
ketiga orang yang ada di ruangan itu semua membeku, Diam dengan keterkejutan mereka masing-masing.
tapi tiba-tiba saja Aldo langsung berdiri dan melangkah cepat ke arah sita yang masih diam dengan wajah yang pias,Aldo langsung mendekati sita, dan kedua tangannya mencengkram kuat pundak ringkih sita.
"kemana saja kau?! kenapa kamu baru menampakkan diri mu ha?! kenapa kamu waktu itu meninggal kan pernikahan kita ha?!" ucap Aldo nafasnya memburu menatap tajam ke sita.sita hanya meringis, menggeleng kan kepalanya menatap nanar Aldo
"tidak, tidak"racau sita.
"kamu hutang penjelasan pada ku sita! jelaskan kenapa kamu meninggalkan ku waktu itu?! kamu mempermalukan diri ku, keluarga ku! apa yang kurang dari ku sehingga kau lari dari pernikahan ha?!"
Aldo mencecar sita dengan banyak pertanyaan, mengguncang tubuh ringkih Sita.sedangkan sita hanya terus menangis tanpa bisa bicara.
mata Andini terbuka sempurna,tak percaya melihat suaminya menjadi kalap pada sita, hati nya sakit, dadanya bergemuruh, sesak. melihat sikap Aldo pada sita, seolah Aldo kecewa karena sita meninggalkan dirinya, kecewa karena Aldo masih menyukai Sita? hati Andini Berdenyut sakit.melihat reaksi Aldo yang panik karena bertemu dengan kakak nya sita.
lalu kedua tangan Aldo menangkup kedua pipi sita,kini wajah mereka sangat dekat, saling tatap, seolah ada rasa rindu dan kecewa menyatu di tatapan mereka berdua.
"katakan pada ku sita,apa alasan mu meninggalkan aku pada pernikahan kita ha? aku mencari mu kemana mana, tapi tidak menemukan mu, dan sekarang kamu ada di sini ternyata.dengan keadaan hamil?"
Aldo melepas tangannya dari pipi sita, matanya memperhatikan tubuh sita dari kepala, hingga ujung kaki nya.dia menggeleng kan kepalanya tak percaya melihat sita sedang hamil besar.
"anak siapa yang kamu kandung?! jawab sita... jangan kau diam saja!"
sita tetap diam tidak menjawab pertanyaan Aldo.hanya isakan tangisnya yang menjawab.
"jawab aku sita!!!!" teriak Aldo kencang membuat orang yang ada di rumah itu bergetar hebat karena takut. tubuh sita luruh ke lantai,dia menundukkan wajahnya dalam dalam. lalu perlahan Sita mengangkat wajahnya mencoba menatap Aldo nanar.
"karena aku tidak mencintaimu mu Aldo!! karena aku mempunyai seorang kekasih! dan aku mencintainya!" ucap sita dengan jeritan tangisnya.
mendengar ucapan sita Aldo menggeleng kan kepalanya, lalu dia berjongkok mensejajarkan diri dengan sita yang terduduk di lantai.lalu tangan kokoh nya mencengkram erat dagu sita.
"tidak, aku tidak percaya kamu mempunyai seorang kekasih, kenapa kamu tidak bilang pada ku waktu itu, kenapa kamu tidak menolak lamaran ku,hm?!" ucap Aldo dengan suara nya yang bergetar, wajah nya merah padam.karena marah, kecewa jadi satu dalam hati nya saat ini.
"karena aku takut, karena kamu memaksa aku Aldo!"
Aldo tertawa getir.
"benarkah? kamu tidak menyukai ku hm? seperti nya sikap mu sudah menjelaskan pada ku, kalau kamu juga sangat menyukai ku, itu yang membuat aku yakin untuk menikahi mu, sekarang katakan pada ku,anak siapa yang kamu kandung ini hm! apa kah ini anak haram!?"
PLAKK!
__ADS_1
tamparan keras mendarat di pipi Aldo membuat Aldo melotot dan tersenyum sinis pada sita.
"benarkan ha?! anak yang kamu kandung ini benih haram? berapa harga yang kamu pasang untuk bisa menyentuh tubuh mu ha?! berani bayar berapa lelaki itu untuk bisa membeli tubuh mu, katakan pada ku"
sita menatap tajam Aldo tak menyangka Aldo akan berucap hina pada dirinya.
"CUKUP KAK!!!" jerit Andini tiba-tiba.
membuat Aldo dan sita kaget dan menoleh ke arah Andini.yang ternyata juga matanya sudah basah dengan air mata, Andini menatap kecewa ke arah suaminya itu yang ternyata masih tidak rela kehilangan sita.
itu yang Andini pikir sekarang ini.membuat hati nya sakit seperti di sayat sembilu.
Aldo terkesiap melihat tatapan kecewa dari Andini ke arah dirinya.dia bagai di sambar petir, tersadar dari emosi nya karena kemarahan pada sita, sehingga sikapnya menyakiti perasaan istrinya.
