
SELAMAT MEMBACA
"Mau langsung aku anterin ke perusahaan atau kita bisa jalan jalan dulu atau mau main ke perusahaaanku juga boleh" ujar Reynan memberi penawaran kepada Sena, tau ajakan Sena Mau di ajak jalan karena males balik ke kantor.
" memangnya OM gak dengar kakakku bilang apa? aku di suruh balik ke perusahaan bukanya jalan jalan" kata Sena ketus.
Reynan melotot saat di panggil OM oleh Sena" Jangan panggil OM lah aku masih seumuran kakakmu masak tampan gini di panggil OM panggil kak Dong" protes Reynan tak suka.
" Iya maaf kak" ujar Sena membenarkan panggilannya, memang Reynan mana cocok di panggil OM usianya aja masih seumuran dengan Bima.
"Nah gitu dong kan enak di dengar, owh ya siapa tau ajakan kamu males balik ke perusahaan, aku bisa membawamu pergi jalan jalan"
" Gak! bisa di gantung aku sama kak Bima" tolak Sena.
" Ya udah gini aja gimana kalau kita jalannya weekend aja, dari pada kamu di rumah aja kan mending jalan sama aku lagian kan teman teman kamu pada pergi ke bali" ajak Reynan tak mau menyerah, dan terlihat Sena tak segera menjawab tapi seperti menimbang nimbang ajakan Reynan.
" Mmmmm....gimana ya" Sena tanpak berfikir, " iya juga ya! apa aku terima aja tawaran kak Reynan sepertinya dia baik lagian kak Bima ngebolehin dan ini aja aku di percayakan sama dia buat di antar ke kantor" gumam Sena dalam hati.
" Gimana mau gak?" tanya Reynan lagi.
" Mmmmm.....boleh deh" jawab Sena akhirnya mau juga.
" Serius nie kamu mau?" tanya Reynan lagi tak percaya.
" Iya dari pada bosen di rumah"
"Yes....akhirnya gue jadi juga jalan sama Sena" sorak Reynan dalam hati. " Okey weekend aku jemput, Sekarang aku anterin buat balik ke kantor" dan mereka berdua berjalan keluar restoran dengan Reynan yang sengaja menggandeng tangan Sena.
" Ih apa sih aku bisa jalan sendiri gak usah di gandeng kaya anak kecil aja" protes Sena saat tangannya di genggam oleh Reynan, tapi Reyna tak melepasnya gitu aja bahkan Reynan menggenggamnya semakin erat.
" Biarin ntar kalau kamu hilang gimana bisa di amuk aku sama kakakmu" ujar Reynan memberi alasan dan akhirnya Sena membiarkan tangannya di genggam oleh Reynan.
" Kok jantungku jadi deg degan gini ya, baru juga genggam tangannya belum yang lain" gumam Reynan dalam hati.
Sampai di parkiran Reynan dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Sena setelah itu dia memutari mobilnya lalu masuk dan duduk di bagian kemudi, Reynan mulai melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang agak macet karena waktu jam makan siang hampir usai, di dalam mobil hanya ada keheningan mereka berdua masih sama sama canggung dan bingung juga mau ngomongin apa, sampai gak terasa mobil mereka sudah sampai di halaman perusahaan raksasa yang Bima pimpin, Reynan segera turun untuk membukakan pintu untuk Sena.
" Silahkan tuan putri, kalau aku kirim pesan bales dong masak cuma di red doang" ujar Reynan saat membukakan pintu untuk Sena.
" Mmm....gak janji ya kak kalau aku sibuk ya pasti gak bisa bales pesan dari kakak" jawab Sena yang membuat Reynan kecewa.
" Gak ada ucapan tanda terimakasih nih" Celetuk Reynan.
"Terimakasih kak Reynan" ujar Sena.
"Masak cuma terimakasih doang, gak di cium atau apa gitu" Kta Reynan ngarep.
" apa? cium? mau aku aduin ke kak Bima" ancam Sena.
" Iya ya gak jadi pelit banget sih, ya udah aku balik dulu ya, atau mau aku anterin sampai ke dalem?" tawar Reynan.
" Gak usah kak aku masuk dulu ya" ujar Sena dengam melambaikan tangannya, dan itu sukses membuat jantung Reynan dag dig dug di buatnya.
