
Ternyata tebakan Bima itu memanglah Benar bahwa semua itu adalah kerjaan mamah dan adiknya.
"Gimana sayang udah kamu tukar semua bajunya Dara dengan ligery?" tanya Wenda ke anak perempuanya yang sudah di suruhnya untuk mengerjai Dara dan Bima, sekarang posisi mereka sudah berada di rumah karena sewaktu acara pernikahan anaknya selesai wenda, rendy dan Sena memutuskan langsung pulang meninggalkan sepasang pengantin baru di hotel.
"Udah dong mah pokonya berez" jawab Sena dengan senyum cerianya.
"Mudah mudah an mamah cepet dapet cucu"
"Mamah seneng banget ngerjain mereka, kasian tau mah Dara masak cuma pake ligery ampe lusa" uja Sena yang merasa kasihan dengan kakak iparnya itu.
"Aduh sayang gak masalah namanya juga pengantin baru, mamah juga udah ambil nih ponsel Dara sama Bima biar mereka gak ada yang gangguin" ujar Wenda sedangkan Rendi yang mendengar celotehan istri dan anak perempuanya hanya geleng geleng kepala karena bisa bisanya istrinya itu punya ide begitu.
"Kalian itu memang ada ada aja, ya udahlah papah mau langsung ke kamar mau bersih bersih udah gerah nih" ujar Rendy yang langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.
"Mamah emang juara kalo soal begituan" seloroh Sena saat papahnya sudah pergi ke kamarnya.
" iya dong mamahnya siapa dulu" jawab Wenda dengan membanggakan diri.
" Ya udah deh mah sena juga udah gerah mau mandi"
"Iya sayang mamah juga nih, ya udah mamah juga mau ke kamar kalau begitu"
Akhirnya mereka masuk ke kamarnya masing masing untuk sekedar membersihkan diri atau beristirahat.
o0o
Sementara itu di kamar pengantin Dara dan Bima sedang menikmati makan malam romantis.
"Gimana Ra enak gak makanannya?" tanya Bima saat melihat Dara makan dengan lahapnya, maklum ya karena perut mereka berdua belum sempat terisi makanan sejak siang tadi.
"Iya makanannya enak mas"
"Makan yang banyak ya biar kuat" ujar Bima dengan ambigu.
" kuat? maksudnya kuat ngapain mas" tanya Dara yang gak paham dengan perkataan Bima, maklumlah ya Dara memang masih polos.
"Kuat bertempur di atas ranjang " jawab Bima yang sengaja menggoda Dara.
BLUSSS
Wajah Dara langsung memerah karena mendengar perkataan Bima yang berbau intim
"Ber....Bertempur di atas ranjang? bertempur kok di atas ranjang emang ada ya mas"
"Ada belum pernah kan kamu Ra, kalo gitu ntar kita coba ya" ujar Bima yang membuat Dara begidik.
"Memang mas Bima udah pernah?" tanya Dara yang ingin tau, karena Bima adalah laki laki yang tampan, kaya dan yang pastinya banyak wanita yang berusaha mndekatinya
"Belum makanya ntar kita coba" jawab Bima yang membuat Dara lega, ternyata Bima adalah laki laki yang baik terbukti dia belum pernah melakukan *** karena laki laki seusianya rata rata sudah pernah melakukannya entah itu dengan kekasihnya ataupun dengan wanita bayaran.
"Coba? emang apaan mas pakai di coba segala emangnya baju kali ya" ujar Dara yang selalu membelokkan perkataan Bima yang mengarah ke ranjang mulu.
"Haaahaha......." Seketika Bima jadi ketawa mendengar perkataan Dara yang sengaja di belokin mulu.
" Duh mas Bima ganteng banget sih kalau lagi ketawa gitu" Gumam Dara dalam hati yang melihat Bima ketawa.
"Kok malah ketawa si mas"
"Abisnya kamu itu lucu banget, gemesin" tiba tiba Bima mencondongkan tubuhnya lalu mengusap sisa makanan yang menempel di sudut bibir Dara dengan ibu jarinya. "Kamu makannya blepotan udah kaya anak kecil aja" ujar Bima tepat didepan wajah Dara sehingga Dara bisa merasakan aroma mint dari mulut Bima, demi apapun jantung Dara berdegup dengan kencang diperlakukan semanis itu oleh Bima.
"Udah selesaikan kamu makannya kita masuk aja yuk?" ajak Bima saat mereka sudah selesai makan dan Dara menganggukinya.
Saat Dara berjalan di depannya Bima gak sengaja melihat ada noda merah di baju bagian belakang Dara.
"Ra baju kamu itu kenapa kok merah merah?" tanya Bima yang membuat Dara mengernyitkan alisnya bingung.
"Merah....?" Dara segera mengecek baju bagian belakangnya dan benar saja baju bagian belakangnya ada noda merah dan Dara segera berlari ke kamar mandi untuk memastikanya dan benar saja dugaannnya kalo dia lagi datang bulan karena ini memang udah tanggalnya.
