
SELAMAT MEMBACA
******
Malam harinya saat Elvan sedang mandi Najwa dengan sigap mengambilkan baju ganti untuk seoarang laki laki yang sudah sah menjadi suaminya, setelah Najwa selesai menyiapkan baju ganti untuk Elvan gak lama Elvan sudah selesai dengan mandinya, Elvan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan selembar handuk yang di lilitkan di pinggangnya Najwa yang melihat pemandangan itu jadi merona malu, sebelumnya Najwa belum pernah melihat seorang laki laki yang bertelanjang dada.
Menurut Najwa Elvan itu adalah laki laki yang sangat tampan dan gagah terbukti perutnya saja seperti roti sobek cuma ya itu suaminya itu agak dingin dan cuek dan satu lagi tidak menaati ajaran agama nah itu Najwa harus membimbingnya sedikit demi sedikit supaya nanti bisa bersama menuju ke jannahnya.
"Mas Elvan ini baju gantinya" ujar Najwa dengan menyerahkan baju ganti buat suaminya.
"Kamu itu gak perlu repot repot mengambilkannya karena aku bisa mengambilnya sendiri" jawab Elvan yang menerima baju ganti dari Najwa.
"Ya gak pa pa mas kan sekarang aku sudah menjadi istrimu sudah kewajibanku untuk melayanimu" ujar Najwa dengan tersenyum manis.
Sebenernya Elvan itu gemes banget dengan wanita yang saat ini sudah menyandang menjadi istrinya tapi Elvan mendadak merasa kesal mengingat Najwa yang pernah di ta'arufkan dengan gus ikhsan, Elvan beranggapan kalau Najwa terpaksa menikah denganya mengingat kemarin saat Elvan melihat tatapan dari gus ikhsan yang seakan tidak rela jika Najwa menikah dengannya.
"Melayaniku? jadi kamu mau melayaniku hem?" tanya Elvan dengan senyum miringnya.
"Iya memangnya ada yang salah ya mas?" tanya Najwa dengan bingung karena Elvan kini semakin melangkah mendekatinya.
"Apa termasuk melayaniku di atas ranjang?" bisik Elvan tepat di telinga Najwa dan seketika itu membuat darah Najwa berdesir.
"I....ya a...aku kan sudah sah menjadi istrinya mas Elvan jadi itu juga sudah menjadi kewajibanku" jawab Najwa dengan gugup karena posisinya sekarang sangatlah dekat dengan Elvan.
"Bukannya kamu itu sangat mengharapkan siapa itu yang namanya ikan ikan untuk menjadi suamimu, jangan sampai ya kamu melayani diriku dengan membayangkan dirinya" ujar Elvan yang membuat Najwa sangat terkejut akan perkataan dari suaminya bisa bisanya suaminya itu berfikiran begitu.
Padahal Najwa tidak ada fikiran untuk kesana sama sekali, Dengan kesal Najwa mencubit perut suaminya.
"Awhhh Najwa sakit tau, kamu berani ya sama aku" ujar Elvan dengan kesal karena Najwa berani mencubitnya padahal selama ini mana ada wanita yang berani mencubitnya.
"Habisnya mas Elvan ngomongnya ngawur banget lagian yang kamu maksud itu namanya gus Ikhsan bukan ikan"
"Ya siapalah itu namanya terserah, pasti sebenernya kamu juga gak relakan karena gak jadi Nikah sama si Ikan itu" balas Elvan.
"Ya ampun mas Elvan Najwa sudah berusaha untuk mengikhlaskannya mungkin dia memang bukan jodohnya Najwa" ujar Najwa yang memang sudah menerima dan mengikhlaskan semua yang terjadi dengannya dan mungkin Elvan lah jodoh yang sudah dikirim allah untuknya.
"Ya udah sekarang buktiin kalau kamu memang mau melayaniku dengan baik"
Elvan mulai melepas hijab yang di kenakan oleh Najwa sehingga membuat Najwa deg dengan benarkan suaminya itu mau dilayani di atas ranjang saat ini juga.
Elvan mulai meraba bibir merah merona milik Najwa dengan ibu jarinya, Elvan masih ingat betul saat malam itu saat Elvan menyesapnya dan ********** rasanya sungguh manis dan Elvan sekarang menginginkannya lagi, sebagai seorang laki laki dewasa yang baru merasakan manisnya berc1nT4 wajar bila Elvan menginginkannya lagi dan lagi apalagi kalau Elvan mengingat kejadian malam itu Elvan jadi ingin mengulangnya lagi.
Elvan mulai mendekat kan bibirnya ke bibir merah merona milik Najwa dan selanjunya
__ADS_1
CUP
Elvan mencim bibir itu sedangkan Najwa hanya bisa pasrah dengan apa yang Elvan lakukan lagian dia sudah sah menjadi istrinya Elvan sudah kewajibannya untuk melayaninya.
