
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE
💗❤️💗
Hari minggu Vino datang ke rumah Rena karena permintaan Rena yang ingin jalan ke mall, sebenernya Vino udah males sama Rena Vino udah ada rencana buat putusin Rena, tapi Vino hari ini memang sengaja menuruti keinginan Rena buat menjemputnya karena Vino juga sebenernya ingin bertemu dengan Dara karena sudah beberapa kali datang ke rumah Rena tapi Vino sama sekali gak pernah bertemu dengan Dara.
Vino sudah sampai di rumah Rena, Vino segera mengetuk pintunya.
tok......tok ...tok
Gak lama kemudian ada seorang pelayan yang membukakan pintunya. "Eh den Vino mari silahkan masuk den" ujar pelayan itu setelah membuka pintunya.
"Iya bik, eh maaf bik mau nanya Daranya ada?" tanya Vino yang ingin bertemu dengan Dara.
"Naaf den setau bibik non Dara sudah tidak tinggal di sini lagi" jawab pelayan itu yang membuat Vino terkejut, kalau tidak tinggal dengan pamannya tinggal dimanakah Dara sekarang begitu fikirnya.
"Apa? terus Dara sekarang tinggal di mana bik?" tanya Vino.
"Maaf den bibik gak tau tapi setau bibik non Dara itu sudah menikah dan sekarang ikut tinggal dengan suaminya tapi bibik gak tau dimana tempat tinggalnya" jawab pelayan itu yang lagi lagi membuat Vino lebih terkejut lagi.
" apa? Dara sudah me....menikah bik kok Vino gak tau"
"Maaf den nyonya dan tuan juga sebelumya tidak tau, non Dara menikah secara diam diam"
"bibik tau gak siapa nama suaminya Dara?" tanya Vino yang penasaran, Vino ingin tau aja siapa suaminya Dara, pupus sudah harapan Vino untuk kembali lagi dengan Dara.
"Bibik gak tau namanya siapa den yang pasti orangnya ganteng banget, karena pernah berkunjung kesini sekali"
"Iya udah bik makasih ya infonya"
" iya den sama sama, den vino mau minum apa?"
" jus jeruk aja bik"
" baik den sebentar bibik kedapur dulu."
lalu pelayan itu segera pergi kedapur membuatkan minuman untuk Vino.
"Eh Vino udah lama Vin?" tanya Rena yang baru menuruni tangga.
"Nggak baru aja kok Ren" jawab Vino.
" Silahkan den minumnya" ujar pelayan itu dengan menaruh minuman di atas meja.
"Makasih bik" jawab Vino.
" Iya sama sama den kalo gitu bibik permisi dulu" pelayan itu segera kembali ke dapur lagi untuk meneruskan pekerjaannya.
"Kok rumah kamu sepi pada kemana Ren?" tanya Vino basa basi.
"Kalau mamah sama papah lagi pergi"
"Kalau Dara kok aku gak pernah lihat ya sekarang?" tanya Vino yang sengaja ingin bertanya langsung dengan Rena.
"Kok kamu malah nanyain Dara sih Vin asal kamu tahu aja ya Vin Dara itu sudah gak tinggal lagi di sini bahkan sekarang dia sudah menikah, dia kan perempuan gak bener mana ada menikah secara mendadak dan gak ngasih tau orang tuaku" jawab Rena dengan tidak suka.
__ADS_1
" Jadi bener Dara sudah menikah?" tanya Vino memastikan.
"Iya kenapa?"
"Ya gak pa pa Ren aku cuma masih gak percaya aja"
"Ya udah jadi jalan gak nih"
"Ya jadi dong"
Akhirnya mereka berdua jalan ke mall.
💗❤️💗
Seorang perempuan paruh baya yang sedang sakit sakitan tapi gak ada yang perduli denganya, anak tirinya dari dulu gak pernah menganggapnya ada padahal dia sudah menyayanginya dengan tulus tapi tetap saja anak itu gak pernah bersikap baik padanya bahkan suaminya kini telah berubah menjak dia sakit sakitan.
Seperti sekarang ini anak tirinya itu baru pulang padahal ini sudah larut malam. "Vian kamu dari mana saja nak kok baru pulang?" tanya mamah tirinya.
Mamah kandung vian memang sudah meninggal semenjak dia kecil dan papahnya bernama handoko menikah lagi dengan mamah tirinya yang bernama fatma dan sekarang sudah sakit sakitan dan vian tidak pernah suka dengan mamah tirinya itu vian gak pernah rela jika mamahnya di gantikan, dan vian gak pernah menganggap mamah tirinya itu sebagai mamahnya.
"Apa urusannya sama kamu mau aku pulang malam kek mau gak kek itu terserah aku" jawab Vian ketus sehingga membuat Fatma mengelus dadanya.
"Vian kamu jangan gitu nak mamah khawatir sama kamu"
"Apa khawatir? gak usah sok perduli deh, inget mau sampai kapanpun aku gak akan pernah menganggapmu ibu" ujar Vian yang membuat hati Fatma sakit.
"Kalau bisa kamu ubah semua kebiasaan burukmu itu" Fatma mencoba menasehati Vian supaya anak itu tidak terjerumus pergaulan yang salah jujur Fatma sangat menyayangi Vian, Fatma sudah menganggap Vian seperti anaknya sendiri.
