
SELAMAT MEMBACA
Pagi ini orang orang suruhan Bima sudah mulai beraksi sebagian mendatangi rumah yang seharusnya milik Dara dan yang sebagian pergi ke perusahaan milik jonathan yang di pegang kendali oleh Arya pamannya Dara.
Santi dan Rena kaget karena rumahnya di datangi beberapa orang laki laki yang bertubuh besar, tinggi dan kekar dan mereka semua memakai jas Hitam seperti pengawal.
" Maaf anda siapa ya? dan mau apa datang kemari?" tanya Santi yang heran dengan kedatangan mereka.
"Kami kemari untuk memberitahu anda untuk segera mengosongkan rumah ini, karena rumah ini bukan milik kalian" ujar salah satu orang suruhan Bima dengan wajah sangarnya.
" Enak aja main suruh kita pergi dari sini memang kalian ini siapa?" saut Rena tak terima.
" Kami orang yang di utus oleh pemilik rumah ini untuk segera mengosongkan rumah ini" jelas orang suruhan Bima.
" Hahaha jangan bercanda ya kalian, jelas jelas ini rumahku" ujar Santi.
" Apa buktinya kalau ini rumah kalian?" tanya orang suruhan Bima, lalu Rena dan mamahnya saling pandang bingung mau ngasih bukti apa karena rumah itu milik jonathan.
" Lantas siapa orang yang sudah mengutus kalian kemari?" tanya santi penasaran siapakah orang yang sudah berani mengusiknya.
" Iya siapa yang sudah menyuruh kalian?" tanya Rena ikut menimpali, lalu orang suruhan Bima memberikan bukti berupa sertifikat rumah atas nama Dara sebagai bukti bahwa rumah itu bukan milik Rena dan Santi.
" Ini bikti bahwa rumah ini memang bukan milik kalian" ujar orang suruhan Bima dengan menyodorkan sertifikat rumah dan santi pun menerimanya lalu membuka dan membacanya.
"A....apa? Dara bagaimana bisa" ucap Santi tak percaya bagaimana bisa sertifikat itu sekarang sudah atas nama Dara, tampaknya Santi lupa siapa itu Bima sanjaya.
" Apa mah Dara?" tanya Rena dengan merebut sertifikat itu.
" Iya kalian tidak berhak tinggal di sini karena rumah ini bukan rumah milik kalian melainkan milik Dara jadi Dara yang lebih berhak" ujar Bima yang tiba tiba Datang, sebenernya Bima ikut dengan anak buahnya cuma Bima minta anak buahnya untuk mengatasinya duluan sementara Bima menunggu di dalam mobil sambil melihat bagaimana reaksi Santi dan anaknya karena arya pasti sudah betangkat ke kantor.
" Tu.....tuan Bima, tidak tuan ini rumah saya bukan milik Dara" kata Santi masih saja mengelak.
" Owh iya? kalian jangan coba coba bermain main denganku ya, saya sudah tau semuanya bahwa semua harta, aset serta perusahaan yang kalian kuasai itu milik tuan jonathan dan berarti itu semua milik Dara karena tuan jonathan dan istrinya sudah meninggal dan Dara anak satu satunya yang berhak mewarisinya" Jelas Bima.
" Tidak tuan jangan mengada ngada ya! mungkin saja sertifikat itu palsu" ujar Santi tak terima.
" Iya tuan semua ini punya kami dan dari hasil jari payah papahku bagaimana bisa jadi milik Dara" kata Rena juga yang masih berusaha mengelak.
"Sertifikat ini asli kalian bisa memeriksanya, dan jangan kira saya tidak tau ya bahwa kalian selama ini sudah merampas hak anak yatim piatu dan gak hanya itu kalian juga kadang menganiayanya bahkan mencaci makinya dan kalian juga sudah menjadikannya seperti pembantu di rumahnya sendiri, aku punya bukti buktinya dan aku juga bisa menjebloskanmu ke penjara, kalian mau mendekam dalam penjara? bahkan aku bisa membuat kalian membusuk dalam penjara" perkatan Bima membuat Santi dan Rena ketakutan.
