
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA VOTENYA YA BUAT AUTHOR
💗❤️💗
Pagi ini sebelum pergi ke kantor Bima menyempatkan mengirim pesan singkat buat istrinya.
" (Pagi sayang, jangan lupa makan dan minum susu ya supaya debaynya sehat di dalam perut kamu, I LOVE YOU)" My love
Begitulah isi pesan yang Bima kirim, karena belum ada balasan pesan dari istrinya Bima memasukkan hpnya di dalam saku celananya Bima tak ingin buang buang waktunya lebih lama Bima ingin segera menyelesaikan urusan perusahaan Bima ingin cepet cepet pulang.
Bima keluar dari kamar hotel dan ternyata Edo sudah menunggunya di depan pintu.
" Ngapain kamu berdiri di depan pintu kamarku Do?" tanya Bima.
" Maaf tuan tadinya saya ingin mengajak anda untuk sarapan pagi belum saya mengetuk pintunya tapi tuan sudah keluar duluan" jawab Edo.
" Owh ya sudah kita langsung sarapan di bawah aja Do" ajak Bima, Bima lebih memilih sarapan di restoran hotel.
" Begini tuan karena saya mencugai direktur Hadi seseorang yang di percaya papah anda untuk menghandle anak perusahaan yang ada di sini, saya sudah mencaritahu tentangnya tuan" ujar Edo di sela sela sarapan mereka.
" Bagus kamu bergerak cepat tanpa saya suruh, kamu memang selalu bisa di andalkan, lalu bagaimana hasil dari penyelidikanmu Do?" Tanya Bima.
"Pak hadi sudah punya anak dan istri tuan tapi terlibat scandal dengan sekertarisnya yang bernama lusi dan pak hadi juga yang ternyata memakai uang perusahaan untuk keperluan pribadinya, dia juga sering memberi sekertarisnya sejumblah uang serta sering membelikannya barang barang branded pakai uang kantor" jelas Edo.
"Terus bagaimana cara kerjanya?" tanya Bima lagi.
"Menurut penyelidikan pak hadi gak ada tanggung jawabnya bahkan dia suka seenaknya memperlakuakan para karyawan, dan sering sesuka hati kalo masuk ke kantor jadi pak hadi itu sering tidak masuk kantor tanpa alasan yang jelas, kadang datang siang dan kadang di kantor juga cuma sebentar dia menelantarkan pekarjaan kantor tuan makanya perusahaan jadi berantakan seperti itu terutama masalah keuangan" Edo menyampaikan semua hasil penyelidikannya kepada Bima.
" Apa Beno meneger keuangan itu terlibat dalam masalah ini Do?"
" Tidak tuan malahan Beno yang di jadikan kamping hitam oleh pak Hadi" mendengar jawaban Edo Bima mengepalkan tanganya.
" Kurang ajar banget dia, aku memang sudah menaruh curiga dari kemarin waktu aku pura pura menawarkan kerja sama secara tiba tiba dengan keuntungan yang besar dan dia menerima begitu saja tanpa rasa curiga sama sekali, kamu kumpulkan semua bukti buktinya Do dan pastikan dia membusuk di penjara dan pastikan juga aset dan seluruh hartanya di sita untuk mengganti kerugian perusahaan jangan sampai ada satu peserpun yang tersisa, biarkan keluarganya menjadi gembel karena sudah bermain main denganku" ujar Bima yang sudah geram dengan kelakuan Hadi itu, bisa bisanya papahnya mempercayakan perusahaan di tangan Hadi.
" Baik tuan siap laksanakan" jawab Edo.
Setelah Edo dan Bima selesai sarapan pagi mereka berdua segera melaksanakan rencananya yang sudah tersusun rapi, Bima harap masalah ini akan cepat selesai soalnya Bima sudah gak sabar ingin pulang karena sudah rindu berat dengan sang pujaan hati.
💗❤️💗
Dara baru tahu kalo suaminya mengirim pesan via whatsapp soalnya tadi pagi buru buru ke kampus jadi tidak sempet membuka hpnya.
