
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA VOTENYA BUAT AUTHOR YA
💗❤️💗
Setelah Bima selesai menyuapi istrinya mamah wenda dan sena datang, tapi tidak dengan Rendi karena Rendy harus ke kantor.
"Selamat pagi sayang gimana keadaan kamu sayang?" tanya mamah wenda yang langsung memeluk menantunya.
" Selamat pagi kak, gimana udah baikan?" tanya Sena juga yang lengsung memeluk kakak iparnya.
" Alhamdulillah aku sudah baik baik aja mah, sena" jawab Dara.
" Kok cuma kak Dara aja yang di peluk , kak Bima enggak nih dek" protes Bima.
" Iya iya kak bima juga" sena juga langsung memeluk kakaknya Bima.
" Sayang gak usah kaget ya memang begitu sena sama Bima meraka dari dulu emang deket banget dan Bima selalu aja manjain adiknya itu" ujar wenda dengan geleng geleng kepala.
"Gak pa pa kok mah Dara malah merasa iri banget melihatnya Dara jadi pengen punya kakak atau adik yang saling menyayangi seperti mas Bima dan sena" Kata Dara dengan raut wajah sedih.
" Ya udah jangan sedih gitu sini mamah peluk , mamah sudah menganggap kamu seperti anak mamah sendiri sayang" mamah wenda langsung memeluk menantunya.
" Gak usah iri gitu sayang nih aku peluk, tiap hari juga aku peluk" Dara langsung mencubit pinggang Bima.
" Aduh sayang kenapa kamu jadi suka nyubitin aku sih" keluh Bima.
" Ya habis mas Bima ngeselin maksud Dara itu pengen punya adik atau kakak yang saling menyayangi seperti kalian gitu, soalnya Dara gak pernah merasakan kasih sayang dari keluarga setelah mamah dan papah tiada" mendengar perkataan Dara yang menyedihkan Bima langsung memeluk istrinya begitupun wenda dan sena mereka saling berpelukan seperti teletubies.
"Kak Dara jangan sedih gitu dong kan ada Sena, Sena inikan adiknya kak Dara juga" kata sena yang sudah melepas pelukannya.
"Iya kak Dara juga sudah menganggap Sena seperti adik kakak sendiri, kak Dara sayang sama sena" Kata Dara senang karena sena adalah seorang adik yang baik.
" Owh iya mamah bawa banyak makanan lho ini ada buah sama kue juga" Kata mamah Wenda mengalihkan suasana yang sedih supaya lebih ceria.
" Wah Dara mau kuenya dong ma" seketika Dara jadi berbinar mendengar wenda membawa kue.
" Iya sayang mamah suapin ya, owh iya Bim ini mamah juga bawain makanan buat kamu, pasti kamu belum sarapan kan?" tebak mamah Wenda.
" mamah tau aja kalau Bima belum makan, dek kamu suapin kakak makan ya, kan kak Dara lagi sakit jadi kamu aja yang suapin kakak" suruh Bima pada adiknya.
" Ih kakak masih aja sama males kalau makan sendiri, ya udah sini Sena suapain kalau aja kak Bima ini bukan kakakku mana mau sena nyuapin kakak" sedangakn Bima cuek aja sama perkataan adiknya , Bima duduk di sofa dan sena juga mengikuti duduk di samping kakaknya dan menyuapinya, sedangkan mamah wenda menyuapi Dara kue.
" Mmmm ini enak banget mah kuenya" ujar Dara.
" Iya dong sayang ini itu kue kesukaan mamah, makannya mamah bawain buat kamu"
" makasih ya mah, mamah jadi repot repot begini" Kata Dara yang merasa tak enak dengan mertuanya, menurut Dara mertuanya itu baik beda sama mertua mertua pada umumnya dan Dara sangat bersyukur mempunyai mertua seperti mamah wenda.
__ADS_1
" mamah gak repot kok sayang santai aja ya" jawab mamah wenda yang tak mau bila menantunya merasa sungkan.
Setelah Bima selesai makan Bima ingin segera ke markas untuk membuat perhitungan sama Bela dan orang orang yang sudah bersangkutan.
