
Daniel yang selesai memeriksa kondisi Andini.kemudian dia berjalan duduk di meja kerja yang ada di IGD.
Daniel meraih ponselnya, mencari kontak sang Direktur utama rumah sakit.
Aldo yang sedang ada di ruangan kerja nya di lantai enam, sedang sibuk dengan pekerjaan nya
tiba-tiba ponselnya yang dia letakkan di atas meja kerja bergetar.Aldo menoleh nama yang tertera di layar ponselnya.
"Daniel?"
lalu Aldo mengangkat panggilan telepon dari Daniel.Dokter jaga yang sedang bertugas hari ini di ruang IGD
_Aldo_
"ya Daniel,ada apa? apa di IGD sedang senggang sehingga kamu sempat menelepon ku?"
bukan tanpa alasan Aldo berkata seperti itu, Daniel memang sering menelepon nya hanya ingin sekedar ngobrol dengan Aldo atau bertukar pikiran tentang pekerjaan mereka, bila Daniel sedang senggang di IGD.
_Daniel_
kali ini aku tidak senggang,malah sedang memantau perkembangan pasien khusus sambil menunggu Dokter mita.karena aku tidak berani melakukan tindakan selanjutnya karena pasien ini sedang hamil.
sahut Daniel di sana.
_Aldo_
"oh ya, siapa pasien khusus itu? apa karena penyakit nya? atau karena orang nya?"
tanya Aldo santai seraya menyenderkan tubuhnya pada kursi kerja nya.sesekali menyibak rambut pirang nya kebelakang.
_Aldo_
karena dua-duanya, darurat dan khusus, karena wanita itu istri mu bos.
ucapan Daniel sukses membuat Aldo terhenyak dan langsung menegakkan posisi duduk nya dan langsung berdiri.
_Aldo_
.
"apa maksud mu Daniel?!"
_Daniel_
datang lah,ke IGD cepat! aku akan menjelaskan nya di sini.
Aldo langsung memutuskan panggilan telepon nya pada Daniel.berjalan cepat keluar dari ruangan kerja nya.menuju IGD.
__ADS_1
"ya tuhan, kenapa kamu sayang.. bukan kah kamu sedang baik baik saja, kenapa sekarang ada di IGD?"
Aldo terus berjalan cepat sambil bicara sendiri menuju pintu lift yang akan membawanya ke IGD.
tak lama Aldo keluar dari kotak besi itu dan sudah ada di lantai satu.
Aldo sudah tidak berjalan lagi, tapi pria itu berlari ke arah IGD.sampai sampai,semua mata tertuju pada dirinya,apa lagi wajah nya yang terlihat sangat panik.
BRAK!
Aldo langsung membuka pintu IGD kasar dan masuk ke dalam IGD pandangan nya mengedar.dan matanya terkunci pada seorang wanita yang sedang berbaring lemah dengan selang infus di tangan nya.di samping nya duduk seorang lelaki?
"siapa lelaki itu? yang duduk di samping Andini?" gumam Aldo terus berlari sehingga ketukan sepatu nya terdengar nyaring di ruangan itu membuat lelaki yang sedang menunggu Andini menoleh.
"Reza? kenapa lelaki itu bisa bersama Andini? apa dia yang membawa Andini ke rumah sakit?" gumam Aldo yang langsung berhambur ke arah istrinya yang terbaring lemah, tanpa memperdulikan keberadaan Reza yang tertegun melihat reaksi Aldo yang demikian.
"sayang, kenapa kamu ha?"
ucap Aldo panik, membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya pada istri nya.pandangannya memindai tubuh istrinya dari kepala hingga kaki.
Daniel mendekat.
"istri mu sedang hamil bos?" tanya Daniel
Aldo menoleh ke arah Daniel dengan tatapan was was.
"iya, kenapa? apa ada yang tidak beres ha?!"
"katakan Daniel!!"
teriak Aldo dia sudah tidak sabar dengan sikap Daniel yang terlalu bertele-tele.
"aku tidak mau menduga duga,kita tunggu Dokter mita saja untuk mendapatkan hasil lebih lanjut, tapi yang jelas, istri mu mengalami pendarahan" jelas Daniel. penjelasan Daniel itu membuat tubuh Aldo menegang.dan..
"lalu tunggu apa lagi sekarang?! bawa istri ku ke lantai lima cepat!! lambat sekali kalian semua!!!"
Aldo kembali berteriak, dan memerintahkan kepada para staf medis nya untuk segera membawa istrinya ke lantai lima ke ruangan observasi.
tanpa menunggu di perintah dua kali para staf medis tersebut langsung sigap mempersiapkan segala sesuatunya untuk membawa nyonya bos mereka.tampak ketegangan tercipta di ruangan IGD karena kemarahan Aldo serta kepanikan sang Direktur.keadaan mereka lebih tegang dari pada menghadapi pasien kritis lain nya.
Reza yang sedari tadi hanya diam dan berdiri memperhatikan segala kejadian yang ada di IGD.dan melihat ke khawatiran Aldo.hanya tersenyum miris.
Aldo tiba di lantai lima bersama istri nya yang terbaring lemah, sudah ada di ruangan observasi kondisi kehamilan nya. di situ sudah ada Dokter Mita dan kedua assisten medis nya.untuk mengetahui penyebab yang di alami Andini.
Andini kemudian di baringkan di tempat khusus oleh assiten medis Dokter Mita.
Dokter Mita akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang.seperti USG perut atau transvaginal. jika perlu Dokter Mita akan melakukan pemeriksaan darah.
__ADS_1
Aldo memperhatikan dengan seksama dengan wajah penuh kekhawatiran pada istri nya yang sedang di periksa kondisi nya
oleh Dokter Mita.
"bagaimana mana Dokter?" tanya Aldo setelah Dokter Mita selesai memeriksa kondisi istri nya.
Dokter Mita menarik nafas nya pelan.
"apa rumah tangga kalian baik baik saja?"
pertanyaan Mita membuat Aldo mengerutkan dahinya.
"apa maksud mu Dokter dengan bertanya seperti itu, dan apa hubungannya dengan masalah rumah tangga ku?" jawab Aldo heran.
"keadaan istri mu mengalami pendarahan selain kandungan nya dan harus bedrest karena penyebab dari pendarahan istri mu bisa jadi dari perubahan hormon, yang bisa di sebabkan oleh perasaan tertekan,atau istilah lain nya stress, hingga kelelahan. untung nya kandungan istri mu kuat.jadi tidak ada masalah dengan janin yang ada di kandungan nya"
Mita menjeda ucapan Nya.
"apa lagi?"
Aldo mengerti masih ada lagi yang akan di jelaskan oleh Mita.yang nampak nya akan membuat Aldo was Aldo juga tidak tahu kalau salah satu penyebab dari kondisi istri nya adalah stress dan kelelahan.karena selama ini Andini baik baik saja dan bahagia tentu nya, dirinya bisa jamin itu.pikir Aldo seperti itu.
"tapi kalau istri mu sampai mengalami pendarahan lagi.aku tidak bisa menjamin keamanan janin yang ada di rahim istri mu.dan juga keselamatan istri mu"
Aldo terdiam mendengar ucapan Mita yang membuat wajah nya pias.
"kalau begitu berikan penanganan yang terbaik untuk istri ku, aku tidak mau ada hal yang tidak aku ingin kan pada istri dan anak ku.tapi kenapa istri ku masih belum sadar kan diri?'
"kamu tenang, itu karena efek dari shock, aku sudah memberikan obat, sebentar lagi istri mu akan sadar" jelas Mita.
dan benar saja tak lama kemudian terdengar suara gumaman Andini.
"Hhhmg.. Andini membuka kelopak mata nya perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam bola mata nya.
Aldo yang melihat istrinya sadar langsung berdiri, dengan cepat menghampiri istrinya yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.
"sayang, kamu sadar hm?"
ucap Aldo lembut duduk di kursi tunggal yang ada di samping ranjang Andini baring.
Andini mulai sadar dan melihat suaminya ada di samping nya.menatapnya sayu.
"kak, kamu di sini? aku di mana?"
Andini mengedar kan pandangan nya ke seluruh ruangan itu.
"kamu pingsan sayang, kamu Sekarang sedang ada di ruangan Dokter Mita, apa yang terjadi pada diri mu? kenapa kamu bersama Reza hm?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Aldo.jujur di tengah ke khawatiran Aldo.dia pun merasa cemburu karena lagi lagi Reza yang membawa istrinya ke rumah sakit.
__ADS_1
"
to be continued..