
SELAMAT MEMBACA
TAPI SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DARI KALIAN
MASUKKAN KE DAFTAR VAFORIT YA
Hari ini Kenzo datang ke apartemen Citra karena ini hari terakhirnya di jakarta karena besok Kenzo harus udah balik lagi ke surabaya, tanpa basa basi kenzo langsung masuk ke apartemen Citra karena memang sudah tau sandinya.
Setelah Kenzo masuk ke dalam apartemen citra ternyata keadaannya sangat sepi seperti gak ada penghuninya, kenzo melangkah masuk dan mendudukan bokongnya di depan TV tapi tak lama Kenzo mendengar suara suara aneh dan sepertinya suara itu berasal dari kamar Citra,
karena penasaran Kenzo berdiri lalu berjalan ke arah kamar citra untuk memastikannya dan suara aneh itu terdengar semakin jelas.
Sesampainya di depan kamar Citra ternyata pintunya haya tertutup setengah saja dan kenzo memutuskan untuk mengintipnya karena penasaran, apakah bener jika kekasihnya sedang berbuat tidak senonoh di apartemennya sendiri, karena Kenzo gak bodoh dia tahu betul suara ******* seperti itu dan itu memang betul suara Citra.
Setelah kenzo mengintipnya Kenzo bener bener di buat terkejut dan shok karena kenzo melihat kekasihnya sedang melakukan perbuatan terlarang dengan laki laki lain seketika hatinya jadi hancur, dengan hati bergetar kenzo merekam semua perbuatan bejat Citra, kenzo melihat tidak ada unsur paksaan dari keduanya, mereka berdua sama sama menikmatinya apalagi Citra yang sepertinya merasa benar benar nikmat di bawah kungkungan pria itu , setelah di rasa cukup kenzo menyimpan rekaman vidio itu lalu segera pergi dari sana, Kenzo bener bener tidak sanggup melihat kekasih tercintanya bercinta di depan kedua matanya dengan pria lain, apalagi citra terlihat sangat menikmatinya.
o0o
Di kediaman keluarga Sanjaya di saat malam hari mereka semua sedang makan malam bersama di meja makan kecuali Sena yang tidak terlihat di meja makan.
"Lho Sena mana ya kok tumben gak ikut makan malam bersama" tanya Wenda yang tidak melihat putrinya di meja makan itu.
"Gak tau mah" jawab Bima dengan acuh.
Tiba tiba Sena terlihat menuruni tangga dengan penampilan yang sudah terlihat rapi dan cantik.
" lho sayang kamu mau kemana? kok udah cantik aja, gak makan malam bareng sama kita?" tanya mamahnya.
"Sena gak ikut makan malam di rumah ya mah soalnya Sena mau pergi sama vian" jawab Sena yang secara tidak langsung meminta izin.
"Mau pergi kemana sih dek malam malam gini, mending di rumah aja" celetuk Bima dengan mengunyah makanannya.
"Ih kakak, Sena itu udah gede masak masih di kekang terus sama kakak, lagian Sena cuma mau pergi makan malam aja kok sama vian" jawab Sena dengan memanyunkan bibirnya pasalnya kakaknya itu masih saja mengengkangnya terus.
"Kamu perginya di jemput kan sayang sama dia?" tanya papahnya.
"Iya dong pah, bentar lagi juga sampai"
"Ya udah nanti suruh masuk dulu kenalin sama kita" ujar Rendy yang di setujui oleh Sena.
"Iya bener dek yang di bilang papah" sahut Bima ikut menimpali, sementara Dara hanya sibuk makan dan juga nyuapi Bima karena memang Bima yang memintanya, sebenernya Bima itu malas makan kalo gak di suapin dan Wenda tentu saja seneng banget melihat pemandangan yang terlihat romantis antara menantu dan anaknya.
"Iya ya kak, oh ya kak tadi kan sena lagi ngerjain tugas sama temen temen dirumah dan kebetulan ada Rena juga terus si Rena itu nanyain tentang kak Dara ke Sena, apa Dara tinggal di sini begitu, ya sena jawab aja kalo kak Dara lagi gak ada di sini dan Sena bilang juga kalo kak Dara udah nikah sama kak Bima" ujar Sena mengadu.
"Terus reaksi Rena gimana waktu kamu jawab begitu?" tanya mamahnya yang gak suka sama Rena.
