
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG LIMA YA DAN KASIH AUTHOR VOTE DARI KALIAN
💗❤️💗
Vian dan Sena sudah sampai di parkiran hotel dan Sena baru menyadari kalo ternyata Vian membawanya ke hotel.
"Yan kok kita malah ke hotel sih?" tanya Sena yang terkejut karena tiba tiba Vian membawanya ke hotel, walaupun dalam keadaan ngantuk berat tapi Sena masih sadar.
"Iya sayang kan emang aku ngasih surprisenya di sini" jawab Vian yang sudah gak sabar ingin segera masuk ke dalam hotel.
"Kenapa harus di hotel sih yan" ujar Sena yang sebenernya ingin menolak ajakan Vian tapi sena penasaran surprise apa sih yang akan Vian tunjukkan.
"Gak pa pa kamu gak usah takut kan ada aku, ayo kita turun" ajak Vian dan Sena terpaksa mau.
"Ya udah deh ayo, tapi jangan lama lama ya soalnya tadi aku izinnya cuma pergi sebentar" ujar Sena yang takut pulangnya bakal kemalaman.
"Iya cuma sebentar aja kok cuma ngasih surprise aja" jawab Vian yang berusaha merayu Sena supaya mau masuk ke hotel bersamanya.
Akhirnya mereka berdua berjalan masuk ke dalam hotel setelah mereka sampai di depan kamar hotel perasaan Sena jadi gak enak karena takut kalau di bawa masuk ke dalam kamar hotel.
"Yan kita masuk ke kamar ini?" tanya Sena dengan menunjuk sebuah kamar.
"Iya kenapa? surprisenya kan ada di dalam, udah ayo gak usah takut" Vian langsung menarik Sena untuk memasuki kamar itu sedangkan Sena terpaksa mau masuk ke dalam kamar hotel itu karena Sena terlalu penasaran dengan surprise yang Vian maksud padahal sena udah menguap berkali kali karena sudah sangat ngantuk.
Setelah Sena masuk Vian segera mengunci pintunya lalu kuncinya itu di sembunyiin di dalam saku celananya.
"Yan katanya mau ngasih surprise mana?" tanya Sena yang tidak melihat apa apa di dalam kamar itu.
"Kamu gak sabaran banget sih sayang" jawab Vian yang tiba tiba memeluknya dari belakang.
"Yan kamu ngapain sih jangan gini dong" ujar Sena dengan memberontak jujur saja Sena merasa tidak nyaman di perlakukan seperti itu oleh Vian.
"Kenapa kita kan sudah pacaran wajar dong kalo aku peluk kamu"
"I....iya tapi udahkan peluknya"
"Kenapa sih Sen kamu selalu menolak sentuhanku, orang jaman sekarang kalau pacaran pelukan sama ciuman itu hal yang wajar bahkan mereka bisa berbuat lebih dari itu" ujar Vian tepat di samping telinga Sena sehingga membuat tubuh Sena jadi meremang.
"Maksud kamu apa yan? tapi aku gak bisa kalau harus lakuin itu, memang aku cinta sama kamu tapi kita gak harus melakukan itu kan, aku mau nglakuinnya kalo kita sudah sah dalam ikatan pernikahan" ujar Sena yang berhasil lepas dari pelukan Vian
"Aduh kelamaan itu Sen"
"Tapi Yan aku gak bisa maaf" tolak Sena yang mau keluar dari kamar hotel itu, tapi ketika sena mau membuka pintunya, ternyata pintunya gak bisa di buka.
"Kamu mau lari kemana sayang kamu gak akan bisa lari karena pintunya sudah aku kunci" ujar vian dengan memeluk Sena lagi.
__ADS_1
"Vian jangan gini dong please aku mohon, jangan bikin aku takut" Sena berusaha memberontak supaya Vian melepaskan pelukanya tapi usaha Sena itu hanya sia sia saja karena tenaga Vian jauh besar dari tenaganya, jujur saja Sena sekarang sudah merasa ketakutan dengan perilaku Vian yang seenaknya main asal peluk dirinya apalagi posisinya sekarang berada di dalam kamar hoter cuma berdua, Sena takut jika Vian akan berbuat nekat.
