
Aldo menatap tegas istrinya yang terlihat antusias ingin ikut ke perusahaan Arkan padahal tubuh istrinya itu sedang tidak baik baik saja akibat perbuatannya.
di situ Aldo merasa bersalah karena sudah memaksakan kehendak nya.
tapi terkadang hasrat nya berkehendak lain jika dirinya sudah berhadapan dengan tubuh molek sang istri.dan sudah di pastikan dirinya tidak akan bisa menahan kegilaan nya jika sudah sangat menginginkan sang istri cantik nya.
"sayang.. ingat tubuh kamu sedang lelah"ucap Aldo Lembut tapi terasa tegas.
Andini mencebik merespon ucapan suaminya.lalu mendekati wajah nya ke telinga suaminya.
"lelah karena dirimu kak" bisik Andini di telinga Aldo.sumpah demi apapun, Aldo merasa darah nya mendesir mendengar suara Andini di pendengaran nya yang terasa seksi dan mendayu.bukan nya merasa bersalah dengan protes istrinya Aldo balik berbisik pada Andini.
"kamu jangan menggodaku di depan ayah dan kakak mu sayang.. bahaya"
balas Aldo tanpa dosa.membuat mata Andini terbuka lebar merespon ucapan suaminya itu dan..
Aaww... sakit dong sayang" teriak Aldo tertahan wajah nya tampak meringis mendapatkan cubitan kecil namun pedas Terasa di perut sixpack nya yang susah di tarik oleh Andini karena saking tak ada lemak berlebih di perut sang suami.
"biarin" gerutu Andini meruncing kan bibinya.
tingkah laku mereka berdua tentu saja menjadi pemandangan tersendiri bagi Arkan dan Jayed yang sedari tadi menatap kedua nya dengan pandangan bingung Awal nya.tapi tak lama Jayed menarik sudut bibirnya seraya menggeleng kan pelan kepala nya.
sedangkan Arkan bergidik melihat kemesraan pasangan suami istri itu.
"kalau mau masih bermesraan, ke kamar sana,jangan merusak mata ku" keluh Arkan dengan sandwich di mulut nya.terlihat acuh.walaupun di akhiri dengan senyuman samar di wajah tampan nya.
Aldo dan Andini tersadar dari sikap nya sontak kedua nya menoleh ke arah Arkan.dengan wajah mereka yang terlihat canggung karena malu.
Aldo hanya tersenyum tipis seraya menggaruk kening nya.
"apa kamu sudah punya pacar bang?" tanya Andini tiba-tiba menanyakan perihal pacar pada Arkan.dan membuat Arkan kaget Sehingga..
uhhuk! Arkan hampir tersedak makanan yang sedang dia kunyah
melihat seperti itu Andini bangun dari duduknya dengan cepat mendekati Arkan lalu menepuk-nepuk punggung kokoh Arkan.
__ADS_1
"makan nya pelan-pelan bang"
Arkan mengambil segelas air putih lalu meminumnya hingga tandas.
"ah,iya maaf" ucap Arkan setelah sudah lega.
melihat Arkan sudah baikan Andini kembali ke tempat duduk nya.
"itu juga yang sering Ayah tanya ke Arkan.kapan kamu menikah?" Jayed ikut menimpali ucapan Andini.
"kalian apaan sih,tanya aku soal itu.tenang saja nanti juga aku bawa calon istri ku ke sini" jawab Arkan dengan wajah kaku nya.
"kapan?" tanya Andini dan Jayed bersamaan. mereka saling pandang lalu tersenyum simpul.
"wah, Ayah dengan Andini kompak sekali menyerang ku"
"siapa yang menyerang mu Arkan.. Ayah hanya menanti kan kapan kamu bawa calon mantu ke hadapan ayah" ucap jayed.
"ah, sudah lah ayah, nggak usah ngebahas diri ku. umur ku masih muda ayah tenang saja. aku mau berangkat ke pabrik dahulu, sayang kamu tidak bisa ikut dengan aku Andini"
"aku ikut bang" sahut Andini lagi dengan wajah berharap.
"sayang.. jangan dulu ya? lain waktu saja" titah Aldo merasa menatap khawatir pada istrinya.
