Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 106


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Pagi harinya Bima langsung kerumah sakit untuk bertemu dengan Alex, Bima mendapat kabar bahwa Alex sudah sadar dan kondisinya sudah membaik, setelah sampai di rumah sakit Bima langsung masuk ke dalam ruang rawat Alex.


" Ngapain lo kesini" ujar Alex cuek kala Bima masuk kedalam ruang perawatannya.


" Gue mau bilang terimakasih ke lo" ucap Bima dengan tulus dan tanpa basa basi.


" Ck, gak usah GR lo Bim gue nglakuin ini bukan buat lo tapi buat Dara, gue tau Dara cinta sama lo dan Dara pasti akan sedih melihat lo yang tertembak apa lagi keadaannya lagi hamil dan gue gak akan tega melihatnya" Jelas Alex.


" Terserah apa alasan lo itu Lex, yang jelas gue tetep berterimakasih ke lo, dan lho itu sebenernya orang yang baik cuma lo itu selalu iri sama gue coba lo itu ikuti kata hati lo ikuti perasaan lo, jangan karena lihat gue lo iri,kalau lo masih begitu percaya sama gue sampai kapanpun lo gak akan bisa ngedapatin kehagiaan lo sendiri, itu aja pesan gue sekali lagi terima kasih banyak, cepat sembuh ya" ujar Bima yang sedikit menasehati Alex.


" Lho gak usah khawatirin gue, gue gak akan mati gitu aja hanya karena satu tembakan, besok juga gue sudah boleh pulang" Alex gak mau terlihat lemah di hadapan Bima.


" okey, baguslah kalau begitu gue cabut dulu" Kata Bima dan hanya di jawab deheman oleh Alex.


" Bener apa yang di katakan oleh Bima sampai kapan gue terus begini, mulai saat ini gue mau nglakuin sesuai keinginan hati dan perasanku, aku gak mau lagi melihat kehidupan seseorang yang terlihat bahagia lalu aku iri karena apa yang kita llihat tidak sesuai kenyataan, belum tentu juga kan orang yang terlihat sempurna hidupnya, terus kenyataannya juga sempurna, setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing masing" gumam Alex setelah Bima pergi.


Setelah dari rumah sakit Bima berkunjung ke perusahan Revan, Bima berniat melihat bagamana sih teman gilanya itu memimpin perusahaan dengan status barunya menjabat menjadi CEO di perusahaan bokapnya.


Setelah sampai di perusahaan itu Bima berjalan dengan angkuhnya dengan wajah yang terlihat datar tanpa exspresi, dengan begitu Bima malah terlihat semakin berwibawa sebagai seorang pemimpin, walaupun Bima begitu tapi tidak mengurangi kadar ketampananannya bahkan banyak karyawan di sana yang terpana oleh pesona seorang Bima.


Sesampainya di depan pintu ruangan CEO Bima masuk begitu aja tanpa mengetuknya terlebih dahulu dan kebetulan di depan juga gak ada sekertarisnya Revan.


Setelah Bima membuka pintu ruangan Revan, Bima di buat menganga lalu dengan cepat Bima menutup pintu itu kembali.


" Shhiitttt....sialan" umpat Bima. "bener bener tu ya si Revan bisa bisannya berbuat seperti itu di kantor mana ceroboh pula pintunya gak di kunci, tapi gue gak salah lihat kan tadi bukanya itu memang Bianca" Gumam Bima.


Sementara kedua manusia berbeda jenis di dalam ruangan itu begitu kaget karena ada orang yang tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Revan langsung mencabut penyatuannya padahal belum tuntas, Revan tau Bima tadi yang ingi masuk ke ruangannya. "Bi sekarang kamu pakai pakaian kamu ya" Suruh Revan.


" I....iya Van tadi itu bukannya Bima ya?" tanya Bianca memastikan.


" Iya tadi itu Bima yang datang" Jawab Revan, Sementara Bianca malu banget pasalnya tadi dia dan Revan berbuat tak senonoh di atas meja kerja Revan dan Bima memergokinya ya ampun mau di taruh di mana muka ini.


Setelah mereka berdua berpakaian lengkap Revan segera membuka pintunya.


" Sorry Bim, ya udah masuk gih" Ujar Revan sambil nyengir karena katahuan lagi iya iyaan.


