Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 40


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


SEMOGA SUKA DENGAN KARYA AUTHOR


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE


Pagi harinya Dara terbangun di pelukan suaminya yang masih sama sama nked yang hanya berbalut dengan selimut.


"Haduh badanku kenapa rasanya remuk semua ya berasa mau patah pinggangku ini" gumam Dara dalam hati.


Dara melihat jam ternyata sudah jam delapan, Dara berusaha bangun dengan pelan pelan supaya tidak mengganggu suaminya yang masih tidur, Dara ingin segera ke kamar mandi untuk buang air kecil tapi saat Dara mulai beranjak dari tempat tidur tiba tiba.


"Auwhhhh..." teriak Dara karena merasa sakit dan perih di bawah sana.


Mendengar teriakan dari istrinya seketika Bima jadi terbangun. "sayang kamu kenapa?" tanya Bima dengan khawatir.


"Dara gak pa pa kok mas" jawab Dara dengan menahan perih di bawah sana.


Dara mencoba beranjak dari tempat tidur lagi, dan lagi lagi Dara merasa kesakitan di daerah in***imnya.


"Owwhhhhh......" teriak Dara lagi.


"Sayang kamu mau kemana bentar ya"


Melihat Dara yang kesakitan Bima segera bangun dan mengambil boxsernya yang dia lempar sembarangan tadi malam, lalu Bima segera memakainya.


"Dara pengen ke kamar mandi mas, pengen buang air kecil" ujar Dara yang udah kebelet ingin buang air kecil.


Tanpa basa basi Bima langsung menyibak selimut lalu menggendong Dara ala bridal style untuk ke kamar mandi.


"Aaaaah, mas Bima mau membawaku kemana" teriak Dara yang terkejut karena suaminya itu tiba tiba langsung menggendongnya.


"Ke kamar mandi katanya tadi pengen buang air kecil" jawab Bima dengan entengnya sedangkan Dara merasa malu banget karena dalam keadaan Nked suaminya itu malah menggendongnya.


Bima membawa istrinya ke dalam kamar mandi lalu menurunkannya di atas closet. "Ya udah mas Bima keluar dulu Dara mau buang air kecil" ujar Dara yang sebenernya merasa malu karena masih dalam keadaan nked.


"Ya udah buang air kecil aja emangnya kenapa kalo ada aku, lagian aku udah lihat semuanya bahkan aku udah menikmatinya" jawab Bima yang membuat wajah Dara memerah karena mengingat kegiatannya semalam, sedangkan Bima sudah mulai on melihat istrinya yang nked, tapi Bima merasa kasihan dengan istrinya jika dia memintanya lagi sedangkan istrinya merasakan perih dan sakit di daerah in***imnya jadi Bima menundanya dulu sampai istrinya sudah merasa baikan.


"Ih mas Bima kalau di lihatin terus nanti Dara gak bisa buang air kecil"


" iya ya aku keluar, kamu gak mau aku bantuin mandi?" tawar Bima yang merasa kasihan sama istrinya karena ulahnya yang tadi malam melakukannya tak tau waktu sampai jam tiga pagi.


"Gak usah mas Dara bisa sendiri" jawab Dara yang masih merasa malu bila harus di bantuin mandi, nanti bukannya mandi beneran malah yang iya iya aja.


" Okey kalau gitu aku keluar nanti kalau udah selesai dan butuh bantuan panggil aku aja ya sayang" ujar Bima yang di angguki oleh Dara.


Akhirnya Bima keluar dari kamar mandi, setelah Bima keluar dari kamar mandi Dara langsung membuang hajatnya lalu setelah itu dia memilih berendam di bathtup dengan air hangat supaya badannya yang terasa remuk bisa lebih enakan, cukup lama Dara berendam sekitar 45 menit Dara baru keluar dari bathtub setelah itu lalu Dara bercermin yang ada di dalam kamar mandi seketika Dara jadi kaget melihat seluruh tubuhnya yang di penuhi totol totol merah yang hampir terdapat di seluruh tubuhnya terutama leher dan dadanya yang penuh dengan totol totol merah itu.