Setelah itu Elvan mulai membuka baju muslim yang di kenakan oleh Najwa lalu Elvan membuangnya secara asal, Setelah itu Elvan mendorong tubuh Najwa hingga jatuh ke atas ranjang lalu Elvan segera merangkak di atasnya.
"Tunggu mas" cegah Najwa kala Elvan ingin melakukan hal yang lebih.
"Udah ku duga pasti kamu gak mau kan" tebak Elvan yang ingin beranjak dari atas butuh Najwa tapi dengan sigap Najwa langsung menahannya.
"Bukan gitu mas Elvan jangan salah faham dulu dong, Maksud Najwa itu mas Elvan harus berdo' a dulu sebelum melakukannya" ujar Najwa yang menyuruh Elvan untuk membaca do'a terlebih dahulu.
"Aduh Najwa kelamaan lagian aku gak hafal do'a nya"
"Ya udah gini aja mas Elvan ikutin Najwa ya do'a nya nanti setelah ini mas Elvan harus menghafalnya "
"Duh iya iya ribet banget sih"
Walaupun kesal Elvan tetap mengikuti Do'a yang diucapkan oleh Najwa lalu setelah itu barulah Elvan mulai melakukannya, kalau kemaren mereka melakukannya bukan atas dasar dari kemauan dirinya sendiri tapi tidak untuk kali ini, mereka berdua melakukanya atas dasar kemauannya sendiri dan secara sadar bukan dari pengaruh obat seperti kemarin.
Najwa di buat mengerang dan menggeliat manja di bawah kungkungan Elvan, uh sungguh Elvan sangat menikmatinya sampai sampai Elvan melakukannya berulang kali hingga merasa kelelahan.
"Mas Elvan kita mandi dulu yuk nanti baru tidur" ajak Najwa ketika Elvan sudah merasa puas melakukannya, sebenernya Elvan belum puas sih cuma udah capek aja karena Elvan sudah melakukannya sampai tiga ronde.
"Kamu itu ternyata nakal banget ya pakai acara ngajakain mandi lagi emangnya yang tadi masih kurang?" tanya Elvan yang membuat Najwa merona malu.
Akhirnya mereka berdua mandi bersama dan Elvan jadi nambah satu kali lagi saat di dalam kamar mandi setelah acara mandi yang ala ala itu selesai barulah mereka berdua tidur.
Sewaktu tengah malam Najwa terbangun untuk melaksanakan shalat tahajud, Najwa mengambil wudlu terlebih dahulu baru setelah itu melaksanakan salat dua rekaat setelah selesai dengan sholatnya Najwa berdoa'a kepada allah, Najwa meminta kepada allah semoga rumah tangganya selalu dilimpahkan kebahagian tak lupa Najwa juga mendo'akan suaminya supaya Elvan mau menjalani ajaran islam karena Najwa ingin suaminya itu menjadi imamnya ketika sholat, setelah Najwa selesai Najwa kembali tidur lagi di samping suaminya.
Pagi harinya saat Najwa mendengar suara azan subuh berkumandang Najwa segera bangun dan pada saat itu posisi Elvan sedang tidur dengan memeluk tubuhnya dari belakang, uh sungguh nyaman sekali rasanya saat berada di dalam dekapan suaminya.
Najwa mulai menyingkirkan tangan suaminya dari tubuhnya dan setelah itu Najwa berusaha membangunkan suaminya untuk mengajaknya sholat subuh berjamaah.
"Mas ....bangun mas " panggil Najwa dengan menggoyangkan tubuh Elvan tapi gak ada tanggapan dari suaminya, suaminya itu masih terlihat nyenyak dalam tidurnya.
"Mas Elvan ayo bangun" panggil Najwa sekali lagi dengan mengguncangkan tubuh Elvan dengan agak kuat tapi Elvan hanya menggeliat aja, Ternyata susah banget ya membangunkan suaminya itu Najwa sampai di buat geleng geleng kepala.
"Haduh susah banget sih bangunin mas Elvan, harus dengan cara apa ya buat membangunkannya" ujar Najwa dengan berfikir.
setelah agak lama berfikir akhirnya Najwa memilih membangun kan Elvan dengan cara menciumnya, Najwa mulai mendakatkan bibirnya dan selanjutya Najwa menempelkan bibirnya ke bibir milik suaminya, entahlah Najwa gak pandai berciuman Najwa hanya berusaha meniru yang suaminya lakuin di saat suaminya itu menciumnya dan cara itu Akhirnya berhasil untuk membangunkan suaminya.
