Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Eps 1. Pesan terakhir


__ADS_3

Di pagi hari yang Cerah,di sebuah perusahaaan terbesar di kota Jakarta yaitu perusahaan Wijaya.


Sebuah telfon masuk di Hp Sandi,Anak dari pemilik Perusahaan yang sekarang menjalankan Perusahaan Wijaya.


" Hallo" Ucap sandi


" kak..ayah masuk rumah sakit,cepat kesini " Ucap Seorang adik perempuan Sandi yang bernama santi.


" iya san kakak segera kesana " Ucap Sandi.


Sandi berjalan dengan cepat memasuki mobilnya,menangis sepanjang perjalanan..Ia trauma akan kehilangan.


5 tahun yang lalu ia sudah kehilangan seorang ibu karena sakit tumor otak,Ia sekarang hanya mempunyai seorang Ayah dan adik perempuannya yang masih kelas 6 SD.


Sandi seorang yang penyayang,dia sangat menjaga Ayah dan adiknya.


Sesampainya di rumah sakit.....


" Ayah... "Ucap Sandi berlari dari depan pintu menuju ke ayahnya


" Nak..." Ucap seorang Lelaki yang sedang berbaring lemas di atas ranjang rumah sakit,walaupun sedang lemas aura kewibawaannya pun masih terasa.


"Ayah huuu huuuu " Menangis Sandi sambil memegang Tangan Ayahnya yang sedang melemas itu..


"Santi ayah kenapa bisa begini lagi " Ucap sandi sambil menangis.


"aku nggak tau kak tadi aku mendengar Gelas jatuh terus aku lari ke kamar Ayah,ayah sudah terjatuh di lantai kak " Ucap Sang adik.


Sandi langsung melihat sinis ke arah pembantu yang bertugas menjaga Ayahnya


" Tin kenapa ayahku bisa jatuh bukannya aku menyuruhmu menjaga ayahku "Ucap Sandi tegas


" emmm Anu den..tadi saya lagi ngambil makanannya tuan jadi saya ke dapur sebentar " Ucap Tina pengurus Tuan wijaya


" Bukannya sudah ada yang bertugas mengantar makanan setiap jam makannya Ayah " Ucap Sandi


"sudah Nak jangan ribut ini rumah sakit " Ucap ayah sandi


Sandi yang mendengar ayahnya berbicara itu langsung terdiam.Karena ia tidak pernah membantah omongan ayahnya dan selalu mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh Ayahnya.


"Rian urus masalah ini " Ucap Sandi kepada sekretarisnya.


bukan hanya mengurus soal pekerjaan,tetapi sekretaris nya mengurus seluruh karyawan serta masalah yang muncul di kehidupan Rian.


" baik Tuan " Ucap Rian


" aaaahgggg " suara Sang yang sedang menahan sakit di dada nya


" Rian panggilkan dokter " Ucap Sandi yang terlihat sangat panik


Rian pun langsung pergi memanggil dokter.


Sementara itu,Sang ayah kini memegang tangan sandi.


"Nak ayah punya satu permintaan tapi kamu janji bakalan tepati ya " Ucap sang ayah yang sudah terlihat sangat lemas.


"Iya ayah aku janji yang penting ayah sembuh ya " Ucap Sandi sambil menangis


" kamu menikahlah dengan anak temannya Ayah,hanya satu itu saja " Ucap sang Ayah


"Tapi yahh aku sudah punya Rani " Ucap Sandi


"Ini pilihan Ayahmu Nak,kamu sudah berjanji tadi pada Ayah " Ucap sang Ayah

__ADS_1


"Tapi yah.. " Ucap sandi sambil menangis


Ayahnya pun langsung memegang tangan Sandi,Sandi seolah olah tidak bisa berbicara lagi karena itu permintaan Ayahnya.


kemudian Dokter pun datang..


"Pak tolong semuanya keluar dulu ya " Ucap dokter


Sandi beserta orang yang ada di dalam Ruangan tersebut pun keluar ..


" Rian saya harus bagaimana ini " Tanya sandi yang terlihat sangat bingung.Ia sangat mencintai Kekasihnya tetapi dia juga tidak bisa menolak permintaan Ayahnya


" Bos ikuti permintaan Tuan dulu demi kesembuhannya " Ucap Rian


" lalu bagaimana dengan Rani " Ucap Sandi


Rian hanya tersenyum dan mengangguk seolah olah meyakinkan bos nya itu dengan apa yang telah dia sampaikan.


Sandi pun tau apa yang ia harus lakukan.


kemudian dokter keluar...


"sebenarnya apa yang terjadi pada ayah saya dok " Tanya sandi


" ada tumor di jantung Bapak wijaya yang menyebabkan Ia melemah dan kesakitan,beliau harus segera di operasi" Ucap Dokter


" lakukan apa saja yang terbaik buat ayah saya dok " Ucap Sandi


"baik pak " Ucap dokter


Sandi pun menangis melihat keadaan Ayahnya yang sekarang,sementara Adiknya Santi itu di antar oleh bodyguard yang menjaga adeknya.


"Permisi " Ucap seorang Lelaki sederhana yang seumuran Tuan Wijaya


Ia hidup dengan istri dan Anaknya dengan kehidupan yang sangat sederhana.


