Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 39


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE


DAN JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG LIMA YA


bima dan dara sedang dalam perjalanan ke rumah mamah dan papahnya.


setelah sampai bima dan dara segera masuk ke dalam rumah.


"mah.... mamah......" panggil bima.


kebetulan mamahnya sedang mengambil minum di dapur.


" eh anak mamah akhirnya kesini juga" sapa wenda terus memeluk anaknya dan memeluk menantunya juga.


" ayo duduk dulu sayang"


" iya mah" jawab dara.


" gimana sayang anak mamah yang nakal ini berbuat macam macam gak sama kamu?" tanya wenda ke dara.


" enggak kok mah, mamah gak usah khawatir" jawab dara.


" mamah apaan sih nanyanya gitu banget gak percaya banget sih sama anak sendiri" sahut bima.


" ya mamah kan cuma memastikan saja, kamu gak ke kantor bim?"


" ke kantor mah tapi memang sengaja pulang jam segini."


"owh gitu,........oh ya bim kemarin eza dateng kesini nyariin kamu katanya mau ngasih tiket hanymoon sebagai gantinya karena dia gak bisa datang di acara pernikahan kalian.


" iya mah kemarin eza udah ke kantor bima kok, dan pergi hanymoonnya besok."


" jangan lupa pulang hanymoon beri kabar baik ya"


" sena mana mah?" tanya bima mengalihkan pembicaraan mamahnya.


" sena biasanya kan ntar sore sayang pulangnya."


" owh kirain ada di rumah, sena masih ngambek ya mah sama bima."


" mamah sih udah membujuknya bim tapi gak tau deh, adik kamu kan biasanya gak bisa ngambek lama lama sama kamu."


" iya sih mah....ntar bima bawain oleh oleh dari bali aja deh buat sena biar gak ngambek lagi."


" iya bim biasanya kalo udah di beliin sesuatu itu adikmu langsung luluh, oh ya ....padahal mamah mau kasih kado pernikahan kalian tiket hanymoon ke eropa lho sayang tapi malah keduluan eza."


" kajauhan mah bima gak bisa ninggalin kantor lama lama."


" kamu tenang aja kan ada papah, nanti ya setelah dari bali."


" ya gampang lah mah itu urusan nanti."


gak sengaja mamah wenda melihat leher dara yang ada tanda merah keungan, mamah wenda jadi tetsenyum melihat itu.


"bim kamu kalo sama dara jangan ganas ganas gitu napa kasian tau bim."


" ganas gimana maksud mamah?"


" tuh lihat lehernya dara kamu apain sampai ada bekasnya gitu" goda mamahnya.


" ah....mamah kaya gak pernah muda aja sih bahkan mamah aja sampai gak ingat umur tuh pasti papah juga gitu kalo sama mamah."


wenda langsung menjewer kuping bima.


" owh dasar anak nakal berani ya godain mamahnya."


" owuh sakit tau mah."


" makanya jangan ngledekin mamah."


" memang leher dara kenapa sih mah?" tanya dara bingung karena merasa lehernya gak kenapa kenapa.


" memangnya kamu gak tau sayang?"


" enggak mah memang kenpa?"


" eh gak pa pa kok sayang" wenda lupa kalo mentunya itu sangat polos.


" udah kamu gak usah dengerin omongan mamah, sekarang kita pulang aja yuk " ajak bima ke dara.


" lho sayang kok buru buru pulang sih, gak nginep sini aja?"


" gak ah mah kita mau siap siap buat besok kan mau pergi ke bali."


" oh ya mamah lupa "


" ya udah deh mah kita pulang dulu, ayo sayang?"


" mah dara pulang dulu ya" kata dara sambil cipika cipiki sama mamah wenda.


" iya sayang hati hati ya?"


" iya mah"


💗❤️💗


keesokan harinya bima dan dara sudah berada di dalam pesawat pribadi keluarga sanjaya yang sudah lepas landas 10 menit yang lalu.


awalnya dara takut waktu akan lepas landas.


tapi bima langsung meggengam erat tangan dara supaya bisa mengurangi ketakutanya.


ini adalah pertama kalinya dara naik pesawat jadi wajar saja jika dia takut.


