
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGGALKAN JEJAK KALIAN
💗❤️💗
di pagi hari bella masih tidur dengan nyenyak di atas ranjang tapi tiba tiba perutnya terasa mual dan itu mengganggu bella dari tidurnya, mau gak mau bella harus bangun dan langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya cukup lama bella muntah muntah di kamar mandi sampai wajahnya menjadi pucat dan badannya terasa lemes bahkan kepalanya mendadak terasa pusing.
" aduh apa aku sakit ya kepalaku kok tiba tiba pusing banget, lebih baik aku balik istirahat lagi aja deh" gumam bella yang kembali tidur di ranjang.
sedangkan di meja makan mamah, papahnya dan riska sudah menunggu bella buat sarapan pagi bersama.
" ris kakak kamu mana tumben belum turun buat sarapan? " tanya mamahnya ke riska.
" riska juga gak tau mah coba riska panggil ya mah" jawab riska.
" papah langsung berangkat ya soalnya ada mitting pagi" kata papahnya pamit pergi ke kantor .
" iya pah, papah hati hati ya" jawab mamahnya yang langsung mencium punggung tangan suaminya begitupun dengan riska yang menyalami papahnya terlebih dahulu sebelum memanggil kakaknya.
"ya udah mah biar riska panggil kak bella dulu" kata riska setelah papahnya itu sudah pergi ke kantor.
" iya sayang kamu coba lihat ya kakak kamu karena gak biasanya dia gak turun buat sarapan" jawab mamahnya dan riska pun langsung naik ke atas dan mengetuk kamar kakaknya terlebih dahulu.
"tok.......tok......tok....kak kak bela gak sarapan? udah di tunggu mamah tuh" kata riska memanggil kakaknya tapi gak ada sautan dari dalam kamar, karena gak ada jawaban jadi riska memutuskan masuk aja ke dalam kamar kakaknya.
ceklek.....riska masuk ke dalam kamar kakaknya dan riska melihat kakaknya itu masih tidur bergelung di bawah selimut lalu riska menghampiri kakaknya ke ranjang.
" kak bangun udah siang kakak gak ada pemotretan?" tanya riska sambil menggoyangkan punggung kakaknya.
" nggak ris kepala kakak pusing banget." jawab bella.
" kakak sakit?" kata riska yang terus menyentuh kening kakaknya dengan telapak tangan.
" kakak gak pa pa ris kalian sarapan aja dulu badan kakak juga gak panas cuma kepalaku saja yang pusing."
" ya udah nanti biar riska nyuruh pelayan buat membawa makanan kakak kesini ya terus nanti kakak minum obat biar sembuh"
" iya ris" jawab bela dengam lemah.
" ya udah kalo gitu riska mau ke kampus dulu" kata riska yang langsung keluar dari kamar kakaknya dan turun ke bawah.
" gimana sayang mana kakak kamu?" tanya mamahnya setelah riska turun ke bawah.
"kak bella gak ikut sarapan mah katanya kepalanya pusing nanti biar bibik saja yang mengantar mamakanan buat kak bela " jawab riska.
" kakak kamu sakit? " tanya mamahnya.
__ADS_1
" katanya sih kapalanya aja yang terasa pusing mah katanya buat istirahat nanti juga sembuh, ya udah aku suruh minum obat saja setelah sarapan, riska pergi ke kampus dulu ya mah" pamit riska ke mamahnya dan tak lupa riska juga mencium punggung tangan mamahnya sebelum pergi ke kampus.
" iya sayang kamu hati hati ya"
" iya mah" jawab riska.
💗❤️💗
sekarang citra sedang berada di rumah handoko karena bosnya itu yang menyuruhnya datang, awalnya citra bingung kenapa dia di suruh datang ke rumah bosnya, tapi setelah bosnya bilang bahwa vian ingin bertemu dan handoko juga mengatakan bahwa vian itu anaknya, karena penasaran akhirnya citra datang ke rumah bosnya handoko untuk menemui vian citra ingin tau apa yang ingin vian bicarakan padanya.
" citra akhirnya kamu datang juga " kata vian menyapa citra yang sedang duduk di ruang tamu menunggu dirinya, seketika citra kaget dengan keadaan vian.
" vian kamu kenapa? kok tangan kamu dua duanya di gips dan muka kamu juga babak belur kamu habis berantem?" tanya citra penasaran dengan apa yang terjadi sama vian dan vian hanya menggelengkan kepalanya.
" aku gak pa pa kok cit maaf ya udah merepotkanmu untuk datang kesini."
" jadi kamu itu ternyata bener ya anaknya pak handoko direktur di perusahaan tempatku bekerja?" tanya citra.
" iya cit maaf ya aku yang menyuruh papahku supaya kamu datang kesini, soalnya kalo aku menyuruh aku tau pasti kamu tak akan mau datang."
