
dan kali ini Aldo menepati ucapan nya
mereka berdua di dalam kamar mandi hanya mandi, walaupun ada sedikit drama Aldo yang terus menggoda istri nya dengan kelakuan mesum nya.
tak memakan waktu lama hanya kurang lebih 30 menit acara mandi itu pun selesai, pasutri itu keluar dari kamar mandi.dengan keadaan yang sudah fress.Andini melangkah masuk ke dalam walk in closet yang di ikuti oleh Aldo, namun baru saja Aldo melangkah hendak masuk ke ruangan itu Andini berbalik badan.
"tunggu di sini kak, jangan ikut masuk" larang Andini meminta Aldo untuk menunggu saja.
"loh, kenapa sayang? aku juga mau ambil pakaian ku" Aldo beralibi.
"iya, aku tahu, nanti aku ambil kan biasanya juga seperti itu kenapa kamu mau ambil sendiri? sudah sana tunggu, nanti aku ambil kan pakaian mu"
Andini mendorong pelan tubuh tegap suaminya.tersenyum nakal Aldo akhirnya mundur menuruti perintah istrinya.dan berjalan ke arah ranjang, duduk di tepi ranjang menunggu Andini mengambil pakaian untuk dirinya.
tak lama Andini keluar dari walk in closet sudah berpakaian rapi dengan memakai blouse bewarna putih dengan corak kembang tulip bersemu kuning, dengan celana kulot panjang bewarna late, dengan kulit Andini yang bewarna kuning Langsat sungguh perpaduan warna yang eksentrik dan pas.menambah kecantikan Andini yang berwajah wanita timur tengah.Aldo lagi lagi terbius dengan penampilan istrinya yang cantik itu.pandangannya tak bosan nya memandangi wajah sang istri belia nya.Andini berjalan mendekati suaminya dengan satu stel pakaian di tangan nya untuk Aldo.
"ini kak pakaian mu" Andini memberikan pakaian pada Aldo yang sedang intens menatap nya.
Aldo tersenyum menerima pakaian nya dari istri nya.
"terimakasih sayang kamu sangat cantik"
cup,cup.
Aldo langsung mengecup lembut namun hanya sekilas.bibir istrinya kemudian dengan santai nya dia melepaskan handuk yang melilit pada pinggang nya di hadapan Andini.
membuat Andini langsung memalingkan wajahnya ke arah lain
sedangkan Aldo? pria itu hanya tersenyum simpul melihat tingkah istrinya itu.dengan santai nya Aldo memakan pakaian nya di depan istri nya.
"kenapa kamu memalingkan wajah mu sayang malu?" ucap Aldo santai tangan nya terus bergerak memakai kan pakaian ke tubuh nya.
"tidak"jawab Andini cepat.
__ADS_1
"lalu kenapa kamu memalingkan wajah mu hm? sini lihat aku" Aldo menarik dagu istrinya.
Andini nampak gugup ketika arah pandang nya mengarah ke Aldo yang ternyata sudah rapih memakai baju nya.
terlihat Andini menarik nafas nya lega.langsung saja Aldo memeluk erat pinggang istrinya menatap lekat wajah istrinya penuh cinta.
"jadi hari ini kita ke rumah sakit kak?" Andini membuka pembicaraan
Aldo diam sesaat.
"kalau aku memang bekerja di rumah sakit kan? tentu tiap hari aku berada di rumah sakit" kilah Aldo malah menjawab lain.
"issh, kamu ini,di tanya apa, jawab nya apa" ucap Andini gemas.
Aldo tergelak
"iya,iya, kita kerumah sakit untuk jenguk kakak mu.ayo kita sarapan dulu baru berangkat"
lalu Aldo menggenggam tangan Andini keluar dari kamar mereka, turun ke bawah menuju ke arah ruang makan.saat Aldo dan Andini tengah asik menyantap sarapan pagi nya.