"Aduh gimana nih mana gak da baju, gak ada daleman apa lagi pembalut" gumam Dara yang merasa ketakutan, di saat situasi yang lagi gawat begitu semua bajunya hilang lantas Dara harus bagaimana, cukup lama Dara berada di dalam kamar mandi dan darah haid Dara juga sudah mulai meluber kemana mana.
__ADS_1
Bima merasa khawatir dengan Dara yang sudah terlalau lama berada di dalam kamar mandi, Bima takut terjadi apa apa dengan Dara, lalu Bima memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.
TOK......TOK.....TOK
"Ra kamu ngapain? lama banget di dalam kamar mandi" panggil Bima dengan mengetuk ngetuk pintu kamar mandi.
"I....iya mas bentar" saut Dara dari dalam kamar mandi, walaupun takut bercampur malu mau gak mau Dara harus membuka pintu kamar mandinya, masak iya sih harus di dalam kamar mandi terus.
CEKLEK
Bima di buat tercengang dengan keadaan Dara saat keluar dari kamar mandi pasalnya gak hanya baju bagian belakang Dara yang berwarna merah seperti darah tapi kini kaki Dara juga terdapat darah yang mengalir dari pangkal pahanya.
"Ra kamu kenapa?" tanya Bima yang sedikit panik.
"Da......Dara gak pa pa kok mas, cuma ......"
"Cuma kenapa? itu kaki kamu kenapa berdarah? kamu sakit?"
"Bu...bukan Da....Dara mmmm........Da....Dara ternyata lagi datang bulan mas" jawab Dara dengan terbata dan tubuh bergetar karena takut sekaligus malu.
Bima menghembuskan nafasnya lega ternyata Dara cuma datang bulan kirain Bima Dara sakit atau kenapa gitu. "eh tunggu, tadi Dara bilang apa? Datang bulan? berarti malam pertamanya gagal dong" gumam Bima dalam hati dengan garuk garuk kepala.
Hik....hik ...hik..
Bima di buat bingung dengan Dara yang tiba tiba saja menangis
"Eh kamu kenapa Ra kok malah nangis sih, memang sakit ya?" tanya Bima dan Dara hanya menggelengkan kepalanya.
"Terus Dara harus gimana dong mas, di sini kan Dara gak punya baju gak punya daleman dan gak punya pembalut" ujar Dara yang membuat Bima kebingungan, wanita itu memang merepotkan ya.
Bima mengusap wajahnya frustasi. "Ya udah kamu tenang aja aku ambil ponselku dulu" ujar
Bima yang langsung mencari ponselnya, tapi naas ponselnya itu gak ada. "Ah sial ini pasti kerjaan mamah semua" umpat Bima dalam hati yang merasa kesal.
"Ra ponsel kamu mana?" tanya Bima yang ingin meminjam ponsel Dara.
"Pasti ini juga kerjaan mamah, haduh mamah tuh bener bener ya" batin Bima.
"Terus gimana dong sama Dara, Dara takut di sini gak punya baju" ujar Dara dengan menangis mau pulang gak mungkin karena memakai, masak pulang dengan memakai baju yang gak pantas, sudah berlumuran darah pula.
"Kamu tenang aja ya Ra kan ada aku di sini, sekarang kamu duduk dulu ya di ranjang jangan di kamar mandi terus nanti kamu bisa masuk angin"
"Gak mas aku disini aja nanti ranjangnya kotor lagi kena Darah"
"Kotor gak pa pa nanti bisa di bersihin, dari pada kamu sakit karena masuk angin di kamar mandi terus" ujar Bima dengan menarik Dara keluar dari kamar mandi, lalu Bima menyuruh Dara untuk duduk di ranjang dan Dara pun menurut.
"Kamu di sini dulu ya jangan kemana mana kalo ada yang ketuk pintu jangan di bukain " pesan Bima yang ingin pergi ke luar hotel, terpaksa Bima keluar hotel untuk membeli keperluan Dara, untung aja baju baju Bima di dalam koper gak di ambil mamahnya kalau iya gak tau deh harus gimana.
"Emang mas Bima mau kemana?"
"Aku mau keluar sebentar, mau beli keperluan kamu baju dan kebutuhan kamu yang lainnya, pintunya aku kunci dari luar aja ya" ujar Bima yang di angguki oleh Dara.
"Iya, tapi jangan lama lama soalnya Dara takut di sini sendiri dalam keadaan begini"
"iya kamu tenang aja, belum juga di tinggal udah kangen aja" ujar Bima dengan bercanda supaya Dara gak merasa sedih lagi, ntah kenapa melihat Dara sedih hati Bima jadi gak rela.
"Ih mas Bima malah bercanda"
Akhirnya Bima pergi keluar dari kamar hotel dan tidak lupa Bima juga mengunci pintu kamar hotel yang sudah di bokingnya.
