Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
Perjodohan


__ADS_3

David menatap gadis remaja itu dengan tatapan puas, karena gadis songong itu dia yakini tidak bakal bisa mengganti kaca spion nya yang mahal, apalagi untuk ukuran anak remaja songong yang sedang berdiri di depan nya dengan wajah memucat.


"sudah tahu kan harga yang harus kamu ganti? kapan kau ganti kaca spion ku itu!" ucap David dengan nada meremehkan


gadis itu berdiri dari duduknya


"Om, pasti mau menipu saya, mana ada kaca spion mobil yang sebegitu mahal nya!" sahut gadis itu dengan dengan beraninya.


"eh,menipu kata mu?! bukan nya James sudah kasih lihat tadi harga nya?! bahkan itu di online, jadi aku nggak ada bohong di sini!"


David menegakkan tubuh dari sandaran meja kerja nya berjalan mendekati gadis itu yang berdiri di dekat sofa yang ada di ruangan kantor nya menatap kesal pada gadis remaja itu.


James yang sedari tadi hanya diam memperhatikan dan mendengarkan saja hanya geleng-geleng kepala.


James juga menjadi heran kenapa juga hanya karena gara-gara kaca spion saja teman sekaligus bos nya ini sampai meributkan hal yang biasa nya di anggap sepele oleh David apa lagi ini berurusan dengan seorang gadis David tidak pernah bersikap kejam apalagi berkata pedas dengan yang namanya mahkluk berjenis perempuan mengingat sifat donjuan Yang David miliki.


akhirnya gadis itu menundukkan wajahnya karena menyerah sadar urusan akan semakin rumit kalau dia terus berkeras pada om gila yang ada di depan nya itu


David pria tampan berwajah oriental itu berdiri menjulang di depan gadis itu David yang memiliki tinggi badan 185cm itu dengan mudah nya berdiri dengan wajah mengintimidasi dan lagi-lagi tersenyum puas melihat gadis yang menurutnya songong itu sudah diam tak berkutik.


"maaf kan saya Om, saya tidak punya uang sebanyak itu buat ganti kaca spion mobil om.kalau Om mau laporin saya ke polisi, saya pasrah dah" ucap gadis itu dengan nada lemah masih tetap menunduk kan wajah nya.David mengeluarkan satu tangan nya dari dalam saku celana nya dengan satu telunjuknya mengangkat wajah gadis itu dengan dengan meraih dagu gadis itu


"kalau bicara lihat lawan bicara mu tidak sopan! jadi kamu tidak bisa mengganti kaca spion mobil ku?"


gadis itu mencoba menatap lurus wajah David bisa David lihat pada sorot mata gadis itu nampak kemarahan serta ke putus asaan tersirat dalam pada mata indah gadis itu David hanya menyeringai melihat expresi gadis itu.


seolah tidak perduli dengan expresi gadis itu David membalikkan badannya berjalan mendekati kursi kebesaran nya dan duduk dengan santai nya tersenyum miring menatap gadis itu


"kalau kamu tidak bisa mengganti nya kamu harus bekerja jadi OG di sini selama empat bulan. dari gaji mu kamu bisa membayar dengan cara menyicil kaca spion mobil ku"


"APA??? JADI OG??!!" sahut Anggita kaget bukan main begitu pula dengan James pria tampan itu yang sedang duduk di sofa tunggal sampai menegakkan duduk nya dan menatap tajam pada David tidak percaya dengan ide gila bos nya itu


"kenapa? kau nggak mau? apa kamu lebih memilih aku laporin ke polisi ha?!"ancam David


"tidak!" jawab Anggita menggeleng cepat

__ADS_1


"bagus kalau begitu"David tersenyum miring


"tapi Om, saya kan sekolah" ucap Anggita dengan wajah bingung nya


"kamu bisa kesini sehabis pulang sekolah,bisa kan?"


