
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH VOTE YA BUAT AUTHOR
💗❤️💗
setelah temen temannya pergi sena datang ke rumah kakaknya bima.
" nona sena silahkan masuk non" kata pelayan itu ramah soalnya pelayan itu sudah tau kalo sena itu adiknya tuan bima.
" kak dara sama kak bimanya ada bik?" tanya sena sama pelayan itu.
" ada non baru saja teman temannya non dara pulang mungkin sekarang non dara ada di ruang tv.
" ya udah bik makasih ya, kalo gitu aku langsung masuk aja"
" iya non, non sena mau minum apa?" tanya pelayan itu.
" mmmm es jeruk aja deh bik kayaknya seger" sena langsung masuk menuju ke ruang tv dan benar saja di sana ada kakak iparnya sedang nonton tv tapi orangnya seperti sedang melamun jadi sena punya ide buat ngagetin dara.
"DOOORRR....." teriak sena tiba tiba.
" ya ampun sena kamu bikin kaget aja, untung aja aku gak jantungan" kata dara yang bener bener kaget karena ulah adik iparnya itu.
" ya maaf habis kak dara itu lagi nonton tv tapi melamun sih" ujar sena.
" eng.....enggak siapa yang melamun" elak dara padahal dara tadi memang lagi melamun karena takut akan di marahi bima makannya dara gak langsung menyusul suaminya di ruang kerja dara lebih memilih menghindar dengan menonton tv.
" ya udah kak bimanya mana kak? tanya sena.
" ada di ruang kerjanya, kamu langsung masuk kesana aja sen" suruh dara karena dara lagi males untuk menemui suaminya, takut kena hukuman.
" gak ah kak nanti sena di marahin lagi kalo kak bima lagi sibuk dengan kerjaan kantornya, jadi kak dara saja ya, bilangin sena kangen banget sama kak bima" tolak sena karena biasanya bima akan marah kalo sedang serius dengan perjaannya di ganggu.
akhirnya dengan terpaksa dara memanggil suaminya di ruang kerjanya, dengan hati hati dara membuka pintunya kemudian masuk dengan pelan pelan, bima yang sedang sibuk dengan berkas dintangannya hanya melirik dara sekilas lalu pura pura sibuk dengan berkasnya lagi.
" mas bima" panggil dara tapi bima diam saja.
" mas ada sena nyariin kamu katanya kangen" mendengar nama sena bima langsung menatap dara.
" sena datang kesini?" tanya bima.
" iya katanya kangen sama kamu"
" ya udah ayo kita temui, tapi inget ya sayang hukuman menantimu" seketika dara menelan salivanya mendengar kata hukuman, kirain dara bima akan lupa karena ada sena eh ternyata tetep aja inget.
akhirnya mereka menemui sena, sena yang melihat bima langsung menghambur kepelukannya.
__ADS_1
" kak bima" panggil sena langsung memeluk kakaknya dan bima pun dengan senang hati menyambutnya karena jujur bima juga kangen sama adiknya karena setelah menikah apa lagi pindah rumah bima sudah jarang bertemu adiknya.
" adek kakak tumben kesini sama siapa?" tanya bima
" mmm sendiri aja kak" jawab sena.
"tau dari mana kakak di rumah, hem?
" ya filing aja sih karena kata mamah kak dara hamil pasti kak bima gak ke kantor karena kak bima harus jagain kak dara yang baru pulang dari rumah sakit kan, selamat ya kak dara mau jadi ibu, selamat juga buat kak bima bentar lagi mau jadi ayah"
" iya kamu mau jadi aunti" ujar dara yang sedari tadi diem menyaksikan dua saudara yang akur, saling sayang ,perhatian dara jadi merasa iri karena gak punya saudara yang menyayanginya seperti bima yang terlihat sangat menyayangi adiknya.
" ih kamu itu lucu banget sih" ujar bima sambil mengacak rambut adiknya karena gemes.
" kak bima jangan di berantakin dong rambut aku" kata sena dengan cemberut.
" gimana dengan kuliahmu dek?" tanya bima.
" mmmm lancar lancar aja kak, kalo aku jadi lulus tahun ini aku tagih ya janji kakak" kata sena dengan antusias.
" iya kamu tenang aja, kakak akan tepati janji kakak"
" emang kamu janji apa mas sama sena?" tanya dara sama bima.
" ada deh kepo banget ya gak dek" bima sengaja bikin kesel istrinya itu dan benar saja dara langsung cemberut mendengar jawaban dari bima.
" owh iya kak dara tau gak, rena itu kalo di kampus sering banget gangguin aku loh" adu sena sama dara.
" rena? kamu di apain sama rena sen?" tanya dara khawatir.
" iya kamu di apain sama rena, nanti biar kakak kasih pelajaran karena sudah berani mengganggu adik kakak yang cantik ini" ujar bima ikut menimpali.
