
di saat aku ingin melupakan mu, di situ terlintas semua bayang banyang akan kisah kelam yang pernah ku rasakan, biarlah perasaan ini memudar dengan berjalan nya waktu ----syafira
8 bulan kemudian di rumah adijaya, syafira yang hamil tua itu sedang berbincang bincang sama sisil disamping tian yang sedang main game bersama reyhan lawannya
" aduh keponakan aunty nanti jangan kek kedua paman mu ya, yang kerjaan nya main game mulu, sampe sampe ga lihat sekitar ny" kata sisil mengelus perut buncit yang sudah besar syafira
" aduh loe adek sisil sayang, loe cemburu ya kalo abang sayang mu ini lebih memperhatikan game dari pada loe, tenang aja loe di hati ini hanya ada loe seorang kok sil " kata dimas memeluk lengan sisil
" aduh lepas tangan gue bang ti. " kata sisil sambil berusaha melepas lengan nya dari tian yang tak kunjung bisa melepas tangan nya
" dah lah dek diam aj napa sih di samping gue, ntar gue kalah gue cium tu bibi" ancam tian yang membuat sisil langsung diam seribu bahasa
"duh ahk.. perut gue sakit banget sil ajh aduh bang akh rey tolong " teriak syafira yang tiba tiba
" duh dek lo kenapa? " tanya tian yang cemas bercampur heran
__ADS_1
"ta, apa jangan jangan lo mau lahiran kali" tebak sisil yang langsung di jawab reyhan
" akh elu sil, kalo mau main tebak tebak an nanti ajah deh jangan sekarang dah tau genting gini" balas reyhan yang sudah ketakutan itu
" aduh loe kalo mau lahiran jangan sekarang deh dek, disini ga ada perawat dan dokter bayi aduh. merinding gue dek" kata tian tiba tiba
"pletak" suaray jitakan mendarat di kepala tian yang di jitak oleh sisil, karena mereka sudah lumayan dekat
" ekh lo ya bang akh gue duh benar benar sakit banget nih perut loh malah racau ga jelas sih" kata syafira di sela sela teriakan nya itu
" apa??" sontak mereka bertiga teriak dan langsung membawa syafira ke rumah sakit
setelah tiba di rumah sakit, mereka langsung membawa syafira ke ruang persalinan dan tak lupa sisil langsung menelepon mama dan papa mereka mengabari bahwa syafira akan melahirkan
" siapa suami sang pasien" tanya suster kepada mereka bertiga
__ADS_1
"gini sus, su su suami nya lagi di luar negeri dan belom bisa datang karena ada badai di sana sus" jawab sisil ter bata bata, bagaimana pun dia tak mau kalo syafira di rendah kan oleh orang lain
" baiklah tapi harus ada yang nemanin pasien dalam persalinan " kata suster
" kami bertiga saja sus " kata sisil langsung menjawab karena dia tahu pasti harus ada perdebatan dulu, dan suster memperbolehkan mereka bertiga masuk..
" iya mbak tahan tunggu ya mbak buka 5" kata dokter wanita kepada syafira
" akh buka lima dok? kami ga main buka buka an dok, adek gue mau lahiran dok" kata tian menjawab kata kata dokter tanpa tau apa maksud dari perkataan dokter tersebut
"akh lo ya bang malu maluin amat sih lo, itu buka 5 maksud nya proses pengeluaran bayi nya " jelas sisil di tengah tengah kesakitan syafira
" aduh kalian kok malah saling menjelaskan sih, klen ga tau apa perut gue sakit banget akhhhh" jawab syafira yang masih saja sempat sempat nya menjawab drama yang ada di depannya itu
" sekarang saat nya mbak dorong mbak" kata sang dokter setelah akbirnya syafira sudah di terakhir
__ADS_1