"Sayang aku ada urusan penting di luar kamu sama mamah dan sena dulu ya" pamit Bima tapi Dara langsung menggenggam tangan Bima dengan erat Dara tak mau Bila di tinggalin.
" Iya sayang kamu sama mamah dan Sena dulu ya, Biar Bima menyelesaikan urusannya dulu" ujar wenda yang melihat menantunya seperti tak mau di tinggal Bima.
" Iya kak di sini kan ada Sena juga kebetulan Sena masuk kampus siang nanti kok" saut Sena ikut menimpali.
" Ya udah deh tapi jangan lama lama ya mas" akhirnya Dara mau gak mau mengizinkan suaminya pergi keluar, padahal sebenernya Dara masih ingin di temani suaminya.
" Iya sayang aku juga mau melihat keadaan Alex dulu " Bima ingin melihat keadaan Alex karena bagaimanapun juga Alex telah berkorban.
" Mas aku ikut dong aku juga ingin tau keadaan Alex" Mendengar suaminya mau menjenguk Alex Dara jadi ingin ikut, Dara juga ingin tau keadaannya.
" Iya sayang nanti aja ya kamu gak boleh bayak bergerak dulu kan sama dokter jadi kamu harus banyak istirahat dulu" Bima tak mengizinkan istrinya untuk kemana mana dulu karena kata Dokter istrinya itu tidak boleh banyak aktifitas dulu, sebenernya Dara kecewa karena tidak di perbolehkan untuk ikut karena kondisinya yang tidak memungkinkan.
Bima mencium kening istrinya terlebih dahulu sebelum pergi " Aku janji nanti setelah urusanku selesai aku pasti langsung balik kesini sayang" Ujar Bima dan Dara hanya menganggukkkan kepalanya sebagai jawaban.
" Mah tolong jagain Dara dulu ya nanti kalau ada apa apa langsung hubungi aku aja" pesan Bima.
" Iya Bim kamu hati hati ya" Kata mamahnya.
" Iya mah" jawab Bima, Bima langsung keluar menuju ruang rawat Alex.
" Za gimana keadaan temanku?" tanya Bima.
"Operasinya berjalan lancar Bim beruntung pelurunya tidak terlalu dalam jadi pasien masih aman, tinggal menunggu pasien sadar aja, karena sekarang masih dalam pengaruh obat bius" jelas Eza.
" Okey terimakasih banyak za gue percayakan dia sama kamu tolong kamu berikan yang terbaik" ujar Bima.
" Kamu tenang aja Bim, owh iya gimana keadaan Dara baik baik aja kan?" tanya Eza yang belum sempat menengoknya.
"Istri gue baik baik aja begitupun calon anakku" jawab Bima.
" Alhamdulillah kalau begitu gue belum sempet menengoknya soalnya"
" Iya gue tau lo sibuk kan" tebak Bima
" Nah itu lho tau"
" Ya udah gue cabut ya tolong lo suruh perawat untuk jagain Alex karena gue tau Alex udah gak punya orang tua" ujar Bima yang merasa kasihan dengan Alex karena orang orangnya aja yang menunggunya.
" Okey lo tenang aja gak usah khawatir serahin aja ke gue"
" Okey gue cabut dulu karena gue masih ada urusan" Pamit Bima yang segera pergi ke markas.
Sesampainya di markas Bima langsung masuk, Melihat Bima datang semua anak buahnya menunduk hormat.
__ADS_1
" Selamat pagi tuan" ucapnya, dan Bima hanya berdehem saja.
" Bagaimana mereka tidak ada yang kabur kan?" tanya Bima memastikan.
"Aman tuan mereka tidak ada yang bisa kabur" jawab salah satu anak buahnya.
" Kerja bagus" Bima langsung melenggang masuk ke ruang penyekapan, pertama yang Bima lihat adalah Bela yang sedang di ikat tangannya ke atas dan kakinya di ikat sisi kiri dan kanan dengan posisi berdiri.
" Bim aku mohon lepasin aku, kamu tau sendiri kan aku sedang hamil Bim" Mohon Bela setelah melihat kedatangan Bima.