" mmm bukan begitu kak, sena kesel karena rena itu sering nanya in tentang kak dara, sena kan jadi bingung mau kasih tau atau nggak, mau kasih tau takut salah jadi sena diem aja dan sibuk belajar" jelas sena.
"nanyain tentang apa sen? iya sih udah lama dara gak pernah dateng kerumah bibiku biar bagaimanapun kan mereka satu satunya saudara yang dara punya" kata dara dengan sedih karena saudaranya itu gak seperti orang kebanyakan yang saling menyayangi.
" rena nanya kak dara sekarang tinggal di mana katanya mereka ingin bertemu kak dara, gimana sena kasih tau gak?" tanya sena.
" mmm kasih tau aja gak pa pa lah sen, karena mereka memang gak tau no hp kakak yang sekarang, gimana mas bima boleh kan?" tanya dara sama suaminya.
" kalo menurut aku sih gak pa pa sayang kalo mereka yang kesini lagian di sini aman banyak penjagaan, tapi aku gak izinin kamu datang ke rumah bibimu sendirian tanpa aku" bima berfikir kalo mereka yang datang kerumahnya mereka gak akan berani berbuat macam macam sama dara karena di rumahnya banyak penjagaan dan ada pelayan juga serta cctv jadi bima gak khawatir kalo dara dikasarin sama saudaranya itu.
" jadi boleh nih ya aku kasih alamat rumah ini sama rena, soalnya aku kesel banget sama tuh orang ngrecokin aku mulu " kata sena dengan kesal.
" iya gak pa pa sen kamu kasih tau aja" ujar dara.
"ya udah ah kalo gitu sena mau pulang dulu sena harus belajar supaya skripsiku cepet selesai"
__ADS_1
" kok udah mau pulang aja sih sen gak mau makan bareng dulu di sini" tawar dara.
" gak ah sena gak mau ganggu kalian" sena langsung berdiri memeluk dara sebelum pulang, dan tak lupa sena juga memeluk kakaknya bima dan mencium pipinya.
" dah.....kakak sena pulang dulu" pamitnya.
" iya hati hati dek" kata bima dan muka dara berubah pias setelah kepergian adik iparnya tadinya dara berharap sena bisa berlama lama di sini taunya malah langsung pulang.
" kamu kenapa sayang?" tanya bima setelah adiknya pulang.
" eng...enggak dara gak pa pa kok" jawabnya gugup dan bima semakin mendekatinya dara semakin berjalan mundur sampai kakinya mentok di kursi.
" mas bima mau ngapain?" tanya dara.
" mau menghukum kamu karena istri aku ini sudah berani beraninya membawa laki laki lain ke rumah ini" jawab bima dengan senyum miringnya.
" ta ...tapi aku gak tau beneran, setauku cuma mela dan riska aja yang datang kesini" kata dara membela diri.
"dan aku gak mau tau kamu harus di hukum"
" jangan mas dara lagi hamil lho jadi jangan di hukum ya" dara mengeluarkan jurusnya dengan kata hamil supaya bima tidak jadi menghukumnya.
" owh iya kamu lagi hamil ya sayang" kata bima pura pura lupa dan tanpa menunggu lama bima langsung menggendong dara ala bridal style.
" aaaaa..... mas bima turunin" dara keget kerena bima tiba tiba menggendongnya, dara yang takut terjatuh langsung mengalungkan tangannya ke leher bima dengan erat, bima langsung membawanya ke kamar, bima langsung membaringkan dara di atas ranjang laku bima merangakak di atasnya.
" mas bima jangan macem macem ya aku lagi hamil, apa mas bima lupa" kata dara mengingatkan.
" aku tidak lupa kalo kamu sedang hamil sayang jadi tidak perlu mengingatkan" bima berbicara tepat di depan muka dara sehingga dara dapat mencium aroma mint dari mulut bima.
tanpa menunggu lama bima langsung menyambar bibir sexy dara dengan lembut, bibir itu sudah membuat candu.
tangan bima langsung melucuti semua pakaian yang dara kenakan sehingga dara telan**jang bulat, ciuman bima yang lembut itu semakin turun menjilat dan menghisap setiap jengkal tubuh indah itu, bima selalu memuja setiap lekuk tubuh istrinya yang putih mulus dan sexy itu, mereka berdua mereguk manisnya cinta, dara di buat melenguh tak karuan dengan permainan yang bima lakukan sehingga keduanya serasa terbang ke awan.
bima melakukanya sangat lembut karena tidak mau kalo sampai terjadi sesuatu dengan kandungan dara, sampai petang menjelang bima tak mngizinkan istrinya itu berbusana walaupun bima melakukannya hanya dua kali tapi bima tidak mingizinkan dara turun dari ranjang bahkan bima tak mengizinkan dara menggunakan pakaiannya.
dara di kurung di kamar di atas ranjang tanpan busana dan di suruh menemani bima, jadi setelah mereka bercinta bima hanya memeluk dara tak mengizinkannya pergi kemanapun.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH