
Rendy menyeringai menatap tajam Reza.
"kali ini aku pergi, bukan berarti aku berhenti di sini,cinta!! aku akan menemui mu lagi nanti!!"
Rendy bicara dengan nada tinggi, perlahan mundur, berjalan menuju mobil nya yang terparkir di tepian jalan.
Reza mengepal kuat tangan nya menahan emosi dalam diri nya melihat Rendy bersikap menantang.
"dan aku tidak akan melepaskan mu, kalau bertemu aku lagi bedebah!"
timpal Reza geram. sedikit berteriak
mobil yang di tunggangi Rendy pun pergi berlalu dari hadapan Reza dan Andini.
pria muda itu bergegas menghampiri Andini yang duduk di sebuah bangku terbuat dari beton yang ada di pinggiran pagar tembok kampus nya.
Reza berjongkok di hadapan Andini.
"kamu baik baik saja An?"
"iya, aku baik baik saja. terima kasih Za kamu sudah menolong ku"
ucap Andini lemah wajah nya tampak pucat.
Reza mengangguk dan tersenyum merespon ucapan Andini.
"benar kamu baik baik saja An? kenapa kakak tiri mu bisa menginginkan kamu?"tanya Reza dengan wajah cemas.
"panjang ceritanya Za, baik lah aku mau masuk ke kekampus dulu, aku sudah telat mudah mudahan masih keburu matkul aku"
lalu Andini berdiri dari duduknya berjalan menuju arah pintu gerbang kampus nya.di ikuti oleh Reza yang berjalan di samping Andini.
tapi baru saja beberapa langkah mereka berjalan..
"Andini!!"
Reza terkejut karena tiba-tiba Andini ambruk tak sadarkan diri, dengan refleks yang sangat cepat Reza menangkap tubuh Andini yang tiba-tiba saja terkulai lemas tak sadar kan diri. Andini yang berpakaian memakai longdress di bawah lutut.
nampak darah segar mengalir dari paha Andini.
__ADS_1
Reza melebarkan matanya Panik melihat darah mengalir di paha putih Andini.
"ya Tuhan Andini, apa yang terjadi dengan mu,ka_kamu berdarah!?"
dengan wajah yang panik Reza langsung membopong tubuh Andini berjalan cepat menuju jalan, wajah nya Celingukan mencari mobil yang lewat.
"ya Tuhan, tidak ada mobil satu pun yang lewat" ucap Reza kesal. terus berjalan menuju arah pintu utama kampus yang jalur jalan nya lebih ramai dengan kendaraan yang lewat.
dengan nafas yang ngos-ngosan karena Reza membopong tubuh Andini dengan sedikit barlari karena panik.
"Andini, bertahan lah, aku akan membawa mu ke rumah sakit, bertahan ya, An" Reza terus saja nyerocos tanpa jeda.
dan akhirnya ada sebuah sebuah mobil mini bus lewat,Reza pun turun ke jalan dengan Andini di dalam gendongan nya.mencoba menyetop mobil tersebut.
"pak,pak, tolong saya pak.. tolong saya ke rumah sakit, wanita ini pingsan dan pendarahan"ucap Reza setelah mobil minibus itu berhasil dia stop.dan beruntung mobil itu jemputan anak TK.
supir mobil itu pun dengan tergesa turun dari mobil nya setelah melihat kondisi Andini. untuk membukakan pintu mobil untuk Reza.
"ayo pak, saya antar" ucap sang supir itu.Reza masuk ke dalam mobil tersebut.ada tiga orang anak kecil yang yang Reza tebak berumur 5 tahun dengan seorang wanita umur 40 an.mereka pun Panik melihat Reza masuk ke dalam mobil dengan menggendong Andini yang tak sadarkan diri.dengan darah yang mengalir di antara pahanya.
wanita itu langsung meraih tubuh anak anak itu agar menggeser duduknya, memberikan tempat untuk Reza.Andini di dudukan di kursi tengah di sandarkan tubuh Andini, satu tangan Reza merangkul kuat bahu Andini yang satu nya di lingkar kan di pinggang Andini.dengan erat.
sesaat Reza tersenyum tipis mendengar wanita itu berkata kalau Andini istri nya.ada rasa bahagia di hati Reza.di tengah kepanikan nya saat ini.