" mas bima kok di dalam pesawat cuma ada kita berdua bukannya biasanya banyak penumpangnya?" tanya dara heran.


" ini beda sayang, ini pesawat pribadi aku"

__ADS_1


" jadi mas bima punya pesawat sendiri?"


" iya sayang itu untuk memudahkan aku kalau harus bolak balik ke luar negeri untuk urusan bisnis."


" waow kaya banget ya ternyata suamiku ini" batin dara.


" ya udah kamu istirahat aja ya sayang nanti kalo mau sampai aku bangunin"


"iya mas"


setelah berada di udara selama hampir 2 jam akhinya pesawat itu mendarat dengan sempurna di bandara.


dara dan bima sudah di jemput oleh supir yang sudah di siapkan sebelumnya.


mereka sekarang sudah berada di dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke sebuah resort bintang 5.


setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya mereka sampai di resort.


dara dan bima segera masuk ke dalam resort.


" wah bagus banget mas kamarnya, pemandangannya juga indah banget.


ya kamar mereka langsung menghadap ke kolam renang dan pantai.



" kamu suka sayang?"


" iya mas suka banget."


" kita mandi dulu yuk sayang"kata bima sambil memeluk dara dari belakang .


" ki....kita?"


" iya kita mandi bareng yuk"


" gak ah mas, mas bima duluan aja" jawab dara dengan wajah yang merona.


" ya udah deh kalo gak mau" kata bima kecewa dan melepaskan pelukannya.


" eh mas bukan gitu maksudnya, dara masih mau lihat lihat pemandangan dulu, mas bima mandi aja dulu nanti baru dara"


" iya" jawab bima lesu.


"apa mas bima marah ya? aduh padahalkan bukan maksud dara gak mau, aku kan malu banget masak mandi berdua sih.


ya udah ah mending aku siapin baju buat mas bima aja." monolog dara dalam hati.


dara segera menyiapkan baju ganti buat bima gak lama bima sudah keluar dari kamar mandi.


dara selalu aja terprsona saat melihat bima yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya badannya gagah tangannya berotot dan jangan lupakan perutya yang kotak kotak itu, dara segera mengenyahkan pikirannya itu.


" mas ini baju gantinya."


"hemmm" jawab bima hanya berdehem.


" mas bima marah sama dara?"


"maaf ya mas bukannya dara gak mau tapi dara malu karena sebelumnya dara gak pernah mandi bareng sama seseorang."


"okey aku maafin tapi kamu nanti kamu harus menuruti ke inginanku, bagai mana?"


" iya dara janji bakal nurutin kemauan mas bima"


"ya udah sekarang kamu mandi sana aku udah laper nie"


"iya mas dara mandi dulu ya"


dara segera masuk ke kamar mandi, sekitar 20 menit dara sudah selesai mandi lalu dara baru teringat bahwa ternyata dara lupa membawa baju ganti dan di kamar mandi hanya ada selembar handuk yang hanya bisa menutupi sebagian dadanya dan panjangnya hanya sejengkal paha.


sehinnga dadanya yang cukup besar itu setengah menyembul.


dara terpaksa mau gak mau harus keluar hanya mengenakan selembar handuk itu.


sedangkan bima sedang duduk di sofa dan memainkan phonselnya mendengar pintu kamar mandi terbuka bima mengangkat kepalanya, bima mlongo tak berkedip melihat dara yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk.


bima menelan salivanya dengan susah payah dara bener bener terlihat sangat sexy dengan rambut tergerai yang masih basah.


dara jadi gugup dan malu banget di perhatiin sampai seperti itu oleh bima, dara berjalan mendekati kopernya untuk mengambil bajunya saat dara sibuk mencari baju ganti tiba tiba bima memeluknya dari belakang.


" lagi cari apa sih sayang?"


" da.....dara lagi cari baju ganti mas" ucapnya gugup karena dalam keadaan hanya memakai selembar handuk dan tiba tiba di pekuk sama bima dari belakang jantung dara jadi deg degan.


" ngapain cari baju ganti gak perlu kali sayang."


