Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 37


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


SEMOGA SUKA YA SAMA KARYA AUTHOR


JANGAN LUPA KASIH BINTANG LIMA YA


Setelah Desi sudah selesai membereskan sisa makanan itu Desi mengingat kan Bima bahwa 30 menit lagi ada meeting.


"Maaf tuan saya hanya mengingatkan bahwa 30 menit lagi ada meeting" beritahu Desi.


"Okey, kamu siapkan saja berkasnya nanti aku yang periksa" jawab Bima.


"Baik tuan kalo begitu saya permisi" ujar Desi yang lalu segera keluar dari ruangan Bima, sedangakan Dara hanya geleng geleng kepala melihat baju minim yang Desi kenakan.


"Perempuan tadi itu siapa mas?" tanya Dara yang masih di posisi duduk di kursi kebesaran suaminya sedangkan Bima duduk di atas meja.


"Yang tadi itu namanya Desi sekertaris aku, kenapa sayang?" tanya Bima.


"Mmm gak pa pa mas, memangnya kalo bekerja harus ya pakai pakaian begitu?" tanya Dara.


Bima mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan dari istrinya. " pakaian begitu gimana sayang?"


"Kalau menurut aku itu terlalu minim, pantesan aja mas Bima betah di kantor orang tiap hari yang di lihatnya pemandangan yang begitu" ujar Dara agak gak suka dengan gaya pakaian dari sekertaris suaminya, menurutnya itu terlalu terbuka.


"Memangnya kenapa sayang kamu gak suka dengan gaya berpakaiannya?" tanya Bima.


"Ya gimana ya mas apa itu gak terlalu terbuka? senengan mas Bima dong menang banyak" jawab Dara.


"Desi memang dari dulu penampilanya begitu sayang, kenapa? apa kamu gak suka? nanti biar aku tegur supaya pakai baju yang lebih pantes, lagian kalau aku sih udah biasa dengan wanita yang berpenampilan seperti itu jadi kamu gak usah takut aku akan tergoda olehnya" jelas Bima.


"Eh gak usah mas kalau mas Bima aja gak keberatan kenapa juga aku harus melarangnya"


"Sebenernya aku juga agak risih sih tapi aku itu males aja kalo ngurusin orang harus pakai begini begitu karena itu bukan urusan aku, tapi kalau kamu gak suka nanti biar aku tegur" ujar Bima dengan mengelus pipi Dara dengan lembut.


Gak lama Desi masuk lagi ke ruangan Bima untuk menyerahkan berkas yang akan di gunakan untuk meeting, Melihat ada Desi yang masuk lagi ke dalam ruangannya lantas Bima segera berdiri dari meja yang di dudukinnya.


Desi masuk keruangan Bima dengan melengak lenggok kan badanya lalu sesampainya didekat Bima Desi segera menyerahkan berkas yang dia bawa itu tapi tidak sengaja ada selembar kertas yang malah terjatuh ke lantai.


"Maaf tuan" ujar Desi yang segera mengambilnya, Desi membungkukkan badannya untuk mengambil berkas itu tapi saat Desi membungkukkan badannya buah dada yang terbungkus dengan bra itu terlihat jelas karena kemeja yang Desi kenakan dua kancing bagian atasnya terbuka, semua itu tak lepas dari penglihatan Dara, Dara jadi kesal karena Desi sepertinya sengaja memamerkannya untuk menggoda suaminya begitu gikir Dara.


"Eh maaf tuan ini ada yang jatuh" ujar Desi dengan menyerahkan selembar kertas yang jatuh.


"Okey saya periksa dulu, kalo udah gak ada lagi kamu bisa keluar"


"Baik tuan saya permisi"

__ADS_1


"Ya udah ya mas kalau gitu Dara pulang dulu kan mas bima bentar lagi ada meeting" ujar Dara dengan ketus setelah Desi keluar dari ruangan suaminya.


"Loh kok pulang sih sayang kamu di sini aja ya" jawab Bima yang tak ingin Dara pulang.


"Gak ah ngapain, mas Bima kan mau meeting sama sekertaris centil itu" ujar Dara yang lalu segera berdiri duduknya dan berjalan ingin pulang, tapi Bima segera menariknya.


"Jangan pulang dulu ya kamu di sini aja temenin aku"


Bima mendudukkan bokongnya di kursi kebesaranya lalu Bima menarik Dara supaya duduk di pangkuannya, Bima tersenyum dia tau sekarang kenapa dara jadi jutek ternyata gegara sekertarinya itu. "sayang kamu dengerin aku dulu" Ujar bima dengan memeluk pinggang Dara dari sampinh sehingga badan keduanya menempel sempurna.


"Ih mas jangan gini dong nanti kalo ada yang tiba tiba masuk gimana seperti tadi"


"Gak akan ada yang masuk kamu tenang saja, dengerin aku baik baik ya sayang memang sudah banyak perempuan seperti Desi yang berusaha menggodaku, bahkan mereka semua dengan suka rela membuka pahanya lebar lebar hanya untukku, tapi aku gak berminat sama sekali jadi kamu gak usah cemburu okey" jelas Bima.


Seketika hati Dara jadi lega setelah mendengar penjelasan dari suaminya. "si....siapa yang cemburu sih mas, lagian wajar mereka ingin mendekati mas Bima karena mas Bima selain tampan kan juga kaya" ujar Dara keceplosan uppss.