" Bener bener gila lo, bisa bisanya lo nglakuin itu di kantor" Kata Bima yang gak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya itu.


Sekarang mereka berdua sedang duduk di sofa sedangkan Bianca berada di ruang pribadi Revan, gak mungkin Bianca ikut menemui Bima sudah pasti Bianca sangat malu habis kepergok sama Bima orang sangat dia cintai tapi cintanya tak penah terbalas sehingga Bianca memilih mundur dengan teratur, Bianca tidak mau nasibnya sama dengan Bela yang berakhir di penjara dan Bianca sadar cinta tak bisa di paksakan.


" Sejak kapan kalian berhubungan?" tanya Bima, Ya memang Bima sudah tau kalau Revan sebenernya ada rasa sama Bianca dari cara Revan memandang terlihat dari sorot matanya kalau Revan suka sama Bianca sejak lama cuma Bianca selalu mengejar Bima Tapi Bima tidak ada rasa sama sekali dengan Bianca dan Revan pun tau itu,sehingga Revan lebih memilih memendam perasaannya.


" Semenjak tadi malam" jawab Revan jujur.


" Tadi malam? bukannya adi malam kita di clubnya Aldi?" tanya Bima lagi.


" Jadi gini Bim"

__ADS_1


# FLASHBACK ON #


Semalam waktu Revan menyewa wanita malam untuk menuntaskan hasratnya, Revan pamit ke teman temannya kalau dia ingin segera check in kamar tapi Revan malah tak sengaja melihat Bianca yang terlihat aneh dan gelisah duduk seorang diri di club Aldi juga, kebetulan Bianca di situ karena dapat undangan Dari temanya yang sedang ulang tahun tapi entah kenapa setelah minum minuman yang di berikan temannya badannya terasa aneh, Revan pun mengurungkan niatnya untuk chek in kamar dia malah menyuruh wanita malam itu untuk pergi.


" Ehh sorry ya kayanya aku gak jadi deh" Revan mengambil uang merah beberapa lembar dari dompetnya lalu di kasih ke wanita malam itu." ini buat kamu sekarang kamu bisa pergi" usirnya.


" Tapi kan kita belum..."


" Aku bilang pergi sekarang" belum sempat wanita itu selesai bicara Revan langsung memotongnya dan seketika wanita itu langsung melenggang pergi dan Revanpun langsung memghampiri Bianca.


" Bianca ngapain lo disini?" Tanya Revan saat sudah duduk di dekat Bianca.


" Revan.....van tolongin gue dong kok badan aku rasanya aneh ya? terasa panas aku udah gak tahan ingin melepas pakaianku saja" ujar Bianca yang membuat Revan melotot.


" JANGAN kamu gila ya ini tempat umum" Revan labgsung mencekal tangan Bianca yang ingin membuka pakaiannya.


" Van tolong aku Van please! " Bianca sudah semakin klojotan dan Revan segera membawa Bianca pergi dari sana bisa berabe kalau Bianca nekat sampai membuka bajunya, sedangakan teman Bianca yang sengaja ngasih obat perangsang itu kecewa karena rencananya gagal niat hati ingin mempermalukan Bianca karena dia sangat tidak suka dengan sifat Bianca yang sombong dan angkuh itu.


Revan bingung mau membawa Bianca kemana akhirnya Revan membawa Bianca ke hotel.


" Aduh Bi kalau gini caranya itu namanya sih lo nyiksa gue" gerutu Rehan saat lihat baju yang di kenakan Bianca sudah tidak beraturan.


" Van panas " Bianca menarik narik Rehan dan lebih parahnya Bianca mencium bibir Revan tapi Revan langsung melepaskannya.


"Stop Bi aku bisa khilaf kalau gini" Revan langsung membetulkan pakaian Bianca Revan juga memakaikan jaketnya di tubuh Bianca walaupun Bianca menolaknya dengan alasan panas.


setelah sampai di kamar hotel Revan langsung membaringkan Bianca di ranjang, sedari turun dari mobil hingga sampai di kamar hotel Bianca selalu menciumi bibir dan leher Revan, dan sekarang malah Bianca melepas seluruh pakaiannya sehingga menyisakan bra dan cd aja.


" ahh van panas" Revan bener bener gak bisa tahan kalu Bianca terus menggodanya seperti itu, Revan saat ini memilih duduk di sofa dan memperhatikan Bianca yang terus bergerak gerak dengan gelisah, tiba tiba Bianca menghampiri Revan dan duduk di pangkuannya.