"saya nggak tahu bu, tiba-tiba istri saya pingsan dan pendarahan begini, tolong cepat sedikit ya pak" jawab Reza, sekaligus meminta pak supir untuk melaju cepat kendaraan nya.
"iya mas, saya usahakan" sahut sang supir.
butuh 25 menit akhirnya minibus yang membawa Reza serta Andini yang pingsan tiba di rumah sakit
Gemilang mustika. Reza dengan sigap turun dari mobil tersebut dengan menggendong tubuh Andini masuk ke dalam rumah sakit tersebut. setelah Reza tiba di dalam rumah sakit,Reza langsung berjalan menuju ruang IGD.
"tolong saya suster, gadis ini pingsan dan pendarahan!" teriak Reza pada petugas medis yang ada di IGD.
dengan respon yang cepat para tenaga medis yang melihat Reza.menggendong Andini mengambil alih tubuh Andini, kemudian di baringkan di brankar rumah sakit. Reza berdiri di tak jauh dari Andini di baringkan menatap cemas Andini.
tak lama seorang Dokter datang menghampiri Andini yang masih tak sadarkan diri.
"nyonya Bagaskara?" ucap Dokter tersebut ternyata mengenali Andini Sebagai nyonya Bagaskara.
__ADS_1
Reza tersenyum miris mendengar seorang Dokter yang mengenali Andini sebagai nyonya Bagaskara.
dengan sigap Dokter tersebut memeriksa kondisi Andini.seorang perawat memasang selang infus pada lengan Andini.
"sudah di pasang selang infus nya sus?" tanya dokter itu.
"sudah Dokter Daniel"ucap seorang perawat pada Dokter yang ternyata bernama Daniel.
"segera siapkan ruang rawat VIP di lantai 5 cepat, dan hubungi Dokter Mita cepat!" perintah Daniel
"lantai lima khusus untuk perawatan ibu hamil dan melahirkan Dokter? apa nyonya Bagaskara ini sedang hamil?"
tanya perawat itu kaget kalau ternyata sang nyonya bos nya sedang hamil.
"iya, sudah tidak usah banyak tanya lagi, keadaan yang sangat mengkhawatirkan" terang Dokter Daniel.lalu dengan segera perawat itu pergi untuk melaksanakan tugas nya.
Reza yang sedari tadi berdiri di belakang para tenaga medis tersebut kaget mendengar kalau Andini sedang hamil.
*Andini hamil? apakah darah tadi.. apa Andini ke guguran? ya Tuhan* batin Reza tambah khawatir dengan kondisi Andini.tanpa pikir panjang lagi, Reza yang memegang tas Andini, membuka tas tersebut tampak Reza mencari sesuatu di dalam tas milik Andini.
"ini dia"Reza menemukan benda yang di cari nya.ternyata ponsel Andini.
tapi kembali Reza bingung, maksud nya ingin menghubungi Aldo dari ponsel Andini tapi ternyata ponsel tersebut memakai password, yang tentu saja tidak bisa Reza dapatkan dari Andini yang dalam keadaan masih tidak sadarkan diri.
tambah bingung lah Reza jadi nya.harus bagaimana lagi.namun di saat Reza dalam mode bingung nya
tiba-tiba saja dari arah belakang dirinya.suara langkah dan ketukan sepatu seperti orang berlari menuju arah nya.
Reza menoleh ke arah belakang melihat siapa yang sebegitu heboh nya berlari.
"Aldo?"ucap Reza ternyata Aldo yang berlari dengan wajah panik menuju brankar rumah sakit di mana Andini berbaring lemah.
Reza hanya termangu melihat Aldo langsung berhambur ke tubuh Andini.
dengan kepanikan nya.
"sayang.. kenapa kamu ha?!" ucap Aldo panik, membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya pada istri nya.matanya nanar memindai ke sekujur tubuh istrinya yang terbaring lemah tak sadarkan diri.
"
__ADS_1
to be continued...