"sayang, ayo segera kita berangkat, seperti nya aku tidak bisa menemani mu untuk menemui kakak mu, karena aku ada jadwal operasi mendadak, karena ini pasien yang sudah lama aku tangani" jelas Aldo pada istrinya.
"iya kak, nggak apa-apa.. aku ngerti.nggak masalah aku jenguk kak sita sendiri kamu selesaikan saja tugas mu dengan tenang" ucap Andini tersenyum meyakinkan Aldo kalau dia tidak keberatan.
"terimakasih sayang maafkan aku ya?"
"iya kak...ya sudah ayo kita berangkat nanti kamu telat" ajak Andini menyudahi sarapan nya.
mereka pun berangkat menuju yang di tuju.
di rumah sakit mustika gemilang
Aldo tiba memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit khusus exekutif.
__ADS_1
tanpa menunggu lagi Andini turun dari mobil suaminya itu di ikuti oleh Aldo yang menghampiri Andini yang sudah terlebih dahulu turun dari mobil nya.Aldo menggenggam tangan Andini.tapi tiba-tiba pandangan nya terkunci pada sebuah mobil Mercedes Benz warna putih, dan dia mengenali mobil siapa itu.
"kenapa kak?" tanya Andini karena melihat Aldo pandangan nya tertuju pada.. Andini mengikuti arah pandang Aldo dan..
"bukan kah itu mobil nya David?" tanya Andini lagi
"benar, itu mobil nya David, ngapain dia ada di sini?" ucap Aldo pelan.lalu melangkah masuk ke gedung rumah sakit.menuju pintu lift.
Aldo masih menggenggam tangan istrinya selama di dalam rumah sakit, walaupun Andini merasa canggung, dan sudah meminta Aldo untuk melepaskan tangan nya, namun Aldo menolak nya.tetap menggenggam tangan istrinya.tak peduli selalu menjadi perhatian oleh orang yang melihat nya.terutama para staf medis nya.hanya bisa senyam senyum melihat kemesraan sang direktur rumah sakit tempat mereka bekerja.
Ting!
pintu lift khusus untuk exekutif itu terbuka,Aldo dan Andini masuk ke dalam nya.Aldo menekan tombol lift no 3 langsung ke ruang bedah, sedang kan Andini menekan tombol lift no 5 lantai khusus perawatan ibu hamil dan melahirkan.
di dalam lift Aldo melingkar kan tangan nya di pinggang ramping Andini.merapatkan tubuh istrinya ke tubuh nya.Andini hanya diam dan tersenyum menerima perlakuan suaminya itu.
TING! dentingan lift berbunyi tiba di lantai tiga tujuan Aldo.tapi ketika pintu lift akan terbuka, Aldo menahan nya.
"loh, kenapa di tutup lagi kak?" tanya Andini heran menatap Aldo.
"sebentar" hanya itu yang terucap dari mulut Aldo dan langsung dia menarik dagu Andini, lalu mencium bibir Andini dengan me_lu_mat sebentar dengan intens. membuat Andini kaget sesaat.tapi langsung menikmati cumbuan suaminya itu walaupun sebentar namun sangat intens.membuat darah Andini mendesir.Aldo menyudahi ciuman nya.dan tersenyum.
"baik lah, aku sudah mencharger semangat ku terima kasih sayang" ucap Aldo dengan satu kedipan mata nya pada Andini, membuat gadis itu tersipu.lalu Aldo pun kembali menekan tombol lift itu dan terbuka.Aldo keluar dari pintu lift dengan senyuman manis terulas di wajah nya meninggalkan Andini sendiri di dalam lift.
pintu lift pun kembali tertutup.
tinggal Andini sendiri di dalam lift menuju lantai lima dengan masih merasakan rasa cumbuan suaminya yang selalu berhasil membuat dirinya terbuai.
TING!
pintu lift pun kembali terbuka, Andini tiba di lantai lima.Andini keluar dari lift berjalan menuju arah ruang rawat inap tempat Sita di rawat di ruang jingga no 405.
"
__ADS_1
...to be continued....