Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episide 42


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE


Bima dan Dara sekarang sedang makan malam berdua di sebuah restoran karena Dara merasa bosan seharian berada di dalam kamar gak ngapa ngapain, setelah merasa lebih baik Dara meminta untuk makan di luar dan Bima menurutinya dengan satu syarat, dan sarat itu nanti Dara harus mengikuti kemauan Bima tanpa protes dan Dara setuju.


Dara udah bisa berjalan dengan normal udah gak sesakit tadi pagi dan bekas merahnya juga di samarkan dengan foundasion jadi gak kelihatan lagi.


Setelah mereka selesai makan malam mereka berdua memutuskan buat jalan jalan di sekitar pantai, seperti saat ini mereka sedang berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan.


"Sayang udaranya dingin banget" ujar Bima dengan memandang suasana pantai di malam hari.


"Iya tapi Dara suka bisa main main air di sini" jawab Dara dengan bermain air dengan kakinya.


"Ya udah kamu pakai jaket aku aja yah, takutnya nanti kamu malah sakit lagi" Bima melepas jaketnya lalu di pakaikannya kr tubuh Dara yang tidak memakai jaket.


"Gak usah mas gak pa pa kok, kalau Dara yang makai jaketnya nanti mas Bima jadi kedinginan" ujar Dara yang menolak tapi Bima kekeh memakaikan jaketnya.


"Aku gak selemah itu kali sayang cuma dingin gini doang mah aku bisa tahan aku kan laki laki, kalau kamu beda" Jawab Bima yang entah kenapa membuat Dara jadi bahagia, Dara serasa di lindungi berada di dekat suaminya.


"Makasih ya mas"


Dara berlarian di tepi pantai sambil bermain air.


"Sayang tunggu jangan lari ntar nyasar lo" Teriak Bima yang langsung ikut berlari mengejar Dara.


"Ayo sini kejar aku mas kalo bisa" tantang Dara dengan menjulurkan lidahnya.


"Awas kamu kalo sampe ketangkep ya" ujar Bima dengan berlari mengejar istrinya.


Bima terus berlari untuk menangkap Dara bagi Bima itu hal yang mudah, dan setelah ketangkep Bima menggelitiki pinggang istrinya karena gemes dengan tingkah istrinya.


"Aduh...... mas Bima stop .....stop mas geli " ujar Dara yang udah kegelian.


"Salah siapa nantangin hah"


" ya ampun mas ampun , udah Dara udah capek larinya"


"Ya udah kita duduk di bawah pohon situ yuk istirahat sebentar" ajak Bima yang langsung di setujui oleh Dara.


"Ya udah ayok lagian Dara juga udah capek lari larian"


Kini mereka berdua duduk di bawah pohon, kalo malam suasana pantai itu sepi paling cuma ada beberapa orang saja.


mereka berdua saling bertatapan sedetik kemudian Bima mencium bibir Dara dengan lembut lalu Bima marik Dara dan mendudukkannya di atas pangkuannya dengan posisi menyamping, dengan reflek Dara langsung mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya, mereka larut dalam ciuman itu lama lama ciuman itu turun ke tulang selangka dan turun lagi ke leher Dara yang jenjang.


"Ah mas Bima jangan di sini ini tempat umum kalo di lihat orang gimana" ujar Dara yang takut suaminya akan keblabasan.


Mendengar apa yang di katakan oleh istrinya Bima langsung menghentikan aktifitasnya.


"Udah biasa sayang lagian ini di bali banyak orang yang melakukannya di tempat umum" jawab Bima dengan entengnya.


"Iya tapi Dara malu kalo di lihat orang"


"Ya udah kalau gitu kita pindah ke kamar aja ya, lagian udah malam udara semakin dingin lagian angin malam gak baik buat kesehatan kamu" ujar Bima yang ingin segera kembali ke kamar.


"Ya udah kalau gitu kita balik aja yuk mas, tapi besok kita jalan jalan lagi ya" pinta Dara dengan memelas.


