Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
berhadapan dengan Rico.


__ADS_3

_______


ketika Reyna sudah berdiri di depan pintu kamar sita, dan hendak mengetuk pintu kamar nya, pintu kamar itu sudah terbuka,tampak sita dan Rico keluar bersama dari kamar itu.dengan penampilan mereka yang sudah rapih, seperti hendak pergi.


"kamu mau kemana sudah rapih sita?" tanya Reyna ketika dari dapur membawakan sop jamur hangat kesukaan sita.


"aku mau kerumah orang tua mas Rico Bu, katanya mamah nya sakit" jelas sita.wajah Reyna nampak bingung, pasalnya tadi pagi sekali, Andini sudah mengirim pesan singkat ke ponselnya, kalau hari ini Andini akan datang menemui sita, untuk meluruskan semua masalah di antara mereka.dan Reyna bingung, apakah dia harus bilang ke sita dan Rico tentang kedatangan Aldo dan Andini.sedangkan mobil Aldo memang masih berada di halaman rumah nya.


melihat Reyna diam, dengan raut wajah seperti orang bingung.sita mengerutkan dahinya.


"kenapa Bu? seperti ada sesuatu yang ibu mau katakan pada ku?"


"ah, tidak.. ini, ibu sudah buatkan sop jamur kesukaan mu,makan lah sebelum kamu berangkat.mumpung selagi hangat ya" Reyna menyerahkan semangkuk sop jamur yang dia bawa pada Sita.


"wah, seperti enak sekali.. wanginya saja sudah menggoda, terima kasih bu" ucap Sita semangat, melihat sop kesukaan nya itu.lalu dengan tergopoh,Sita berjalan ke arah meja makan.


"pelan pelan jalan nya Sita..." ucap Rico nampak khawatir, melihat istrinya itu sangat antusias dengan sop jamur yang ada di tangan nya.hingga tidak memperhatikan jalannya, dalam keadaan perut nya yang besar karena kehamilan nya.dia pun menghampiri istrinya itu dan ikut duduk di kursi dekat meja makan.


Reyna memandang sita dan Rico dengan tatapan matanya yang berembun.


"berat sekali hidup mu nak"gumamnya pelan.tersenyum getir.


Sita begitu lahapnya memakan SOP jamur buatan ibu sambung nya itu.


Rico hanya tersenyum memperhatikan istrinya begitu lahapnya memakan makanan nya itu.


"baik lah sita, ibu akan pergi ke pasar dulu, untuk belanja kebutuhan harian ya, nanti kalau kalian mau pergi jangan lupa semua nya di kunci, ibu Sudah bawa kunci cadangan nya"


"baik bu" sahut sita, lalu melihat Reyna berjalan keluar rumah membawa keranjang belanja.


"ternyata mudah ya, untuk bikin kamu bahagia soal makan" ucap Rico santai.

__ADS_1


"ya, begitu deh" sahut Sita singkat, lalu meneruskan makan nya dengan lahap nya.


pria gagah berambut cepak itu duduk di hadapan sita dengan kedua tangannya di atas meja,mata tajam nya tak lepas dari wajah cantik Sita.sesekali satu tangan kokoh nya menyeka keringat sita, dengan tisu.dengan senyuman nya.


"sudah, kamu kenyang nak?" sita mengusap usap pelan perut nya yang buncit setelah menghabiskan sop jamur nya hingga tandas tak tersisa, bicara pada perutnya yang membesar itu seolah bicara pada bayinya yang ada di dalam kandungan nya.


"bagus, tentu saja anak kita kenyang, karena mamahnya makan nya lahap,iya kan anak papah yang cantik"


Rico ikut menimpali interaksi sita Dengan bayi yang di dalam kandungan nya, yang memang sudah di ketahui jenis kelamin nya seorang perempuan. Sita melirik suaminya itu dengan senyumnya.Rico pria yang kaku, tapi sangat sabar terhadap dirinya, memperlakukan dirinya seperti seorang putri.membuat Sita tidak pernah merasa menyesali apa yang sudah terjadi pada dirinya sekarang ini.


"baik lah, sekarang kita berangkat ke rumah mamah mu mas" sita hendak beranjak dari duduknya, dengan sigap Rico merangkul bahu istrinya itu untuk membantu nya berdiri.