"Ya ampun kenapa badanku ini? kanapa jadi seperti ini, kenapa jadi merah merah begini? apa aku kena alergi ya? tapi setahuku aku gak pernah ada alergi entah itu makanan atau cuaca, tapi ini kenapa jadi gini ya, dan mas Bima tadi juga diam aja dan gak bilang apa apa pas lihat tubuh aku begini" gumam dara dalam hati dengan bertanya tanya karena bingung melihat tubuhnya yang dipenuhi totol totol merah.


Dara langsung mengambil bathrobe dan memakainya setelah itu Dara segera keluar dari kamar mandi dengan jalannya yang sedikit aneh.

__ADS_1


Sedangkan Bima menunggu Dara yang berada di kamar mandi dengan duduk di sofa dengan memainkan ponselnya, melihat Dara yang sudah keluar dari kamar mandi dengan cara jalannya yang aneh Bima langsung meletakkan ponselnya dan segera menghampiri Dara.


"Sayang tadi kan aku udah bilang kalo udah selesai panggil aku aja" ujar Bima yang melihat Dara jalan sendiri.


"Gak pa pa mas Dara bisa sendiri kok"


"Iya tapi cara jalanmu itu aneh"


Tanpa basa basi lagi Bima menggendong Dara ala bridal style dan mendudukkannya di atas ranjang. "apa masih sakit ?" tanya Bima dengan lembut.


"Udah agak mendingan mas "


"Coba sini aku priksa" ujar Bima yang membuat Dara menganga, masak iya itu harus di periksa segala.


"Eh ngapain di priksa segala gak usah mas" Tolak Dara.


"Udah sini"


Bima langsung menyibak bathrobe yang di kenakan Dara lalu membuka kakinya lebar lebar dan Bima melihat disana emang sedikit bengkak.


"Cuma sedikit bengkak sih sayang nanti juga sembuh kalo baru pertama kali memang gitu sayang"


"Ih ya mas kayaknya aku lagi kena alergi deh" ujar Dara.


"Alergi? alergi apa sayang?" tanya Bima dengan mengernyitkan alisnya.


"Ini tiba tiba badan aku kok pada merah merah semua ya mas, ini leher aku dada aku banyak banget" jawab Dara dengan menunjuk tanda merah yang berada di lehernya.


"Hahaha"


..."Kok mas Bima malah ketawa sih emang ada yang lucu?" ujar Dara dengan kesal karena suaminya itu malah ketawa, tapi menurut Dara suaminya jadi semakin tampan aja kalo lagi ketawa lepas begitu, Dara jarang banget lihat suaminya itu tertawa, suaminya itu jadi terlihat manis di mata Dara walaupun belum mandi sekalipun....


"Habisnya istri aku ini lucu banget si jadi gemes pengen aku cium, kamu itu bukan lagi kena alergi sayang" jelas Bima dengan memencet hudung mancung Dara.


"Terus ini kenapa dong?"


"Sekarang kamu lihat cermin itu dan lihat leher kamu ini yang gak ada bekas merahnya ya" titah Bima dan Dara hanya menurut karena penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh suaminya.


"Eemmmmm ...mas Bima mau ngapain?" tanya Dara yang melihat suaminya malah mendekatkan kepalanya ke arah lehernya.


Bima langsung mengecup dan menghisap leher Dara hingga meninggalkan bekas kemerahan di leher Dara yang tadinya belum ada tanda merahnya lalu setelah itu Bima memperlihatkannya ke Dara.


"Sekarang kamu lihat di cermin itu sekarang leher kamu yang tadinya bersih sekarang ada tanda merahnya kan" ujar Bima yang langsung di angguki oleh Dara.


"Iya ya mas, owh jadi ini semua perbuatan mas Bima yah semalam" Dara baru menyadarinya ternyata semua itu perbuatan suaminya sendiri.


"Iya lah sayang memangnya siapa lagi" jawab Bima dengan santainya.