"Jangan takut sayang"
"Vian aku mohon lepasin kalau nggak aku bakal teriak " ancam Sena sedangkan Vian tidak takut sama sekali dengan ancaman Sena.
"Teriak aja sayang sekeras apapun kamu berteriak gak akan ada seorang pun yang akan mendengarnya, karena kamar ini kedap suara" ujar Vian yang membuat Sena samakin ketakutan, ya Vian bener walaupun dirinya berteriak sekuat tenaga gak akan ada yang dengar karena kamar itu kedap suara.
Sena semakin ketakutan mendengar perkataan vian terus bagaimana nasibnya nanti siapa yang akan menolongnya dan kalau sampai Vian berbuat macam macam padanya lalu apa yang harus dia katakan pada kakak dan kedua orang tuanya nanti.
Vian berusaha mencium bibir Sena tapi Sena terus berontak dan berusaha menghindar, dengan kasar Vian mencium Sena dan Sena gak mampu lagi berontak apa lagi melawan Vian kepalanya sudah terasa pusing dan mengantuk tapi Sena masih sadar.
"Vian aku mohon lepasin aku jangan lakuin itu sama aku" ucap Sena kala vian melepas ciumannya.
"Jangan takut sayang setelah kamu merasakannya nanti kamu juga akan ketagihan" ujar Vian dengan entengnya.
"Please Vian aku mohon hik.....hik....katanya tadi kamu mau ngasih aku surprise tapi mana kok malah jadi gini" Sena berusaha memohon kepada vian supaya Vian mau melepaskannya sampai sampai Sena menangis di buatnya karena Vian tak kunjung melepaskannya.
"Ya ini surprisenya sayang jangan nangis dong nanti kalau kamu sudah tau rasanya pasti kamu akan memintanya lagi"
"Gak Vian jangan, tolong izinkan aku pergi dari sini"
"Iya nanti kita akan pergi dari sini setelah kita melakukannya"
Setelah berkata seperti itu Vian mulai mencium Sena lagi secara paksa walupun Sena terus beronta, gak sampai di situ Vian juga merobek dress yang di pakai Sena sehingga memperlihatkan bahunya yang mulus lalu Vian mengelusnya, Sena semakin meronta ronta tapi tenaganya kalah telak sama Vian tenaga Sena gak ada apa apanya.
Lama kelamaan Sena udah gak kuat untuk melawan Vian, kemudian Vian merobek lagi dress yang di kenakan Sena sampai dress itu terlepas dari tubuhnya, sekarang Sena hanya mengenakan bra dan ****** ***** saja, tak puas sampai di situ vian juga menarik bra dan ****** ******** sehingga Sena nked.
BRAKKK
"Dasar bajingan kamu" ujar Bima yang merasa terkejut dengan apa yang dia lihat, Bima melihat sena udah nked dan berusaha melawan Vian yang ingin memperkosanya, Bima langsung berlari ke arah ranjang dan menendang tubuh Vian, sedangkan Vian yang mendapat serangan tiba tiba itu langsung terjungkal ke lantai.
Bima menarik Vian lalu segera memukul perut dan wajahnya setelah itu Bima segera melepar selimut ke arah adiknya untuk menutupi tubuh adiknya yang nked, Bima menghajar Vian sampai habis habisan setelah itu Bima menyuruh anak buahnya masuk ke dalam kamar itu untuk mengamankan Vian karena Bima perlu memberi perhitungan kepadanya, sementara Bima langsung menghampiri adiknya yang menangis.
"Kalian aman kan dia, bawa baj**gan ini ke markas, amankan semua bukti dan pastikan dia jangan sampai kabur , kalau sampai kabur kalian yang akan aku hajar" titah Bima yang langsung diiyakan oleh anak buahnya.
"Baik tuan" jawab mereka serempak karena Bima membawa empat orang anak buahnya.
Setelah semua anak buahnya keluar membawa vian Bima menghampiri dan memeluk adiknya yang menagis ketakutan.
"Kamu gak pa pa kan dek , kamu udah di apain sama si brengsek itu? bilang sama kakak biar kakak hajar itu orang" tanya Bima yang hanya di balas gelengan kepala sama Sena, Sena tidak bisa berkata apa apa lagi suaranya seakan tercekat di tenggorokan, Sena hanya bisa menangis.