" ha..... maksudnya mas, kenapa gak perlu?"


bima melepas pelukannya lalu membalikkan tubuh dara sehingga kini dara dan bima berdiri berhadapan, lalu bima menarik pinggang dara.


" ma....mas......bima mau ngapain?" tanya dara gugup banget.


" menurutmu mau ngapain sayang?" bisik bima di telinga dara.


dara jadi merinding dengan bisikan bima di telinganya.


lalu bima mencuim bibir dara dengan lembut tapi sedikit menuntut, bima me***mat bibir yang terasa manis itu mengabsen setiap gigi yang berada di dalam mulut dara.


tangan bima yang awalnya memeluk pinggang dara kini sudah bergerak nakal me***ba dan me***lus punggung dara yang masih berbalut dengan handuk, tangan kanan bima mulai ******* ***** d**da dara yang yang terlihat cukup besar itu seketika dara me****sah di sela sela ciumannya.....emmmmm.......ciuman bima berpindah turun ke tulang selangka dan bergerak turun lagi ke leher dara yang putih dan mulus itu dan terciumlah aroma wangi sabun yang menguar di indra penciummannya tak hanya mencium bima juga me****lat serta me****git leher putih dara hinggga meninggalkan bekas kemerahan.


emmmmm.....ahhhh....dara me****sah kala mersakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


bima malah semakin bersemangat mendengar de****han dari mulut manis dara.


kini ji***tan dan lum****tan itu turun ke bel***han d**da dara bima me***mas men***lat kedua gu***ng kembar dara yang masih terbungkus dengan handuk, lalu bima menarik handuk itu dan membuangnya sembarangan dan terlihatlah pemandangan yang sangat indah di depan matanya bima memandangi tubuh te*****jang itu dengan intens,dara yang sangat malu berusaha menutupi dengan kedua tangannya tapi tangan dara langsung di cekal oleh bima , dara bener benar malu karena sebelumnya dara tidak pernah te*****ng di depan seorang laki laki.


kedua gun****kan yang terbilang cukup besar itu mengantung dengan indah di depan mata bima , serta tu***uh yang putih mulus dan terakhir bima juga melihat daerah paling in****m dara yang di tumbuhi b**lu b**lu halus yang sudah di cukur dengan rapi membuat bima sudah gak bisa me*****hannya lagi, ju**or bima sudah on sejak tadi sudah meronta ingin di keluarkan.


bima memeluk tu****uh te***jang itu lalu mencium bibir manis itu yang sudah membuat candu bagi bima perlahan bima mendorong tubuh dara hinga dara terbaring di atas ranjang, bima segera melepas kaosnya dan meleparnya sembarangan lalu bima merangkak ke atas tu***h dara kedua tangannya me**mas kedua gu***dukan itu, bima mencium bibir dara lalu turun ke leher lalu turun lagi ke gu****nung kembar dara. bima men**lat meng**sap dan mer**mas re**mas kedua gu**dukan besar itu, dara men**sah ....emmm......mas....bima.

__ADS_1


" bagus sayang panggil aku mas bima sayang"


"ma...mas ...bima....sa....yang" de****h dara.


ciuman bima semakin ke bawah ke perut dan


turun lagi ke bagian in**im dara bima membuka kedua p**ha dara lebar lebar dan terlihatlah dengan jelas daerah i**tim dara yang sudah b**sah.


dara sangat malu banget kala bima memandangi daerah i***timnya.


bima langsung mencium dan me****ilat daerah in**im dara, kedua tangan bima mer***mas kedua gu****kan besar itu dan memainkan ujungnya, dara men****sah dan tubuhnya menggelinjang hebat tak karuan.


"mas.....bima aku ingin.....pi...pis" kata data.