" Bagaimana Nak ayahmu? " Tanya pak alex


"Maaf sebelumnya Anda siapa ya " Tanya sandi


"Saya sahabat bapak Wijaya Kami lahir dari kampung yang sama " Ucap pak alex


"Iya nak itu sahabat Ayah dari kecil " Ucap pak wijaya


Kemudian Alex pun mendekati Wijaya.


"Cepat sembuh ya sahabatku " Ucap Alex sambil menepuk pandak sahabatnya


Wijaya hanya mengangguk dan tersenyum.karena Untuk berbicara pun ia sudah sangat lemas.


"Nak ini adalah teman ayah yang anaknya akan ayah jodohkan sama kamu " Ucap pak Wijaya


Sandi hanya menarik nafasnya dan mengeluarkannya sambil berkata


"Lalu dimana anaknya " Ucap Sandi sambil tersenyum paksa


"Anak saya masih di sekolah " Ucap pak Alex


"Loh yah? ini gak salah? Sandi di jodohkan sama bocah yang masih SMA? " Ucap sandi kepada Ayahnya


"Ini permintaan Ayah Nak,sebelum Ayah pergi ayah ingin kamu menikah dengannya secepatnya " Ucap Pak wijaya


"Menikah?Bukankah dia masih sekolah yah bagaimana bisa aku menikahi bocah yang masih sekolah " Ucap Sandi

__ADS_1


"Nak..Ini permintaan Ayah,Pernikahan kalian akan di rahasiakan sampai dia lulus " Ucap Sandi


"kelas berapa dia om? " Tanya Sandi


"Kelas 12 Nak,Sedikit lagi " Ucap Pak alex


"Ayah.. " Ucap Sandi merengek


"Nakk " Ucap Pak wijaya meyakinkan putra nya


"Apa saya bisa bertemu Anak om? " Tanya Sandi


"bisa,setelah saya berbicara padanya " Ucap Pak Alex


"bagaimana jika Dia tidak mau?sama sepertiku " Ucap sandi


"Dia tidak pernah membantah apa yang di katakan oleh orang tua nya " Ucap Pak alex


"kalau begitu saya permisi dulu,nanti saya kabarin lagi sobatku " Ucap pak Alex kepada pak wijaya sambil menepuk pundaknya


"Baiklah hati hati di jalan " Ucap Pak wijaya


sementara itu pak alex pun pulang ke rumahnya....


Di rumah pak Wijaya..


Beliau hidup hanya tinggal bersama Anak tunggal perempuannya itu,Istrinya telah meninggal saat Tania berumur 12 Tahun.


"Asalamualaikum " ucap seorang gadis bersuara Lembut bernama Tania


"Waalaikum salam " Jawab pak Alex


"Nak sinii duduk Ayah mau bicara " Ucap Alex


Tania pun berjalan menuju Ayahnya dan duduk di sebelahnya..


"Nak ayah sudah Tua,selama ini Ayah tidak meminta apapun dari kamu,bolehkah kamu menuruti satu permintaan Ayah?Hidup ayah sudah tidak lama lagi " Ucap Pak alex


"Ihh apaan sih yah gaboleh ngomong begitu,Iya ayah minta apa dari Tania?Tania pasti kabulin kalo Tania mampu " Ucap Tania


"Ayah mau kamu menikah dengan Anak sahabat Ayah " Ucap pak Alex


"haa? Tania masih sekolah pah,,ga mungkin tania berhenti sekolah untuk menikah " Ucap Tania


"Pliss Tania,Pernikahan kalian akan di rahasiakan sampai kamu lulus " Ucap Pak Alex


"Ayah... " Ucap Tania lemas


"Nak..Ini bukan hanya permintaan Ayah,tapi permintaan sahabat Ayah yang sekarang sedang berbaring di Rumah sakit.Apakah kamu tidak kasihan? selama ini dia yang sudah menolong kehidupan kita " Ucap Alex


"Tapi yah..Aku Belum siap untuk menikah,aku pun belum tau seperti apa lelaki yang ayah pilih untukku " Ucap Tania


"Tenang Nak..kamu bisa berbicara dengan Anak sahabat Ayah nanti,Ayah tau pilihan ayah yang terbaik untuk kamu " Ucap Pak Alex


"Hmm kalo ini memang permintaan Ayah dan sahabat ayah yang sedang berbaring di rumah sakit itu,aku gakpapa.Tapi aku belum siap untuk menjadi istri,Apalagi aku masih sekolah" Ucap Tania lesu


"percaya pada Ayah nak " Ucap Pak Alex


"Apakah Ayah ada nomer telepon anak sahabat ayah itu?Aku harus tau seperti apa orang itu " Ucap Tania


"Nanti saya mintakan pada Sahabat ayah " Ucap pak alex


Tania pun hanya mengangguk dan tersenyum.Kemudian Tania pun memasuki kamarnya dan mengganti Baju..

__ADS_1


Ia selalu memikirkan Hal itu,Sepanjang malam ia tidak bisa tidur karena memikirkan,dan saat dia sekolahpun ia tidak fokus untuk belajar.


__ADS_2