
Keesokan harinya dunia maya, berita televisi hingga majalah semuanya gempar tentang berita Bela klarisa seorang model yang terkenal di kota itu, bahkan kemarin sempat heboh berita vidio scandalnya dengan berbeda pria baru juga reda, kini muncul berita tentangnya lagi bahkan lebih mengejutkan dari yang sebelumnya, berita itu mengatakan bahwa Bela klarisa yang di ketahui seorang model itu kini telah mendekam di balik jeruji besi atas perbuatannya yang telah menculik seorang wanita yang di duga istri dari pembisnis terkenal Bima sanjaya.
Dunia maya juga di buat lebih heboh pasalnya yang publik ketahui tuan muda Bima sanjaya belum menikah, tak hanya itu aja Bela juga terjerat kasus tindak pidana karena sudah menembak seorang pemuda yang kala itu berusaha menyelamatkan istri dari tuan Bima , orang itu Bernama Alex yang publik ketahui seorang pengusaha muda juga.
Orang tua angkat Bela di buat lebih shok lagi melihat berita pagi itu tentang anak angkatnya, roni kira anak angkatnya itu akan bertaubat dan memperbaiki diri setelah memberinya hukuman dengan membiarkannya dan sudah tidak menganggapnya keluarga lagi, tapi apa kenyataan nya Bela malah semakin menjadi, Roni sampai melarang istrinya Dona untuk menonton televisi bahkan Roni mengambil phonsel Dona secara diam diam untuk sementara waktu karena Roni tidak mau kalau penyakit jantung istrinya akan kambuh kembali karena kondisi istrinya itu baru aja membaik.
Riska juga tak kalah kagetnya mendengar berita tentang kakak angkatnya, sekarang Riska tau ternyata yang menculik Dara adalah kakak angkatnya sendiri, Riska bener bener malu dengan Dara pasalnya kemarin waktu Riska menjenguknya Dara tak bilang bahwa yang menculiknya adalah Bela.
" Ya ampun kak Bela keterlaluan banget, jadi yang menculik Dara kemarin itu kak Bela, Riska bener bener malu sama Dara mau di taruh di mana muka ku ini, nyesel banget aku udah pernah menganggap kak Bela seperti kakak kandungku sendiri bahkan aku dulu rela mengalah demi kamu kak, ternyata hati kamu bener bener busuk" ujar Riska dengan berderai air mata karena tidak tega membayangkan berada di posisi Dara yang sedang hamil tapi di culik hingga pendarahan dan berakhir di rumah sakit.
Seketika Riska jadi teringat dengan mamahnya jangan sampai mamahnya tau tentang berita ini bisa kambuh lagi penyakit jantungnya, Riska langsung mengambil hpnya untuk menelfon papahnya supaya mamahnya jangan sampai mendengar berita tentang Bela pasalnya mamahnya selama ini masih menanyakan anak angkatnya Bela.
" Halo sayang tumben telfon papah ada apa?" tanya papahnya di sebrang sana setelah sambungan telfonnya terhubung.
" Halo pah, apa papah sudah tau berita tentang Bela?" Riska balik bertanya dan sekarang Riska tak mau memanggil Bela dengan sebutan kakak jadi Riska hanya memanggilnya Bela saja.
..." Iya udah, memang benar benar keterlaluan Bela itu bisa bisanya dia bertindak seperti itu bener bener sudah tidak punya otak anak itu, papah bener bener malu di buatnya untung tidak banyak orang yang tau kalo Bela itu anak angkatku" ujar papahnya dengan nada marah....
" Haduh pah masalahnya bukan itu aja, kalau mamah sampai tau berita itu bisa gawat, bisa bisa penyakit mamah kambuh lagi pah" Kata Riska dengan khawatir.
" Iya kamu tenang aja Ris papah tidak memperbolehkan mamahmu menonton televisi sementara waktu dan papah juga secara diam diam sudah mengambil hp mamahmu supaya mamahmu tidah bisa melihat berita itu, untuk sementara waktu papah ingin mengajak mamahmu pergi liburan dulu sehingga mamahmu itu lupa dengan nonton TV dan juga lupa dengan gawainya"
" Ide bagus itu pah, pokonya mamah jangan sampai tau berita tentang kak Bela"
" Iya Ris papah tau itu makannya papah melakukan itu, udah dulu ya sayang papah mau siap siap buat liburan sama mamah"
__ADS_1
" Okey pah" setelah itu Riska mematikan sambungan telfonnya.
" Hufftt ....kalau gini kan aku jadi lega, semoga aja mamah gak pernah tau berita tentang Bela" Gumam Riska.
💗❤️💗
Setelah tau Dara di rumah sakit Rena dan kedua orang tuanya menengok Dara di rumah sakit, biasalah ya mereka cari muka di depan keluarga sanjaya.
" Halo sayang gimana keadaan kamu?" tanya bibinya setelah rena dan kedua orang tuanya masuk ke ruang perawatan Dara, bibinya langsung memeluk Dara begitupun juga Rena, dan di dalam ruangan itu hanya ada Bima yang setia menemani istrinya, sengaja memang Bima tidak masuk kantor sampai Dara bener bener sehat untuk urusan kantor Bima serahkan ke papahnya.