"Itu sih gampang sayang" jawab Bima yang membuat Dara jingrak jingkarang kesenengan.


Bima berdiri dan menggendong Dara ala bridal style. "mas ....ih turunin malu di lihat orang"


"Aku gak peduli sayang" kawab Bima yang membuat Dara geleng geleng kepala.

__ADS_1


"Nanti mas Bima capek"


"Aku gak capek"


Akhirnya Dara memilih pasrah karena percuma juga melarang keinginan suaminya itu, Dara lebih memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya dan mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya karena Dara takut akan terjatuh.


Benar saja suaminya itu menggendongnya sampai ke kamar barulah Dara di turunkan,


Dara melihat jam ternyata udah jam 10 malam. "Ha....ini beneran mas udah jam10 malam kok cepet banget ya"


"Iya kenapa gak terasa kan kita di luar udah 3 jam dari mulai makan dan jalan jalan" jawab Bima dan Dara hanya menganggukkan kepalanya.


"iya ya, ya udah ah Dara mau ke kamar mandi dulu"


"Kamu jangan lupa sama janji kamu ya sayang" ujar Bima mingingatkan.


"Janji ?.....janji yang mana ya?" tanya Dara yang pura pura lupa.


"Janji buat nurutin ke inginanku , kamu jangan pura pura lupa ya sayang"


"Iya deh iya memang mas Bima mau aku nglakuin apa?" tanya Dara penasaran.


"Bentar ya sayang aku ambil sesuatu dulu"


Bima membuka kopernya dan mengambil sesuatu di sana. "ah aku mau kamu memakai ini dan gak ada penolakan" jawab Bima dengan menyerahkan sebuah lingerie sexy .


"Hah ini kan ligery dari Sena " ujar Dara yang udah mulai merasa tak enak dengan gelagat suaminya.


"Iya dan aku sengaja membawanya, dan sekarang aku ingin kamu memakainya" jawab Bima yang membuat Dara terkejut.


Dara di buat menganga dengan permintaan suaminya, Dara gak menyangka Bima bakal menyuruhnya memakai lingerie, dan mau gak mau Dara harus memakainya.


Dara berjalan masuk ke kamar mandi lalu segera mencuci muka dan menggunakan skincare dan barulah Dara mengganti bajunya dengan baju haram itu.


Sedangkan Bima udah gak sabar melihat Dara yang memakai lingerie pasti sangat sexy banget begitu fikirnya.


"Kok Dara lama banget sih gak keluar keluar"


Akhirnya Bima memutuskan untuk mengetok pintu kamar mandi itu.


tok...tok....tok....


"sayang kamu lagi ngapain sih lama banget?" tanya Bima dengan berteriak.


"Iya mas sebentar" jawab Dara dari dalam kamar mandi.


"Kalau dalam hitungan ke tiga kamu gak keluar juga aku dobrak ini pintunya, satu ...dua.."


ceklek


Dada membuka pintu kamar mandi itu karena takut suaminya itu akan mendobraknya beneran.


"Loh kok malah pakai bathrobe sih sayang kan aku tadinya nyuruh pakai lingerie"


"Dara kan malu mas kalay cuma pakai baju haram itu"


"Kenapa harus malu sih lagian aku kan udah lihat, ya udah sini lepasin aja bathrobenya"


Bima melepas bathrobe itu dari tubuh istrinya dan terlihatlah pemandangan yang sangat indah, Bima menelan salivanya dengan susah payah kala melihat istrinya cuma pakai lingerie sangat cantik dan sexy menurut Bima, Bima langsung menarik pinggang istrinya supaya menempel sepenuhnya pada tubuhnya.


"Mas Bima itu apa sih kok ngrasa ngeganjel" ujar Darra karena merasa ada yang mengganjal di bawah sana.


"Kamu pengen tau sayang pegang aja" bisik Bima di telinga istrinya yang seketika membuat Dara jadi merinding.

