Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
garis dua.


__ADS_3

Andini merasakan badannya pada kebas, akibat kelamaan di peluk Aldo sedemikian rupa.andini mencoba melepaskan diri nya dari pelukan suaminya,di angkat nya perlahan tangan Aldo yang melingkar di pinggang nya, dan kaki solid milik suaminya yang mengapit dari pinggul hingga ke kaki nya.


"oh ya ampun kak! berat banget sih... dengan susah payah Andini akhirnya bisa melepaskan dirinya dari dekapan suaminya itu.dan Aldo nyatanya tidak terusik sama sekali tidur nya,dia hanya menggeliat dan bergumam nggak jelas.tapi dia tetap terlelap kembali, rupanya terlalu erat sang mimpi mencengkram Aldo, sehingga dia nyaman dalam tidur nya.


Andini bangun dari tidur nya, lalu duduk di tepi ranjang.wajah nya tampak meringis, merasakan tubuhnya terasa seperti remuk.dia melirik ke arah suaminya yang masih terlelap.


"CK_dasar mesum! kalau sudah ada mau nya barbagai cara untuk mencapai tujuan nya,ish,, dasar! Untung aku cinta kamu! kalau nggak, aku mana mau bercerita sampai badan ku remuk begini" gerutu Andini pelan.tetap ada senyuman terlintas di wajah nya.


lalu dia berdiri, berjalan ke arah pintu kamar mandi.tapi langkah nya terhenti,dia mengingat pagi ini harus men,cek urine nya dengan tespac yang semalam Aldo beli.lalu matanya mengarah ke atas meja rias nya.lalu dia melangkah ke arah meja rias itu.


di ambil nya benda yang sebesar stik es krim itu, ada perasaan berdebar tak karuan di hatinya.


tanpa menunda lagi, Andini masuk ke dalam kamar mandi.dia letakkan benda itu di atas wastafel.lalu dia membaca instruksi cara pakai benda itu di balik kemasan,dan Andini pun mengikuti langkah langkah tersebut.


"sudah,,duh, kenapa deg, deg degan gini sih" Andini memandangi ke tiga tespac yang sudah dia pakai di atas wastafel kamar mandi.tatapannya tak lepas dari ke tiga benda berbentuk seperti stic es krim itu.


semenit


dua menit


tiga menit


empat menit


"ya tuhan.... pekik Andini matanya terbuka sempurna kedua tangannya membekap mulutnya sendiri.lalu dengan cepat Andini meraih ke tiga tespac itu matanya berkaca-kaca.


dia masih berdiri di depan kaca wastafel kamar mandi, melihat pantulan dirinya di cermin.dia tersenyum, matanya berkaca-kaca.


tiga tespac memperlihatkan hasil nya, dan semuanya menampilkan garis dua.Andini terharu


"sayang... kenapa kamu? buka pintu nya!"Aldo yang baru saja membuka matanya, refleks langsung melompat dari tempat tidur, mendengar teriakkan istrinya dari arah kamar mandi.dia langsung mendorong keras pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci oleh Andini.karena panik dan baru bangun tidur juga, Aldo langsung mendorong keras pintu kamar mandi.


Andini yang sedang berdiri di depan kaca wastafel terkejut dengan pintu kamar mandi yang di dorong keras oleh Aldo, sehingga tubuh gadis itu limbung ke samping dan hampir saja kepala menyentuh tembok kamar mandi, dengan cepat Aldo menarik tangan Andini dan langsung mendekapnya erat ke dalam pelukannya.Andini dan Aldo sama sama kaget, Nafas mereka memburu karena tegang.


"kak,ya ampun kamu kenapa sih bikin aku kaget" Andini memukul berulang dada bidang suaminya yang tidak di lapisi sehelai benang pun.hanya memakai celana boxer nya saja.

__ADS_1


"aku panik sayang, mendengar kamu berteriak jadi langsung berlari ke arah sini"


lalu pandangan Aldo beralih ke tangan kanan Andini yang memegang benda yang di sebut tespac.Aldo melepas pelukannya pada istrinya.


lalu mengambil benda itu dari tangan istrinya.wajah Andini terlihat merona ketika Aldo sedang memperhatikan seksama benda itu.dan...senyum mengembang diwajah yang masih kusut itu karena baru saja bangun dari tidur nya, walaupun begitu ketampanan nya tetap ada, utuh! tak berkurang sama sekali.


