Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
kedatangan Nesya


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


********


Sehabis melaksanakan sholat subuh Elvan memilih untuk kembali tidur dengan alasan masih ngantuk sedangkan Najwa membiarkan suaminya itu untuk tidur kembali dan Najwa memilih turun ke bawah, Najwa berniat akan memasak untuk suaminya tapi Najwa kesulitan saat akan ke dapur mungkin sangking luas dan besarnya rumah suaminya sehingga Najwa kesulitan menemukan di mana letak dapurnya.


"Rumahnya mas El luas banget sih kira kira di mana ya dapurnya sedari tadi aku muter muter kok gak nemu dapur" gumam Najwa dalam hati yang tidak tau dimana letak dapurnya, memang Elvan gak mengajak Najwa untuk keliling rumahnya sewaktu sampai di rumahnya Najwa langsung di ajak ke kamarnya.


"Selamat pagi nona" sapa para pelayan yang melihat Najwa, para pelayan di rumah Elvan pagi itu sudah pada sibuk bekerja ada yang bersih bersih mengepel lantai dan sebagainya.


"Iya pagi mbak, owh iya saya mau nanya letak dapurnya dimana ya?" tanya Najwa kepada salah satu pelayan yang menyapanya.


"Dapurnya ada di sebelah sana non, nona ini lurus aja nanti terus belok kiri nah di sebelah kanan itu non dapurnya" jawab pelayan itu dengan ramah.


"Terimakasih ya mbak" ujar Najwa, kemudian Najwa segera berjalan menuju ke dapur yang di maksud oleh pelayan tadi.


"Istrinya tuan El cantik banget ya mana lembut banget tutur katanya, beruntung banget tuan muda El bisa mendapatkan istri yang sholehah begitu" ujar salah satu pelayan ketika Najwa sudah pergi.


"Iya bener ngelihat nona Najwa terasa adem banget ya, menyejukkan hati" jawab temannya yang sesama pelayan itu.


Najwa bener bener di buat kagum dengan rumah suaminya yang sangat luas megah dan sangat mewah, kamar dan kamar mandinya aja fasilitasnya sudah seperti di hotel berbintang tidak seperti di rumahnya yang mandinya masih pakai gayung.


"Selamat pagi nona" sapa seorang pelayan yang melihat Najwa berada di dapur.


"Iya pagi mbak" jawab Najwa yang melihat pelayan itu sedang sibuk memasak. "Sedang masak apa ini mbak biar saya bantu ya" tawar Najwa yang ingin memasak untuk suami dan mertuanya.


"Tidak usah non, nanti saya malah di marahin lagi sama tuan muda El" ujar pelayan itu yang merasa sungkan dengan Najwa pasalnya Najwa adalah orang baru dirumah itu tapi sudah mau membantu memasak, pelayan itu merasa takut saja bila nanti akan di marahi oleh majikannya, sedangkan Dara yang kadang ikut terjun kedapur untuk memasak tapi pagi ini belum terlihat batang hidungnya mungkin Dara sedang sibuk karena Dara dan Bima akan berangkat ke LN pagi ini.


"Enggak mbak kenapa harus di marahin sini biar saya bantu" ujar Najwa yang ingin ikut memasak, karena Najwa memaksa akhirnya pelayan itu membolehkan Najwa untuk ikut memasak.


Awalnya Najwa ingin memasak makanan berat seperti rendang, tumis sayur, opor cuma kata pelayan itu Elvan tidak terlalu suka makan makanan berat di pagi hari, pelayan itu juga memberitahu Najwa jika Elvan lebih suka sarapan pake sandwich, waffle atau omlet di saat pagi hari, Akhirnya Najwa memilih membuat sandwich dan omlet untuk suami dan kedua mertuanya, sekitar setengah jam Najwa berkutat di dapur akhirnya makanan yang di buatnya jadi juga dengan di bantu oleh pelayan.


Setelah selesai membuat sarapan pagi Najwa memilih untuk kembali ke kamarnya dan di lihatnya suaminya itu masih tertidur dengan pulas.


"Kok mas El masih tidur sih, pagi ini kira kira mas El kerja gak ya? eh tapi kan mommy dan Daddy pagi ini mau ke LN lebih baik aku bangini aja deh" guman Najwa yang bingung antara membangunkan suaminya atau tidak.


