
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA LIKE KOMEN VOTE
💗❤️💗
bela sudah membeli tespek untuk mengecek apakah dia hamil atau tidak, sekarang bella sudah berada di kamar mandi dia bener bener takut melihat hasilnya dengan pelan pelan bella melihat dengan cara mengintip dan setelah bela melihat dengan jelas hasilnya bahwa di sana terdapat dua garis merah yang artinya bella positif hamil.
" gak gak mungkin ini pasti salah, aku harus tes lagi" gumam bella lalu bella segera mengetesnya lagi hingga empat kali dan hasilnya tetep sama bahwa bella positif hamil, memang bella membeli tespek gak hanya satu tapi langsung sepuluh dengan merk yang berbeda.
" sial aku gak mau mengandung anak si tua bangka itu aku harus mikir gak mungkin juga aku menggugurkannya aku takut, apa aku minta pertanggung jawaban ke alex aja ya aku akan mengaku kalo ini anaknya alex, tapi aku kan udah lama gak berhubungan badan sama alex apa alex akan percaya ya" kata bella berbicara sendiri di kamar mandi seperti orang gila dengan rambutnya yang acak acakan, sekarang bella bener bener nampak kacau, tapi tiba tiba bella merubah raut wajahnya menjadi tersenyum miring.
" iya aku punya ide gimana kalo aku minta tanggung jawab sama bima saja, iya bener aku akan mengaku kalau ini adalah anak bima dan aku akan menunjukkan foto itu sebagai buktinya, lihat aja sebentar lagi bima akan menjadi milik aku dan aku pastikan anak bau kencur itu akan segera di ceraikan oleh bima" kata bela dengan percaya dirinya.
💗❤️💗
dara hari ini sudah di perbolehkan masuk ke kampus oleh bima kebetulan dara ada kelas siang, tapi dara dateng ke kampunya telat karena ketiduran.
setelah di antar oleh supir sampai di depan gerbang dara langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke kampus karena dara sudah telat 10 menit sesampainya di kelas benar saja sudah ada dosen dan dosennya itu pak raka yang terkenal galak dara memberanikan diri tetep masuk masalah di hukum nanti belakangan begitu pikir dara.
" permisi..... maaf pak saya telat" kata dara pada pak raka sebelum masuk ke dalam kelas.
" dara kenapa baru masuk? jam pelajaran udah mulai dari 10 menit yang lalu." kata pak raka dengan tegas.
" iya pak maaf tapi saya boleh masuk kan pak, kan telatnya cuma 10 menit" kata dara dengan wajah memelas.
"walaupun cuma 10 menit tetep aja telat dara."
" please pak dara janji gak akan ulangi lagi" mohon dara dengan memelas berharap dosen itu mengasihaninya dan memperbolehkan mengikuti pelajaran.
" huf....ya udah masuk, tapi ingat nanti jam pelajaran selesai kamu langsung keruangan saya." kata pak raka yang sebenernya gemes sama dara yang memohon seperti itu tapi pak raka tetap tegas.
" makasih pak " dara tersemyum kegirangan saat pak raka mengizinkannya masuk dara kira tidak akan kena hukum.
setelah itu dara langsung masuk dan duduk di kursinya.
setelah dosen itu selesai mengajar pak raka mengingatkan dara untuk keruangnnya.
" sudah paham semua, apa ada yang mau ditanyakan?" tanya pak raka sebelum mengahiri kelasnya.
" paham pak" jawab mereka semua serempak.
" oke dara jangan lupa ke ruangan saya ya" kata pak raka mengingatkan dan setelah itu pak raka keluar dari kelas."
" mampus kamu ra pasti mau dikasih hukuman sama pak raka lagian pakai telat segala" kata mela menakut nakuti dara.
" jangan nakutin napa mel semoga aja tidak,. ya udab gue ke ruangan pak raka dulu"
" okey gue tunggu di kantin deh." kata mela dan dara langsung keluar dari kelas dan segera keruangan pak raka.
sebelum masuk dara ngetuk pintunya terlebih dahulu, tok.....tok....tok....