"sayang... Aldo menatap Andini dengan sorot mata berbinar bahagia.


Andini menundukkan wajahnya sesaat, lalu membalas tatapan suaminya.melihat wajah suaminya dengan sejuta expresi tergambar.


"jadi... kamu hamil?"


"iya kak..kan kamu bisa lihat tuh di tespac itu hasil nya,masa nggak ngerti, kalau kamu sampai nggak ngerti dengan hasil nya itu, aku saran kan kamu balik ke Amerika untuk kuliah kedokteran lagi"cibir Andini


membuat Aldo terkekeh mendengar ucapan istrinya yang nyeleneh. dengan suara yang masih parau karena baru Bangun tidur. sehingga terdengar sexy di telinga Andini.


"kamu ini" ucap Aldo gemas, dan langsung menghujani wajah Andini dengan kecupan ringan.


"ih, sudah kak..pada basah nih wajah Aku... sudah sana keluar, aku mau mandi dulu"Andini baru sadar kalau suami nya bertelanjang dada hanya memakai celana boxer nya saja.lalu dia mendorong pelan tubuh tegap suaminya yang bertelanjang dada, membuat liur Andini menetes melihat pemandangan hot dipagi hari.


"nggak! no way! aku mau mandi sendiri!"


Andini menolak mentah-mentah ajakan Aldo untuk mandi bersama.karena tidak mau menjadi santapan Aldo pagi pagi, rasa remuk di tubuh nya saja belum hilang, sekarang Aldo bermodus ria lagi, Andini tidak mau masuk jebakan Batman suaminya itu.membuat dirinya meremang sekaligus bergidik memikirkan keganasan suaminya itu.


Aldo hanya mengulum senyum melihat reaksi istri nya yang berlebihan itu,niat nya memang hanya menggoda istri nya, tapi tingkah berlebihan dari istri nya itu membuatnya gemas,dan ingin menerjang? oh, come on Aldo.....


akhirnya Aldo mencium singkat bibir Andini yang sedang manyun itu.


"ya sudah kamu mandi dulu, hati hati, kamar mandi nya licin, Aldo sedikit membungkukkan tubuhnya tangan nya terulur ke arah perut istrinya yang masih rata, lalu mengelus elus lembut perut rata istrinya dengan penuh cinta.


"baik baik kamu di sana ya nak"ucap Aldo berbisik.


ada perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuh Andini, seperti jutaan kupu-kupu berterbangan dalam dirinya. bahagia dan terharu itu yang sedang di rasakan oleh pasutri itu.


karena Andini sudah menunggu nya tiga bulan semenjak dia di Sentuh suaminya.walaupun pernikahan nya sudah berjalan hampir satu tahun,tapi karena pernikahan mereka yang awalnya tanpa cinta dan drama, jadi baru tiga bulan ke sini Aldo menyentuh dirinya sebagai suami pada istri nya.di saat rasa cinta telah tumbuh di kedua hati mereka.

__ADS_1


lalu Aldo keluar dari kamar mandi membiarkan Andini untuk mandi.


"iya, sudah sana.. Aku mau mandi.


Aldo tersenyum dan mengacak pucuk rambut istri nya, dan keluar dari dalam kamar mandi.


di ruang makan.


Andini dan Aldo tampak sedang menyantap sarapan pagi nya.mereka makan dalam diam,tapi ada yang beda kali ini.Andini menyantap sarapan nya di atas pangkuan Aldo.


ya, walaupun Andini merasa risih dengan permintaan Aldo yang ingin sarapan dengan memangku dirinya.dan wal hasil mereka saling menyuapi makanan.


"kak udah ih, Aku mau turun"


"biarkan seperti ini saja sayang..."


"tapi berat aku nya"


"nggak tuh"


karena aku bahagia, bukan hanya memangku dirimu saja,tapi juga memangku anak ku juga"ucap Aldo santai, sambil meneruskan makan nya, dan tak lupa menyuapi Andini.


sedangkan Andini diam menatap lekat wajah tampan suaminya itu dengan tatapan tak bisa di artikan.


"kak"


"hm"


"aku mau ke rumah ibu"


Aldo diam sesaat, mengentikan sarapannya dan menatap lekat wajah istrinya.


"


"

__ADS_1


to be continued.


__ADS_2