" Bagaimana ini mah?" bisik Rena ke mamahnya.
" Mamah juga gak tau Ren, kita harus bilang ke papah kamu ini" ujar mamahnya dengan berbisik pula.
__ADS_1
" Maaf tuan Daranya mana ya kami harus bicara dengan Dara soal ini, kita bisa bicarakan ini secara baik baik" Kata Santi yang sudah ketakutan sama gertakan Bima.
" Dara sudah menyerahkan masalah ini padaku karena Dara sedang hamil dan harus banyak istirahat, dan kalian mau bicara secara baik baik?" tanya Bima dengan senyum miringnya, bisa bisanya mereka berbicara begitu tanpa rasa malu, Bima tau pasti Santi dan Rena ingin mengiba sama istrinya supaya di kasihani. " bicara baik baik bagaimana yang kalian maksud, kalian ingin minta maaf dan berharap Dara memaafkan kalian, dengan begitu kalian berharap masih bisa tinggal di sini dan menikmati harta yang seharusnya bukan punya kalian begitu?" ujar Bima lagi.
"Bu.....bukan begitu tuan" kata santi yang belum selesai tapi sudah di potong sama Bima.
" kalau bukan begitu lantas bagaimana, sekarang gini saja kalian pilih secepatnya mengosongkan rumah ini atau saya urus lewat jalur hukum" ujar Bima memberi pilihan.
" tolong kasih kami waktu tuan" kata Santi.
" Okey saya kasih waktu sampai besok kalau kalian belum pergi juga, orang orang saya yang akan mengusir kalian dari sini" ujar Bima telak.
" tolong tuan jangan secepat itu, kami juga harus mencari tempat tinggal dulu" kata Santi dengan mengiba.
" Iya tuan kami mohon jangan besok paling enggak sampai kita punya tempat tinggal" mohon Rena.
Bima sudah tak mau mendengar rengekan Santi dan Rena. "Kalian awasi mereka di sini kalau sampai besok mereka belum juga pergi dari sini usir saja secara paksa" suruh Bima sama para anak buahnya, setelah mengatakan itu Bima langsung pergi meninggalkan tempat itu.
" Bagaimana ini mah, kenapa bisa jadi begini sih mah" Ujar Rena yang takut kalau sampai bener akan di usir dari rumah itu.
"Mamah juga bingung Ren! kalau cuma di usir, kalau Dara menuntut kita bagaimana kita pasti akan di penjara" kata Santi yang merasa takut juga, apa lagi yang di hadapi gak cuma Dara aja sekarang tapi tuan Bima orang yang paling berpengaruh di negara ini.
" Rena gak mau di penjara mah" rengeknya.
" Iya mah Rena telfon papah sekarang" ujar Rena yang langsung mengambil hpnya di dalam saku celana dan langsung menghubungi papahnya tapi telfon Rena tak di angkat sama papahnya, sudah berulang kali Rena menelfon papahnya tapi tetap tak di angkat. " Aduh mah telfonnya gak di angkat sama papah" ujar Rena dengan panik.
"Apa kita susul papahmu aja ya di perusahaan" usul Santi, tapi belum sempat Rena dan Santi pergi papahnya sudah pulang.
" Papah " panggil santi dan Rena bersamaan.
" Gawat mah, papah sudah gak bisa lagi masuk ke perusahaan itu, tadi ada orang suruhan Bima dan Dara yang melarang papah masuk ke kantor lagi, Dara sudah tau kalau semua harta, aset dan perusahaan itu milik papahnya dan sialnya lagi semua aset yang jonathan miliki sudah atas nama Dara dan kepemimpinan perusahaan juga sudah di alihkan ke Dara" jelas Arya yang membuat Rena dan Santi shok.
" Apa pah kok bisa sih" kata Rena tak percaya.
" Iya Bisalah Ren yang kita hadapi itu bukan orang sembarangan, papah bener bener gak tau kalau tuan Bima sudah mengetahui soal itu sejak lama" jawab Arya.
" Terus nasib kita gimana pah?" tanya Santi yang sudah kebingungan.
" Entahlah mah, papah juga gak tau" jawab Arya, yang merasa pusing karena belum siap hidup susah.
