
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH AUTHOR VOTE YA
💗❤️💗
"udah ya sayang kamu jangan sedih lagi pokoknya kamu harus percaya sama aku" bima menghapus air mata yang mengalir di pipi mulus dara dengan ibu jarinya, setelah itu bima langsung mencumbu bibi merah merona milik dara dan dara juga membalasnya setelah tautan bibir itu terlepas bima menyuruh dara buat istirahat.
" sayang sekarang kamu istirahat ya gak usah mikir yang aneh aneh aku gak akan ninggalin kamu percaya sama aku"
" mas bima jangan bohong ya, aku dah gak punya siapa siapa mas aku takut" ujar dara karena dara baru saja merasakan kebahagiaan, bersama bima dia selalu di manja, bima juga memberikan kasih dan sayang, perhatian yang tidak pernah dara dapatkan setelah kedua orang tuannya tiada.
" iya sayang apapun yang terjadi aku gak akan pernah ninggalin kamu" bima langsung ikut berbaring di samping dara lalu menarik dara ke dalam pelukannya.
setelah dara sudah tertidur bima bangun dengan pelan pelan supaya tidak mengganggu tidur istrinya.
bima segera turun untuk menyuruh pelayan menebus obat ke apotik.
setelah itu bima segera ke ruang kerjanya untuk mengecek cctv dapur karena bima masih penasaran dengan dara yang kesiram air panas bima ingin melihatnya kenapa istrinya bisa seceroboh itu, setelah bima melihat yang sebenernya bima mengepalkan tangannya.
" beraninya pelayan itu" geram bima, bima segera ke luar untuk memanggil kepala pelayan.
" kepala pelayan" panggil bima dengan suara meninggi, seketika para pelayan ketakuatan kerena mendengar suara tuannya yang menggelegar sudah di pastikan kalo tuannya itu sedang marah besar.
mendengar itu rosi segera datang menemui tuannya.
" iya tuan" jawab rosi dengan menundukkan kepalanya.
" ikut aku" suruh bima yang langsung masuk ke ruang kerjanya lagi sedangkan rosi mengikuti bima dari belakang, bima memutar lagi cctv yang terhubung ke laptopnya dan bima menyuruh rosi untuk melihatnya.
" lihat ini" rosi mengikuti apa yang di perintah bima rosi melihat layar laptop itu dan setelah melihatnya rosi gak menyangka bahwa lilis yang sengaja melakukanya.
" aku mau pelayan itu juga harus terkena air panas tangannya sama seperti yang telah dia perbuat sama istriku" kata bima.
" baik tuan akan saya laksanakan" rosi menyanggupi apa yang di minta tuannya karena itu juga karena kelalaiannya sebagai kepala pelayan.
" kumpulkan semua pelayan kamu harus melakukanya di depan mereka semua biar mereka tau dan gak ada yang berani macam macam lagi" bima sengaja menyuruh rosi melakukanny di depan semua pelayan biar semua tak ada yang berani macam macam lagi.
" baik tuan" rosi segera keluar dari ruang kerja bima dan rosi juga segera mengumpulkan semua pelayan, setelah semuanya berkumpul rosi segera memanggil bima.
semua pelayan pada menunduk tak ada yang berani mengangkat kepalannya termasuk lilis, mereka semua bertanya tanya ada apa sampai semua pelayan di kumpulkan dan kelihatannya tuannya juga sedang marah baget.
" kamu maju kedepan" kata bima dengan datar sambil menunjuk pelayan yang bernama lilis.
mendengar kalo tuan bima menyuruhnya kedepan lilis segera maju kedepan dan rosi segera melaksanakan perintah tuanya, rosi segera menyiram tangan lilis dengan air panas.
" AAAAWWWW......panas" jerit lilis kala tangannya tiba tiba di siram air panas.
" sakit ....,apa yang kamu lakukan tanganku bisa melepuh ....duh perih" keluh lilis, dan semua pelayan pada kaget mengapa lilis bisa di siram dengan air panas.