Akhirnya Najwa memilih untuk membangunkan suaminya. "Mas bangun udah siang ini" ujar Najwa dengan menggoyangkan lengan Elvan.


"Apa sih Najwa aku masih ngantuk" jawab Elvan dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Ini udah siang mas, Mas El kerja nggak?" tanya Najwa yang langsung membuat El terbangun.


"Memangnya ini sudah jam berapa?" tanya El dengan ling lung.

__ADS_1


"Ini udah jam 7 mas" jawab Najwa.


Elvan langsung beranjak dari ranjang dan pergi kedalam kamar mandi untuk sekedar mencuci muka biar gak ngantuk pasalnya tadi pagi Elvan sudah mandi, sedangkan Najwa berinisiatif untuk menyiapkan baju untuk suaminya kerja, Najwa memasuki walk in closet untuk memilih milih kemeja yang tergantung rapi berjejer jejer yang berada di bagiam sebelah kiri dan selanjutnya Najwa memilih celana bahan yang sudah terlipat rapi di bagian bawah tak lupa Najwa juga memilih dasi yang berada di laci gak hanya itu Najwa juga mengambilkan jam tangan serta sepatu untuk suaminya.


Waktu Elvan keluar dari kamar mandi Najwa sudah selesai menyiapkan kebutuhan suaminya. "Ini baju buat kamu ke kantor mas" ujar Najwa dengan menunjukkan semua keperluan suaminya mulai dari baju serta serentetan yang lainnya.


"Kan aku sudah bilang kamu gak perlu repot repot untuk menyiapkannya lagian aku bisa mengambilnya sendiri" jawab Elvan yang sudah biasa melakukannya sendiri.


"Ya gak pa pa mas Najwa kan ingin mencari pahala" ujar Najwa, Elvan memang sudah terbiasa apa apa sendiri gak seperti Daddynya yang manja sama mommynya.


Setelah El sudah selesai memakai pakaiannya Najwa dengan sigap ingin memasangkan dasi untuk suaminya. "sini dasinya biar aku aja yang pasangin" ujar Najwa dengan mengambil sebuah dasi dari tangan suaminya dan setelah itu Najwa langsung memakaikannya.


"Memangnya kamu bisa memasang dasi?" tanya El.


"Bisa dong mas?" jawab Najwa dengan serius memasangkan dasi untuk El, walaupun udah lama sekali Najwa tidak pernah memasang dasi terakhir kalau gak salah waktu sekolah menengah atas Najwa memakai Dasi untuk ke sekolah, tapi walaupun begitu Najwa masih ingat cara memasangnya.


"Najwa itu cantik banget ya walaupun memakai pakaian tertutup sekalipun" gumam El dalam hati dengan menatap wajah cantik Najwa yang serasa menyejukkan hati.


"Udah selesai mas" ujar Najwa dengan menatap suaminya yang ternyata sedari tadi menatapnya.


"Mas El ngapain dari tadi.....emmmmmm" Najwa tidak jadi menyelesaikan perkataannya karena tiba tiba bibirnya keburu di bungkam dengan bibir milik suaminya itu, cukup lama sepasang pengantin baru itu saling beradu mulut hingga Najwa sampai kehabisan nafas mungkin karena Najwa yang tidak pandai dalam hal itu karena selama ini Najwa mana pernah berciuman, karena pertama kali Najwa berciuman ya sama laki laki yang kini sudah sah menjadi suaminya.


"Hah. .....hah...hhah" Najwa segera menghirup udara sebanyak banyaknya kala El melepaskan tautan bibirnya.


"Iya maaf Najwa kan gak pernah berciuman selain sama mas El" jawab Najwa yang entah kenapa membuat hati El jadi berbunga bunga.


"Sini Najwa aja yang pakaikan sepatunya" ujar Najwa yang dengan sigap langsung memakaikan sepatu untuk suaminya, hemmm memang ya El sekarang sudah kaya bayi besar karena apa apa dilayani oleh Najwa dan El membiarkan itu karena pecuma El melarangnya pasti istrinya itu akan terus memaksa.


"Nah udah selesai, sekarang kita turun ke bawah yuk buat sarapan tadi Najwa udah buatin Sandwich dan omlet untuk mas El sarapan" ujar Najwa setelah selesai memakaikan sepatu Untuk suaminya.


