
Aldo diam tak langsung menjawab ucapan istrinya, tiba tiba saja ada perasaan yang menyelinap masuk ke relung hati nya.perasaan yang tiba-tiba mengharapkan kalau istrinya ngidam karena kehamilan nya.
tapi kenyataannya, Andini tidak mungkin sedang hamil, karena yang dia tahu istrinya memakai alat kontrasepsi.apa yang dia pikirkan tidak mungkin terjadi bukan? pikir Aldo begitu.
"kamu bukannya lagi hamil kan sayang? karena kamu sedang memakai alat kontrasepsi"tanya Aldo dan Aldo pula yang menjawab pertanyaan nya sendiri.
"entah lah kak, aku juga tidak yakin"
"maksud mu apa sayang?"
langkah Aldo berhenti ketika sudah ada di luar supermarket di tempat area parkir.Aldo menatap dalam dalam wajah istrinya itu.sedangkan yang di tatap kelihatan salah tingkah.dan Aldo tambah memicingkan matanya heran, dengan sikap istrinya yang seperti itu.
"aku tidak di suntik hormon Anti kehamilan kak" ucap Andini yang sukses membuat mata Aldo terbuka lebar karena kaget, walaupun tetap sempit karena sipit.
"maksud mu? tapi... bukan kah waktu itu Dokter mita sudah menyuntikkan hormon progesteron ke dalam tubuh mu?"tanya Aldo ragu ragu pada istri nya.
"kak, sebaiknya kita bicara di dalam mobil saja ya? kita bicara di sini seperti kelihatan pasangan yang lagi berdebat, gak enak tuh di liatin orang"
Andini menoleh ke kanan dan kiri, begitu juga Aldo mengikuti istrinya yang celingukan, benar saja kata Andini, setiap orang yang melintas dekat mereka berdua, pasti menatap penasaran.
"iya,benar kata mu sayang,kita jadi perhatian mereka yang lewat sini, ayo kita masuk ke dalam mobil saja"
lalu kedua nya kembali berjalan ke arah mobil nya yang ada di area parkiran. Aldo menuntun Andini.
setelah sampai di mana mobil nya terparkir.Aldo membukakan pintu mobil untuk Andini.
"masuk sayang"Aldo membimbing Andini masuk ke dalam mobil satu tangan nya menahan pintu mobil, satu nya lagi di letakkan di atas kepala istrinya, mencegah agar tidak terpentok. Andini perlahan masuk ke dalam mobil.setelah itu, Aldo mengitari mobil nya berjalan ke sisi sebelah pintu mobil nya, dan dia pun masuk, duduk di kursi kemudi mobil nya.di dalam mobil Andini maupun Aldo diam belum ada yang mulai bicara.lalu Aldo memposisikan dirinya mengahadp ke arah istrinya.
"baik lah, sekarang tolong jelaskan pada ku sayang" tanya Aldo membuka pembicaraan.
Andini menarik nafas nya pelan, lalu menghembuskan nya perlahan.
"pada waktu kita mengunjungi Dokter mita, dia tidak menyuntikkan cairan progrstin ke dalam tubuh ku"
"tapi, aku lihat dengan jelas waktu itu mita sudah menyuntikkan nya pada mu ya kan?!"
__ADS_1
wajah Aldo masih kelihatan bingung
"diam dulu maka nya kak... jangan potong ucapan ku dulu dengarkan penjelasan ku sampai selesai"
ucap Andini sedikit merajuk, bibir nya mengerucut.
Aldo terkekeh jadi nya tangan nya membelai pipi Andini sebentar.lalu kembali memasang wajah serius lagi, mendengar kan penjelasan istrinya.
"iya iya maaf, silahkan lanjutkan"
lalu Andini melanjutkan penjelasannya.
"Dokter mita sangat baik,juga sangat peka.rupanya Dokter mita melihat keraguan di wajah ku, yang kenyataan nya memang seperti itu, Aku masih menimbang apakah Aku harus benar-benar suntik KB atau nggak, rupanya Dokter mita menangkap jelas keraguan di dalam diri ku,makanya dia hanya menyuntikkan vitamin, bukan menyuntikkan cairan anti kehamilan itu"ucap Andini panjang lebar dia menghela nafasnya karena merasa salah, dan telah ber bohong, tidak ngasih tau suaminya.
