
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
VOTE VOTE VOTE VOTE AUTHOR BUTUH VOTE DARI KALIAN
💗❤️💗
Nanti malam rencananya Sena mau janjian pergi berdua dengan vian, tentunya secara diam diam karena kalau sampai mamah dan papahnya tau pasti mereka akan melarangnya apalagi kalau kakaknya Bima sampai tau bisa bisa abislah vian di tangan kakaknya itu.
"Sayang mau kemana? udah rapi aja ini udah malam lho sayang" tegur mamahnya yang sedang makan malam bersama papahnya.
"Baru juga jam 7 mah Sena izin keluar sebentar ya sena mau jalan sama temen sena" Jawab Sena meminta izin.
"Teman laki laki apa perempuan sayang?" Tanya papahnya.
"Perempuan pah namanya vita, boleh ya pah, mah lagian Sena kan udah selalu nurut sama mamah dan papah masak jalan sebentar aja gak boleh Sena kan udah dewasa" jawab Sena dengan terpaksa berbohong supaya orang tuanya mengizinkan.
"Ya udah deh papah izinin tapi ingat pulangnya jangan terlalu larut malam ya" ujar papahnya memberi izin sehingga membuat Sena girang, takutnya kalau di kekang terus nanti malah anaknya akan semakin berambisi lagian anaknya itu memang sudah besar begitu fikir Rendy.
"Terimakasih pah"
"Kamu di jemput sama temen kamu itu" tanya mamahnya.
"Enggak mah Sena bawa mobil sendiri" jawab Sena, lagian gak mungkin juga Vian menjemputnya kan bisa ketahuan nanti.
"Ya udah kalay gitu kamu hati hati ya sayang" ujar mamahnya.
" iya mah" jawab sena dengan menyalami tangan mamah dan papahnya.
"Maafin Sena pah, mah, Sena terpaksa berbohong karena kalau Sena bilang jujur pasti mamah dan papah akan melarangnya" gumam sena dalam hati.
Setelah itu Sena langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya menuju cafe tempat dimana dia dan Vian berjanjian.
💗❤️💗
Di cafe Vian sudah menunggunya dan Vian juga sudah memesankan makanan untuk Sena, vian sudah tau makanan favorit Sena jadi Vian sengaja memesan makanan favorit Sena terlebih dahulu dan dengan liciknya Vian mencampur kan sedikit obat tidur di dalam minuman Sena.
Vian memang sengaja hanya mecampurkan sedikit obat tidur biar Sena merasa agak ngantuk dan tidak akan berdaya untuk melawannya dan tak berselang lama Sena udah datang.
"Maaf ya yan udah lama ya nunggunya?" tanya sena setelah sampai di meja dimana Vian duduk.
"Ya lumayan sih, ya udah silahkan duduk dulu sayang aku sudah pesenin makanan favorit kamu ini, pasti kamu belum makan kan?"
"Tau banget si kamu yan kalau aku belum makan, makasih ya yan kamu memang perhatian banget udah pesenin makanan favorit aku lebih dulu jadi sampai sini aku bisa langsung makan deh" ujar Sena dengan senyum cerianya.
"Iya dong, ya udah kita makan bareng yuk aku juga nungguin kamu baru makan" kata Vian dengan sersenyum smirknya.
"Bagus ayo abisin minumnya dan nikmati makanan itu sayang, karena setelah ini kamu akan menerima kehancuranmu" Gumam Vian dalam hati dengan senyum miringnya.
Setelah mereka berdua selesai makan tiba tiba Sena merasa agak ngantuk, Sena bahkan sudah menguap berkali kali.
"Yan kok aku tiba tiba merasa ngantuk banget ya" ujar Sena dengan menguap.
"Hah masak sih baru jam segini udah ngantuk aja, kamu ikut aku jalan dulu yuk" ajak Vian padahal di balik itu Vian ada maksud lain.
"Kemana ?" tanya Sena.
__ADS_1
"Ada deh surprise pokoknya" jawab Vian yang lalu segera menarik tangan Sena untuk memasuki mobilnya.
"Nanti mobil aku gimana yan?" tanya Sena yang terpakasa meningglkan mobilnya di cafe itu.
" kamu tenang aja aman kok di cafe nanti kita balik ke sini lagi buat mengambil mobil kamu" jawab Vian sedangkan Sena hanya menganggukkan kepalanya.
Sena hanya menurut aja karena Sena juga penasaran dengan surprise yang akan di berikan Vian untuknya.
...Mobil itu melaju menuju ke sebuah hotel tapi Sena belum menyadarinya....
💗❤️💗
Sementara Bima dan Dara baru sampai di jakarta, mereka berdua baru aja masuk ke dalam apartemennya.
"Aduh sayang aku capek banget nih" keluh Bima setelah memasuki kamarnya.
"Iya mas Dara juga udah gerah, Dara mandi dulu ya mas" ujar Dara yang ingin segera mandi.
"Iya sayang kamu mandi duluan aja nanti baru aku" jawab Bima dengan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Dara segera masuk ke dalam kamar mandi dan gak lama hanya 15 menit Dara sudah selasai dengan acara mandinya, Setelah itu Dara segera keluar dari kamar mandi.
Setelah Dara keluar dari kamar mandi Dara melihat suaminya yang masih terlentang di atas tempat tidur dengan memejamkan matanya, lalu Dara segera membangunkannya dan menyuruh suaminya itu untuk mandi terlebih dahulu karena Dara sudah menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi takutnya nanti keburu dingin.
