
syafira dan erici pun menghampiri meja VIP atas nama erick maholtra..
"ma sini" riyani yang melihat ke dua orang tua nya itu datang dan melambaikan tangan nya, sementara ray hanya asyik dengan makanan nya dan sesekali melihat notifikasi ponsel nya
"woah hebat ya makan tanpa ada orang dewasa yang nemani? bagaimana kalau kalian di curi ha? " pertanyaan syafira dengan menaikkan suara nya 2 oktaf sehingga mereka menjadi pusat perhatian
"ta, pelankan suara mu! jangan sampai kita menjadi viral dengan berita wanita dewasa memarahi anak anak di bawah umur dengan pasangan dari pengusaha terkenal erick maholtra" bisik erick di telinga syafira
"apaan sih ma, kita makan karena lapar ma, lagian mama siapa suruh bangun nya lama tumben amat" celetuk riyani yang membuat syafira menjadi diam tak tahu harus menjawab apa
" lagian mama, kenapa iq jongkok nya di tunjukkan sih, mama kan dah tahu kami bawa kartu papa nah oleh karena itu mana ada yang berani mencuri kami apalagi di hotel mewah ini " alih ray yang melihat mama nya kebingungan menjawab pertanyaan kembaran nya itu sambil mengejek mama nya
"ya udah mari kita makan, papa juga sudah lapar " sambil duduk di sebelah kursi ray dan di ikuti syafira
__ADS_1
" loh kok makanan nya banyak banget sih? " tanya syafira karena melihat makanan nya banyak
" dah lah lagian kan yang bayar aku" jawab ray dengan datar nya
"pake apa hemm? " tanya syafira memperjelas
"pake ini " sambil mengeluarkan kartu yang di ambil oleh ray
"pletak" suara sentilan mendarat di kepala pas di jidat ray siapa lagi kalo bukan riyani kembaran nya itu yang melakukan nya
"ish lo ya se" kesal rat yang langsung di potong oleh erick
"sudah makan dulu tunggu kenyang baru beranten lagi biar ada energi nya" kata erick memotong perkataan erick
__ADS_1
"pletak" suara sendok mendarat di kepala erick
"aduh" ringis erick yang tidak menghindar karena serangan tiva tiba dari istri nya itu sementara riyani yang ketawa dan ray kembali memakan makanannya
"lagian kamu ya rick, anak anak bukan nya di larang berantem malah di biarkan " kesal syafira mendengar perkataan erick. Erick yang mendengar ity hanya tersenyum kikuk sembari meminta maaf, dan mereka pun makan layak nya keluarga
"okg iya ma, tumben mama tidur dengan baju yang kebuka " tanya riyani yang tiba tiba tentu membuat syafira yang mendengar nya itu melongo sementara erick tersenyum devil dan melanjutkan makanan nya
" itu itu karena mama ke ke panasan ya kepanasan" bohong syafira kepada riyani
" ha? kepanasan kok pake selimut? " tanya riyani yang masih bingung dengan mama nya tadi pagi
" itu itu kar" erick yang mendengar syafira terbata bata menjawab pertanyaan dari putri nya pun langsung memotong perkataan syafira
__ADS_1
" iya lah riy, ga mungkin kan mama buka baju ga pake selimut nanti waktu ray dan riy yang duluan bangun nanti kalian malah teriak atau jangan jangan panik lagi" jawab erick dengan muka datar nya sedangkan syafira yang mendengar itu hanya melongo atas apa jawaban yang di berikan erick berbeda dengan ray yang santai saha karena tak ambil pusing
"benarkah ma? tapi kalo kek gitu kenapa papa malah memeluk mama dengan erat sampe sampe dekat sekali? apa mama ga tambah kepanasan? "tanya riyani dengan polos nya sementara muka syafira yang sudah memerah seperti kepiting rebus dan erick hanga tersenyum