"Emangnya kamu gak capek apa ngerjain itu semua lagian kan di rumah ini ada banyak pelayan biarkan saja mereka yang mengerjakannya"


"Aku gak capek kok aku lebih suka melayani suamiku sendiri dari pada suamiku di layani orang lain, lagian itu kan pahala buat Najwa" jelas Najwa yang membuat El jadi bungkam.


Akhirnya mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama dan tak lupa Najwa juga dengan sigap membawakan tas serta jas suaminya kebawah.


Di bawah ternyata sudah ada Daddy dan mommynya yang sedang menunggu untuk sarapan bersama. "Pagi sayang sini ayo kita sarapan bareng" ujar Dara kala melihat anak dan menantunya sudah berada di ruang makan.


"Pagi juga mom Dad" jawab Najwa dan El bersamaan.


"Mommy sama Daddy habis ini langsung ke bandara nih" ujar El dengan mendudukkan bokongnya di kursi.


"Mas El mau sarapan pakai apa?" tanya Najwa dengan tutur kata yang lembut sedangkan Dara tersenyum senang selain cantik ternyata menantunya itu juga pintar melayani suaminya Dara bisa melihat itu, dulunya Elvan lebih suka melakukan semuanya sendiri tapi sekarang Dara melihat apa apa serba dilayani oleh istrinya.

__ADS_1


"Emmm enak banget ini omletnya gak kaya biasanya" ujar Bima yang baru memakan sesuap omlet.


"Emmmm iya ini gak mungkan bibik yang masak biasanya kalau bibi yang masak gak gini rasanya" sahut Dara ikut menimpali.


"Itu tadi yang bikin nona Najwa tuan" jawab seorang pelayan yang bertugas memasak, kebetulan pelayan itu tadi sedang menaruh air putih da menata beberapa gelas di atas meja untuk majikannya minum.


"ternyata kamu pinter masak juga ya Najwa" puji Dara.


"Iya" ijar Bima ikut menimpali.


"Ah gak juga mom Ded" jawab Najwa dengan malu malu karena di puji oleh kedua mertuanya sedangkan El tanpak acuh tak menaggapi obrolan kedua orang tuanya dan Najwa, memang ya El itu lebih parah dari Bima karena El orangnya lebih cuek.


"Kamu beruntung banget loh sayang dapetin istri seperti Najwa" ujar Dara dan El hanya menjawabnya dengan deheman.


"Hemmm" jawab El yang membuat Bima geleng geleng kepala.


Setelah Dara dan Bima selesai makan tiba tiba ada salah satu pelayan yang datang menghampiri. "Maaf tuan dan Nyonya di depan ada non Nesya dan mamahnya" ujar salah satu pelayan memberitahu.


"Owh iya udah suruh masuk aja" jawab Dara.


"Sudah nyonya" jawab pelayan itu dan Dara hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu Bima dan Dara segera keluar umtuk menemui tamunya sedangkan Najwa masih menunggu suaminya sampai selesai makan.


"Pagi om, tante" ujar Nesya dengan menyalami Dara dan Bima.


"Pagi juga Nesya" jawab Dara dan Bima bersamaan


"Riska, Nesya tumben nih pagi pagi udah dateng kemari?" tanya Dara dengan mendudukkan dirinya di kursi Sofa berhadapan dengan Nesya dan Riska begit pun Bima yang duduk bersebelahan dengan istrinya.


"ya aku mau ngajakin kamu shoping dan kesalon yang kemarin kan gak jadi" jawab Riska.


"Yah kamu datang di saat yang tidak tepat Ris kita pagi ini mau ke bandara" jawab Bima yang seketika membuat Riska kecewa kalau Nesya sih yang penting ketemu El.


"Yah, ya udah deh gak apa lain kali aja lagian tadi aku kesininya juga gak ngabarin dulu" ujar Riska.


"Owh ya Elnya mana tan?" tanya Nesya yang belum melihat El.


"Ada tuh sedang sarapan" jawab Dara dan seketika Nesya menyusul El ke meja makan ya begitulah Nesya udah biasa keluar masuk rumahnya Bima karena mereka berdua udah biasa sedari kecil main bersama.


"El " panggil Nesya saat El beranjak dari meja makan, Nesya langsung memeluk El secara tiba tiba dan itu sudah biasa diantara mereka sedangkan Najwa yang melihat itu wajahnya langsung berubah masam.


BERSAMBUNG


AYO MANA LIKE KOMEN VOTENYA BUAT AUTHOR

__ADS_1


__ADS_2