__ADS_1


Jantung Dara merasa deg deg an dengan perlakuan suaminya walaupun ini sudah yang ke dua tapi Dara tetep aja masih merasa malu dan deg degan.


Tiba tiba tangan Bima menarik tangan istrinya dan mengarahkan ke ular Naganya yang sudah berdiri tegak minta di manjakan.


"I....itu apa mas kok keras " tanya Dara dengan polosnya.


"Kalau penasaran buka aja sayang" bisik Bima lagi yang lagi lagi membuat darah Dara jadi berdesir seakan banyak kupu kupu yang berterbangan di dalam perutnya.


"Ng....ngak ah mas Dara takut"


"Kenapa mesti takut si itu yang bikin kamu men****sah semalam" ujar Bima yang membuat Wajah Dara bersemu merah karena malu.


Tanpa menunggu lama lagi Bima langsung menggendong Dara seperti koala ke sofa dan menduduk kan istrinya itu di atas pangkuannya, dengan kaki terbuka benghadap ke arahnya,


Bima memeluk pinggang istrinya dan mencium bibirnya dengan lembut tapi menuntut dan Dara membalasnya tangan Bima sudah mulai nakal dengan ******* ***** kedua bulatan bagian belakang istrinya dan kadang Bima juga mengelus pha mulus istrinya dari bawah ke atas.


Ciuman itu mulai turun ke leher dan turun lagi ke dua buah melon istrinya yang terlihat besar dan menantang, dengan sekali tarikan kain tipis itu langsung terlepas dari tubuh istrinya sehingga tampaklah pemandangan yang snagat indah di depan matanya, Bima mulai memberikan setuhan sentuhan kecil di area sensitif istrinya sehingga membuat Dara mengeluarkan suara indahnya.


"Emmmmm mas"


Bima juga segera menarik kain segi tiga tipis itu lalu jemari Bima bermain main di sana mengobrak abrik apa yang ada di dalam sana, jari telunjuk Bima mulai memasuki gua sempit itu dan memaju mundurkan secara pelan.


"Panggil aku dengan sebutan sayang" pinta Bima di sela sela kegiatanya.


"Ah mas Bima sayang"


Jari Bima berhenti maju mundur dan pinggul Dara malah yang sekarang bergerak maju mundur dengan mengeluarkan suara merdunya.


"Ah em"


Semakin lama Dara menggerakan pinggulnya semakin cepat tak lama kemudian Dara merasa terbang menuju Nirwana.


Bima menurunkan Dara dari pangkuannya lalu Bima melepas semua pakain yang melekat di tubuhnya tanpa tersisa dan seketika Dara menganga melihat ular naga milik suaminya yang sangat besar dan panjang.


"I...itu kok besar banget panjang lagi"


"Bukanya perempuan itu suka yang besar dan panjang ,coba aja pegang" ujar Bima dengan menarik tangan Dara dan mengarahkan ke ular naganya, Bima meminta Dara supaya mengelusnya sehingga membuat Bima merem melek di buatnya.


"Sayang terus"


Karena gak tahan Bima segera duduk di sofa dan Dara di suruh duduk di atasnya, Bima segera memasukkan ular naganya ke dalam sarangnya, masih agak susah ternyata tapi gak lama bisa masuk sepenuhnya.


"Apa masih sakit sayang" tanya Bima dengan mesra.


"Nnggak mas cuma agak perih dikit"


"Bergeraklah sesukamu sayang" pinta Bima yang di penuhi oleh Dara.


Dara mulai menggoyangkan pinggulnya ke atas ke bawah dan Dara sudah tak merasa sakit lagi tapi ini malah kebalikannya, tangan dan lidah Bima bermain main di dua buah melon yang menggantung Indah, sehingga membuat sang empunya mengeluarkan suara yang merdu.


"Ah eh ih oh em"


Gak lama Bima mengajak Dara untuk terbang mencapai nirwana bersama sama.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA


__ADS_2