"Ya udah kamu tenangin diri kamu dulu ya sekarang kita pulang"
"Ta....tapi kak....hik...hik....baju Sena udah rusak semua hik.....gimana Sena pulangnya"
"Kamu tenang aja ada kakak, kamu pakai selimut ini aja biar kakak gendong" suruh kakaknya dan Sena hanya mengangguk.
__ADS_1
Bima segera menggendong adiknya yang hanya berbalut selimut itu ala bridal style, setelah sampai di depan hotel Bima langsung masuk ke dalam mobilnya yang sudah siap dengan supirnya yang memang sudah menunggunya di depan hotel.
"Apa lihat lihat nyetir aja yang bener " Bentak Bima pada supirnya kala supirny melihat ke arah belakang.
"Ba....baik tuan maafkan saya" ucap supir itu dengan takut karena bentakan dari Bima.
Mobil itu melaju ke kediaman sanjaya setelah sampai Bima segera turun dan mengendong adiknya masuk kedalam rumah.
Sedangkan Wenda dan Rendy mondar mandir gak jelas diruang tamu karena merasa panik anak perempuannya gak pulang pulang bahkan gak bisa di hubungi.
Ketika Bima masuk ke dalam rumah dengan menggendong Sena yang masih berbalut selimut Wenda dan Rendy langsung menghampirinya
"Bima Sena kenapa ini?" tanya Wenda dengan panik pasalnya Wenda melihat anak perempuannya itu di gendong oleh kakaknya dengan selimut yang menggelung tubuhnya.
"Iya bim Sena kenapa?" tanya Rendi juga yang panik melihat keadaan anak perempuannya.
"Nanti aja ceritanya mah, pah" jawab Bima yang langsung naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar adiknya sedangkan Wenda dan Rendy mengekor di belakang, Bima membaringkan Sena di atas ranjang.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Wenda pada sena yang menangis.
"Mendingan mamah tenangin Sena aja dulu dan tanyain pelan pelan" ujar Bima yang melihat adiknya itu masih shok akan kejadian yang menimpanya barusan.
Setelah mengatakan itu Bima mengajak papahnya untuk keluar dari kamar Sena, sementara Wenda menemani Sena di kamarnya.
"Sayang kamu tenang dulu ya dan ceritain sama mama pelan pelan sebenernya kamu kenapa?" tanya Wenda yang berusaha menenangkan anaknya.
"Se.....sena minta maaf mah hik.....hik....Se....sena udah bohongin mamah sama papah" jawab Sena dengan sesenggukan.
"Memangnya Sena bohong perihal apa?" tanya Wenda yang masih belum faham.
"Sena tadi sebenernya hik....hik.....pergi sama vian bukan sama vita mah" jawab Sena yang akhirnya jujur juga.
"Terus kamu kok bisa cuma pake selimut aja baju kamu kemana?" tanya Wenda yang sudah berfikir negatif.
"Ta....tadi vian hampir aja melecehkan sena mah hik.....hik....." jawab Sena yang sukses membuat Wenda tercengang.
"Apa? terus kamu di apain aja tadi sama laki laki be***sek itu?" tanya Wenda dengan memeluk putrinya.
"Se.....na hampir di per****kosa mah hik.....hik tapi belum sempet vian melakukannya kak Bima sudah dateng buat nolongin Sena" jawab Sena yang membuat Wenda jadi lega, syukurlah anaknya belum sempat di apa apain.
"Syukurlah nak jadi kamu belum di apa apain kan?" tanya wenda memastikan sedangka sena hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Ta....tapi Sena malu banget mah karena hik....hik....vian sudah te***jangin Sena dan kak Bima juga lihat semuanya.
"Ya udah kamu tenang dulu sayang, sekarang kamu pakai baju dulu ya mamah ambilin" ujar Wenda sedangkan Sena hanya menganggukan kepalanya.
Setelah Wenda mengambilkan baju untuk Sena Wenda juga membantu memakaikannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR YA BERIKAN VOTE DARI KALIAN YA AUTHOR LIHAT BANYAK YANG MEMBACA TAPI BELUM ADA YANG KASIH VOTE, TERIMAKASIH