" pi**s aja sayang" kata bima.


bima berpindah mencium bibir dara lagi dan tangan kanannya turun ke area in***m dara sedangkan tangan kirinya tetap me***mas gun***ng kembar dara bergantian.


tangan bima mengobrak abrik di bawah sana dan jari tengah bima masuk ke lu****ng yang terlihat kecil itu lalu memaju mundurkan secara perlahan semakin lama semakin cepat dara semakin men***sah hebat dan dara telah mencapi puncaknya untuk yang pertama kali.


bima segera membuka baju yang tersisa di tubuhnya dan membuangnya sembarangan dengan perlahan bima mulai memasukkan ju***ornya yang sudah sangat te****ng itu ke daerah in***m dara secara perlahan baru masuk ujungnya dara sudah merih kesakitan.


" aouh....sakit mas" kata dara


" tahan bentar ya sayang" sahut bima.


bima berusaha mendorongnya lagi dan lagi dan sudah masuk setengahnya .


" mas bima sakit banget perih" kata dara lagi.


"tahan bentar lagi ya sayang"


bima berusaha mendorongnya lagi dan jleb ju***or bima sudah masuk sepenuhnya, tapi dara terlihat menangis lalu bima menghapus air mata dara.


" maaf ya sayang sakit banget ya?" tanya bima dan dara hanya mengangguk.


bima melihat ada sedikit darah yang menetes di seprai putih itu, entah kenapa bima merasa bahagia banget karena dialah orang pertama yang me***tuh dara.


" terimakasih ya sayang sudah memberikannya untukku" kata bima.


" iya mas, mas bima kan memang suami aku jadi pantas kalo aku memberikannya sama mas bima."


bima langsung menyambar bi***r dara mencoba mengalihkan rasa sakit yang dirasakan dara, ciuman itu turun ke leher dan turun lagi ke gu***ng kembar dara bima kembali me**s me**ilat bahkan me***sap ujungnya, bima mulai memaju mundurkan ju***ornya dengan pelan, bima melihat istrinya itu sudah mulai menikmatinya , semakin lama semakin cepat rasa sakit itu bercampur ni***mat.


bima memaju mundurkan dengan lebih cepat lagi sampai keduanya bersama sama mencapai puncaknya.


bima men****burkan benihnya di dalam rahim dara lalu ambruk di atas tu***h dara.


" terimakasih banyak ya sayang, ini sungguh sangat ni**mat" kata bima lalu berbaring di samping dara dan memeluk dara."


" mas bima aku laper banget" kata dara.


" ya ampun sayang maaf ya kita kan memang belum sempat makan."


bima langsung bangun dan menyelimuti tubuh dara yang masih po**os, bima segera mencari bajunya setelah ketemu lalu bima memakainya.


" kita makan di kamar aja ya sayang?"


" iya mas"


" bentar ya sayang biar aku pesankan dulu" kata bima.


setelah memesan makanan , bima lalu mengambilkan bethrobe untuk di kenakan dara sementara.


" sayang kamu pakai ini dulu ya?"


" iya mas "


" sini aku pakaiin"


dara hanya menurut aja.


gak lama terdengar ketokan di pintu....tok ....tok....tok.


" biar aku aja yang buka, mungkin itu makanan kita sudah datang."


" iya mas"


bima berjalan untuk membuka pintunya, dan benar saja makanan yang di pesan sudah datang, bima lalu mengambil makanan itu tak lupa bima juga memberikan tips untuk pelayan itu dan mengucapkan terimakasih,setelah itu lalu bima menutup pintu dan menguncinya.


" sayang sekarang kamu makan ya biar aku yang suapin"


" gak usah mas biar dara makan sendiri aja lagiankan biasanya mas bima yang minta di suapin" kata dara yang sudah duduk dan bersandar di tepi ranjang.


" kali ini biar aku yang suapin okey?"


" ya udah deh terserah mas bima aja"


" nah gitu dong sayang."


setelah mereka berdua selesai makan gak lama bima meminta haknya lagi dara hanya bisa pasrah dan menurut karena itu memang sudah kewajibannya sebagai seorang istri, bima tak hanya mekakukannya sekali bahkan berkali kali sampai jam 3 pagi mereka berdua baru tertidur karena kelelahan.


bima tidur dengan memeluk dara dari belakang.


💗❤️💗


udah ya ini udah dua bab author jadiin satu lo


dah capek author nulisnya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA DUKUNG AUHTOR YA DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA


__ADS_2