
mendengar Aldo meragukan diri nya senyuman yang berawal dari tawa itu pun perlahan hilang dari wajah Arkan terganti dengan seringai di wajah Arkan.
"apa kamu takut bersaing dengan ku adik ipar?" ucap Arkan pelan namun terdengar mengintimidasi.
"takut? tidak ada dalam kamus Aldo Bagaskara dengan istilah takut kakak ipar?"balas Aldo tak kalah sengit nya.
Andini yang sedari tadi berdiri dan hanya menyimak perdebatan antara suami dan kakak lelaki nya menjadi gusar.dan ada hal yang menggelitik di pikiran nya untuk bertanya dengan kakak nya.
"sudah, hentikan omong kosong kalian!"pekik Andini tak tahan
sontak kedua pria tampan itu mengalihkan perhatian nya ke Andini.
"sayang"
Andini tidak memperdulikan Aldo yang membelai lembut rambut nya untuk menenangkan nya. Andini menatap tajam ke arah Arkan.
"what?" tanya Arkan heran karena di tatap seperti itu oleh Andini.
"apa benar, kamu bukan kakak kandung ku brother?" tanya Andini dengan wajah serius
sontak saja ucapan Andini itu membuat Arkan terkejut dan pria itu melangkah mendekati Andini lalu kedua tangan nya memegang kedua bahu Andini dengan sedikit membungkuk kan badan tegap nya untuk mensejajarkan wajah nya pada Andini.
"ya Tuhan,, adik ku sayang..tentu saja aku ini kakak satu ayah,kita satu darah jangan kamu ragukan itu, apa kita perlu tes DNA lagi hm?" jelas Arkan bicara lembut pada Andini dengan tatapan sayang nya.
walaupun Arkan baru bertemu dengan adik perempuan nya beberapa Minggu ini, tapi rasa sayang nya pada Andini sangatlah dalam mungkin karena darah yang sama di tubuh mereka itu sangat kental mengalir.
"tapi mengapa kamu selalu bicara dan bersikap seolah kamu seperti bukan kakak kandung ku"
"maksud kamu apa?" tanya Arkan tak mengerti.
Andini terdiam sebentar lalu menghela nafasnya pelan.
"kamu selalu berkata yang memancing kecemburuan suami ku" ucap Andini pelan.
Arkan menegakkan tubuhnya kembali dan..
Hahaha...ya Tuhan"tawa Arkan pecah mendengar ucapan Andini. pria itu tertawa dengan berkecak pinggang.
Andini melihat Arkan dengan tatapan jengkel.
__ADS_1
sedangkan Aldo menatap sinis Arkan yang seperti nya sedang mentertawakan diri nya.
Arkan menghentikan tawanya.
"aku hanya tidak rela saja kalau pria di samping mu itu bisa mendapatkan mu begitu mudah nya sayang"
"maksud mu mudah di dapatkan dengan artian aku murahan begitu!?"
sungut Andini malah tidak terima dengan ucapan Arkan.
"eits, bukan begitu maksud aku Adik ku sayang.. maksud ku, aku tidak rela cara Keluarga Bagaskara menikahi mu dengan cara sembarangan tanpa ada proses tunangan Serta lamaran, aku tidak terima adik ku seperti tidak ada harga nya" terang Arkan melirik tajam ke arah Aldo.
dan Aldo tiba-tiba saja merasa tertampar dengan ucapan Arkan
untuk ucapan Arkan yang seperti itu dalam hati Aldo membenarkan karena tidak ada lamaran atau pertunangan saat dia menikahi Andini karena memang keadaan nya pada waktu itu tidak seperti orang menikah kebanyakan orang yang terencana, dan menikah karena cinta. Andini menundukkan wajahnya sesaat setelah mendengar penjelasan Arkan.memang tidak ada lamaran yang romantis dari Aldo di kala itu.
dan Andini pun mengerti karena pernikahan nya dengan Aldo memang tidak pernah dia ingin kan sebelum nya kala itu.
melihat istrinya muram karena segala perkataan Arkan pria itu menjadi geram.
