
HAY HAY JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DARI KALIAN YA
AKU KASIH BONUS VISUALNYA RENA DAN BELLA YA
RENA WIBOWO
...BELLA KLARISA...
...Sesampainya di kamar yang khusus di boking...
oleh Wenda, Bima dan Dara tercengang dengan dekorasi kamar tersebut, pasalnya banyak lilin dan kelopak bunga mawar merah yang menghiasi kamar itu, dan juga ada handuk yang di bentuk menyerupai 2 angsa yang sedang berciuman, suasana kamar tersebut serasa benar benar romantis.
Pintu kamar balkon itu terbuka setelah Dara dan Bima menghampirinya ternyata suasananya jauh lebih romantis ada dua buah kursi dan meja serta di atas meja sudah terhidang aneka makanan dan minuman yang di hiasi banyak lilin.
"wah bagus banget mas" ujar Dara yang mengagumi suasanya yang terasa romantis itu.
"Kamu suka?" tanya Bima dan Dara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Ini semua pasti kerjaan mamah Ra, ntar kita tidur di mana ya ra banyak banget bunga dan lilinnya" ujar Bima yang memandangi seluruh sudut kamar tersebut.
"Iya nantikan bisa di singkirkan saja mas"
"Ya udah deh aku mau tiduran di sofa dulu capek, kamu mandi duluan aja Ra"
"Iya mas"
Bima segera mendaratkan tubuhnya disofa dengan berbaring, dan Dara mulai melepas semua asesoris yang menempel di tubuhnya dan Bima hanya memperhatikannya dari sofa, waktu Bima melihat Dara seperti kesusahan melepas asesorisnya tiba tiba Bima mendekat.
"Sini biar aku bantu kayaknya kamu kesusahan banget nglepasinnya"
Tanpa mrnunggu jawaban dari Dara Bima langsung membantu melepas semua asesorisnya. "Nah udah selesai" ujar Bima saat sudah selesai melepas semua rentetan asesoris yang melekat di kepala dan badannya.
"Iya terimakasih mas"
setelah itu Dara segera pergi ke kamar mandi saat Dara ingin melepas gaun pengantinnya Dara kesusahan nurunin resletingnya, cukup lama Dara berusaha membukanya sendiri tapi tetep saja belum bisa.
"Uh susah banget sih bukanya harus gimana nih masak iya minta bantuan mas Bima, kan malu" gumam Dara yang bingung gimana caranya melepas gaun yang masih dikenakannya.
Akhirnya Dara membuka pintunya sedikit lalu mengintip hanya kepalanya aja yang menengok keluar Dara terpaksa memanggil Bima.
"Mas, mas Bima" panggil Dara.
"Iya kenapa Ra? kamu masih belum mandi juga sedari tadi?" tanya Bima dengan menyatukan alisnya karena melihat Dara yang hanya mengeluarkan kepalanya saja.
"Mmmmm i...itu disini gak ada perempuan ya, pelayan atau OB mungkin?" tanya Dara yang bukannya menjawab pertanyaan Bima malah balik bertanya.
Bima mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan Dara.
"Ya di kamar hanya ada kita berdua memangnya ada apa? kenapa kamu malah mencari orang lain?"
"Itu Dara mau minta tolong" ujar Dara
"Memangnya kamu mau minta tolong apaan kan ada aku di sini? kamu bisa minta tolong sama aku aja ngapain harus mencari orang lain"
"I....itu Dara gak bisa lepas gaunnya" ujar Dara yang akhirnya mengatakannya sama Bima juga, ya mau bagaimana lagi masak iya diam saja mau sampai kapan di dalam kamar mandi terus, sedangkan Bima juga pasti butuh untuk membersihkan badannya begitu pikir Dara.
__ADS_1
"Owh......bilang dong, aku juga bisa ngapain cari pelayan, ya udah sini aku bantuin"
Bima bangkit dari pembaringanya lalu berjalan mendekati Dara yang masih berada di pintu kamar mandi.
Dara segera membalikkan badannya membelakangi Bima dan Bima mulai meraih resleting gaun pengantin itu lalu menurunkanya, ternyata resleting itu panjangnya sampai di pinggang sehingga Bima bisa melihat punggung Dara yang putih dan mulus.
GLEKK
Bima menelan salivanya dengan susah payah karena melihat punggung Dara yang putih dan mulus dengan reflek Bima mengelusnya sebentar.