"Eh bibi, paman,Rena.....Dara udah baikan kok bi besok juga sudah boleh pulang" jawab Dara sambil membalas pelukan bibinya dan juga Rena.
" Selamat Siang tuan Bima, maaf baru sempat menengok Dara soalnya saya juga baru tahu kalau Dara masuk rumah sakit" Arya langsung menyapa Bima setelah masuk ke dalam ruangan itu.
" Owh tidak apa paman Arya, sebaiknya jangan pagil tuan panggil Bima saja" ujar Bima yang merasa tak enak Bila pamannya Dara memanggilnya tuan di luar urusan bisnis.
" selamat siang juga tuan Bima " santi dan Rena juga ikut menyapa Bima dengan Ramah dan Bima hanya menganggukkan kepalanya.
" Ow ya Ra ini aku bawakan kamu oleh oleh ada buah, kue, martabak kesukaan kamu" kata Rena sambil menaruh makanan itu si atas meja.
"Terimakasih ya Bi, Ren kalian jadi repot repot begini" walaupun Dara tau kalau Rena, paman dan bibinya baik karena sekarang Dara sudah menjadi istri dari seorang pembisnis terkenal coba aja Dara kismin mana mau saudaranya itu sampai menengoknya apa lagi sampai membawakan makanan.
" Aduh sayang cuma buah gak repot kok" juar bibinya.
" Oh iya ra besok kan kamu sudah boleh pulang bagaimana kalau aku menginap di rumahmu aja buat jagain kamu soalnya kan kasian kamu baru pulang dari rumah sakit sedangkan tuan Bima pasti sibuk apa lagi udah ninggalin pekerjaan kantor selama berhari hari" kata Rena yang sengaja ingin menginap di Rumah Dara yang sangat besar seperti istana itu.
__ADS_1
" Gak usah Kak kamu gak perlu repot repot begitu lagian di rumah juga ada banyak pelayan jadi kalian gak usah khawatir" Dara sebenernya sangat gak suka kalau sampai Rena itu menginap di rumahnya.
" Gak pa pa kok aku gak repot" Rena tetep kekeh supaya bisa menginap di rumah Dara.
Bima yang mendengar itu sangat tidak suka, Bima paling tidak suka ada orang asing menginap di rumahnya beda lagi kalau pelayan, ya memang Rena ini masih saudara dengan Dara tapi Bima tetep aja ngerasa asing dengan Rena apa lagi bila mengingat sikapnya yang dulu pernah di perbuat ke Dara.
" Maaf ya tapi aku tidak suka ada orang lain di dalam rumahku aku merasa tidak nyaman ya walaupun kalian saudara, tapi maaf aku tidak mengizinkan, kalau mau berkunjung silahkan tapi untuk menginap saya tidak bisa memberi izin" ujar Bima tegas tanpa sungkan.
mendengar penolakan Dari Bima Rena mengepalkan tangannya, dan bibinya juga tak kalah kesalnya bisa bisanya Bima menolak secara terang terangan bahkan Arya juga tak kalah geram tapi mereka bisa apa.
" ya gak pa pa sih soalnya maksud Rena kan baik hanya ingin jagain Dara aja" Ujar mamahnya supaya mereka tidak memikirkan hal yang tidak tidak tentang Rena yang ingin menginap
..." Maaf ya Ren, lagian kalian tidah usah khawatir banyak pelayan di rumahku yang selalu siap memenuhi semua kebutuhanku " Dara tau Rena itu hanya ingin merasakan bagaimana rasanya tinggal di rumah yang sangat megah itu , karena Dara sudah tau sikap mereka yang sesungguhnya soalnya Dara tinggal bereng mereka sudah puluhan tahun, apa jangan jangan ada niat lain Dara juga tidak tau....
Setelah itu hanya ada kecanggungan di antara mereka hingga akhirnya mereka pamit untuk pulang.
" Duh mah sombong banget sih tu si Dara mentang mentang sekarang sudah jadi istrinya tuan Bima coba aja di bukan istrinya ogah aku mah kalau harus pura pura baik di depannya" gerutu Rena yang sudah berada di dalam mobil Bersama Arya dan santi.
" Iya mamah juga ogah sebenernya apalagi tadi Dara terang terangan gak ngebolehin kamu menginap di rumahnya, sumpah mamah kesel banget" saut mamahnya ikut menimpali.
" Duh kalian itu harus sabar dong dan harus lebih pintar lagi mengambil Hati Dara supaya kita itu mudah nantinya buat minta tanda tangan Dia" ujar papahnya.
" uh papah mah enak tinggal bilang gitu, masalahnya Dara tuh sekarang sudah berubah jadi sombong dan sok kecantikan" Kata Rena dengan kesal.
" Bener itu pah, mamah sebenernya udah muak, kalau aja kita udah berhasil minta tanda tangannya gak sudi mamah pah merendahkan diri seperti itu" mamahnya ikut menimpali.
__ADS_1
" Sabar ya mah kalian harus terus pepet tuh si Dara ini semua demi Kita mah, Ren setelah semua aset dan hartanya menjadi milik kita kalian tidak perlu lagi merendah sama Dara" Arya membujuk anak dan istrinya supaya terus mendekati Dara supaya lebih gampang memindahkan semua aset dan harta milik Dara ke tangannya.
BERSAMBUNG