" Lepasin? enak banget kamu ngomong setelah apa yang kamu lakuin?" ujar Bima dengan senyum miringnya ini waktunya untuk membalas dengan setimpal dengan apa yang Bela lakukan.
" Bim aku mohon aku sedang hamil, apa kamu tega memperlakukan orang hamil seperti ini" Mohon Bela dengan memelas berharap Bima kasihan dan melepaskannya.
"Tega? kenapa tidak kamu aja tega menculik istri aku yang sedang hamil bahkan dengan kejinya kamu menyuruh orangmu untuk memperkosanya dan untungnya ada Alex yang dengan cepat menolong istriku kalau tidak udah aku bunuh kamu sekarang juga" Ujar Bima yang sudah mulai emosi.
" Tapi istri kamu kan belum sempat di apa apain Bim, tolong lepasin aku Bim setelah ini aku janji tidak akan mengusikmu lagi" Bela mencoba bernegosiasi supaya Bima lepaskannya.
"Ck.....tidak semudah itu perbuatanmu sudah melanggar hukum bahkan kamu juga berusaha melenyapkan nyawa seseoarang, kamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal Bel, tidak perduli kamu sedang hamil, sudah tau sedang hamil tapi banyak tingkah, kamu itu tidak ada apa apanya bahkan aku bisa aja menghancurkanmu dari dulu kalau aku mau, tapi aku masih punya rasa kemanusiaan tidak sepertimu" mendengar perkataan Bima, Bela menjadi ketakutan, Bela tidak tau apa yang akan di lakukan Bima padanya.
Bima langsung menemui orang oarangnya bela yang di sekap di balik jeruji besi yang sengaja Bima buat untuk tawanannya supaya tidak bisa kabur, ada sekitar 15 orang suruhan Bela yang berada di balik jurusi besi itu dan tiga di antaranya menjadi incaran Bima karena orang itulah yang sudah berusaha memperkosa istrinya atas suruhan Bela.
" Tuan Bima mohon maafkan kami, kami tidak tau kalau target kita adalah istrinya tuan andai saja kami tau kami juga tak mau melakukannya " mohon salah satu orangnya Bela setelah melihat kedatangan Bima ke arahnya.
" Owh jadi maksud kalian kalau orang lain kalian mau begitu? itu tetap aja perbuatan yang tidak benar dan kalian tidak ada yang bisa lolos karena sudah berhadapan denganku" Ujar Bima tak Bisa di bantah karena itu menyangkut nyawa anak dan istrinya. " Kamu bawa keluar tiga laki laki yang mau melecehkan istriku" suruh Bima pada salah satu anak buahnya.
Dengan sigap anak buah Bima segera mengeluarkan tiga laki laki yang sudah di ikat tangannya dari dalam jeruji besi, ya semua yang di masukkan ke dalam tahanan Bima masing masing tanganya di ikat ke belakang.
" Sekarang aku tanya dan jawablah dengan jujur kalau tidak keluargamu yang akan kena imbasnya, Kamu di bayar Bela buat apa?" tanya Bima setelah ketiga laki laki itu berada di hadapannya.
" Kami di bayar buat menculik istri anda dan selanjutnya di suruh memperkosanya secara bergilir" jawab salah satu dari mereka dengan jujur karena mereka tidak ada yang berani berbohong karena mereka tau siapa yang sedang mereka hadapi.
Mendengar jawaban dari mereka Bima bener bener murka " kalian bawa perempuan ****** itu kemari" Titahnya sama anak buahnya.
"Baik tuan" mereka tau yang di maksud perempuan ****** oleh tuannya adalah Bela, mereka segera membawa Bela ke hadapan Bima.
"Bener bener gila kamu Bel bisa bisanya menyuruh orang untuk berbuat hal sekeji itu sama istriku, dan kini giliran kamu menerima balasannya karena aku tidak akan memberikan kamu kesempatan lagi sudah cukup aku selama ini memberimu kesempatan tapi kamu malah bertindak lebih gila, kamu bener bener manusia tak tau diri" gumam Bima dalam hati dengan mengepalkan tangannya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUNGANNYA BUAT AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1