Andini melangkah mundur ketika Aldo berdiri dan melangkah mendekati dirinya.Aldo menggeleng pelan kepala nya.seolah tidak mau Andini menatap dirinya seperti itu.kini perasaan takut menyergap diri Aldo.karena melihat istrinya yang juga menangis.
"sayang... lirih Aldo mencoba mendekati istrinya yang terus melangkah mundur.Aldo mencoba meraih tangan Andini, tapi dengan cepat Andini menarik tangannya.kemudian dia berbalik badan, kemudian lari keluar dari rumah itu.
"sayang! mau kemana kamu... jangan lari..!" teriak Aldo khawatir melihat istrinya ber lari karena istrinya itu sedang ke adaan hamil muda.dia takut terjadi sesuatu pada diri Andini dan bayi dalam kandungan nya.tanpa perduli lagi dengan sita.Aldo berlari, mengejar istrinya yang lari ke luar rumah.Andini terus berlari,menjauh dari Aldo.yang dia lihat mengejar diri nya.dan ketika Andini sudah ada di pinggr jalan besar dia mencoba menyetop taksi yang kebetulan lewat di depan nya.
"pak, stop pak!" teriak Andini satu tangan melambai-lambai pada taksi itu.dan taksi itu berhenti.dengan tergesa Andini membuka pintu mobil taksi dan masuk ke dalam nya.lalu Andini dengan cepat menutup pintu mobil taksi itu.tapi tiba tiba pintu taksi itu tertahan oleh tangan kekar suami nya, Aldo menahan pintu taksi itu.
"jangan pedulikan aku! sana! kamu urus saja urusan cinta mu yang belum selesai dengan kak sita! tinggalkan aku!!" jerit Andini
"maafkan aku sayang.. aku hanya terbawa emosi karena kecewa,, aku tidak ada perasaan apa-apa lagi dengan sita" ucap Aldo mencoba meyakinkan istrinya.
Andini menatap sinis ke arah Aldo.
hatinya terlanjur sakit dengan sikap Aldo.lalu dia menyuruh supir taksi menjalankan mobilnya.
"pak, jalan pak cepat!" Andini tidak perduli dengan pintu taksi yang tertahan oleh tangan kekar suami nya.dia berteriak pada supir taksi itu agar segera jalan.tidak perduli Aldo yang berdiri di depan pintu.
sedangkan supir taksi itu kelihatan bingung dengan drama pasangan yang ada di taksi nya.dia ingin menjalankan mobilnya tapi dia khawatir dengan Aldo yang sedang memegangi pintu mobil nya.sedangkan sang wanita terus menjerit agar taksi nya jalan.
melihat kebingungan wajah supir taksi, akhirnya Aldo dengan cepat ikut masuk ke dalam mobil taksi itu, dan duduk di samping istrinya.
"jalan pak!" teriak Aldo pada supir taksi itu.membuat mata Andini melotot.lalu supir taksi itu pun menuruti perintah Aldo.
"ngapain kamu?! kenapa kamu ikut masuk ke dalam taksi?!"
__ADS_1
"aku tidak tahu, bukan kah kamu ingin naik taksi ini? baik, Aku ikut!"
"turun kamu! ngapain ikut aku kedalam taksi" teriak Andini bingung.
"ya, aku ikut kamu lah"
"ngapain ikut aku!!"
"karena kamu istri ku"
"aku nggak Sudi! baik lah kalau kamu tidak turun, aku yang akan turun!" pekik Andini.tangan nya hendak meraih handle pintu mobil niat ingin membuka nya.
'Andini stop! apa kamu waras ha?! mobil ini sedang melaju.. kamu mau lompat!?" ucap Aldo tegas menatap tajam istrinya.
"iya, aku memang tidak waras, telah percaya dengan cinta mu! dan ternyata cinta mu masih untuk kak sita!"
"tidak sayang... itu tidak benar, aku memang sangat mencintai mu"
Andini tertawa getir mendengar ucapan Aldo.
"benarkah? cinta yang seperti apa yang kamu rasakan kepada ku hm? apakah cinta sementara? yang sewaktu waktu bisa kamu lepas setelah kau menemukan cinta kamu yang sebenarnya, dan itu adalah kak sita, dan kamu sangat kecewa menemukan kak sita dalam keadaan hamil, hati mu sakit kan kak? dan jangan jangan itu anak mu yang didalam kandungan kak sita"
ucap Andini dengan nada yang sangat kecewa.menatap nanar Aldo.
"tidak! aku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan sita, kamu tahu itu.. aku pernah bilang pada mu kalau aku tidak akan melakukan nya sebelum halal bagi ku"
"dan kamu kecewa? karena sita telah di sentuh oleh pria lain hingga hamil benar?!"
"tidak, bukan itu maksudku.. arrghh!
Aldo mengusap kasar wajahnya.dia merutuki dirinya sendiri karena terbawa emosi ketika melihat sita.
"
"
To be continued.
jangan lupa like nya,komen n vote nya mom's biar author nya semangat. 😍
__ADS_1