" masuk" suruh pak raka dari dalam.
setelah mendengar pak raka menyuruhnya masuk dara membuka pintu ruangan pak raka lalu masuk ke dalam tapi dara tidak melihat pak rak di di ruangan itu.
" dara tadi kamu terlambat masuk kelas saya kan " suara pak raka dari belakang tiba tiba mengaget kan dara.
" ya ampun pak raka bikin kaget aja" kata dara sambil mengelus dadanya karena kaget.
__ADS_1
" cantik banget sih dara jadi gemes aku" batin raka dalam hati.
" ada apa ya pak raka menyuruh saya kemari" tanya dara yang membangunkan raka dari lamunannya.
raka berjalan dan duduk di atas meja tepat di samping dara.
dara jadi takut dengan sikap dosennya itu dara berusaha menghindar dengan menggeser kursinya agak menjauh.
" kamu harus di hukum karena datang terlambat "
" yah pak raka jangan di hukum dong"
" jadi kamu tak mau di hukum?" tanya raka.
" ya kalo bisa jangan pak" kata dara sambil menyengir kuda.
"duh manis banget sih nih anak ingin ku bungkus bawa pulang rasanya" kata raka dalam hati.
" enak aja kalo terlambat ya harus di hukum, sekarang kamu koreksi semua soal ini dan kamu cocoki sama jawabannya ini kalo ini semua belum selesai kamu tidak boleh pulang" kata raka dengan tegas.
raka sengaja memberi hukuman dara lain dari pada yang lain jika biasanya raka menyuruh mengosek seluruh wc yang ada di kampus atau langsung di suruh keluar dari kelasnya berbeda dengan dara yang malah di suruh duduk dan mengoreksi semua soal yang ada di atas meja raka.
seketika dara menganga dengan hukuman yang dosennya berikan masalahnya banyak banget yang harus dara koreksi ada setumpuk kertas yang harus dara koreksi.
" ta ....tapi pak ini banyak banget yang harus dara koreksi terus dara pulangnya kapan dong" protes dara.
" itu bukan urusan saya" kata raka enteng lalu raka turun dari meja dan duduk di kursinya.
dengan terpaksa dara mengerjakan apa yang di suruh dosenya itu.
raka sengaja memberi hukuman dara seperti itu biar bisa lama berdua di dalam ruangannya, supaya raka bisa memandang dara dengan leluasa, apa lagi melihat dara yang sedang serius begitu membuat dara terlihat semakin cantik di mata raka.
lalu dara kembali lagi fokus mengoreksi semua soal soal, lama lama dara pegel dan capek juga.
" aduh pak dara sudah capek nih padahal masih setengahnya lagi" keluh dara yang sudah merasa capek.
" itu bukan urusan saya dara, kamu harus selesaikan itu semua" kata raka dengan datar supaya tidak terlalu mencolok kalo raka sebenernya mengagumi dara sejak pertama kali dara masuk kampus.
" tapi pak aku laper belum sempet makan, boleh gak kalo aku pergi makan dulu" kata dara.
"kamu laper? ya udah ini kamu makan punyaku saja dan ini minumnya" raka memberikan makanan yang di belinya tadi ke dara karena raka tau kalo dara belum sempet makan.
" tapi pak ini kan punya bapak dara beli sendiri aja pak" tolak dara.
"gak pa pa makan saja dari pada kamu kelaperan"
akhirnya dara hanya mengambil minumannya karena dara bener bener kehausan.
" kok minumannya aja ini makanlah aku gak mau ya kalo kamu tiba tiba pingsan disini nanti malah saya lagi yang di salahin. kata raka sambil menyerahkan makanan itu k e dara dan dara mau gak mau menerimanya tapi dara tidak memakannya dara lebih memilih menyelesaikan hukumannya biar bisa cepat pulang, kan bisa gawat kalo sampai dara pulang terlambat apa lagi kalo sampai bima duluan yang pulang bisa dalam masalah begitu pikir dara.