"Mas bima ternyata orangnya lucu ya, asyik juga kalo udah kenal bahkan dia lelaki yang penyayang, kira in dulu tuh orangnya dingin dan kaku, apa mungkin karena dulu aku gak terlalu deket ya? apa mungkin karna sekarang aku ini istrinya, ah tau ah .....tapi kenapa ya aku ngrasa bahagia banget dan nyaman kalo di samping mas Bima" kata Dara berbicara sendiri di dalam kamar hotel.
Setelah Bima keluar dari hotel Bima di hadang sama beberapa orang suruhan mamahnya.
"Maaf tuan muda, Anda mau kemana?" tanya salah satu anak buah mamahnya.
"Owh kamu di sini rupanya, apa mamah yang munyuruhmu untuk mengawasiku disini?" tanya Bima dengan menyelidik.
"Maaf tuan muda kami hanya menjalankan perintah"
__ADS_1
"Ya udah kalo gitu sekarang kalian beliin baju, daleman wanita sama pembalut sana" titah Bima yang membuat orang orang suruhan Wenda kebingunggan tapi tetap salah satu orang suruhan Wenda menuruti perintah dari tuan mudanya.
"Baik tuan muda lebih baik anda tunggu di dalam kamar saja nanti saya antarkan"
"Oke, tapi ingat jangan lama lama" ujar Bima yang di sanggupi oleh anak buah wenda.
Setelah mengatakan itu Bima kembali masuk ke kamar hotel lagi. "loh kok mas bima balik lagi?" Tanya Dara.
"Iya ra kamu tenang aja orangku yang akan membelikannya" jawab Bima.
Gak berselang lama orang suruhan Bima sudah kembali dengan membawa barang pesanan Bima.
TOK....TOK...TOK
Orang suruhan Bima itu mengetuk pintu kamar hotel tuan mudanya untuk memberikan barang pesanan Bima.
"Ini pesanan anda tuan" ujar orang suruhan Bima itu setelah Bima membuka pintunya.
Setelah Bima menerima barang pesanannya Bima menyuruh orang itu pergi. "sekarang kamu boleh pergi"
"permisi tuan" ujar orang suruhan Bima dan Bima hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah orang suruhannya itu pergi bima segera menutup pintu dan menguncinya.
"Ini baju kamu sama keperluan kamu, sekarang kamu ganti gih trus kita tidur " ujar Bima dengan memberikan Dara sebuah paper bag dan Dara segera menerimanya.
"Iya mas, tapi ini gimana ranjangnya jadi kotor"
"Itu gampang, sekarang kamu ganti baju aja dulu"
Dara menuruti perintah Bima dengan segera pergi ke kamar mandi, sedangkan Bima memanggil OB buat bersihin kamarnya, dan tak lama OB itu dateng untuk memebersihkan kamar yang di huni oleh Bima dan Dara, setelah bersih OB itu segera pamit pergi.
Setelah OB itu pergi gak berselang lama Dara keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur celana pendek dan kaos pendek.
Dara tetep aja terlihat cantik dan mempesona dengan memakain baju tidur celana dan kaos pendek "Udah kan Ra sekarang kita tidur yuk lagian ini udah malem banget" ajak Bima yang melihat Dara sudah selesai membersihkan diri.
"Iya mas, kok seprai sama selimutnya udah ganti, mas Bima yang ganti ya?" tanya Dara yang melihat seprai sama selimutnya udah beda sama yang tadi padahal tadinya Dara udah berniat mau menggantinya setelah Dara selesai membersihkan diri eh malah sudah di ganti.
"Bukan tadi OB yang bersihin" jawab Bima dan Dara hanya ber oh ria saja.
"Udah sini tidur ngapain berdiri di situ" ujar Bima yang menepuk ranjang yang kosong disampingnya.
Sebenarnya Dara merasa gugup dan deg degan tapi walaupun Dara merasa deg degan Dara menuruti permintaan Bima yang mnyuruhnya segera tidur di sampingnya.
Perlahan Dara naik ke atas ranjang dan berbaring tapi dengan jarak yang jauh dari Bima.
"Kamu gak usah takut, lagian aku gak akan ngpa ngapain, kamu tenang aja lagian kamu kan lagi dateng bulan, kemarilah .....kenapa tidurnya menjauh gitu?" ujar Bima yang melihat Dara tidur dengan jarak yang jauh darinya.
"I....iya mas " jawab Dara dengan gugup.
Karena gak sabar Bima langsung manarik Dara dan seketika Dara jatuh di pelukan Bima, Dara benar bener terkejut karena sekarang posisinya berada di atas Bima, seketika tatapan mata mereka saling bertemu dan jangan tanyakan jantung keduanya sama sama berdegup dengan kencang, sehingga mereka berdua bisa merasakan degupan jantung antara satu dan yang lainnya.
Sedetik kemudian Bima mendekatkan wajahnya dan mencium singkat bibir Dara. "sekarang tidur lah" ujar Bima yang di angguki oleh Dara, sebenernya Bima ingin berbuat lebih tapi takut gak bisa menahan diri.
Akhirnya mereka berdua tidur dengan saling berpelukan.
Yah akhirnya rencana mamah wenda gagal total karena dara yang sedang datang bulan.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA
__ADS_1