Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
hati ku sudah berkarat.


__ADS_3

"kamu kenapa David?" Dita Heran, sedikit memicingkan matanya melihat David menatap dirinya dengan tatapan aneh.


"ah tidak, aku hanya sedang mengagumi keindahan malam yang ada di depan ku ini" dengan entengnya David berucap dengan cengiran nya.


"keindahan malam apa yang kamu lihat ha?" tanya Dita dengan polosnya.membuat David mengulum senyum dengan ucapan Dita yang terkesan polos.


David yang sedang fokus mengendarai mobil nya.melirik sekilas ke arah Dita.dan kembali berucap puitis.


"keindahan malam seorang wanita cantik yang ada di samping ku"


"ya ampun David, kamu seperti anak remaja yang sedang merayu gadis remaja saja" ucap Dita sedikit gugup, wajah nya merona.


*astaga pria ini.. rasanya bikin jantung ku tidak sehat* Dita berkata dalam hati.


Hahaha.. David tergelak


"that's it's true my dear.. you are"


ucap David dengan nada berbisik wajah nya sedikit di condong kan ke arah Dita.hingga membuat Dita memiringkan tubuhnya ke sudut pintu mobil.


"David! mau apa kamu?! jangan macam-macam ya?!" hardik Dita dengan gelagat aneh David.


dan David terkekeh pelan merespon tingkah Dita.


"aku tidak macam macam Dita.. aku hanya satu macam saja,, seperti nya aku menyukai mu sweatheart" ucap David berterus-terang pada Dita soal perasaan nya.membuat Dita terdiam, menatap tajam ke arah David.


"kamu jangan bercanda ya David, aku lebih tua dari mu!" protes Dita


"so, what?! ada apa dengan usia ha? apa ada larangan seorang lelaki yang usianya lebih muda, menyukai wanita yang lebih dewasa usia nya? ada larangan nya hm? oh, come on Dita.. jangan permasalahkan usia..kita hanya terpaut empat tahun isn't that right?" David mencoba melobi perasaan nya pada Dita.sedangkan Dita tampak wajah nya merasa risih dengan ucapan David yang menurut nya Hanya bercanda.


"kamu kalau bercanda jangan keterlaluan David, jangan kamu bawa soal perasaan.. itu tidak lucu!" ucap Dita dengan tegasnya.


hujan masih mengguyur bumi dengan derasnya, walaupun tidak di sertai petir atau kilat,tapi dengan derasnya hujan hampir membuat jarak pandang cukup sulit, sehingga David serta mobil yang lain nya di luar sana berjalan merayap dengan menyalahkan lampu segitiga.


dan tiba-tiba saja David menepikan mobilnya di pinggir jalan raya.


membuat Dita bertanya dalam hati sekaligus was was.


setelah kendaraan David menepi, pria berwajah oriental itu melepaskan seatbelt nya dan memposisikan dirinya agak menghadap ke arah Dita.


jantung Dita berdetak tak karuan, matanya membola melihat gerakan David.

__ADS_1


"mau apa kamu, Awas ya kamu David!" ucap Dita ada rasa was was dia memundurkan tubuhnya lebih merapat ke pintu mobil.


David menatap tajam Dita, wajah nya sangat serius dan..


"aku tidak bercanda Dita.. aku tidak pernah mengatakan ini pada wanita lain mana pun, Karena bagi ku itu kata sakral buat ku, untuk aku katakan pada gadis yang aku mau..dan gadis itu adalah kamu"


Dita tercenung, mendengar ucapan David.dia menghela nafasnya pelan.


"ta_tapi aku tidak menyukai mu David"


ucap Dita pelan.


"benarkah? oh ya ampun, aku lupa.. kalau kamu ini masih terobsesi dengan kakak sepupu ku, aku tahu itu, tentu tidak mudah untuk kamu untuk membuka pintu hati mu pada pria lain" sarkas David.


"aku tidak terobsesi dengan Aldo, aku mencintainya, sedangkan kamu? pria yang tidak pernah setia dengan satu wanita! mana bisa aku mempercayai mu" ucap Dita dengan suara tinggi.