" memangnya kamu mau ngomongin apa sih yan sampai nyuruh aku datang kesini."
" begini cit aku ingin bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakuin sama kamu." kata vian.
" maksudnya tanggung jawab apa ya yan?" tanya citra yang bingung dengan maksud vian.
" udahlah yan masalah itu gak usah di bahas lagi, lagian bagaimanapun juga tidak bisa membuatnya kembali seperti semula."
" aku ingin bertanggung jawab dengan menikahi kamu cit" kata vian tulus.
" apa?....kamu bercanda apa gimana yan kamu fikir berumah tangga itu sesuatu yang mudah bahkan kamu saja masih kuliah soal umur aja tuaan aku, yah walaupun kamu kaya tapi gak mungkinkan kamu menafkahiku dengan meminta sama papah kamu" jawab citra ragu dengan apa yang vian katakan.
" aku gak bercanda aku serius cit aku ingin menikahimu dan soal aku yang masih kuliah kamu gak usah khawatir aku bisa kuliah sambil kerja demi menafkahimu, soal umur tak jadi masalah kita hanya selisih sedikit."
" bagaimana bisa kita gak saling cinta yan."
" aku akan belajar mencintaimu, sejujurnya aku sudah ada rasa sama kamu cit."
" bukanya kamu itu punya pacar ya yan terus bagaimana dengan pacar kamu?" tanya citra.
" aku sebenernya pacaran sama dia awalnya hanya taruhan dengan temanku ." jawab vian jujur.
" kamu bener bener gila tau gak kamu fikir perasaan bisa buat mainan apa" kata citra kesal dengan jawaban vian.
" iya aku tau cit kamu lihat aku sekarang, ini akibat dari kesalahanku sendiri, makannya mulai sekarang aku gak mau lagi mempermainkan wanita, aku janji aku akan berubah cit aku akan berusaha menjadi suami yang baik buat kamu" kata vian yang berusaha meyakinkan citra.
" mmm gimana ya yan jujur di hati aku masih ada kenzo, tapi aku udah gak mungkin bersamanya lagi aku dah menghianatinya."
__ADS_1
" aku akan menghapus nama kenzo di hati kamu, dan tolong kamu juga harus belajar mencintai aku dan melupakan kenzo" pinta vian sama citra berharap citra setuju.
" gimana nih apa aku terima saja ya untuk menikah dengan vian, siapa tau dengan begitu aku bisa melupakan kenzo sepenuhnya, lagian kan memang vian yang sudah mengambil kesucianku jadi wajar kalo dia bertanggung jawab dengan menikahiku" gumam citra dalam hati.
" hallo....kok malah bengong sih kamu" kata kenzo yang langsung menyadarakan lamunan citra.
" eh iya....."kata citra yang tersadar dari lamunannya.
" kamu mau kan menikah sama aku?" tanya vian.
" okey ....tapi dengan syarat" jawab citra.
" apa syaratnya?" tanya vian.
" yang pertama setelah kamu menikah denganku kamu gak boleh berhubungan dengan wanita lain intinya kamu harus setia, yang ke dua jangan pernah kasar sama aku, dan yang ketiga kamu harus bisa menafkahi aku walaupun kamu masih kuliah."
" okey aku penuhi semua syaratmu itu, jadi diel ya?"
" okey diel" kata citra menyetujuinya.
" besok kita langsung menikah" kata vian yang membuat cita kaget.
" apa besok????..... kamu gila apa gimana gak secepat itu juga kali yan."
" gak bisa cit kita harus menikah besok dan lusa kamu ikut aku ke singapura kita akan tinggal di sana" kata vian yang membuat citra menganga tak percaya.
" kenapa harus pindah ke singapura kenapa gak di sini saja? " tanya citra dan vian akhirnya menceritakan sumua yang terjadi tanpa terlewatkan.
" jadi begitu cit, jadi besok kita akan menikah lalu kita akan tinggal di singapura, ya memang nggak ada pesta, tapi kamu tenang saja kita menikah secara hukum dan agama mungkin hanya saudara saja yang datang tak ada tamu undangan karena ini mendadak" terang vian ke citra.
" apa ini keputusan yang benar ya tuhan, apa dengan aku yang tinggal di singapura itu akan jauh lebih mudah melupakan kenzo karena kemungkinan sangat kecil untuk bertemu, dengan begitu aku akan lebih mudah melupakannya" gumam citra dalam hati.
" iya aku mau yan siapa tau dengan begitu aku akan lebih mudah melupakannya" jawab citra setuju dengan keputusan vian.
" dan aku akan membantumu untuk melupakannya akan aku pastikan nama kenzo di hati kamu akan berubah menjadi namaku" kata vian dengan sungguh sungguh.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA YA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA
__ADS_1