusan kuliah yang kamu ambil sayang... kamu memang nge,tes aku" Aldo langsung mencubit gemas hidung mancung istrinya.
Andini hanya tersenyum tanpa beban.
'ya, barang kali penjelasan dari seorang Dokter lulusan luar negeri beda, penjelasan nya,eh tapi kok kamu tahu sih kak, secara kamu spesialis jantung"Andini jadi merasa malu, kenapa dia bertanya tentang seputar kehamilan, padahal suaminya bukan di bidang nya.
"seperti nya sebagai Dokter sekaligus seorang direktur utama rumah sakit.aku menuntut diriku sendiri untuk mempelajari dan mengetahui sedikit tentang setiap kondisi penyakit,pada manusia.khususnya pasien yang datang ke rumah sakit tempat ku bertugas. itu sih aku pribadi, entah Dokter yang lain nya"
Andini diam, menatap lekat wajah tampan suaminya yang sedang fokus melajukan mobilnya.dia merasa kagum dengan cara berpikir suami Dokter tampan nya itu.
__ADS_1
Aldo melirik sekilas istri nya karena sedang menatap dirinya sedemikian rupa.
"kenapa kamu sayang? ngeliatin aku seperti itu.. seperti mau menelan Aku"
"hm? ah iya, aku emang ingin menelan kamu kak, dan gak cukup menelan saja tapi mengunyah nya"sahut Andini nyeleneh membuat Aldo kaget dengan ucapan istrinya pria bermata sipit itu pun terkekeh geli mendengar nya.
"bener ya, nanti ya kalau sudah di rumah, mau aku di kunyah kamu"
sahut Aldo sama nyeleneh nya.
membuat Andini malu sendiri di buatnya.
"dasar mesum"gumam Andini.
"kamu juga sayang"
"ketularan virus nya dari kamu kak"
"masa sih, itu namanya kamu sudah pintar sayang..aku suka! Hahaha.. tawa Aldo pecah.belum pernah selama hidup nya sampai tertawa lepas seperti sekarang ini.
"ya ampun kak, kamu kesambet jin mana.. sampai tertawa lepas gitu" cibir Andini
"kesambet jin cantik,nih, jin cantik nya duduk di samping Aku" ucap Aldo dengan entengnya. kembali satu tangan Aldo menjembil gemas pipi istrinya yang terlihat sedikit berisi
"issh, enak ajah aku di kira jin!" sahut Andini dengan bibir yang mengurucut.
bukan nya minta maaf dan merasa bersalah, Aldo masih saja terus terkekeh geli.yang akhirnya Andini lebih memilih diam dan memperhatikan wajah suaminya yang sedang tertawa itu, selama pernikahan dengan seorang Aldo Bagaskara, Andini tidak pernah melihat suaminya itu sampai tertawa lepas seperti sekarang ini.
Andini pun tersenyum.
"baru kali ini aku melihat kamu tertawa seperti itu kak"
mendengar ucapan istrinya seketika tawa Aldo berhenti, dan menatap lekat wajah istrinya.
"entah lah kenapa aku jadi seperti ini, mungkin karena dirimu sayang, keberadaan dirimu di sisiku membuat hidup ku lebih bewarna, seperti nya kamu telah menarik diri ku dari dunia yang hanya ada warna hitam dan putih saja, dengan ada nya diri mu di sisiku kamu melengkapi warna yang lain nya, aku bahagia sayang.. tetap lah menjadi Andini ku apa adanya, jangan ada yang kamu rubah kalau itu hanya menjadi kepalsuan dalam diri mu"ucap Aldo lembut namun terdengar tegas.tangannya terus membelai lembut rambut istri nya.
Andini menggenggam tangan kokoh suaminya itu dan memberikan kecupan manis di situ, membuat ada sesuatu di dalam tubuh Aldo yang bergerak, efek dari kecupan Andini.
"
__ADS_1
"
#to be continued.