"Mas Bima udah belum kok lama banget?" tanya Dara yang membuat Bima jadi glagapan.
"U...udah kok Ra" jawab Bima dengan tergagap karena kaget mendengar pertanyaan dari Dara yang berhasil membangunkann
lamunannya.
"Makasih ya mas"
Setelah mengatakan itu Dara langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi dan menutupnya.
Bima mendadak menjadi merasa panas padahal AC di kamarnya menyala, Bima langsung melepas jasnya dan melonggarkan dasinya lalu merebahkan tubuhnya kembali di sofa.
"Gila mulus banget mana terasa halus lagi, hampir aja aku keblablasan tadi"
Sedangkan Dara di dalam kamar mandi merasa kebingungan karena lupa membawa baju ganti sedangakan hanya ada selembar handuk di dalam kamar mandi, masak iya sih Dara keluar hanya memakai selembar handuk kan malu sama Bima, handuk itu tidak bisa menutupi area dadanya bahkan panjangnya hanya sejengkal paha.
Tapi mau bagaimana lagi gak mungkinkan Dara di kamar mandi terus, akhirnya Dara membuka sedikit pintunya dan mengintipnya lebih dulu dan ternyata Dara melihat Bima sedang tertidur di sofa , padahal bima hanya memejamkan matanya saja, akhirnya Dara memberanikan diri keluar dari kamar mandi, Dara berjalan dengan pelan supaya tidak membangunkan Bima yang sedang tertidur pasalnya Dara sedang dalam keadaan tidak pantas.
Dara mencari tasnya yang berisi pakaian, setelah Dara menemukannya Dara segera membukanya dan Dara di buat tercengang dengan isinya, ternyata isi tas itu semuanya ligery sexy.
"Loh dimana baju aku kok gak ada, kok malah jadi baju apaan ini" gumam Dara yang tidak menemukan bajunya.
Bima membuka matanya lalu Bima dikejutkan dengan adanya Dara yang hanya memakai selembar handuk, Bima menelan ludahnya dengan susah payah karena melihat pemandangan yang sangat indah, pasalnya Dara terlihat sexy banget ketika hanya memakai selembar handuk, kakinya yang jenjang terlihat bersih, putih dan mulus, dan jangan lupakan pahanya yang terekspos terlihat sangat menggoda iman belum lagi dadanya yang bisa di bilang besar itu kelihatan sedikit menyembul ke atas, owh sungguh tubuh Dara itu bener bener molek dan sangat indah.
"Ra kamu lagi ngapain?" tanya Bima yang sukses mengagetkan Dara pasalnya Dara sedang kebingungan mencari baju bajunya yang tiba tiba gak ada semua.
"Mas Bima, i....itu baju Dara gak ada" jawab Dara dengan sangat gugup, jujur Dara bener bener merasa malu dengan Bima.
"Gak ada? maksudnya?"
"Iya mas ini bener tas Dara tapi isinya kenapa ligery sumua terus baju Dara gak ada" jawab Dara dengan menunjuk semua baju yang sudah berhamburan di lantai karena tadi Dara sampai mengeluarkan semua isi yang berada di dalam tas itu untuk mencari bajunya.
"Kok bisa?"
"Dara juga gak tau mas makanya Dara bingung mau pakai apa, masak pakai ini" ujar Dengan menunjuk baju baju haram itu yang sudah berhamburan di lantai.
"Ini pasti kerjaan mamah" gumam Bima dalam hati.
"Ya mau gimana lagi Ra, kamu pakai itu ajah dulu"
Dara tercengang dengan jawaban Bima masak iya Dara harus pakai baju haram itu yang gak bisa menutupi semua daerah sensitifnya, Dara di buat ingin menangis dengan itu semua, bahkan badanya sudaah gemeteran karena takut sekaligus malu berpenampilan kurang pantas di hadapan Bima.
"Ya gak mungkin dong mas aku cuma pakai begini sama aja kaya telanjang" ujar Dara dengan tubuh bergetar karena sebelumnya Dara belum pernah berpenampilan terbuka di hadapan seorang laki laki.
"Ya gak pa pa kan di kamar ini cuma ada kita berdua" ucap Bima dengan entengnya.
"Tapi kan di...dingin" ujar Dara yang sudah merasa kedinginan karena sejak tadi kulitnya yang polos tersapu oleh sejuknya AC.