__ADS_1
Setalah Dara membaca pesan dari suaminya Dara segera membalasnya.
"(Iya mas Bima juga jangan sampai lupa makan ya, dan cepet pulang... I love you to)" Begitulah balasan pesan Dara untuk suaminya tapi Bima tak sempat membuka atau membalasnya karena Bima sedang sibuk, lama Dara menatap layar hpnya menanti balasan pesan dari suaminya tapi tak kunjung ada balasan dengan kesal Dara memasukkan hpnya kedalam tas, Mela yang ada di sebelahnya pun merasa heran dengan Dara.
" Lo kenapa sih Ra aneh banget tadi senyum senyum sekarang kelihatan kesel banget " Tanya Mela karena melihat Dara yang aneh tadi senyum saat melihat hpnya dan sekarang sudah berubah kesal lagi.
" Ya lagi kesel aja mel, Riska mana ya tumben gak nongol?" tanya Dara mengalihkan pembicaraan.
" Tuh anak lagi ada kelas Ra, kalo nggak juga pasti udah nyamperin kita" jawab Mela.
"Owh....tadi malam jadi ke club kalian berdua?" tanya Dara lagi.
" jadilah Ra gue dapet kenalan ganteng tau pemilik club lagi" ujar Mela bercerita.
" Owh ya moga aja temen gue ini gak jomblo lagi, emang kalian ke club mana?"
" Ke club XX gue di kenalin sama Riska sama tuh cowok, karena Riska kenal sama pemilik club itu, awalnya si kita di godain sama cowok eh tiba tiba kita di samperin pemilik club itu yang ternyata kenal sama Riska"
" Jangan bilang namanya Aldi" tebak Dara.
" Kok lo tau sih ra, lo juga kenal sama kak Aldi?" tanya Mela menyelidik.
" Ya jelas tau orang kak Aldi temennya mas Bima pemilik Club XX" jawab Dara.
" Bego lo mel kenal deket aja gak main kenalin ja gue cuma tau kalo kak Aldi itu temenya mas Bima" kata Dara sambil menonyor kepala Mela.
" Auwwwh sakit tau Ra" keluh Mela.
" Habisnya lo kalo ngomong asal aja, eh gue penasaran tau gimana sih club malam itu terus minuman itu rasanya gimana ya?"
" Gak usah aneh aneh deh mau cobain minuman ingat lo lagi hamil gak boleh minum minuman ber alkohol lagian gue ngajak lo kemarin buat nemenin gue doang gak ada niat lain gue cuma boring di rumah dan udah lama gak ke club juga" sekarang gantian Mela yang mononyor kepala Dara.
" Apan sih mel sakit tau, lagian lo sih bikin gue penasaran" ujar Dara memanyunkan bibirnya.
" Nih gue kasih tau club malam itu yang datang cowoknya cakep cakep yang udah tua juga banyak sih, perempuannya juga sexy sexy Ra disana, disana lo bisa melupakan masalah lo pokoknya disana itu surganya dunia, ya begitulah pokoknya tapi gak semua cowok atau cewek yang pergi ke club itu gak bener semua Ra, ada yang kesana cuma hanya melepas penat juga ada yang cuma iseng juga ada" jelas Mela.
" Owh begitu ya, eh mel udah jamnya masuk kelas nih kita masuk yuk ntar kena hukum pak raka lagi ogah gue kapok" ujar Dara, lantas mela dan Dara segera masuk kelas dari pada kena hukum, Dara masih ingat akan hukuman yang dia terima waktu itu.
💗❤️💗
Sementara Edo sudah mengumpulkan semua bukti kecurangan yang di lakuan Hadi, bisa dikatakan bahwa Hadi korupsi besar besaran karena berimbas ke perusahaan yang kacau karena uangan.
Edo segera melaporkan tindakan Hadi kepolisi dan menyerahkan semua bukti bukti yang di dapatnya ke polisi dan polisi pun segera bertindak.