"Ya Rena kaya kecewa gitu karena nikah kok gak bilang bilang sama keluarga terus katanya mamahnya nyariin selama ini, dan katanya mau minta maaf juga soal kejadian itu, katanya itu cuma salah pahan dan Rena juga berpesan kalau kak Dara di suruh pulang nemuin mamahnya Rena" jelas Sena
"Iya mas Dara jadi gak enak dan ngerasa bersalah juga karena gak ngabarin mereka" ujar Dara yang mendadak jadi gak enak hati karena menikah tidak memberitahu paman dan bibinya.
"Ya udah kamu tenang aja besok kita kesana biar nanti aku yang ngomong sama mereka" kata Bima yang membuat Dara jadi lega karena ternyata suaminya itu tidak membenci keluarganya buktinya Bima masih mau mengantarnya untuk menemui paman dan bibinya biar bagaimana pun kan mereka masih bersaudara.
"Ya Bim kamu bener, kamu antarin aja Dara kalau mau ke sana jangan membiarkan Dara datang sendirian menemui paman dan bibinya" Ujar Rendi yang secara tidak langsung melarang Dara menemui paman dan Bibinya seorang diri, bukan apa apa karena Rendy takut aja mereka bakal berbuat semena mena lagi dengan Dara.
Tiba tiba ada seorang pelayan yang datang dengan tergopoh gopoh, pelayan itu menyampaikan bahwa ada tamu yang mencari nona Sena.
"Permisi tuan nyonya maaf mengganggu di depan ada tamu yang nyariin non sena" ujar lelayan itu menyampaikan.
__ADS_1
"Ya udah bik suruh masuk dulu Bima mau ketemu orangnya" jawab Bima yang ingin bertemu Vian.
"Baik tuan muda" jawabnya.
Pelayan itu langsung pergi keluar lagi untuk menyuruh tamunya masuk terlebih dahulu,
sementara Bima, Wenda dan Rendy langsung keluar untuk menemui seorang tamu yang di tebaknya adalah Vian.
"Mari den silahkan masuk " ujar pelayan itu mempersilahkan Vian untuk masuk.
"Iya bik" jawab Vian yang segera masuk dan duduk di ruang tamu dan tak lama Sena dan kedua orang tua serta kakaknya keluar untuk menemui vian.
"Malam om tante" sapa Vian dengan memyalami kedua orang tua sena serta kakaknya.
"Ya malam juga nak Vian silahkan duduk dulu" jawab Rendy dengan ramah.
"Saya kesini mau minta izin sama om dan tante saya mau ngajak Sena untuk makan malam di luar" ujar Vian yang meminta izin kepada kedua orang tua Sena.
"Hanya makan malam kan?" tanya Bima yang agak kurang srek sama Vian.
"Iya kak sekalian ngajak jalan sih" jawabnya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tapi ini udah malam kalo bisa pulangnya jangan larut malam"
" iya kak cuma jalan sebentar aja kok" ucap Vian yang mencoba menawar supaya boleh mengajak Sena untuk sekedar makan malam bersama dan jalan jalan.
"Ya udah kalian hati hati ya, ingat pesan kakakmu " Saut Wenda mengizinkan, karena menurut Wenda Sena sudah dewasa gak seharusnya di kekang terus menurus biarlah anak perempuannya itu merasakan kebebasan sedikit saja begitu fikirnya.
"Iya mah" jawab Sena dengan Senang karena akhirnya bisa jalan juga dengan Vian, Sena ingin merasakan kebebasan seperti anak muda yang lainya.
"Aku titip adikku kamu jagain dia baik baik, kalau sampai adikku itu kenapa kenapa kamu akan berhadapan langsung denganku" ancam Bima dengan berbisik.
" Iya kak pasti Vian jagain, kakak tenang saja" jawab Vian dengan berbisik pula.
Akhirnya vian dan sena pergi berkencan berdua, sementara Dara tadi memang gak ikut keluar karena Dara lebih memilih membersihkan meja makan walaupun tadi Bima sudah melarangnya.
"Sayang kamu ngapain sih udah biar bibik aja yang kerjain, kamu ikut aku ayo" ujar Bima sewaktu melihat Dara ingin mencuci piring kotor bekas makan malam tadi.
"Iya nona biar saya saja yang kerjakan" saut salah satu pelayan yang merasa tidak enak hati karena malah Dara menantu kesayangan wenda yang membereskan meja makan serta akan mencuci piring piring kotor itu.
"Emang mau kemana mas?" tanya Dara.
"Udah ikut aja"
Setelah itu bima langsung menggandeng tangan Dara ke ruang keluarga di sana sudah ada mamah dan papahnya.