"tapi.." Anggita nampak bingung menatap David dengan pandangan yang susah di artikan


"kenapa kamu melihat ku seperti itu ha?" tanya David terus terang tidak nyaman dengan tatapan Anggita


"kejam banget sih om, saya kan anak masih sekolah dengan urusan sekolah saja saya sudah lelah,di tambah lagi harus bekerja di sini sebagai OG" Anggita merasa David tak punya hati pada gadis kecil seperti dirinya ini


David hanya tersenyum tipis merespon ucapan Anggita


"kalau aku kejam, aku tidak akan menawarkan solusi pada kau, yang ada langsung saja bawa kau ke kantor polisi!" jelas David tersenyum miring


gadis itu hanya diam mendengar ucapan David Anggita terduduk lemas melirik sekilas ke arah James yang juga melirik ke arah nya dengan tatapan dingin


Cih, bawahan dengan atasan sama Gila nya" ucap Anggita pelan tersenyum sinis membuat James menajamkan sorot matanya pada Anggita dan gadis itu melengos mendapatkan tatapan seperti itu dari James membuat dalam hatinya menciut


batin Anggita


James menaikan satu alisnya menatap aneh pada Anggita


di saat aura dingin merayap menyelimuti suhu ruangan tersebut


mereka di kejutkan oleh terbukanya pintu ruangan itu dengan tiba-tiba tanpa ketukan pintu lagi


Brakk!


kontan saja perhatian ketiga manusia yang ada di ruangan itu tertuju ke arah pintu yang terbuka dengan tiba-tiba itu dan...


MAMAH??"


"TA_TAN..TE??"

__ADS_1


ucap David dan Anggita bersamaan dan setelah itu pandangan mereka beradu masing-masing dengan keterkejutan nya karena panggilan yang keluar dari mulut keduanya


"mamah?" ucap Anggita heran kembali meyakinkan ucapan David dan tidak salah apa yang dia dengar dari mulut David memanggil wanita paruh baya yang baru saja datang dengan sebutan mamah.


"Tante?" begitu juga David mengulang ucapan Anggita seolah tidak yakin apa yang dia dengar dari mulut Anggita mereka masih beradu pandang dengan wajah kaget nya


lalu kedua nya sadar dan melepaskan pandangannya masing-masing mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang di panggil mamah oleh David.


sementara Wanita itu hanya diam memandang David dan Anggita bergantian.kemudian wanita itu berjalan mendekati Anggita


"Anggita kamu di sini? sedang apa?" tanya Wanita itu


Anggita segera berdiri dan sedikit menunduk kan kepala nya memberi hormat pada wanita paruh baya yang ternyata dia kenal.Anggita tersenyum kikuk, kedua tangan nya meremas masing-masing sisi rok abu-abu nya


tapi sebelum Anggita menjawab pertanyaan wanita itu David menyela pembicaraan mereka


"mamah ngapain juga kesini? tumben, pasti ada yang tidak beres" ucap David seraya berdiri dari duduknya berjalan mendekati mamah nya.bukan tanpa alasan David bertanya seperti itu pada mamah nya karena sering kali wanita yang telah melahirkan nya ke dunia itu datang ke kantor nya pasti ada sesuatu yang meresahkan David seperti...


wanita itu melirik tajam ke arah David dan tersenyum tipis lalu membuka tas nya mengeluarkan selembar foto dan meraih satu tangan kekar milik anak nya itu dan memaksa menerima foto itu


benar saja perkiraan David mamah nya kesini membawa keresahan buat David dengan menyerahkan foto seorang gadis cantik.


"nih! malam ini temui gadis ini di kafe STAR" David memutar bola matanya malas.lagi-lagi mamah nya menyuruh menemui gadis yang akan di jodohkan pada dirinya.sudah dua bulan ini mamah nya gencar sekali menjodohkan diri nya dengan gadis-gadis muda dan cantik dari anak para kolega nya dan setiap itu pula David berusaha menggagalkan rencana mamah nya dengan membuat ilfil para gadis yang David temui.


"awas ya David, kali ini kamu jangan pernah berulah untuk menggagalkan perjodohan ini, kalau tidak,mamah akan menyuruh ayah mu untuk mutasi kamu ke perusahaan papah kamu yang di Swiss" ancam wanita itu.


mendadak wajah David pias mendengar ancaman mamah nya


"tapi mam??" wajah David memelas


meremas foto wanita yang ada di tangan nya hingga lecek tak berbentuk. tanpa memperdulikan protes anak lelaki nya itu


wanita paruh baya itu kembali mengalihkan perhatian nya pada Anggita menatap gadis itu dengan penuh selidik.


*

__ADS_1


TBC.


__ADS_2