Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
gigit enak.


__ADS_3

Andini tidak menjawab pertanyaan Aldo,Dia berusaha melepaskan pelukan Aldo yang begitu erat memeluk dirinya.


"lepasin!"


"kamu masih marah sayang?"


"iyalah, bukan nya marah saja, tapi kecewa!" pekik Andini.


"jangan begitu dong sayang, harus dengan apa aku membuktikan bahwa aku tidak ada perasaan apa-apa lagi dengan sita,dia itu hanya masa lalu ku" Aldo terus memeluk erat tubuh istrinya itu dari belakang, menelusuri leher jenjang nan mulus milik istrinya dengan bibirnya.membuat Andini geli sekaligus meremang merasakan sensasi yang di berikan oleh suaminya.


"aku mau kejelasan"


"kejelasan apa?" sahut Aldo


"apa benar anak yang di dalam kandungan kak sita bukan anak mu?"


tanya Andini dengan nafas memburu menahan amarahnya.


Aldo membalikkan tubuh istrinya itu agar bertatap dengan dirinya.


kedua tangan nya di istirahat kan di belakang bahu Andini.tubuh Aldo yang tinggi, sedikit membungkuk agar sejajar dengan wajah istrinya.mereka saling menatap dalam diam.


"sayang..demi tuhan, aku tidak pernah berhubungan intim dengan Andini, aku selalu menjaga prinsip hidup ku, kalau aku tidak akan pernah berhubungan intim dengan seorang wanita sebelum menikah, kalau kamu tidak percaya kamu bisa tes DNA bayi sita"


Andini menatap nanar Aldo ingin rasanya dia mempercayai ucapan suami nya itu.


"bukankah kah Andini pernah kamu sekap selama sepuluh hari di rumah mu? apa yang terjadi selama itu, kalian adalah dua orang dewasa, dalam satu rumah,satu kamar.apa aku juga harus percaya tidak ada yang terjadi di antara kalian?'


"aku tidak mau menjelaskan itu, karena, akan menyakiti hati mu saja bila Aku cerita kan.yang jelas aku tidak pernah menyentuh lebih" ucap Aldo pelan berusaha mencari kata-kata yang tidak menyakiti hati istrinya.


"alasan!' sungut Andini, memalingkan wajahnya ke arah lain.


"bukan alasan, tapi hanya ingin menjelaskan, kalau sekarang ini, wanita satu satunya dalam hidup ku, hanya kamu Andini Damayanti! aku mencintai mu Andini Damayanti!!"


teriak Aldo hingga suaranya menggema keluar mungkin saking kerasnya dia berteriak.hingga mulutnya terpaksa di bungkam dengan tangan Andini.mata Aldo membola sesaat karena kaget, mulut nya di bekap oleh istrinya, tapi tak lama, pria berwajah oriental itu terkekeh geli.dengan tingkah istrinya


malah telapak tangan Andini yang membekap mulutnya di kecupi di Balik nya.membuat Andini geli dan menarik telapak tangan nya.dari mulut Aldo.dengan sigap Aldo menarik pinggang istrinya agar merapat ke tubuh nya.dan mencium leher Andini.membuat Andini gelagapan sekaligus merasakan darahnya mendesir hebat.


"kak, lepas ah"


"nggak"


"gelii... ih"

__ADS_1


"enak"


"apaan sih,geli tahu! lepasin"


bukan nya melepaskan Pelukannya,


AAA... teriak Andini kaget


Aldo membopong tubuh istrinya itu ke dalam kamar, dan di baring kan dengan sangat perlahan di atas tempat tidur.lalu Aldo ikut naik ke atas ranjang dan mengukung nya.


"mau apa kamu kak?!" pekik Andini


mencoba mendorong tubuh Aldo dari atas tubuh nya.tapi kedua tangan Andini di kunci keatas kepalanya oleh Aldo dengan satu tangan besarnya.


Andini menatap tajam suaminya yang berada di atas tubuh nya.


Aldo diam tidak menjawab pertanyaan Andini,malah wajah nya terlihat serius tidak ada ekspresi


menatap dalam dalam wajah Andini.


membuat Andini merasa tidak nyaman.dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah menjadi datar.


"apa kamu tetap tidak percaya padaku?" ucap Aldo datar.


"entahlah, aku ingin mempercayai mu,tapi rasanya sakit"


"tidak, kamu salah"


"apa yang salah?"


"karena aku mencintaimu, hati ku sakit, melihat diri mu bersama wanita lain, aku mungkin terlalu egois menginginkan cinta mu seutuhnya, walaupun kenyataannya cinta mu tidak ada untuk ku, aku tetap bagimu hanya pelampiasan saja"


Aldo tersenyum tipis mendengar ucapan cinta dari istrinya.


"kalau kamu masih ragu, nanti kita bertemu dengan sita,kita jelaskan semuanya, agar kamu juga tidak curiga pada ku, dan tidak menduga duga, anak siapa yang di kandung sita"


Andini tersenyum sinis


"jelas untuk mu? atau jelas sakit untuk ku kak?"


"tidak sayang, ini semua aku lakukan agar kita tahu masalah yang sebenarnya, apa kamu juga tidak ingin tahu dengan siapa kakak mu hamil atau mungkin sudah menikah"


"iya,sih, aku penasaran juga"aku Andini.

__ADS_1


"makanya kalau begitu kamu jangan emosi terus, mari kita perjelas semua nya, agar kamu tidak merasa tersakiti"ucap Aldo mencoba menenangkan istri nya.


"dan kamu tak kalah penasaran juga kan kak?"


"demi kita,demi hubungan kamu dan aku supaya tenang,ingat! kamu sedang mengandung anak kita, wanita hamil jangan di bikin stress pikiran nya, kasihan bayi di dalam kandungan mu" Aldo melepas tangannya yang mengunci tangan Andini, lalu turun ke perut rata istrinya dan meraba-raba perut Andini yang masih rata.Aldo merebahkan tubuh nya di samping istrinya, lalu tangan nya menarik tubuh Andini ke dalam pelukannya, mendekap erat istrinya itu.


"pulang dari sini kita cek up kandungan mu dengan Dokter Mita, seperti nya juga aku harus berterima kasih pada Mita" ucap Aldo lembut, lalu mencium puncak rambut istri nya


"berterima kasih untuk apa?" tanya Andini.


"karena dia tidak langsung memberikan suntikan KB pada mu, membiarkan memberikan kamu pilihan" Aldo tersenyum bahagia


"dan akhirnya kamu bisa langsung hamil, karena sejujurnya aku menginginkan kamu cepat cepat hamil, karena dengan usia ku ini, sudah siap untuk mempunyai seorang anak" ucap Aldo pelan.


"kenapa waktu itu kamu tidak buat anak dengan kak sita saja" cibir Andini


"sayang.... takdir hidup seseorang itu tidak ada yang tau, hanya tuhan yang menentukan takdir manusia.bagitu juga takdir ku yang telah di tentukan oleh tuhan, mempunyai seorang anak dari rahim mu, rahim dari wanita yang aku cintai, dan ternyata wanita itu adalah diri mu yang di datangkan oleh tuhan pada ku, bukan yang lain" ucap Aldo meyakinkan istrinya dengan cinta nya.


'dari mana kamu tahu tempat ini kak? apa kamu pernah kesini sebelum nya?"tanya Andini penasaran mencoba mengalihkan pembicaraan yang hanya membuat hati nya sakit saja.


"aku pernah kesini dengan papah,sama, untuk menenangkan diri saat papah di tinggalkan oleh mamah ku"


"ooh" hanya itu ucapan Andini merespon ucapan suaminya.


"apa emang yang kamu pikirkan tentang tempat ini hm? apa kamu pikir aku kesini dengan seorang wanita begitu pikiran mu?" ucap Aldo memicingkan matanya menatap istrinya.


"entah,mana aku tahu" sahut Andini cuek.


"kamu ya,lama lama bikin aku pingin gigit ajah" ucap Aldo merasa gemas dengan tingkah Andini.


"enak ajah maen gigit!"


Aldo terkekeh geli


"bukan gigit sakit sayang...tapi gigit enak" kilah Aldo.dengan senyum mesum nya.


"di mana mana kalau di gigit itu sakit kak"


"ada kok,gigit enak,, kamu mau tahu?" ucap Aldo nyeleneh dengan wajah mesum nya membuat Andini meremang dan bergidik kalau sudah melihat wajah mesum suaminya.


"tidak, aku nggak tertarik mengetahui nya" ucap Andini mencoba menghindar.


"

__ADS_1


"


To be continued.


__ADS_2