"ayo, pelan pelan jalan nya Sita"


"aku bisa jalan sendiri mas... aku tidak lumpuh, kamu ini berlebihan sih"


protes Sita pada Rico yang menurut nya sikap nya kadang suka berlebihan.Rico hanya terkekeh pelan menanggapi keluhan istrinya itu, tapi tetap saja dia tidak berubah posisi nya, tetap merangkul bahu istrinya itu.


dan wajah sita kembali pias, melihat siapa yang turun dari mobil Avanza warna hitam tersebut.tapi tidak dengan Rico, pria gagah berambut cepak itu nampak tenang tenang saja.melihat siapa yang datang itu.sedangkan Sita langsung merangkul erat lengan kekar suami itu,dan Rico menepuk nepuk pelan tangan istrinya itu seolah memberi tahu agar tetap tenang.


"mas" lirih sita.melirik ke arah wajah suaminya.


"tenanglah,kita hadapi bersama, kamu tenang saja ya..ada aku" ucap Rico dengan expresi wajah nya yang sangat tenang.


lain Rico,lain dengan kedua orang yang baru saja datang itu yang ternyata adalah Aldo dan Andini.wajah mereka terkejut bukan main.. melihat Rico menggandeng lengan Sita posesif.


wajah Aldo merah padam dengan langkah lebar nya langsung berdiri berhadapan dengan Rico,sang pengawal pribadi nya, sekaligus orang kepercayaan nya.yang sudah bersama nya selama sepuluh tahun. dan Aldo sangat mempercayai Rico karena kesetiaan nya pada dirinya,dan loyalitas nya terhadap setiap pekerjaan yang dia tugas kan, tapi sekarang apa yang Aldo lihat sekarang ini, membuat pikiran nya dan perasaan nya terasa berantakan tak karuan.


melihat Rico dengan wajah yang tenang menatap tajam ke arah dirinya, dengan menggandeng posesif Sita,otak Aldo langsung mencerna, pria bermata sipit itu menampilkan senyum Devils nya menatap tajam ke arah Rico, seraya menggeleng kan kepalanya pelan.


"oh jadi selama ini yang merusak semua nya adalah kamu Rico?"ucap Aldo dengan expresi dingin nya.

__ADS_1


"maafkan saya tuan, ini semua di luar kehendak saya" sahut Rico sama dengan wajah datar nya.


"di luar kehendak mu ha?!" Aldo tertawa lepas tapi terdengar hambar.


Andini yang sedari tadi berdiri di belakang Aldo langsung meraih lengan suaminya, dengan erat.


"kak, ingat! kita kesini untuk bicara kan semua dengan kepala dingin, biar clear semua nya, bukan dengan amarah mu begini.. kalau kamu masih bersikap seperti ini, aku akan pergi dari sini!" ancam Andini.walaupun tidak di pungkiri kalau dirinya pun sama marah dan terkejut nya seperti Aldo, tapi Andini berpikir, kalau hanya dengan kemarahan,semua tidak akan selesai dan tidak ada kejelasan.


Aldo menoleh ke arah istrinya dengan tatapan tidak senang dengan ucapan istrinya itu yang terdengar seperti mengancam dirinya.


di tatap sedemikian rupa oleh suaminya, Andini balik menatap tajam ke arah Aldo.Andini berpikir kali ini mungkin hanya dia yang bisa mengendalikan emosi Aldo yang sudah membuncah.


"kamu mengancam ku sayang?"


"terserah anggapan mu kak, tapi kalau kamu tetap emosi seperti ini, masalah nya malah tambah rumit" ucap Andini mencoba menjelaskan agar Aldo bisa berpikir jernih.


Aldo terdiam lalu kembali menatap tajam ke arah Rico dan Sita.dan tersenyum miring.


"baik lah sayang, karena aku menyayangimu, aku akan menuruti apa kata mu"


Andini tersenyum merasa lega, karena Aldo mau mendengarkan ucapan nya.apapun itu alasan nya, yang penting menurut nya sekarang ini mereka berempat bisa bicara dengan pikiran terkendali.


"


"


to be continued.


hai mom's and sister sudah selesai baca bab ini?


jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya**...

__ADS_1


terimakasih.😊🙏.


__ADS_2