__ADS_1
Hadipun di tangkap di kediamannya, Hadi dibawa paksa oleh polisi karena terus berontak dan menyangkal semua tuduhan itu tapi bukti itu sudah jelas adanya jadi Hadi tidak bisa berkutik lagi dan semua aset dan seluruh harta yang Hadi punya di sita.
Sekarang di sinilah Hadi di balik jeruji besi Hadi tidak bisa berkutik bahkan menyewa pengacarapun tidak bisa karena sumua hartanya telah di sita, Edo dan Bima menemui Hadi di penjara.
"Tuan tolong ampuni saya tolong jangan penjarakan saya tuan" Mohon Hadi setelah melihat kedatangan Bima dan Edo, sekarang Hadi baru tau bahwa Bima adalah anaknya tuan Rendy pemilik perusahaan yang dia pimpin.
" Maaf tuan Hadi yang terhormat anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan anda, gaji anda sangatlah besar tapi kenapa masih melakukan korupsi, perbuatan anda sudah tidak bisa di tolerin akibat perbuatan anda itu perusahaan saya hampir gulung tikar bahkan aset dan harta yang kamu punya belum cukup untuk menutupinya, jadi nikmati aja hari hari anda di sini" ujar Bima Datar.
" Saya mohon tuan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi bahkan saya akan mengusahakan perusahaan itu kembali normal" Hadi msih belum menyerah karena Hadi tidak mau kalau harus di penjara.
" Hah...aku gak salah denger? kamu fikir semudah itu lagian anak dan istri kamu juga sudah gak perduli sama kamu setelah kebusukanmu terbongkar mereka sudah tau penghiatan yang kamu lakuakan bersama sekertaris kamu lusi, untung lusi tidak terlibat kalo iya aku juga sudah melemparnya kedalam jeruji besi, makanya jangan pernah macam macam denganku sekarang rasakan akibatnya" Setelah mengatakan itu Bima dan Edo segera pergi dari tempat itu walaupun Hadi masih berteriak memohon tapi Bima tidak menghiraukannya.
" Setelah ini apa lagi yang akan anda lakukan tuan?" tanya Edo yang sudah berada di dalam mobik bersama bima yang duduk di bagian belakang.
" Kamu pecat aja lusi saya tidak butuh karyawan sepertinya dan gantikan Hadi dengan Beno saja, angkat Beno sebagai derektur di perusahaan menggantikan Hadi" suruh Bima.
" Siap tuan, menurut saya itu keputusan yang tepat karena menurut hasil penyelidikan Beno orang jujur dan bertanggung jawab" ujar Edo.
" Do kamu bisakan sementara menghandlenya sendiri entah kenapa pesaanku tiba tiba gak enak do aku ingin pulang sekarang juga aku suruh Revan aja yang kesini ya buat bantuin kamu " Kata bima secara tiba tiba entah kenapa perasaannya mulai gelisah.
" Iya tuan kalo tuan ingin pulang tidak apa selanjutnya saya bisa mengatasinya dengan Revan tuan, lagian nona sedang hamil muda" Edo mengerti dengan kekhawatiran tuannya itu karena sekarang sudah ber istri beda dengan yang dulu bisa pulang setelah urusan perusahaan benar benar selesai.
" kalo begitu siapkan penerbangannya sekarang juga Do aku ingin pulang sekarang juga" Edo kaget dengan permintaan tuannya yang mendadak itu
" Sekarang juga tuan?" tanya Edo memastikan.
" Iya do entah kenapa perasanku tiba tiba gak enak aku takut terjadi sesuatu sama istri aku, entahlah do tiba tiba aja hatiku mengatakan untuk pulang sekarang" Bima menyampaikan kepada Edo apa yang dia rasakan.
..." Baik tuan kalo begitu akan saya siapkan penerbangan anda" Edo sebenernya juga bertanya tanya ada apa sebenernya gak biasanya tuanya begitu....
Setelah semuanya siap Bima langsung terbang ke indonesia saat itu juga, Bima sempat membaca balasan pesan dari istrinya dan Bima pun membalasnya sebelum hp di matikan karena pesawat segera take off.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1