"tapi kak, aku ingin tahu. lagian aku bosan di rumah terus.. boleh ya?" pinta Andini menggenggam tangan suaminya dan tidak lupa memberikan senyuman manis serta tatapan dengan bola mata yang berkilat penuh harap.
kalau sudah begini suami mana yang tega dan tidak tahan melihat wajah istrinya yang mempesona setiap hari nya sedang memohon pada dirinya.
Aldo menarik nafas nya lalu membuang nya pelan.
"baik lah, aku ikut juga ya" ucap Aldo akhirnya dan mendapatkan anggukan kecil dari Andini dengan senyum semringah nya.
Arkan pun berangkat ke pabrik jaya Parma bersama Andini dan Aldo.
mobil Jeep Cherokee warna hitam legam memasuki halaman sebuah pabrik yang sangat besar Serta gedung yang menjulang tinggi.butuh waktu sekitar Dua puluh menit mereka sampai di pabrik tersebut.
__ADS_1
setelah Arkan memarkirkan mobilnya mereka turun dari mobil tersebut berjalan ke arah pintu masuk gedung berlantai lima itu
ketika mereka masuk ke dalam gedung tersebut. menjadi pemandangan yang sungguh memanjakan mata para staf dan karyawan yang sedang fokus bekerja dan saat ini perhatian mereka teralihkan oleh kedua pria tampan tinggi tegap yang satu bak Rhitik Roshan, yang satu bak wajah Aron Kwok di masa muda nya sedang kan yang wanita sudah seperti Fahriye Evcent
note Author: : untuk para reader yang kepo dengan nama artis yang saya sebutkan di atas silahkan search di google ya 😊 tiga tokoh perumpamaan kesamaan dari wajah tiga karakter di cerita ini.
mereka berjalan bersama Andini yang menggandeng lengan kekar suami nya menjadi pusat perhatian bagiamana tidak, wanita yang cantik jelita dengan wajah ketimuran nya menggandeng lengan pria tampan berwajah oriental sungguh pemandangan yang sangat kontras.
Arkan dengan wajah dingin nya terus berjalan yang di ikuti oleh Andini dan Aldo ke dalam kotak besi yang akan membawanya mereka ke lantai lima gedung tersebut.
"kita langsung ke ruang rapat ya" ucap Arkan
"tapi bang, kenapa aku harus ikut ke ruang rapat, itu kan bukan urusan ku, aku tunggu di kantor mu saja ya?" pinta Andini
Arkan tersenyum menatap sayang Andini.
"kamu akan aku perkenalkan sekalian dengan para direksi kebetulan ada para pemegang saham yang akan hadir di rapat" jelas Arkan
"tapi kak, aku nanti hanya bengong saja nggak ah, malu aku" tolak Andini. Arkan yang berdiri di sebelah Andini membelai lembut rambut Adik perempuan nya itu.dan kembali memberikan senyum teduhnya.
"nggak apa-apa Adikku sayang.. kamu harus terbiasa dengan kehidupan baru mu ini sebagai anak seorang Jayed mahadat Abdullah ya" jelas Arkan mencoba menjelaskan siapa status Andini sekarang.
dengan ragu akhirnya Andini mengangguk.
Ting.
pintu lift pun terbuka di lantai paling atas gedung tersebut Arkan di sambut oleh sang asisten Hanson
"silahkan tuan, para direksi sudah menunggu anda" ucap Hanson dengan wajah tegas nya.
"baik lah,ayo An" Arkan meraih tangan Andini tanpa peduli dengan Aldo. yang otomatis pegangan tangan Andini pada lengan Aldo terlepas karena tarikan tangan Arkan.
Aldo hanya tersenyum tipis melihat tingkah Arkan yang masih seenaknya pada dirinya. dan dengan terpaksa Aldo pun mengikuti langkah Arkan dan Andini di samping nya.Arkan tiba di depan ruang rapat. Hansson terlebih dahulu membukakan pintu ruangan tersebut untuk sang CEO dan pintu itu pun terbuka lebar. Arkan, Andini serta Aldo masuk ke dalam mereka yang melihat sang CEO datang pun segera berdiri menghargai kedatangan mereka. tapi kini tatapan mereka bukan hanya tertuju pada Arkan saja tetapi juga pada kedua orang yang masuk bersama Arkan.
*
__ADS_1
to be continued..