
Akhirnya Bima sampai juga di restoran yang adiknya maksud tanpa menunggu lama Bima langsung masuk.
" Dek kamu tidak apa apa kan kok wajah kamu pucet banget kaya gini" ujar Bima setelah memasuki privat room.
"Kak Bima "Sena langsung memeluk kakaknya karena ketakutan, sedangkan Reynan diam mematung malihat teman kuliahnya dulu masuk ke ruangan yang telah dia pesan, bahkan temannya terlihat sangat menghawatirkan gadis yang sedang bersamanya.
" Bima" panggil reynan dalam hati.
" Kak tadi sena tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang dan orang itu hpnya jatuh dan rusak terus sena di suruh ganti rugi, Sena juga di tarik paksa ke sini" jelas Sena, seketika Bima melihat seorang lelaki yang dia kenal tadinya Bima tidak memperhatikan adanya orang lain di ruangan itu karena terlalu khawatir dengan keadaan adiknya.
"Rey " panggil Bima yang merasa terkejut melihat teman kuliahnya dulu berada di ruangan itu.
"Iya ini gue Bim" Reynan langsung berdiri menyambut pelukan ala sahabatnya setelah Bima melepaskan pelukan adiknya.
Sena jadi bengong pasalnya kakaknya bukannya marah malah menyambut pria itu dengan hangat.
" Lo apa kabarnya Rey? gila lama banget gak ketemu ya, terakhir saat kita wisuda barengkan" ujar Bima yang merasa seneng ketemu sahabat lamanya, ya Reynan adalah sahabatnya juga bareng Aldi dan lainnya cuma waktu itu Reynan langsung pindah ke luar negeri ikut orang tuanya.
" Kabar gue baik Bim, gila lo makin ganteng aja Bim pasti makin banyak nih cewek cewek yang ngejar lo" Seloroh Reynan pasalnya dulu memang Bima yang di gandrungi banyak wanita bahkan di juluki pangeran kampus.
" Bisa aja lo Rey, lo juga nih dulu agak culun sekarang wihhh bikin pangling makin maco, makin cool makin tambah ganteng pasti sekarang cewek lo banyak nih" kata Bima yang sudah duduk di sebelah Reynan, ya dulu memang diantara Bima dan yang lainnya Reynan yang agak terlihat culun dan kutu buku tapi sebenernya Reynan itu tampan cuma penampilannya aja yang agak culun.
" Kakak mengenalnya?" tanya Sena yang melihat kakaknya malah terlihat akrab.
" Owh iya dek sini" Bima menepuk kursi di sampingnya pertanda Sena di suruh duduk di sampingnya, dan Sena pun menurut untuk duduk di samping kakaknya. " Owh ya Rey kenalin ini adek gue namanya Sena" ujar Bima memperkenalkan adiknya.
"Ja....jadi ini Adik lo Bim? Hay kenalin aku Reynan " Reynan mengulurkan tangannya ke hadapan Sena, tapi Sena ragu untuk menjabat tangannya hingga sang kakak menyenggol lengannya berharap adiknya menyambut uluran tangan temannya.
" Sena " dan Sena menjabat uluran tangan tangan Reynan, sena melakukan itu untuk menuruti kakaknya andai saja bukan karena kakaknya mana mau Sena.
Reynan sempat tak menyangka bahwa dulu gadis kecil yang pernah Bima bawa sekarang tumbuh menjadi seorang gadis cantik.
" Owh iya ini sebenernya kalian ini ada masalah apa, sampai Sena menelfonku kemari" Bima sampai lupa menanyakan itu karena begitu seneng bertemu sahabat lama.
" Eh sebenernya gak pa pa kok Bim cuma salah paham saja tadi" jawab Reynan dan Sena yang mendengar itu serasa tidak terima pasalnya teman kakaknya tadi bahkan menyeretnya masuk ke dalam privat room dan itu membuat Sena ketakutan.
__ADS_1
" Dia bohong kak tadi bahkan dia sampai nyeret aku masuk ke dalam sini dan ngotot minta ganti rugi hpnya yang retak itu" balas Sena tak mau kalah. " Enak aja mentang mentang ada kakaknya berubah jadi baik tadi aja ngotot banget ,.....sialan" batin sena.
" Sorry brow bukan maksud gue begitu bagi gue cuma masalah phonsel mah kecil tinggal beli lagi" ujar Reynan yang tak mau Bima tau tadi dia sempat menindas adiknya. " Gue tadi cuma pura pura memperpanjang masalah aja abis adik lo cantik banget dan jujur gue tertarik Bim" Bisik Reynan di telinga Bima supaya tak di dengar oleh Sena.
" Eh ngapain pakai bisik bisik, Dia bohong kak tadi aja waktu belum ada kakak dia menindasku" ucap Sena dengan menggebu gebu.
" Eh lo jangan macem macem ya sama adik gue berani banget lo" ujar Bima melotot mendengar temanya tertarik dengan Sena , pantas saja tadi adiknya ketakutan sampai wajahnya memucat ternyata temannya ini menindas adiknya dengan alasan supaya bisa lebih dekat dan bisa lebih lama bersama adiknya.
" Sorry Bim lo tau sendirikan bagaimana gue, gue tu paling susah buat suka sama perempuan entah kenapa melihat adik lo gue langsung tertarik" Bisiknya lagi.
" Eh lo kan udah lama hidup di luar negeri gue tau ya bagaimana bebasnya kehidupan di sana tau aja lo udah berubah, lagian adek gue punya trauma jadi jangan buat di ketakuatan" balas Bima dengan berbisik.