"tapi dari mana kamu tahu yang di suntikkan Mita itu bukan cairan progrstin hm?"tanya Aldo lagi merasa masih kurang lengkap penjelasan istrinya.
"di data pasien tentu nya ada nomor telepon Aku, jadi Dokter mita memberi tahu Lewat pesan ke ponsel ku,bahwa yang dia suntikkan pada ku adalah vitamin, bukan suntikan KB.maksud Dokter Mita agar aku mempertimbangkan kembali keputusan ku untuk KB, karena untuk wanita yang belum pernah hamil tapi sudah menjalani KB,ada resiko pada kesuburan rahim.aku takut kak.. Aku takut kalau aku benar-benar KB rahim akan susah untuk hamil" ucap Andini pelan di ujung ucapan nya.Andini memalingkan wajahnya ke arah luar jendela karena mata nya terasa panas dan sudah berembun.
Aldo diam ada rasa yang bergejolak di dalam jiwa nya, rasa haru, sekaligus sayang, melihat pengorbanan istrinya hanya untuk membuat dirinya bahagia.lalu dia menarik bahu Andini agar kembali menghadap ke arah dirinya.
"sayang, sini tatap aku" kemudian Aldo menangkup wajah istrinya, matanya nampak sudah berkaca-kaca
"maafkan aku kak"
"hei kenapa kamu harus minta maaf? untuk apa hm?" ucap Aldo dengan suara yang sangat lembut.
"karena aku tidak ngomong ke pada mu kalau aku tidak suntik KB, takut kamu ragu menyentuh ku, karena aku tidak mau punya anak dulu"
Aldo tersenyum dan menggeleng pelan.
"siapa bilang aku tidak mau menyentuh mu, karena itu tidak mungkin,, aku tidak mungkin tahan sayang...." ucap Aldo dengan senyum nakal nya.
"issh,iya aku lupa, bagaimana Suami ku ini, mesum!" ucap Andini gemas
Aldo pun tergelak.
__ADS_1
"iya mesum.. tapi hanya dengan istri ku sendiri sayang" Aldo menjawil gemas dagu Andini.
"kalau begitu,kita pergi ke apotek ya?"
"untuk apa?" tanya Andini bingung
"ya ampun sayang,ya untuk beli tespec, mungkin saja kamu hamil"ucap Aldo semangat.
"belum tentu kak,masa iya aku hamil"
tiba-tiba Andini terdiam dia mengingat jadwal menstruasi bulan ini dan seperti nya dia merasa belum mendapatkan nya.Andini pun berdebar jadi nya.
*apa aku benar benar hamil? batinnya
"coba dulu sayang"
"tapi kalau di tes, ternyata aku tidak hamil gimana kak, pasti kamu kecewa"ucap Andini lirih.
Aldo meremas kedua bahu istrinya menatap lekat wajah cantik nya.
"ya ampun sayang, anak itu anugerah terindah yang di berikan oleh tuhan, kalau Tuhan sudah percaya pada kita untuk mempunyai seorang anak, pasti dirimu akan mengandung anak ku, tapi kalau Tuhan belum percaya memberikan seorang anak hadir di tengah tengah kita menjadi pelengkap kebahagiaan rumah tangga kita, kita harus terima dan sabar, sejauh rahim mu sehat, begitu juga dengan diriku paham?!" Andini mengangguk pelan dan tersenyum. dengan tiba-tiba Andini memberikan kecupan manis pada bibir suaminya.membuat Aldo sedikit kaget,tapi senang.
"aku mencintai mu Aldo Bagaskara"
"aku juga sayang, aku lebih mencintai mu" lalu Aldo mengecup lembut kening istrinya.
"baik lah ayo kita pulang dan mampir ke apotek untuk beli tespec"ucap Andini.
Aldo tersenyum dan mengangguk.lalu dia melajukan perlahan mobil nya keluar dari area supermarket , yang memang sedari tadi sudah menyalakan mesin mobil nya.
tak lama, di tengah perjalanan Aldo menepikan mobilnya di depan sebuah apotek.
"kamu tunggu di sini ya, aku akan ke dalam apotek itu" Andini mengangguk, lalu Aldo membuka seatbelt nya, kemudian membuka pintu mobil dan turun dari mobil nya berjalan ke arah pintu apotek.
"
__ADS_1
"
#to be continued