"sebaiknya kakak ipar keluar dari kamar ini, seperti nya istri ku lelah ingin istirahat" pinta Aldo dengan menahan emosi nya.lalu menarik tubuh istrinya ke dalam dekapan nya.
setelah Arkan keluar dari kamar itu Aldo mengurai pelukan nya kemudian memandangi wajah istrinya.menatap dalam netra Andini.
"sayang, maafkan aku" ucap Aldo pelan
"maaf untuk apa kak?" tanya Andini
"maaf untuk karena menikahi mu dengan cara yang tidak kamu harapkan tanpa ada lamaran"
Andini tersenyum Merespon ucapan suaminya.
"aku tidak keberatan kak, yang sudah berlalu biarlah tidak usah di ingat lagi toh, aku sekarang bahagia bersama mu, pada akhirnya kamu memberikan cinta mu pada ku, lagi pula mana bisa kamu yang pada waktu itu terlihat kaku dan dingin melamar aku apa lagi romantis, itu tidak mungkin ya kan? jadi sudah ah, nggak usah di ingat lagi"
Aldo tersenyum miris mendengar ucapan Andini yang memang benar.
"bukan hanya cinta sayang, tapi seluruh hidup ku dan dunia ku.aku berikan untuk mu"
wajah Andini merona mendengar ucapan manis suaminya.
__ADS_1
"kamu pintar menggombal sih kak, ucapan mu terlalu manis" keluh Andini alih-alih bahagia mendengar ungkapan hati suaminya Andini menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Aldo terkekeh
"aku tidak sedang ngegombal sayang, tapi memang benar seperti itu, aku sangat mencintaimu kamu adalah segalanya bagi ku"
"benarkah?"
"kamu tidak percaya? coba lihat saja dada ku ini" ucap Aldo seraya membuka kancing kemeja nya satu persatu.membuat mata Andini membola.
"eh, mau ngapain kamu kak?"
Andini menahan gerakan tangan suaminya yang sedang membuka kancing kemeja nya sudah dua kancing kemeja nya yang terbuka sehingga nampak terlihat dada liat milik suaminya.
"iya,iya, aku percaya.. sudah kancingin lagi kemejanya" Andini hendak
mengancingkan kembali kemeja suaminya tapi di tahan oleh tangan Aldo.
"biar seperti ini, aku gerah" Aldo beralasan.menatap nakal pada Andini.
"gerah dari mana kak, udara di sini sangat sejuk malah tambah sore tambah dingin"
"tidak sayang, aku beneran gerah,apa lagi kalau lagi begini rasanya badanku terasa panas"
Andini memicingkan matanya menatap heran suaminya yang memasang wajah...mesum nya.
dan Andini telat menyadari nya karena Aldo sudah membopong tubuh istrinya itu menuju ranjang besar yang ada di kamar tersebut.lalu merebahkan tubuh istrinya perlahan di atas kasur empuk ranjang itu.lalu Aldo naik ke atas ranjang, tepat nya ke atas tubuh istrinya mengungkung tubuh mungil itu.menatap istrinya dengan kilat kabut gairah.sejenak tatapan mereka beradu lalu dengan nafas yang sudah berat.
"sayang, aku mau kamu sekarang" ucap Aldo dengan suara dan nafas yang sudah memberat.
dan Andini pun mengerti lalu mengangguk pelan merespon keinginan suaminya.
Aldo tersenyum bahagia lalu tanpa menunggu lama ,Aldo langsung mencium bibir berisi nan seksi milik istrinya itu.melahap, menyesap dengan lembut bibir ranum istrinya.
Ahhh..suara lenguhan terdengar indah dari mulut Andini yang sedang terbungkam oleh pagutan bibir Aldo
tangan Aldo yang tidak diam meraba dan meremat benda bulat nan kenyal milik istrinya telapak tangan besar nya terus bermain di dada empuk istrinya meremat,memilin puncak dada Andini dengan gerakan memutar perlahan yang sanggup membuat Andini terus mend*sah karena sentuhan tangan suaminya yang begitu membuat gairah Andini terpancing.
*
__ADS_1
to be continued..