" Ih kalian berdua nyebelin malah pada bisik bisik, kalau begitu lebih baik aku pulang aja" Sena ingi beranjak dari sana tapi Bima dengan sigap menahanya.
" Eh dek mau kemana Bentar dulu tungguin kakak sekalian nanti kakak anterin pulang" Tapi sena tetep kekeh tidak mau, Sena ingin segera pulang saja dari pada di cuekin lagian kakaknya malah asyik sendiri dengan temannya.
" Ya udah deh brow gue duluan ya nanti lo hubungin gue ya" ujar Bima sambil menyerahkan kartu namanya.
" Yah Bim kenapa buru buru banget sih, kita bisa makan makan dulu nih" padahal Reynan masih ingin melihat wajah cantik Sena.
" Temen kak Bima itu nyebelin banget ya udah dua kali lo aku berurusan sama dia, tadi sebelum ada kak Bima aku di tindas kak bahkan tangan ku di tarik dengan paksa kedalam restoran itu, terus gak di bolehin pergi sebelum aku mengganti hpnya yang rusak itu, padahal itu bukan salah aku sepenuhnya dia juga salah jalan gak pakai mata, dia itu jalan sambil main hp makannya nambrak Sena" Celoteh Sena tanpa henti karena kesal, melihat tingkah adiknya Bima jadi gemes, Bima mengacak rambut adiknya. "Ih kak Bima jangan di berantakin dong" ujarnya sambil merapikan rambutnya kembali.
" Kamu itu jangan begitu ntar suka lagi" Seloroh Bima.
" Aku suka sama dia?" tanya Sena dengan menunjuk dirinya sendiri. " gak ya kak lagian dia itu sepertinya benci banget sama Sena."
" Sok tau, kalau ternyata dia suka sama kamu gimana?" tanya Bima balik.
" Kak Bima ngaco ya gak mungkinlah"
" Terkadang yang kelihatannya baik belum tentu baik dan sebaliknya bisa ajakan dia melakukan itu hanya alasan aja supaya bisa dekat dengan kamu, lagian nih ya dia itu udah kaya utuk masalah hanphon mah kecil baginya" ujar Bima.
"masak sih dia suka sama aku eh tapi dia ganteng sih sebenernya lebih ganteng dari vian malah dia juga dewasa ,gagah kern lagi" Batin Sena.
" Hayo mikirin apa kamu " Kata Bima yang melihat adiknya malah melamun.
__ADS_1
" E....enggak kok Sena gak mikirin apa apa" tiba tiba hp Bima berdering ternyata Edo yang menelfonnya.
"Iya halo do" jawab Bima.
" Maaf tuan 30 menit lagi ada mitting tuan dimana?" tanya Edo pasalnya tadi Bima emang main pergi aja karena khawatir dengan adiknya.
" Iya Do gue hampir aja lupa, gue segera balik sekarang" ujar Bima yang langsung mematikan sambunagn telfonnya.
" Dek kita langsung ke perusahaan ya, kakak lupa kalau ada mitting" kata Bima memberi tahu.
" Ih kak Bima masak sena ikut ke perusahaan sih, gak mau ah lagain di sana mau ngapain coba" tolak Sena.
" Sekali kali kamu temenin kakak kerja okey, lagian waktunya gak cukup dek kalau harus ngaterin kamu pulang dulu" dan mau gak mau Sena ikut ke perusahaan.
Setelah sampai di perusahaan Sena berjalan berdampingan dengan kakaknya bahkan Sena begelayut manja dilengan kakaknya dan Bima tidak menolaknya Bima membiarkan adiknya bersikap manja padanya Bagi Bima, Sena itu tetaplah adik kecilnya, dan mareka berdua malah seperti terlihat sepasang kekasih.
" Duh enak banget sih jadi adeknya tuan Bima"
" Iya, katanya tuan Bima itu sudah beistri kira kira siapa ya wanita yang sudah beruntung itu"
" Uh jadi patah hati aku"
kira kira begitulah celotehan para karyawan yang melihat Bima berjalan dengan adiknya.
" Dek kakak mitting dulu ya kamu tunggu aja kakak di sini kalau perlu sesuatu bilang saja sama Desi di depan" kata Bima setelah sampai di ruang kerjanya dan Sena hanya mengiyakannya.
Bima sekarang agak kerepotan karena Revan sudah memegang perusahaan ayahnya sendiri dan Bima belum mendapat gantinya, semua laki laki yang melamar tidak ada yang cocok dengan kriterianya kalau wanita Bima males.
Setelah Bima pergi Sena berkeliling melihat ruang kerja kakaknya yang sekarang agak sedikit berbeda mungkin karena ada foto foto kakak iparnya yang di taruh Bima di atas meja kerjanya.
" Uh Romantis sekali sih kak Bima" ujar sena yang melihat foto di dalam laci kerja kakaknya di dalam foto itu kakaknya tengah mencium mesra bibir istrinya. " mudah mudahan rumah tangga kak Bima bisa langgeng sampai maut memisahakan lagian kak Dara itu cocok banget dengan kak Bima selain cantik dia juga baik gak kaya nenek lampir itu, rasainkan sekarang masuk penjara" kata Sena berbicara sendiri.
Walaupun Dara usianya lebih muda dari Sena tapi Sena memanggilnya kakak ya karena Dara sudah menjadi kakak iparnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1