" duh sial banget sih aku hari ini" gerutu dara dalam hati.
" kenapa gak di makan makanannya " tanya raka karena raka melihat makanan itu hanya di anggurin sama dara.
" mmm dara gak jadi laper deh pak kalo bapak laper makan aja pak dara mau cepet selesaiin ini biar cepet pulang."
" aku gak mau kamu sakit karena saya dara, lebih baik kamu makan dulu aku tidak sekejam itu hingga menghukum kamu yang lagi kelaparan" raka gak mau dara sampai sakit karena gak makan apa lagi ini sudah tidak bisa di katakan makan siang karena hari sudah menjelang sore dan raka gak akan tega melakukan itu sama wanita secantik dara.
dengan terpaksa akhirnya dara memakannya karena memang sudah lapar banget, dara makan dengan terburu buru sampai gak sadar kalo makannya blepotan.
__ADS_1
melihat dara yang makannya blepotan raka berinisiatif membersihkannya, raka mengambil tisu di atas meja lalu dengan sepontan raka membersihkan mulut dara.
dara kaget dengan apa yang di lakukan oleh dosennya itu dengan segera dara menghindar.
" maaf saya tidak bermaksud apa apa cuma kamu makannya blepotan banget, kamu makannya santai aja gak usah terburu buru begitu" kata raka yang merasa tak enak hati karena sudah lancang membersihkan sisa makanan di mulut dara.
" iya pak biar saya bersihkan sendiri saja" lalu dara mengambil tisu dan membersihkan mulutnya.
sedangakan mela sampai lumutan nungguin dara di kantin akhirnya mela memilih mengirim pesan ke dara kalo dia pulang duluan.
jam lima lebih dara baru menyelesaikan semuanya.
" pak ini udah saya kerjain semua sekarang dara boleh pulang kan pak? tanya dara.
" iya kamu di jemput apa pulang sendiri? raka bertanya kalo dara pulang sendiri kan raka bisa mengantarnya sekalian.
"saya di jemput pak" jawab dara.
" ya sudah kamu boleh pulang tapi jangan sampai telat lagi ya kalo gak mau di hukum" peringat raka.
" iya pak dara usahain" jawab dara yang langsung keluar dari ruangan raka.
dara sudah membaca pesan dari mela jadi dara langsung berlari ke luar kampus karena dara bener bener sudah telat pulangnya bahkan mungkin suaminya itu pasti sudah ada di rumah sekarang, gak sengaja darren melihat dara yang berlari terburu buru dengan segera darren menghampiri dara.
" lo dara kamu belum pulang?" tanya darren penasaran bukannya dara seharusnya udah pulang dari sejam yang lalu.
" iya kak tadi dara kena hukum karena telat masuk kelas" jawab dara.
" owh sekarang sudah sore lho mau aku anterin pulangnya?" tawar darren.
" gak usah kak dara pasti sudah di jemput" tolak dara.
" owh begitu, boleh gak aku minta no hpnya?"
" maaf kak tapi dara buru buru udah telat takut di marahin" kata dara yang langsung pergi gitu aja.
" sial di tolak lagi sabar darren dara itu bukan tipe cewek murahan yang gampang di rayu, dia sudah punya suami tapi aku kok masih penasaran aja sama dara, tau ah" gerutu darren dalam hati.
sedangakan dara lagsung masuk ke dalam mobil ternyata supirnya itu sudah nungguin sedari tadi di depan kampus.
" kok baru pulang non ?" tanya sang supir.
" iya bang maaf ya lama nunggunya soalnya dara tadi di hukum karena telat masuk kelas" jawab dara jujur.
" iya gak pa pa non tadi saya udah khawatir takunya non hilang bisa kena amuk tuan saya non."
" bisa aja bang emangnya dara ini barang bisa hilang" jawab dara.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1