"Gak usah ngurusin aku urus aja penyakitmu itu, bahkan ayahku aja udah gak perduli kan sama kamu, dasar tidak berguna, udah bagus ayahku masih mau menampungmu yang sudah sakit sakitan itu kalo enggak mungkin kamu itu udah jadi glandangan"
Setelah mengatakan itu Vian langsung melenggang masuk ke kamarnya, sedangkan mamahnya semakin sedih karena sudah gak ada yang perduli lagi dengannya, tak lama suaminya juga pulang.
"Mamah nungguin papah karena sudah larut malam papah belum pulang" jawab Fatma yang membuat Handoko merasa bersalah tapi mau bagaimana lagi istrinya itu sudah tidak bisa melayaninya lagi.
"Bukannya biasanya juga begitu ya mah."
"Iya pah, kenapa papah sekarang berubah gak seperti dulu lagi, apa salah mamah?" tanya Fatma dengan sedih.
"Udah lah mah gak usah di bahas lagi papah capek mau langsung tidur lagian mamah kan sudah sakit sakitan kalo bisa istirahat aja gak usah nungguin papah, ayo papah antar ke kamar"
" iya pah" Handoko langsung masuk ke dalam kamar dengan istrinya.
Papah vian itu adalah pak Handoko pemilik perusahaan yang bergerak di bidang fasion, dialah pria hidung belang yang sudah menjebak Bella, gak hanya Bella kariawan kantornya juga yang cantik dan sexy juga pasti di rayunya, sebenernya istrinya fatma juga sudah tau dengan kelakuan suaminya itu tapi dia gak bisa berbuat apa apa terlebih lagi kondisi dia yang sekarang sedang sakit sakitan, fatma hanya bisa pasrah dari pada dia di depak dari rumah suaminya siapa yang akan mengurusnya karena fatma sudah tidak punya siapa siapa lagi.
💗❤️💗
Sedangkan Bella lagi uring uringan karena Alex semakin menghindarinya, Bella sudah berusaha menemui Alex di apartemennya tapi gak pernah ketemu dan pasword apartemennya juga sudah di ganti.
Di telfon juga gak bisa, akhirnya Bella memutuskan menemuinya di perusahaannya saja.
"Permisi apa tuan Alexnya ada?" tanya Bella pada sekertaris Alex yang berada di depan ruangan Alex.
"Ada di dalam nona mari saya antar" jawab sekertaris itu ramah karena setahunya Bella itu pacarnya Alex.
Sekertaris itu mengetuk pintu ruangan Alex sebelum memasukinya.
tok ....tok.....tok
__ADS_1
"masuk " ujar Alex dari dalam
sekertaris itu membuka pintu ruangan Alex setelah dipersilahkan masuk.
CEKLEK
"Maaf tuan ada nona Bella ingin bertemu anda" ujar sekertarisnya menyampaikan.
"Huuff" Alex menghembuskan nafasnya kasar. "ya udah suruh aja masuk" jawab Alex dengan terpaksa.
"Silahkan masuk nona Bella, kalo begitu saya permisi dulu" sekertaris itu langsung keluar dari ruangan Alex.
"Tumben kamu datang ke kantorku ada apa Bel ?" tanya Alex ketika Bella sudah masuk ke dalam ruanganya.
"Lex kamu kenapa sih sekarang malah semakin menjauh, aku hubungin kamu tapi gak bisa" jawab Bella dengan kesal.
"Maaf Bel aku lagi sibuk"
"Itu cuma alasan kamu aja kan Lex?"
"Udah lah Bel hubungan kita cukup sampai di sini aja" ujar Alex dan Bella tidak menerima itu.
"Ya gak bisa gitu dong lex gara gara kamu aku jadi putus sama Bima"
"Ck, itu karena kamunya aja yang gampangan dan gak bisa setia" jawab Alex dengan entengnya dan itu sukses membuat Bella semakin emosi.
"Jadi kamu nyalahin aku, kamu yang mulai Lex" ujar Bella tak terima.
"Heh pantesan aja Bima gak begitu terpuruk waktu tau kamu berpaling dan lebih memilih aku, ternyata kamu gak begitu berharga baginya"
"Siapa bilang dulu Bima sangat cinta sama aku apapun yang aku mau selalu di penuhin, Bima itu lekaki yang baik gak brengsek seperti kamu, dia selalu menghargaiku dan bahkan Bima gak pernah menyetuhku" ujar Bella yang sungguh sangat menyesal sudah meninggalkan Bima hanya demi seorang Alex.
"Ck, terus kenapa kamu bisa menghianatinya dan memilihku, owh jadi Bima belum pernah menyentuhmu? tapi waktu aku menyentuhmu kamu sudah bekas orang, dasar murahan, pantesan kamu gak begitu penting baginya" balas Alex dengan menghina Bella.
"Apa kamu bilang murahan? setelah kamu udah bosan denganku kamu mengataiku murahan?"
"kalau iya memangnya kenapa? terus kamu mau apa hah" ujar Alex menantang.
"Kamu bener bener keterlaluan Lex, aku bener bener menyesal telah termakan sama rayuanmu"
" Bukanya kamu memang sudah tau kalau aku cuma memanfaatkanmu untuk membuat Bima kacau dan frustasi, karena aku benci sama dia aku ingin memiliki semua yang dia miliki"
"Dasar gila kamu Lex"
Setelah mengatakan itu Bella langsung pergi keluar dari ruangan Alex.
"Kenapa sih dari dulu selalu aja Bima dan Bima yang lebih unggul dari aku, bahkan perusahaannya juga sekarang semakin maju, kamu tunggu aja Bim akan aku hancurkan perusahaan kamu itu secara perlahan" Gumam Alex dengan mengepalkan tangannya kuat setelah Bella pergi dari ruangannya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA