
Andini diam memandang lekat wajah ibu nya yang menatap nya sendu.Reyna tersenyum satu tangan nya terangkat ke kepala Andini dan mengelus lembut puncak rambut anak perempuan nya satu satunya,buah cinta nya bersama Jeyed dan sekali lagi wanita berusia empat puluh lima itu tersenyum tipis
pada Andini yang masih diam menunggu jawaban dari nya.
Reyna melirik sekilas ke arah jayed
tampak pria berumur nan tampan itu sedang menatap nya penuh Arti.
Reyna tahu, apa arti dari tatapan pria yang pernah mengisi hatinya itu. bahkan hingga sekarang nama jayed tetap tersimpan rapi di relung hati nya.
tatapan penuh cinta membuat semburat merah merona pada wajah ayu Reyna.
"sayang, putri ku Andini, ibu...belum selesai Reyna bicara
"waah... ternyata ada reuni Akbar keluarga" tiba-tiba Arkan datang dengan wajah yang lelah namun di paksakan tersenyum.semua orang yang berada di ruangan tersebut menoleh ke arah Arkan.
pria tampan itu berjalan mendekati Jayed, meraih tangan Jayed dan mencium punggung tangan pria itu
kemudian Arkan mendekati Reyna, sejenak dia berdiri diam menatap wanita ayu itu dan..
"apa Khabar mu ibu" sapa Arkan lalu tersenyum dan meraih tangan Reyna dan mencium punggung tangan wanita itu.Reyna nampak gugup dengan perlakuan Arkan yang bersikap sopan layaknya seorang anak dan memanggil dirinya dengan sebutan ibu.Arkan tahu Reyna canggung pada dirinya.dia menerima Andini sebagai adiknya, berarti dia pun harus mengakui keberadaan Reyna.Arkan menyadari Reyna bukan lah wanita perebut suami mamah nya.
Reyna adalah cinta pertama ayah nya yang telah di hancurkan hati nya karena keegoisan kakeknya karena telah menjodohkan ayahnya bersama mamahnya karena itu lah, kini dirinya berada di dunia ini atas kehendak pemilik takdir.
namun juga Arkan tidak kecewa terhadap ayahnya karena selama hidup bersama mamahnya ayah nya itu memperlakukan wanita yang telah melahirkan nya itu dengan sangat baik dan bertanggung jawab sebagai seorang suami.sampai waktu sampai mamahnya menemukan ajal nya dalam kecelakaan tunggal membawa mobil dalam keadaan mabuk bersama sekretaris nya.kalau saja mamahnya tidak meninggalkan surat untuk dirinya yang memberikan tahu kan kepedihan hatinya selama menikah dengan ayah nya jayed, karena selama menikah dan hidup bersama dengan jayed selama dua puluh lima tahun Mamah nya tak pernah memiliki hati dan cinta jayed mamahnya hanya mendapatkan tubuh jayed karena hati pria itu sudah dingin tak mampu mamahnya untuk dapat melelehkan kebekuan hati jayed.
Arkan tak akan pernah tahu, pengorbanan hati seorang jayed untuk melindungi Reyna walaupun dengan menghancurkan perasaan masing-masing.tapi mamahnya tidak mau melepaskan Arkan karena wanita itu juga sangat mencintai jayed.tapi cinta itu sangat menyakiti dirinya karena merasa bersalah semuanya di curahkan dalam goresan pena yang di tuangkan pada sebuah surat mamah nya yang di berikan pada Arkan.maka itu sepeninggal mamanya Arkan memberitahu isi surat itu pada ayahnya.betapa terkejut jayed apa lagi di surat yang ditulis oleh istri nya itu menyebutkan kalau jayed harus menemui Reyna dan menikahi kembali wanita yang dia cintai itu.dan juga di sebutkan di surat itu, kalau jayed mempunyai seorang anak dari rahim Reyna.betapa terkejut nya lelaki itu istri nya mengetahui kalau istri siri nya itu di tinggalkan oleh dirinya dalam keadaan hamil, dan istri nya Marjiah mengetahui kehamilan Reyna sedangkan dirinya tidak tahu sama sekali?
jayed sekali lagi hati sakit tercabik-cabik.luka hati yang selama ini selalu dia tutupi, kembali terbuka dan merasakan luka itu kembali basah, terasa sakit dia rasakan.
beruntung Arkan pria yang selalu mengedepankan logika dari pada perasaan nya sehingga dia bisa mengerti seperti apa penderitaan ayahnya selama ini selama menikah dengan ibu nya.pantas saja Jayed menjadi pribadi yang pendiam.padahal pamannya bilang jayed itu seorang dengan kepribadian easy Going karena itu di sukai oleh teman-temannya.
tapi setelah menikah dengan mamahnya jayed berubah menjadi kaku dan dingin walaupun berusaha tetap menjadi suami yang baik untuk mamahnya.
setelah mengetahui keinginan mamahnya, akhirnya Arkan dan jayed membicarakan niat nya pada keluarga besar nya di Turki dan kali ini keluarga besarnya sudah menyerahkan semua keputusan pada jayed apalagi Arkan merestui keinginan Ayahnya karena pesan mamahnya Arkan berusaha ikhlas menerima, dan untuk pergi ke Indonesia untuk mencari Andini dan Reyna.
oke kembali ke topik utama.
__ADS_1
"i_ibu baik Arkan, kamu baru pulang?" balas Reyna canggung
Reyna sudah mengetahui yang menyapa nya ini Arkan, anak tiri nya
Jayed sudah menceritakan semua tentang pernikahan nya dengan wanita yang melahirkan Arkan seorang wanita dari kalangan yang sama dengan jayed sekaligus jayed memperlihatkan foto Arkan ke pada nya jadi sewaktu Arkan tadi baru tiba dan menyapa nya Reyna sudah tahu begitu juga dengan Arkan
sudah mengetahui kalau ayahnya itu akan menemui mantan istri siri nya, ibu dari adik perempuan nya.
Arkan tidak membalas ucapan Reyna pria muda tampan itu memilih duduk di sofa sebelah Aldo.
"aku baik-baik saja dan tentunya selalu tampan Bu" sahut Arkan sedikit nyeleneh namun mengandung kebenaran.
Reyna tersenyum mendengar ucapan Arkan yang sangat percaya diri itu walaupun itu memang benar, Arkan memang tampan dan gagah, tinggi persis seperti Jayed sewaktu muda.
"percaya diri sekali kamu bang" cibir Andini.
"lho, memang kenyataannya seperti itu ya kan?" sahut Arkan meyakinkan perkataan nya.
"sudah,sudah! Arkan berhenti dulu bicara mu.. ayah sedang menunggu jawaban ibu Reyna" pinta Jayed
"menunggu jawaban apa?" tanya Arkan bingung menatap Jayed dan Reyna bergantian.
mata Arkan melebar,di iringi dengan senyuman lebarnya.
"benarkah itu ayah??"
jayed mengangguk membenarkan ucapan Andini Arkan sangat senang mendengar nya karena dia ingin melihat ayahnya bahagia di sisa-sisa kehidupan nya yang sudah senja tapi tetap saja masih terlihat top, bahkan pernah ada seorang gadis muda yang berusia dua empat tahun mengutarakan rasa suka nya pada ayah nya itu. benar benar Damage! memang ayahnya itu.
Arkan tak sadar tersenyum memikirkan pesona ayah tampan nya.sadar pikiran nya sedang kemana-mana Arkan kembali menormalkan sikap nya dan..
"wah, kalau begitu apa jawaban mu ibu Reyna?" tanya Arkan dengan penuh harap, juga kaget ternyata Ayahnya mengikuti saran dari nya.
walaupun awalnya jayed ragu apakah Reyna masih mau menerima dirinya lagi setelah apa yang telah jayed lakukan pada hidup Reyna.
"A_aku..Reyna menunduk kan wajah nya dalam hati nya memang masih tersimpan cinta nya untuk Jayed tapi keberadaan Reyna di sini bukan lah untuk rujuk dengan jayed.
jayed telah menipunya untuk membawa nya ke sini dengan alasan Andini.
__ADS_1
Andini memeluk tubuh ibu nya.tahu ibu nya kini dalam keadaan gelisah karena kebimbangan hati nya.
"ibu, putuskan apa yang ada di hati mu, jangan membohongi perasaan ibu sendiri.. aku tidak mau ibu sakit untuk yang kedua kalinya" ucap Andini di tengah pelukan nya pada Reyna.lalu Andini melepaskan pelukannya dan menatap lekat netra pekat ibu nya dan memberikan senyum terbaik, untuk menenangkan ibu nya.
Reyna menatap Jayed terdengar helaan nafas nya halus.jayed hanya bisa memandang Reyna dengan hati yang cemas.
"Rey" lirih jayed seolah ingin jawaban Reyna sekarang juga.
begitu juga dengan Aldo yang sedari tadi memperhatikan semua nya ikut harap-harap cemas menunggu jawaban apa yang keluar dari ibu mertua nya.karena apa yang akan di katakan oleh ibu mertua nya itu pasti lah mempengaruhi hati istri tercinta nya dan Aldo berdoa dalam hati nya semoga apa yang menjadi keputusan ibu mertua nya itu adalah yang membuat istri nya bahagia.
seegois itukah diri nya? ya, dirinya akan menjadi egois bila berhubungan dengan kebahagiaan Andini wanita yang sangat dia cintai dalam hidup nya.
"aku.. tidak mau kecewa untuk yang kedua kalinya dalam hidup ku karena telah mencintai mu selama ini jayed, tapi aku juga tidak mau menderita kembali karena di tinggalkan oleh dirimu. selama ini, tidak tahu kah kamu? betapa hancur nya diriku selama dua puluh tahun ini?!"
mata Reyna berkaca-kaca melihat itu jayed berdiri dari duduknya
dan Andini pun mengerti lalu dia pun ikut berdiri dari duduknya memberikan tempat duduk nya pada ayahnya lalu pindah, duduk di sebelah suaminya.
Aldo langsung meraih pinggang istri nya merapatkan tubuhnya pada sang istri dan mengecup sekilas kening istrinya.
"kak" ucap Andini pelan menatap tajam pada Aldo karena sempat-sempatnya Aldo mencuri kecupan di saat yang tidak tepat.
Aldo hanya tersenyum tanpa berdosa seraya memberikan belaian pada pucuk rambut milik istri nya.
jayed mengambil duduk Andini dan kini duduk di dekat Reyna berhadapan dengan wanita itu meraih tangan Reyna yang terasa dingin kemudian di genggam nya tangan dingin itu dengan kedua tangan besarnya. jayed menyalurkan rasa hangat pada tubuh Reyna yang menegang karena gugup sekaligus kaget karena perlakuan jayed.
pria itu menatap dalam netra pekat milik Reyna dengan tatapan penuh cinta.
"Reyna, percaya pada ku.. kali ini. ayo, kita hidup bersama menghabiskan masa tua kita, merasakan cinta kita yang sempat terputus di tengah jalan, menikah lah dengan ku Rey, demi kebahagiaan kita dan anak-anak kita" bujuk jayed lembut
kedua tangannya meremas lembut jemari Reyna.wajah wanita yang hampir setengah abad itu merona walaupun netra pekat nya sudah mengembun, tapi perkataan jayed sangat menggelitik hati nya.
"jayed, kamu itu sudah tua! kenapa ucapan mu seperti anak remaja yang baru jatuh cinta sih,malu tuh di dengar anak-anak mu yang sudah besar dan menantu mu.. bahkan sebentar lagi kita akan menjadi nenek, kakek" ucap Reyna merutuki ucapan jayed yang menurutnya seperti gombalan.
sedangkan Andini,Arkan serta Aldo hanya mengulum senyum nya karena merasa lucu sekaligus kaget dengan sikap jayed Yang selama ini terlihat dingin, sekarang seperti pujangga yang sedang membacakan bait puisi yang sangat indah.
*
__ADS_1
TBC..