"Dara baru inget berarti kemarin pas di rumah mamah tanda ini yang di maksud, ya ampun Dara jadi malu banget"


"Ya gak pa pa lah sayang lagian kan wajar bagi seorang perempuan yang sudah bersuami, yang gak wajar itu kalau perempuan itu belum menikah"

__ADS_1


"Ya tetep aja Dara malu, padahal Dara pengen banget jalan jalan ke pantai tapi sekarang kayaknya gak mungkin deh bisa di ketawain orang aku kalo keluar dalam keadaan leher pada merah merah gini terus jalannya juga susah" ujar Dara dengan memanyunkan bibirnya.


"Ya kan bisa besok aja jalan jalannya sayang namanya juga honey moon ya emang kita harus habiskan waktu di dalam kamar dong sayang" jawab Bima sedangkan Dara memutar bola matanya malas.


"Kalau cuma di dalam kamar ngapain jauh jauh ke bali di apartemen juga bisa" jawab Dara yang memanyunkan bibirnya karena merasa kesal.


Bima yang gemes dengan kelakuan istrinya itu langsung mencium bibirnya yang manyun itu.


"Emmmmmm." gumam Dara karena tiba tiba saja bibirnya di bungkam dengan bibir suaminya.


...Gak lama Bima langsung melepasnya karena takut keblabasan. " makanya jangan bikin aku gemes pakai bibir di manyunin segala minta di cium ya, jangan salahin aku nanti kalo jadi keblabasan, ya udah sini aku bantu buat keringin rambut kamu" Ujar Bima yang ingin mengeringkan rambut istrinya yang masih basah....


"Iya mas" jawab Dara yang hanya menurut takut kalau suaminya itu jadi keblabasan, bukannya Dara gak mau tapi dia masih merasa perih di bawah sana.


Setelah membantu mengeringkan rambut istrinya Bima juga mengambilkan baju buat Dara dan membantu untuk mengenakannya.


"Nah sekarang udah selesai sayang, sekarang mau pakai apa lagi? atau mau pakai lotion sini biar aku pakaiin"


"Eh gak usah mas, mending mas Bima mandi aja dulu, mas Bima kan belum mandi tadi, lagian aku sudah siapin air hangat buat mas Bima mandi takutnya nanti malah keburu dingin" ujar Dara.


"Ya udah deh kalau gitu aku mandi dulu"


Bima lebih memilih langsung masuk ke dalam kamar mandi karena takut airnya keburu dingin kalau kelamaan, gak butuh waktu lama hanya sekitar 15 menit Bima sudah selesai dengan mandinya.


Bima keluar dari kamar mandi seperti biasa hanya mengenakan selembar handuk yang di lilitkan di pinggangnya, setelah keluar Bima melihat Dara yang sedang menatapnya dan Bima tau ke arah mana istrinya itu memandang, lalu Bima mendekati istrinya dan memegang tangan dara lalu di letakkan di perutnya yang kotak kotak itu.


"Kenapa ? kamu ingin menyentunya bukan?


sentuhlah sayang sesuka kamu, ini udah jadi milik kamu kok jadi kamu bebas mau apain aja" ujar Bima yang membuat wajah Dara jadi merona merah, memang Dara suka banget sama perut suaminya yang kotak kotak.


" Udah ah mas medingan mas Bima pakai baju aja Dara udah laper banget mas" ujar Dara yang langsung menurunkan tangannya dari perut suaminya, Dara sengaja mengalihkan pembicaraan karena merasa malu banget bahkan mukanya sudah merah seperti kepiting rebus.


"Gak usah malu malu gitu kali sayang, ya udah deh aku pakai baju dulu nanti aku pesenin makan ya" jawab Bima yang langsung di iyakan oleh Dara.


"Iya mas, tapi kita makan di kamar aja ya mas" ujar Dara yang gak mungkin jika makan di luar secara jalannya aja agak susah.


"Iya sayang"


Sesuai perkataan Bima setelah selesai memakai bajunya Bima langsung memesan sarapan yang udah kelewat karena ini udah hampir siang dan keduanya baru mau sarapan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE


SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2