Revan langsung menyambar bibir Bianca yang sedari tadi udah nakal menggodanya tangannya pun sudah tak bisa di kondisikan lagi di re**as lah itu kedua aset milik Bianca, "emmmmm..." mendengar de**han yang menurut Revan sangat Sexy itu membuat Revan semakin berg**rah.


Ciuman itu berpindah ke leher Bianca dan Revan langsung melepas bra milik Bianca bagi Revan itu hal yang mudah bagi casanova sepertinya, Revan langsung melahap kedua aset milik Bianca itu hingga sang empunya me**sah keenakan, tangan kanan Revan sudah membuka kain segitiga tipis itu lalu membuangnya sembarangan, tangan Revan langsung mengobrak abrik lembah yang ternyata sudah basah itu, jari tengahnya mulai masuk ke dalam gua yang terasa masih sempit dan Jari Revan terasa terjepit di gua itu.


" Kok sempit banget ya biasanya gak seperti ini" batin Revan dalam hati.


" Ah...ah ...uh....terus Van " Rancau Bianca.


Revan yang udah gak tahan segera menggendong Bianca ke ranjang, Revan membuka kaki Bianca lebar lebar dan kepala Revan langsung di benamkan ke lembah itu sehingga membuat Bianca blingsatan, Bianca menarik narik rambut Ravan.


" Ah " erang Bianca yang sudah mencapai nirwana, dan Revan segera melahap cairan kental yang keluar dari gua itu, Revan segera memposisikan miliknya dan mulai memasuki gua itu tapi Bianca malah berteriak kesakitan.


"Aaaaa....Sakit" jerit Bianca, dan Revan baru menyadari ternyata Bianca masih perawan terbukti miliknya susah untuk di masukkan tak seperti biasanya sekali sentak langsung lolos lah ini terasa susah banget bahkan Bianca sampai menangis, Revan mengira Bianca sudah tak perawan tapi ternyata dugaannya salah ternyata gadis pujaannya dari dulu itu masih perawan dan itu membuat Revan entah mengapa seneng banget karena tau dia laki laki pertama yang menyetuh Bianca, dan Revan berjanji setelah ini akan memperjuangkan Bianca walaupun Bianca menolaknya toh dia laki laki yang sudah mengambil kesuciannya, Revan akan mengungkapkan perasan yang selama ini di pendamnya, dan Revan akan bertanggung jawab atas perbuatanya walaupun itu tidak sepenuhnya salahnya.


Hingga akhirnya Revan berhasil membobol gua itu dan Revan melihat ada darah yang menetes di seprei putih itu, Revan mengahapus air mata Bianca dan Revan mendiamkan miliknya sejenak di dalam sana untuk beradaptasi setelah itu Revan mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan.


" Gila sumpah ini nikmat banget sempit" gumam Revan, ya baru kali ini Revan merasakan hal berbeda, ini sungguh sangat nikmat selama petualangannya baru kali ini Revan merasakan hubungan yang sangat nikmat.


" Ah ini gila Bi sumpah kamu nikmat banget" Rancau Revan, hingga keduanya merasa terbang menggapai puncaknya, mereka melakukannya berkali jali hingga keduanya kelelahan lalu tertidur saling berpelukan di bawah selimut.


Pagi harinya Bianca kaget bukan main kala mendapati dirinya tel**ng bu**at bersama seorang pria, Bianca mencoba mengingat kejadian semalam dan sekarang Bianca telah mengingat semuanya.

__ADS_1


" ya ampun aku sekarang udah gak perawan, ya ampun malu banget aku semalam aku sudah menggoda Revan, bodoh bodoh kamu Bianca" gumam Bianca.


Bianca berniat ingin segera memakai bajunya lalu segera pergi dari sana, Bianca sangat malu dengan Revan makannya Bianca berniat langsung ingin kabur aja.


Bianca ingin turun dari Ranjang "Auwhhhh" Bianca merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya.


mendengar jeritan Bianca Revan langsung bangun. " Bianca apa masih sakit? kamu mau kemana?" tanyanya Revan.


" A......aku mau pulang Van dan maaf soal semalam kamu lupain aja anggap saja tak pernah terjadi apa apa di antara Kita" ujar Bianca.