__ADS_1
" Gila jantung gue normal gak sih ini biasanya gak pernah begini" Gumam Reynan lalu mamasuki mobilnya dan kembali ke perusahaannnya.
Memang Bima tidak mengajak Sena ya karena Sena baru masa belajar belum bisa menguasai, apa lagi Bima mau bertemu dengan klien penting jadi Bima ngajak Edo aja karena Sena belum tau apa apa, Sena baru mengerti dasar dasarnya saja, ya maklum lah baru masuk setengah hari bekerja jadi belum bisa memahami.
💗❤️💗
Keesokan paginya mamah Wenda datang berkunjung ke rumah Bima berniat memberikan sebuah hadiah kecil untuk anak dan menantunya, sengaja Wenda datang pagi pagi sekali sebelum anaknya pergi ke perusahaan dan menantunya pergi ke kampus.
" Mamah" panggil Dara saat melihat wenda masuk ke dalam rumahnya, kebetulan Dara dan Bima sedang sarapan pagi bersama.
" Tumben mah dateng ke sini pagi pagi ada apa?" tanya Bima to the poin karena tak biasanya mamahnya berkunjung ke rumahnya apa lagi pagi pagi begini.
" Mamah ada penting sedikit sama kalian" jawab wenda dengan ikut duduk cantik di meja makan.
" Mah sarapan dulu ya Dara ambilin" tawar Dara ke Wenda.
" Wah boleh sayang kebetulan mamah sampe belum sarapan tadi gara gara langsung kesini" Dara dengan sigap mengambilkan makanan untuk mamah mertuanya. " makasih ya sayang" ujar wenda.
" Iya sama sama mah" akhirnya mereka sarapan bertiga setelah selesai barulah wenda menyampaikan maksud kedatangannya.
"Owh iya mamah kesini itu mau kasih kalian ini" Ujar Wenda dengan memberikan sebuah amplop.
" Apa itu mah?" tanya Bima.
" Buka dong sayang" suruh mamahnya.
" Buka sayang" ujar Bima menyuruh istrinya membuka amplop yang di berikan oleh mamah Wenda, Dara mengambil amplop itu lantas membukanya, setelah di buka Dara terkejut melihat isinya.
" Apa paket bulan madu?" tanya Bima.
" Iya sayang kan mamah belum kasih kalian hadiah pernikahan, dulu kan Eza yang kasih jadi mamah ngasihnya paket baby moon aja deh ini dari mamah dan papah" jelas Wenda.
" Terimakasih mamahku tercinta" ucap Bima.
" Terimakasih ya mah" ujar Dara.
" Iya sayang sama sama, kehamilan kamu kan sekarang sudah menginjak trisemester ke dua jadi tidak masalah kalau pergi baby moon" kata Wenda.
"Iya mah ini kita juga mau cek up kandungan kok ini" iya rencananya memang pagi ini sebelum ke kantor Bima mau priksa kandungan istrinya terlebih dahulu dan sudah janjian juga sama dokter Sinta, dan Dara hari ini masuk kampusnya siang.
" Owh ya sudah mamah pergi dulu deh ya sudah ada janji sama temen" Pamit wenda.
" Iya mah hati hati" ujar Dara sambil cipika cipiki dengan mamah mertuanya begitupun dengan Bima.
Setelah mamah Wenda pergi Dara dan Bima segera ke rumah sakit untuk cek up kandungan.
Sekarang mereka berdua sudah berada di rumah sakit dan Dara di periksa dengan posisi berbaring setelah selesai dokter Sinta membersihkan gel di perut mulus Dara.
"Bagaimana nyonya Dara apa masih merasa mual dan pusing?" tanya Dokter Sinta
" Sudah Enggak dok malah sekarang pengennya makan terus" jawab Dara.
__ADS_1
"Iya soalnya kandungan ibu sudah memasuki trisemester ke dua jadi mungkin nafsu makannya agak meningkat tapi tidak apa apa itu malah bagus untuk perkembangan janin, dan alhamdulillah kandungan nyonya Sehat" jelas doktet Sinta.
" kalau misal buat perjalanan jauh boleh dok atau misal naik pesawat apakah boleh?" tanya Bima.
" Boleh tuan kandungan nyonya cukup kuat dan sehat cuma pesan saya nyonya jangan banyak fikiran atau stress yang berlebih ya" pesan dokter Sinta.