" kamu pantas mendapatkan itu, bukanya kamu yang dengan sengaja menyenggol istriku saat dia membuat susu di dapur" kata bima dengan dingin.
" bu.....bukan tuan sa....saya tidak sengaja" elak lilis.
__ADS_1
" masih mau mengelak semua sisi rumah ini terdapat cctv termasuk dapur, saya bisa saja menjebloskanmu ke dalam penjara dengan bukti rekaman cctv itu" lilis langsung bersimpuh memohon pada bima supaya bima tidak menjebloskannya ke penjara.
" sa.....saya mohon tuan jangan laporkan saya ke polisi" mohon lilis tapi bima tak menghiraukannya dan untung lilis bersimpuh memohon itu tidak menyentuh kaki bima kalo sampai lilis menyetuh kakinya mungkin bima akan semakin murka.
" kamu saya pecat, bereskan semua pakaiannya dan segera bawa dia keluar dari rumah ini dan jangan biarkan dia masuk lagi ke sini" titah bima.
" baik tuan" jawab para pelayan serempak.
" bagus dan jika diantara kalian ada yang berani berbuat seperti dia aku pastikan akan berakhir di penjara, dara itu nyonya di rumah ini dia berhak memecat, mengatur ataupun menyuruh kalian, kalian harus menghormatinya dan layani dia dengan baik, mengerti" jelas bima.
" mengerti tuan " jawab mereka serempak.
setelah mengatakan itu bima segera pergi ke kamarnya.
💗❤️💗
malam harinya dara menunggu suaminya di dalam kamar, sedangkan bima masih di ruang kerja.
" ih.....mas bima mana sih kok gak masuk ke kamar, sibuk banget sampe malam malam gini aja masih kerja" gerutu dara merasa kesal, entah kenapa dara ingin di temeni sama bima padahal biasanya juga dara tidur duluan kalo bima masih bergelut dengan pekerjaannya.
gak lama bima masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya yang belum tidur malah lagi nonton tv tapi di ganti ganti terus karena gak ada acara yang menarik.
" sayang kok kamu belum tidur ini udah malam lo" bima berjalan mendekati istrinya dan duduk di sampingnya.
" aku nungguin mas bima tapi mas bima lama banget" kata dara dengan cemberut lalu mematikan tv.
" lain kali kalo udah ngantuk kamu gak usah nungguin aku ya, kamu tidur duluan aja " bima gak tega melihat istrinya kalo harus nungguin dia sampai selesai dengan pekerjaannya.
" gak usah di manyunin gitu bibirnya atau mau aku cium" bima sengaja menggoda dara supaya istrinya itu gak jadi ngambek.
" apaan sih mas bima" padahal dalam hati dara pengen banget di cium tapi karena malu dara mengelaknya.
" ya udah sekarang kita tidur yuk, sini aku peluk" bima langsung melepas kaosnya sebelum tidur lalu bima manarik dara kedalam pelukannya, setelah itu bima mematikan lampunya hanya lampu tidur yang menyala.
dara bukanya tidur tapi malah memainkan jemari lentiknya di dada telanjang bima padahal bima sudah menahan hasratnya untuk tidak menyentuh dara dulu, bima takut kalo dara itu beneran hamil dan nanti malah terpengaruh dengan kandungannya, tapi lain dengan yang di rasakan dara, dara malah merasa ingin melakukannya tapi bima tidak peka.
" mas bima beneran kita langsung tidur aja" kata dara dengan suara manja dan jemarinya masih bermain main di dada telanjang bima, bima mengerutkan keningnya dengan perkataan dara.
..." iyalah sayang tidur kamu kan harus banyak istirahat aku gak mau kamu sakit" bima merasa ada yang aneh dengan istrinya bima menahannya malah dara itu berusaha menggodanya....