"Nanti aku angetin" bisik Bima di telinga Dara yang seketika membuat tubuh Dara jadi meremang.
__ADS_1
Bima berjalan ke arah kopernya dan mengambil sebuah kemeja putih. " kamu pakai ini aja dulu Ra, maksudnya kamu pakai ligery itu dulu terus pakaiin lagi kemeja aku" ujar Bima dengan memberikan sebuah kemeja ke Dara.
"Iya, itu lebih baik, makasih ya mas"
" ya udah kalo gitu aku mandi dulu"
setelah mengatakan itu Bima segera masuk ke dalam kamar mandi karena Bima harus menuntaskan hasratnya yang sejak tadi sudah di tahannya gara gara melihat lekuk tubuh Dara yang sexy dan sangat aduhay.
Melihat Bima yang sudah masuk ke dalam kamar mandi Dara cepet cepet memakai ligery itu dan di tambah kemeja putih Bima.
"Hemmmm, wangi banget baunya maskulin khas mas bima banget dan aku suka baunya" gumam Dara berbicara sendiri.
Sementara di kamar mandi Bima mengumpat.
"shitttt.......an***jir......sabar bim , biasanya aku gak pernah sampai kaya gini, sial aku harus mandi air dingin untuk mendinginkan badanku" gerutu Bima pada dirinya sendiri, kalau mau Bima bisa aja tadi langsung memakan Dara, tapi Bima tak sampai hati karena melihat Dara yang seperti ketakutan, Bima harus secara pelan pelan untuk melakukanya dengan Dara mengingat Dara itu gadis yang masih polos.
Bima langsung hidupkan shower dan mandi di bawar guyuran air shower, cukup lama Bima mandinya karena harus menjinakkan king kobranya dulu, setelah selesai lalu Bima keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan selembar handuk yang melilit di pinggangnya.
Dara yang tidak sengaja melihat pemandangan itu seketika jadi terpesona dengan perut sispex yang kotak kotak dan berotot, dan jangan lupakan rambutnya yang masih basah menetes netes di tubuhnya menjadikan Bima terlihat lebih cool.
"Kenapa kamu bengong gitu Ra?" tanya Bima membuyarkan lamunan Dara yang mengagumi tubuhnya.
"Eh...eng....engak kok siapa yang bengong?" jawab Dara glagapan .
"Baju ganti aku mana Ra?" tanya Bima lagi karena sepertinya Dara belum menyiapkan baju ganti untuknya dan Bima memaklumi itu karena umur Dara yang sebenernya belum cukup untuk di ajak berumah tangga.
"Eh iya mas Dara lupa bentar ya Dara ambilin"
Dara segera mengambilkan baju ganti untuk Bima, Dara memilihkan celana pendek serta kaos putih untuk seorang laki laki yang bebera jam yang lalu sudah resmi menjadi suaminya.
"Ini mas bajunya" ujar Dara dengan memberikan baju ganti ke Bima.
"Terus dalemannya mana, masak aku gak pakai daleman" kata Bima yang tak ada rasa malu sama sekali, bagi Bima sekarang Dara sudah menjadi istrinya jadi gak masalah membahas hal yang barbau intin dengannya termasuk mengambilkan ****** ***** untunya, Bima ingin semua keperluannya di layani oleh Dara.
"haduh masak harus aku juga sih yang ambilin, mana pernah aku pegang daleman cowok selama ini" batin Dara dengan wajah yang bersemu merah.
"Kok malah bengong"
"Eh iya mas bentar" ujar Dara yang mau gak mau harus mengambilkannya.
"Ini mas "
"Aku tau kamu belum terbiasa Ra, tapi mulai sekarang kamu harus terbiasa" ujar Bima yang tau akan kecangguan Dara.
"Iya mas mulai dari sekarang akan Dara biasain"
"Itu baru pegang wadahnya belum isinya" Bisik Bima yang sukses membuat wajah Dara semakin bersemu merah dan Bima jadi merasa gemes dengan tingkah Dara yang malu malu begitu.
Bima lebih memilih menganti bajunya di dalam kamar mandi. "hahaha.....seru juga ya ternyata ngerjain Dara, aku jadi gemes kalau melihat wajahnya bersemu merah gitu" gumam Bima dalam hati yang senyum senyum sendiri karena melihat Dara yang masih malu malu meong.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
BIAR AUTHOR SEMANGAT NULISNYA