"Tadi tuan Bima kemari pah kita di beri waktu sampai besok untuk mengosongkan rumah ini, kalau tidak kita akan di usir secara paksa sama mereka" ujar Santi sambil menunjuk orang orang Bima yang berjaga di situ.
" Kita akan tinggal di mana pah" kata Rena ikut menimpali.
__ADS_1
" Tuan Bima juga mengancam akan menuntut kita pah" Adu santi.
" Ya mau gak mau kita harus secepatnya pergi dari sini mah, kita bisa ngontrak dulu untuk tempat tinggal kita dan mulai sekarang kita harus hemat " ujar Arya yang sudah frustasi.
Akhirnya mereka mulai mengemasi semua barang barang mereka dan setelah selesai mereka keluar dari rumah itu, awalnya mereka akan pergi dengan mengendarai mobil tapi orang orang Bima melarangnya atas suruhan Bima pastinya, anak buah Bima mengatakan bahwa mobil itu juga bukan haknya karena mobil itu di beli bukan dengan uangnya sendiri, dan akhirnya mereka bertiga terpaksa pergi dengan menaiki taxy.
Mereka memutuskan mencari kontrakan sederhana dengan sisa uang yang mereka miliki, sudah untung Dara tidak meminta barang barang berharga yang mereka miliki jadi mereka bisa untuk bertahan hidup beberapa bulan kedepan dengan tabungan dan perhiasan yang mereka miliki dan mereka juga masih bisa membawa baju bermerk mereka untuk mereka kenakan.
Tapi ya tetep aja kalau mereka gak bekerja uang mereka lama lama juga bakal habis untuk kebutuhan sehari hari.
" Ren kamu kan sudah lulus kuliah, kamu bisa lamar pekerjaan gak mungkin kita hanya bersantai santai saja lama lama uang kita juga bakal habis" ujar Santi memperingatkan anaknya setelah mereka memdapatkan kontrakan untuk mereka tinggali.
" Iya bener apa kata mamah kamu Ren, kamu bisa mulai melamar pekerjaan dan papah juga akan berusaha mencari pekerjaan" kata Papahnya ikut menimpali.
" Iya mah, pah nanti Rena akan coba buat lamar pekerjaan" jawab Rena terpaksa, dan Rencananya Rena akan melamar di perusahaan raksasa milik keluarga sanjaya karena di sana gajinya terkenal besar.
" Dara bener bener keterlaluan pah sama kita beraninya ngajuin suaminya kenapa gak dia sendiri aja yang bilang ke kita, kenapa mesti tuan Bima" gerutu Santi dengan kesal.
"Iya tuh mah, sama saudara sendiri keterlaluan banget, masa kita di usir" saut Rena tak kalah kesalnya karena sekarang dia tinggal di kontarakan sederhana jauh dari kesan mewah, biasa tinggal di rumah gedongan sekarang terpaksa tinggal di kontrakan yang sempit.
" Ah udahlah papah capek, lagian ini juga salah kita yang memperlakuakan Dara seperti pembantu mending pembantu dapat gaji lah dia gak dapat gaji malah harus kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhannya belum lagi dapat cacian dari kita" ujar Arya yang sekarang merasa bersalah sama Dara.
" Kok papah jadi ngebelain Dara sih pah" kata Rena tak terima.
"Iya pah " saut Santi juga.
" Ya kalian coba pikir dong seandainya kalian di posisi Dara apa yang akan kalian lakukan masih untung kita gak di penjara, puluhan tahun kita memperlakukannya dengan tidak baik" kata Arya yang lalu pergi ke kamar meninggalkan istri dan anaknya.
" Iya juga sih Ren kita yang salah, puluhan tahun Dara bertahan hidup walau kita memperlakukannya seperti pembantu padahal kita saudara" ujar Santi setelah suaminya pergi, Santi mikir bahwa perkataan suaminya ada benernya.
"Iya juga sih mah kalau Rena pasti udah gak mau" Rena juga membenarkan perkataan mamahnya, ya biasalah ya kalau dah seperti itu baru menyesal karena penyesalan selalu datang belakangan.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1