"ayolah Dita, lupakan Aldo,dia sudah bahagia dengan Andini.. kamu jangan jadi si pandir yang merindukan bulan,


soal kesetiaan ku, itu hanya perjalanan hidup ku, mencari tempat hati ku berlabuh, dan seperti nya sekarang aku sudah menemukan nya, dan aku mencoba untuk setia untuk mu.. trust me" bujuk David kemudian kedua tangannya meraih kedua tangan Dita dan menggenggam nya,Dita kaget, berusaha untuk melepaskan tangan David yang menggenggam tangan nya, tapi genggaman itu sangat kuat, sehingga Dita sulit untuk melepaskan nya.


"lepasin tangan ku David, kamu jangan kurang ajar ya,kita baru saja berapa kali, bertemu, kamu sudah bilang menyukai ku"


"siapa bilang kita baru beberapa kali bertemu, bukan kah sudah lama aku mengenal mu?"


"pandangan orang bisa berubah Dita, begitu pun perasaan,bisa timbul begitu saja tanpa permisi.. ini yang aku rasakan, baik lah.. Aku tidak memaksa mu untuk menerima perasaan ku saat ini, aku akan menunggu mu memberikan aku kesempatan untuk mengisi hati mu" lalu David mencium lembut punggung tangan Dita, membuat Dita mata nya membola


"David"


"hanya tangan mu saja Dita.." ucap David enteng lalu melepaskan genggaman tangannya pada Dita dan tersenyum.lalu kembali David melaju kan mobil nya ke jalan raya.


kini keadaan di dalam mobil hening,tak ada yang membuka pembicaraan.. David fokus dengan kemudi nya. Dita diam, pandangannya di arah kan ke jalanan entah apa yang menjadi perhatian nya.yang jelas sekarang hati nya sedang tak karuan, rasanya dia masih terkejut dengan David yang begitu saja menyatakan perasaannya,


*benarkah David menyukai ku? apa aku memang bodoh, karena masih saja mengharapkan cinta Aldo, yang jelas jelas sangat mencintai istrinya.


apa aku harus membuka hati ku untuk pria lain? tapi kenapa pria itu David? yang masih punya hubungan darah dengan Aldo, lagi lagi aku terlibat dengan pria dari keluarga Bagaskara.


dalam hati Dita bicara mencoba mengerti apa yang terjadi saat ini.


akhirnya mobil Mercedes Benz warna putih milik David tiba di depan sebuah rumah mewah dua lantai bergaya Eropa di daerah Casablanca.


hujan pun seperti nya sudah reda.

__ADS_1


"ini rumah mu?" tanya David pandangan nya sedikit mengedar memperhatikan rumah besar yang ada di depan nya.


"iya"


ketika Dita mau membuka pintu mobil


"tunggu dulu,biar aku saja"


pinta David, membuat Dita diam urung untuk membuka pintu mobil, membiarkan David membukakan pintu mobil untuk nya.


David membukakan pintu mobil untuk Dita.berdiri di samping mobil nya tersenyum menatap lekat wajah Dita.


Dita pun perlahan keluar dari mobil David dan kini mereka berdiri berhadapan cukup dekat.


Dita menatap lekat wajah tampan David, begitu juga David.Dita menghela nafasnya, tersenyum canggung kemudian..


"baik lah, aku akan mencoba membuka hati ku untuk mu David'


sontak saja ucapan Dita itu membuat David kaget.


"apa? apa aku tidak salah dengar hm?" ucap David seraya mengusap usap telinga nya.


"kamu tidak tuli kan David.. aku tidak akan mengulangi ucapan ku!" teriak Dita salah tingkah jadi nya.


David terkekeh..


"iya,iya... aku dengar, berarti kamu memberikan aku kesempatan untuk mendekati mu"


"dua bulan" ucap Dita


"dua bulan? maksud mu?"


"dua bulan,beri aku kesempatan untuk menumbuhkan rasa pada mu, kalau dalam dua bulan, hati ku tidak ada rasa pada mu.. aku rasa, hubungan ini tidak bisa aku jalani"


David diam, menatap tajam ke arah Dita.


"mana bisa begitu Dita..dua bulan sangat sebentar" protes David


"maka itu berusaha lah, karena hati ku sudah berkarat"


"

__ADS_1


to be continued.


__ADS_2