"Nah gitu dong sayang kalian itu harus romantis " ujar Wenda yang melihat Bima dan Dara yang datang untuk bergabung di ruang keluarga, sengaja Bima mengajak Dara untuk berkumpul dengan mamah dan papahnya karena ada yang ingin Bima sampaikan.
"Bima mau bicara pah, mah" ujar Bima setelah duduk di sofa bersebrangan dengan kedua orang tuanya.
"Mau bicara apa bim?" tanya papahnya.
"Bima kan sekarang udah nikah, rencananya Bima mau tinggal berdua aja biar bisa mandiri"
"lho kenapa gak di sini aja sih Bim?" tanya mamahnya yang kurang setuju dengan keputusan Bima.
"Ya Bima kan udah nikah mah jadi lebih baik tinggal di rumah sendiri aja" jawab Bima yang ingin tinggal berdua aja dengan Dara.
__ADS_1
"Yaa gak pa pa mah kalo Bima maunya begitu, lagian bener yang di bilang Bima biar mereka berdua lebih mandiri dan mungkin lebih leluasa " ujar papahnya yang menyetujui keputusan Bima.
"Ya udah deh kalo kalian maunya begitu, tapi inget ya Bim walaupun kalian nikahnya karena mamah jodohin kamu jangan sampai kasar dengan Dara, terus kalian tidurnya gak boleh pisah ranjang siapa tahu aja kan kalian pengen tinggal sendiri tapi ujung ujungnya tidur terpisah" ujar Wenda memperingatkan.
"Iya gaklah mah" jawab Bima yang heran dengan pemikiran mamahnya bisa bisanya mamahnya mikirnya begitu.
"Memang kalian rencananya mau tinggal dimana?" tanya Wenda.
"Untuk sementara di apartemen Bima dulu mah, sebenernya Bima udah beli rumah cuma lagi di renovasi mah"
"Owh gitu rencananya mau pindah kapan Bim?" tanya Rendi.
"Besok pah" jawabnya sementara Dara hanya Diam dan mengikuti Bima, sebenernya Dara belum tau kalau Bima berencana akan pindah rumah karena sebelumnya Bima gak ada bilang sama Dara.
"Secepat itu bim?" tanya mamahnya yang sedikit kecewa.
"Iya mah, lagian mamah tenang aja nanti kita juga akan sering nain ke sini kok atau mamah yang main ke apartemen Bima juga boleh orang deket ini"
" Ya udah deh sayang kalo itu udah jadi keputusan kalian mamah cuma berpesan sama kalian jangan sering berantem ya, dan kamu Bima harus jadi suami yang bertanggung jawab" peringat Wenda lagi yang masih khawatir kalau Bima akan bersikap semena mena dengan Dara.
"Iya mamahku sayang kalo gitu bima ke kamar dulu deh, ayo sayang" ajak Bima dengan menarik tangan Dara.
"Dara ke kamar dulu ya pah mah" pamit Dara sebelum beranjak dari sana.
"Iya sayang jangan lupa di lembur biar cepet jadi" teriak Wenda saat Bima dan Dara sudah menaiki tangga menuju ke lantai atas.
"Ya udah mamah tenang aja kelihatannya Bima bisa menerima Dara sebagai istrinya mah dan sebaliknya Dara juga begitu, sepertinya gak susah membuat mereka saling jatuh cinta, biarkan mereka tinggal berdua biarkan mereka bisa semakin dekat dan leluasa tanpa sungkan karena ada kita" ujar Rendi menenangkan istrinya yang masih terlihat khawatir.
"iya juga sih pah mudah mudahan begitu" jawabnya dengan pasrah.
o0o
Di kamar Bima langsung menuju balkon kamarnya dan Dara tadi begitu masuk ke dalam kamar langsung ke kamar mandi, Bima segera menghubungi anak buahnya untuk menyuruh mengawasi Sena kemanapun Sena pergi.
"Hallo tuan..." jawab anak buahnya di sebrang sana setelah sambungan telfonnya terhubung.
"Hallo kamu tolong ikutin Sena kemana pun dia pergi" titah Bima yang langsung di sanggupi oleh anak buahnya itu.
"Baik tuan laksanakan"
"Inget kalo Sena dalam bahaya segera lakukan sesuatu dan segera hubungi aku jangan sampai terjadi sesuatu sama Sena, kalo sena sampai kenapa kenapa kamu yang aku hajar"
"Baik tuan"
Setelah itu Bima langsung menutup telfonnya secara sepihak
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA
__ADS_1