" Baik Dok" jawab Bima. ya berarti cukup aman kalau di ajak baby moon ke maldives.
" Dan ini obatnya ya nyonya harus rutin di minum" kata Doktet Sinta dengan menyerahkan beberapa obat yang harus di konsumsi oleh Dara.
"Baik Dokter terimakasih kalau begitu kami permisi" pamit Dara dan Bima setelah mengambil obat yang di kasih sama Dokter Sinta.
Setelah selesai periksa Dara dan Bima langsung pergi ke kantor, Dara ikut suaminya ke kantor karena Bima yang meminta, Bima ingin bekerja dengan di temani oleh sang Istri tercinta.
sesampainya di sana sudah ada Sena yang sedang serius bekerja.
" Hay sen, serius banget sih" Celetuk Dara basa basi menyapa adik iparnya.
"Eh kak Dara, Heheha iya nih kak lagi serius belajar" ujar sena.
" Iya kamu itu pinter pasti cepet bisa menguasai" Bima gak terus masuk ruangannya Bima nunggu istrinya yang sedang ngobrol sama adiknya.
" Sayang ayok, lama banget" panggil Bima yang udah gak sabar.
"Tuh udah di panggil kakakku yang posesif" seloroh sena tapi Bima tak menanggapi.
" Ya udah deh aku ke dalam dulu ya, selamat bekerja, semangat" ujar Dara memberi semangat sama Sena.
" Ok siap kak" jawab Sena, lalu mereka berdua segera masuk ke dalam ruangan Bima, Dara di tarik Bima sehingga duduk di pangkuannya.
" Ah mas Bima, jangan gini dong nanti kalau ada yang masuk gimana" Dara takut kalau ada yang tiba tiba masuk seperti waktu yang lalu waktu lagi ciuman Revan masuk tanpa permisi kan jadi malu.
" Gak pa pa sayang aku lagi pengen gini aja, kamu diem jangan banyak bergerak nanti ada yang bangun" Dara paham betul apa yang di maksud suaminya itu jadi dia lebih memilih diam dari pada di makan sama suaminya, apa lagi kalau sampai melakukannya di ruangan kantor , Dara bener bener takut ada yang memergokinya saat lagi iya iya, tapi ya gak mungkin lah Pasti Bima sudah antisipasi dengan mengunci pintu ruangannya terlebih dahulu sebelum melakukannya.
" Mas Bima aku duduk di kursi sofa situ aja ya! biar mas Bima bisa fokus sama perkerjaan aja" ujar Dara yang ingin duduk di sofa.
" Nggak di sini aja, aku kan udah bilang aku lagi ingin kamu temani saat kerja seperti ini" Dara sudah gak bisa membantah kalau Bima sudah bilang seperti itu jadi Dara nurut aja dengan duduk anteng di pangkuan suaminya, sedangkan Bima sibuk dengan laptopnya.
Dara yang bosan pun menyandarkan kepalanya ke dada bidang Bima dan lama lama Dara malah ketiduran karena terasa nyaman berada dalam dekapan suaminya.
Bima yang merasa tak ada pergerakan dari istrinya menoleh sejenak ke arah istrinya dan ternyata Bima malah melihat istrinya yang tertidur.
" Yah tidur pantesan aja dari tadi anteng taunya molor" gumam Bima sambil geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya, tapi Bima membiarkan istrinya yang tanpak nyaman tidur di pangkuannya.
Mendengar pintu di ketuk Bima langsung menyuruhnya masuk, dan ternyata Edo yang masuk, Bima yang melihat asistennya yang masuk langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir pertanda jangan ngomong keras keras karena istrinya sedang tidur.
Edo yang melihat pemandangan yang sangat romantis di depannya pun sudah paham dengan maksud Bima jadi Edo berusaha berbicara sepelan mungkin supaya tidak mengusik tidur nyonyanya.
"Ini hasil proposal kerja sama dengan tuan Reynan yang anda minta" Ujar Edo dengan pelan supaya tidak mengganggu istri bosnya yang tidur dengan nyaman. ya Bima memang meminta proposal itu untuk di teliti terlebih dahulu sebelum menyerahkannya kepada Reynan untuk di tanda tangani, setelah menyerahkan proposal itu Edo langsung pamit pergi.
BERSAMBUNG
__ADS_1