" Apa? kamu nyuruh aku nglupain gitu aja kamu gila ya? aku udah mengambil kesucian kamu Bi" Revan tak habis pikir dengan Bianca yang begitu mudah menyuruhnya untuk melupakanya padahal sudah jelas dia yang di rugikan, tapi Revan takut juga kalau Bianca hamil dan Bianca tak mau menerima pertanggung jawabannya karena Revan tak memakai pengaman semalam padahal Revan selalu pakai pengaman saat melakukanya.


"Tapi van itu semua salahku aku yang telah menggodamu sumpah aku malu banget Van sama kamu" ujar Bianca dengan menangis.


Revan lalu menarik Bianca kedalam pelukannya. " Ssssttt udah jangan nangis aku akan bertanggung jawab aku akan menikahimu" ujar Revan.


" Apa? Kamu mau nikahin aku? tapi aku gak mau ah, aku tau kamu ya van kamu sering celap celup sana sini" tolak Bianca yang gak mau manikah dengan laki laki tak setia.


" Aku janji setelah ini cuma kamu yang aku sentuh aku tidak akan menyetuh wanita lain selain kamu, aku janji" ujar Revan dengan sungguh sungguh, Bianca menatap dalam mata Revan untuk mencari kebohongan di sana tapi Bianca tak menemukannya dan sepertinya Revan benar benar serius.


" Janji kamu van tapi kalau kamu terbukti malakukanya dengan perempuan lain aku gak mau sama kamu lagi" ucap Bianca yang ingin tau keseriusan temannya itu.


" Iya aku janji jadi mulai sekarang kita jadian ya? dan aku akan segera menikahimu" Kata Revan dengan yakin.


Setelah dari Hotel itu Revan ingin mengantar Bianca pulang tapi malah Revan mendapat telfon bahwa ada mitting pagi itu jadi Revan terpaksa membawa Bianca ke kantornya , awalnya Bianca gak mau tapi Revan terus memaksa akhirnya mau gak mau Bianca ikut ke kantor Revan.


Selesai mitting entah apa yang terjadi hingga keduanya mengulangi malam panasnya tadi malam awalnya Bianca menolak tapi Revan memaksanya dan Bianca pun tak Bisa menolak karena sudah terbuai oleh sentuhan Revan, sungguh sentuhan Revan begitu memabukkan bagi Bianca mungkin Revan sudah ahlinya dalam hal itu sehingga bisa membuat Bianca terlena, dan pada saat enak enaknyalah Bima masuk ke ruangan Revan.


# FLASH BACK OFF #


" Lo harus tanggung jawab van " ujar Bima yang gak terima Revan melakukan itu pada Bianca yang ternyata masih perawan.


" Iya Bim rencananya juga gitu gak mungkin aku tinggalin Bianca, walaupun aku bajingan tapi aku gak pernah punya niatan merusak anak gadis orang, aku melakukan itu sama sama mau dan sama sama untung selama ini" jelas Revan.


"Bagus deh kalau gitu aku harap setelah ini kamu gak asal celap celup lagi"


" Iya Bim mulai saat ini aku akan berhenti, lagian selama ini sebenernya gue suka sama Bianca cuma Bianca malah sukanya sama kamu dan selalu ngejar kamu makanya aku lebih memilih mundur karena aku sadar cintaku bertepuk sebelah tangan" ujar Revan dengan perasan getir.


" Gue udah tau dan gue bukan laki laki bodoh di lihat dari sorot mata lo aja gue udah bisa tau kali"


" tapi lo menolak Bianca bukan karena gue kan?" tanya Revan penuh selidik.


" Ya enggak lah ngapain demi kamu aku harus mengalah, gue menolaknya karena gue memang gak ada perasaan sama dia" jawab Bima.


" Bagus deh kirain"


" ya udah deh gue cabut aja, kayaknya gue dateng di saat yang tidak tepat, lo tadi pasti belum tuntas kan Hahahah..,.lo bisa lanjutin noh kasian senjata lo " Kata Bima dengan mengejek.


"Sialan lo Bim" umpat Revan.


Akhirnya Bima lebih memilih pergi dari kantor Revan karena dia juga harus ke kantornya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA DUKUNGANYA YA SAYANG SAYANGNYA AUTHOR


__ADS_2