"Owh jadi menurut kamu aku ini tampan"


"Mmmm, udah ah mas Dara mau pulang" sengaja Dara mengalihkan pembicaraan karena keceplosan bilang bahwa suaminya itu tampan dan kaya.


"Kamu jangan pulang dulu ya, kamu di sini aja nanti setelah meeting aku mau ajak kamu ke rumah mamah"


"Terus aku ngapain di sini mas lagian kan mas Bima pergi meeting"


"Kamu bisa istirahat atau main laptop, nonton tv atau tidur juga bisa sayang, ayo ikut aku"


Lalu Bima membawa Dara memasuki sebuah ruangan yang ternyata dalamnya seperti kamar, Dara sampai tercengang melihatnya ternyata ruangan suaminya ada kamarnya.


"Jadi di ruangan mas Bima ada kamarnya?" tanya Dara dengan bengong karena kamar itu seperti kamar hotel berbintang.


"Iya sayang kamar ini biasanya buat aku istirahat kalo lagi capek atau lembur di kantor, kadang juga aku gak pulang karena urusan kantor jadi aku bisa tidur disini" jelas Bima dengan memeluk Dara dari belakang.


Tiba tiba aja pikiran Dara ke arah yang lain, Dara berfikir Bima juga biasa membawa wanita ke kamar ini karena mengingat banyak wanita yang menggoda suaminya.


"Udah berapa banyak wanita yang mas bima bawa ke sini?" tanya Dara yang ingin tau jawaban suaminya.


"Kamu ngomong apa sih sayang kamu wanita pertama yang aku bawa masuk kesini, gak sembarang orang bisa masuk ke sini sayang dan aku gak suka tempat pribadiku di masukin sembarang orang, yang tau kamar ini cuma Edo, Revan , dan kamu sayang jadi kamu jangan mikir yang macem macem ya" jawab Bima yang membuat Dara jadi lega.


"Beneran mas?" tanya Dara meyakinkan.


"Beneran sayang, kamu bisa istirahat di sini dan kalau kamu perlu apa apa bilang aja ke Desi yang ada di depan atau kamu bisa telfon pakai telfon kantor nanti Desi akan datang karena dia gak ikut meeting" ujar Bima yang di anguki oleh Dara.


"Iya deh mas aku di sini aja"


"Okey kalo gitu aku tinggal meeting dulu ya, tapi cium dulu dong sayang biar semangat meetinganya" ujar Bima dengan melepas pelukannya, lalu Bima membalikkan tubuh Dara supaya menghadapnya, Bima memeluk pinggang Dara supaya badan keduanya menempel sempurna, lalu Bima memegang tengkuk Dara dan mencim bibir merah muda yang udah menggodanya sedari tadi, dengan lembut Dara pun membalas ciuman dari suaminya.

__ADS_1


Ciuman Bima lama lama turun ke tulang selangka dan turun lagi ke leher Dara yang putih bersih tak lupa bima meninggalkan bekas kemarahan di sana, dan secara tak sadar Dara men****sah, mendengar des****an dari mulut manis Dara Bima malah semakin bersemangat, ciuman itu semakin turun lagi ke belahan d**da istrinya dan tangan Bima sudah tak bisa di kondisikan lagi, tangan bima me****mas pelan d**da kanan milik Istrinya.


"Mmmmmm, mas Bima katanya mau meeting" Ujar Dara yang mengingatkan Bima kalau sebentar lagi ada meeting, seketika Bima terpaksa menghentikan aktifitasnya itu, kalau saja Dara tak menghentikannya mungkin Bima udah keblabasan.


"Iya sayang hampir aja keblabasan, kamu mensnya udah selesai belum sih sayang?" tanya Bima yang sudah menginginkan istrinya.


"Mmmmm, mungkin hari ini udah bersih" jawab Dara dengan wajah merona malu.


"Ya udah kamu siap siap aja kalo gitu" ujar Bima yang memberi kode ke istrinya tapi Dara pura pura gak ngerti, Dara terlalu malu untuk membahas hal itu.


"Siap siap buat apa mas pergi ke bali?"


"Iya sayang besok pagi kan kita berangkat, pas banget kamu dah selesai"


"Ih mas apaan sih me**um banget" ujar Dara dengan memukul lengan suaminya.


"Me**um sama istri sendiri ini boleh kan"


"Ya iya udah katanya mau meeting ntar telat loh"


"Iya ya sayang aku miting dulu ya" ya begitulah kalau istrinya ikut ke kantor bisa bisa Bima bukannya kerja malah ngerjain istrinya๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


Setelah mengatakan itu Bima langsung keluar dari kamar pribadinya dan ternyata dia sudah di tunggu sama Revan dan asisten Edo di ruanganya.


"Gila di tungguin dari tadi juga patesan lama orang lagi *** *** ternyata" celetuk Revan kala melihat Bima sudah keluar dari ruangan pribadinya, hanya Revan yang berani ngomong se enaknya sama Bima yang lain mana berani.


"Brisik banget sih lo van, dah ayo jadi meeting gak" ujar Bima yang udah jalan duluan sedangkan Revan dan Edo segera mengekorinya dari belakang.


"Ye dari tadi juga kita nungguin lo buat meeting kali" balas Revan dengan kesal tapi Bima tak menghiraukan ocehan dari Revan.


๐Ÿ’—โค๏ธ๐Ÿ’—


hayo nanti malam pertama bima dan dara mau di sensor aja apa gimana?


komen ya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


SUPAYA AUTHOR SEMANGAT UPNYA


__ADS_2