"Mas Bima bangun, mas mandi dulu nanti baru tidur lagi" ujar Dara dengan menggoyangkan lengan suaminya yang di taruh di bawah kepala sebagai bantalan, tapi Bima masih tak bergeming.
"Mas Bima sayang bangun Dara udah siapin air hangat untuk mas Bima mandi nanti keburu dingin loh" ujar Dara lagi.
"Tadi kamu panggil aku apa sayang? coba ulangin" tanya Bima yang hanya pura pura tidur.
"Bukan yang itu."
"Memangnya tadi Dara bilang apa? Dara gak bilang apa apa" Elaknya karena merasa malu di kiranya Bima gak akan denger karena tertidur eh taunya denger juga.
Bima sengaja menarik tubuh Dara supaya berada di atasnya.
"Ulangin atau aku bikin kamu gak bisa jalan besok" ancam Bima yang sukses membuat Dara jadi bergidik ngeri mendengar ancaman dari suaminya.
"Sa....sayang" panggil Dara karena takut dengan ancaman suaminya, itu bisa bahaya kalau sampai di bikin gak bisa jalan beneran.
"Sekali lagi yang keras aku gak dengar."
"Sayang" panggil Dara lagi dan kali ini cukup keras.
"Nah pinter begitu harusnya panggil suami yang bener"
"Ya udah lepasin akunya mau pakai baju dulu, mas Bima juga buruan mandi nanti airnya keburu dingin"
"Iya sayang, ternyata istriku ini bawel banget ya" ujar Bima dengan memencet hidung mancung istrinya karena gemes.
Bima segera melenggang masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi tapi tiba tiba ponsel milik Bima itu berbunyi setelah Bima masuk ke dalam kamar mandi.
Dara melihatnya tapi gak tau siapa yang nelfon karena di situ tertulis BDG SEN colling,
sebenernya Dara penasaran siapa yang nelfon suaminya tapi Dara takut mengangkatnya,Dara takut jika suaminya nanti akan marah karena tau Dara sudah lancang mengangkat telfonnya.
Akhirnya telfon itu berhenti tapi gak lama
__ADS_1
berdering lagi Dara yang ingin mengangkatnya tapi ngak jadi karena keburu Bima sudah keluar dari kamar mandi jadi Dara mengurungkan niatnya, lalu Dara segera menyerahkan ponsel itu ke suaminya..
"Mas Bima ini dari tadi pondel mas Bima bunyi terus " ujar Dara memberi tahu.
"Dari siapa sayang?" tanya Bima.
"Dara gak tau mas, lagian mas Bima ngasih nama aneh banget" jawab Dara dengan memberikan ponsel milik suaminya.
Bima melihat bahwa itu dari orang suruhannya yang di tugaskan untuk mengawasi Sena adiknya, tanpa menunggu lama Bima langsung mengangkatnya.
"Halo...." jawab Bima setelah Bima menggeser tombol berwarna hijau yang berada di layar ponselnya.
"Hallo tuan saya mau lapor bahwa sekarang nona Sena sedang di bawa oleh Vian, kalau gak salah ini jalan menuju hotel xx yang berada di ujung selatan kota jakarta" ujar anak buahnya menyampaikan
"Kenapa gak bilang dari tadi " Bima langsung terbakar emosi kala tau adiknya dalam bahaya dan Dara bertanya tanya siapakah gerangan yang menelfon suaminya kenapa suaminya itu langsung terlihat marah sekali.
"Maaf tuan saya sudah berusaha menghubungi anda dari tadi tapi tuan tidak mengangkatnya, tadi saya juga sempat melihat bahwa minuman nona Sena telah di campur sesuatu oleh Vian" ujar anak buahnya yang membuat Bima mengepalkan tangannya.
" Apa? oke kamu awasi terus kalau Sena dalam bahaya kamu langsung lakukan sesuatu aja, aku akan segera menyusul kesana" titah Bima dengan panik karena takut terjadi sesuatu dengan adik kesayangan satu satunya itu.
"Baik tuan kami akan laksanakan sesuai perintah"
Setelah itu Bima langsung mematikan sambungan telfonnya.
"Sayang mana baju aku cepetan" ujar Bima dengan panik.
"Iya mas ini baju mas bima" dengan sigap Dara langsung memberikan baju ganti ke suaminya.
Bima langsung mengenakan pakaianya dengam buru buru setelah selesai Bima pamit sama istrinya karena Sena sekarang dalam bahaya.
"Sayang aku pergi dulu ya" ujar Bima yang ingin segera pergi.
"Kok buru buru mas memangnya ada apa?" tanya Dara penasaran.
"Sena dalam bahaya sekarang aku harus cepet datang kesana" jawab Bima yang membuat istrinya jadi khawatir dengan adik iparnya.
"Apa ? Sena dalam bahaya kenapa mas?" tanya Dara.
"Sayang nanti aja aku jelasin " jawab Bima dengan mencium bibir Dara sekilas lalu setelah itu Bima segera berlari keluar apartemen dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Ada apa ya sebenernya kok perasaanku jadi gak enak gini ya, semoga aja gak terjadi apa apa sama sena dan mas Bima, ya tuhan tolong selamatkan mereka bedua" gumam Dara berbicara sendiri dalam hati.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA YA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
VOTE VOTE VOTE VOTE AUTHOR BUTUH VOTE KALIAN
SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA
AUTHOR LIHAT SUDAH BANYAK YANG MEMBACA TOLONG BERIKAN VOTE KALIAN YA
__ADS_1