" tapi aku itu gak sakit mas" bisik dara di telinga bima dan bima jadi merinding di buatnya.
karena udah gak gak tahan bima segera menangkap jemari dara yang bermain di dada telanjangnya.
" sayang kamu jangan godain aku dong kamu gak tau apa aku sudah menahannya "
" kenapa di tahan sih mas" kata dara semakin manja bima memejamkan matanya karena mendengar suara dara yang manja, seketika bima tau kalo dara sedang menginginkanya.
" terus maunya?" tanya bima sengaja pura pura gak tau bima ingin melihat dara bagaimana cara memintanya.
" ya....ya itu......" dara gak meneruskan kata katanya karena bingung mau jawab apa jadi dara langsng menempelkan bibirnya di bibir bima dan bima dengan senang hati menyambutnya, cukup lama mereka bercumbu hingga akhirnya bima melepas tautan bibirnya.
" kamu lagi pengen sayang" bisik bima di telinga dara, dara yang hasratnya sudah memuncak dan matanya sudah berkabut gairah bahkan di bawah sana sudah sangat basah, dengan malu malu dara menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" kalo pengen itu bilang sayang kamu juga bisa datang ke ruang kerjaku dan katakan yang kamu mau pasti aku akan mengabulkannya" kata bima.
" bima mulai mencium kembali bibir dara yang menggoda itu."
" emmmmm" da***sah dara di sela sela ciumannya.
bima segera melucuti semua pakaian dara dan membuangnya asal kini dara sudah te**jang, ciuman bima turun ke leher mulus dara, baru di cumbu dara sudah men**sah tak karuan.
" ahhhh.....mas bima cepet ahhhh....aku udah gak tahan" mendengar suara dara yang udah penuh gairah tangan bima langsung menuju ke intinya dan benar saja di sana sudah sangat basah dan udah siap buat di masuki.
bima segera memposisikan miliknya, dengan pelan pelan bima memasukinya karena bima takut kalo dara itu bener bener hamil, dan jlebb.
" ahhhh... mas bima terus ahhhh lebih cepat sa....yang... emmmmm" rancau dara keenakan, bima mempercepat gerakannya dan.
" oooohhhhhh" dara merasa terbang ke nirwana.
sekarang giliran dara yang dibatas.
" sayang kamu serius mau di atas?" tanya bima yang merasa khawatir akan terjadi sesuatu di kandungan dara kalo memang bener dara hamil bima hanya berjaga jaga saja.
" iya emangnya kenapa mas?" ujar dara balik bertanya.
" kamu di bawah aja ya sayang biar aku aja yang bekerja kamu nikmatin aja aku takut kamu kecapean dan sakit" kata bima dan dara menolaknya entah mengapa bima merasa istrinya ini lebih agresif dari biasanya jujur bima suka tapi juga khawatir.
" aku gak sakit mas bima" akhirnya bima pasrah dan mengiyakan.
dara mulai memasukkan pedang besar panjang berotot itu ke dalam miliknya dan dara bergerak dengan sesuka hati.
" ahhhh.....sa....yang.....enak....ahhhh" de***sah dara.
melihat dara yang keenakan begitu bima juga udah gak tahan bima membantu memompanya dari bawah semakin lama semakin cepat.
mulut bima bermain main di dua gundukan besar dara yang ikut naik turun mengikuti gerakan dara, bima jadi makin gemes melihatnya dengan segera bima melahapnya, tangan dara juga semakin menekan kepala bima yang bermain di dadanya, dan bima memompanya semakin cepat.
" ahhhhh....dara"
"ahhhhh mas bima" akhirnya mereka berdua terbang bersama ke awan.
" kamu selalu nikmat sayang" kata bima dengan nafas yang menderu.
setelah itu bima segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos dara dan bima langsung memeluk dara, sebenernya bima kurang puas kalo hanya sekali bima masih menginginkanya, tapi bima gak mau mengambil resiko jadi bima memilih memeluk dara lalu tidur.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1