"Emmmmm Najwa kamu apaan sih malah godain aku" ujar Elvan dengan suara seraknya.
__ADS_1
"Aku gak godain kamu mas, lagian mas El di bangunin susah banget" ujar Najwa, sedangkan Elvan merasa seneng saat Najwa memanggilnya dengan sebutan mas El.
"Memang ada apaan sih aku ngantuk banget"
"Ayo bangun kita sholat subuh bareng ya" ajak Najwa yang sangat berharap suaminya itu mau di ajak sholat.
"Kamu aja sendiri sana yang sholat aku masih ngantuk" jawab Elvan dengan kembali memejamkan matanya.
"Gak bisa pokonya mas Elvan harus bangun dan sholat" ujar Najwa yang tidak mau menyerah, Najwa sengaja menggoda suaminya supaya suaminya itu mau bangun dan sholat.
Najwa mulai meraba raba dada bidang Elvan dengan jari jarinya yang lentik, Najwa berharap Suaminya itu mau bangun tapi tiba tiba Elvan malah menarik Najwa dan menjatuhknya ke ranjang.
"Tadi kamu udah godain aku ya jadi kamu harus tanggung jawab" ujar Elvan kala Najwa sudah berada di bawah kungkungannya.
"Iya Najwa akan bertanggung jawab tapi dengan syarat mas Elvan harus mau sholat" mau gak mau Elvan menganggukan kepalanya pertanda setuju dengan syarat dari Najwa dan Najwa tersenyum dengan lebar kala Elvan menganggukkan kepalanya.
Sebenernya bukan masalah sholatnya tapi masalahnya Elvan udah lama gak melakukan sholat, seingatnya Elvan terakhir kali menjalankan sholat itu sewaktu masih SMP dan Elvan udah agak agak lupa sama bacaanya.
"Sekali aja ya mas nanti takutnya waktu sholatnya habis" ujar Najwa ketika Elvan memulai permainannya tapi Elvan tidak menjawab perkataan dari istrinya itu.
Setelah Elvan sudah melakukannya sekali Elvan ingin mengulangnya lagi tapi Najwa segera mengingatkan. "Mas Elvan udah ya kita mandi dan sholat dulu nanti baru di lanjut lagi, Najwa takut waktunya tidak akan cukup" ujarnya dan mau gak mau Elvan menuruti perkataan istrinya.
Akhirnya mereka mandi bersama dan Elvan malah melakukannya sekali lagi di dalam kamar mandi dan itu sukses membuat Najwa kesal karena Najwa takut waktunya tidak akan cukup, setelah selesai mandi dan berwudlu Najwa segera mengambilkan baju untuk suaminya sholat.
Najwa mengambilkan sarung, baju koko serta peci untuk suaminya.
"Mas Elvan jadi tambah terlihat lebih tampan kalau berpakaian begini" puji Najwa setelah Elvan sudah selesai berpakaian.
" benerkah kalau aku ini tampan? ya jelas lah udah dari dulu kali kalau aku ini sangat tampan kalau enggak mana mungkin dikejar kejar para wanita cantik di luaran sana" ujar Elvan yang lagsung nemdapat hadiah sebuah cubitan dari Najwa, Najwa mencubit perut Elvan yang sudah berlapis baju koko gak bersentuhan kulit jadi gak batal wudlunya.
"Auhhh Najwa sakit, kamu ini kenapa sih suka banget nyubit pada gosong nih perut aku kamu cubitin terus" keluh Elvan dengan mengusap perutnya yang terasa panas akibat cubitan dari Najwa.
"Awas aja ya kalau mas Elvan sampai berani genit genit sama wanita lain di luaran sana akan aku potong nanti punya mas Elvan" ancam Najwa yang reflek membuat Elvan langsung memegang adik kecilnya, ancaman Najwa sungguh membuat nyalinya menciut dan bergidik ngeri membayangkan adik kecilnya di potong.
Baru kali ini Elvan di ancam dengam seorang wanita mana istrinya sendiri lagi sebelumnya mana ada wanita yang berani mengamcamnya.
"Ya udah sekarang kita sholat bareng ya, mas Elvan yang jadi imamnya"
"Bukannya aku gak mau tapi aku agak agak lupa karena udah lama gak melakukannya" ujar Elvan.
"Owh gitu, ya udah deh kali ini kita sholat sendiri sendiri aja tapi lain kali mas Elvan jadi imamnya Najwa ya"
Akhirnya mereka sholat sendiri sendiri karena Elvan menolak menjadi imam, setelah selesai Sholat Najwa segera mencium punggung tangan suaminya dengan ta'zim.
__ADS_1
BERSAMBUNG
MANA LIKE KOMEN VOTENYA BUAT SEMANGATIN AUTHOR