Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 55


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


SEMOGA SUKA SAMA KARYA AUTHOR


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA VOTE LIKE KOMEN TERIMAKASIH


Hari ini bima di kantor di ledekin revan gara gara bekas kiss mark yang di buat dara tadi pagi.


" gila lo men istri lo ganas juga ya...ha....ha..ha" kata revan sambil tertawa.


" maksud lo apaan istri gue lembut banget di bilang ganas." jawab bima gak rela istrinya di bilang ganas.


" wah masih gak nyadar lo, baru kali ini gue lihat bos bima yang terhormat lehernya terdapat bekas bercinta ha....ha....ha...kelihatan banget tadi malam habis mantap mantap." ledek revan menertawakan bima.


" masak iya emang ada ya van?" tanya bima soalnya seingatnya dara gak berbuat begitu kok bisa lehernya ada tanda merahnya.


" noh ngaca kalo gak percaya." kata revan yang menyuruh bima bercermin dan setelah bima bercermin emang iya ada bekas kiss mark di lehernya tapi bima malah senyum senyum sendiri karena baru menyadari kalo dara yang melakukan itu tadi pagi waktu membangunkannya.


" ye malah senyum senyum sendiri gak jelas."


" eh sirik aja lo, ya pantes ajalah kalo leher gue ini ada bekas kiss markny karena gue udah punya istri beda lagi kalo lo lebih ngeri lagi gue, belum nikah tapi bekas kiss mark bertebaran di mana mana."


" ye gue bayar ****** buat muasin gue bukan gue yang muasin ya pantes lah, ya udah nih berkas yang lo minta, sekalian gue mau ingetin kalo ntar malam ada pertemuan dengan klien di club berhubung edo harus keluar kota jadi nanti malam gue yang gantiin nemenin lo.


" gila lo ngapain harus di club di restoran kek." kata bima agak gak suka kalo harus di club.


"ye ini dari kliennya sendiri yang minta bertemu di club ya udah gue saranin aja di klubnya aldi lagian ya di sana ada penari baru yang aduhay deh pokoknya bim, bikin mata gak berkedip ntar gue sekalian menghibur klien kita dengan menyewa penari itu gimana cocok gak tuh bim?"


" dasar lo van kalo urusan begitu aja no satu, terserah lo aja lah yang penting urusan gue dengan klien dari amerika itu langsung clear."


" siap bos , itu baru asyik" kata revan kegirangan.


" ya udah gue mau jemput istri gue dulu sekalian gue mau pindah ke rumah gue yang baru tolong lo urus semunya."


" siap bos yang penting ntar malam."


" iya bawel banget si" kata bima yang langsung melenggang pergi dari ruangannya.


ya bima memang punya sekertaris sendiri tapi bima kalo ada pertemuan dengan klien atau urusan kerja yang lainnya bima lebih suka di dampingi asisten edo di bandingkan dengan desi sekertarisnya atau kalo edo sedang menangani urusan bisnis di luar kota atau luar negeri bima lebih memilih di dampingi revan bima males kalo harus pergi dengan sekertaris wanitanya itu sebenernya bima kurang nyaman mau di pecat tapi kinerja desi sangat bagus jadi bima mempertimbangkannya kembali.


💗❤️💗


dara sudah menunggu jemputan lumayan lama di halte bus, tadinya banyak orang di halte bus itu tapi sekarang tinggal dara saja yang masih di situ menunggu jemputan.


" aduhh mas bima mana sih kok lama banget tadi pagi katanya mau jemput apa dia lupa ya mana di telfon dari tadi gak di angkat kalo aku naik taxi nanti mas bima marah lagi kalo sampai sini gak ada aku, mau telfon bang ronald gak punya no hpnya" gerutu dara dalam hati yang lagi kesel karena udah nunggu lama.


bang ronald itu nama sopir dara ya ges.


" haduh lama lama dara takut nie di halte sendirian" gurutu dara lagi yang tambah kesel.


tiba tiba ada mobil yang tidak dara kenali berhenti di depannya, dan turunlah seorang laki laki dari mobil itu, dan seketika dara kaget bahwa laki laki yang turun dari mobil itu lalu menghampirinya ternyata alex.


" hay dara kan? ngapain di sini sendirian?" tanya alex yang kebetulan lewat jalan itu tapi gak sengaja melihat dara berdiri sendiri seperti orang bingung di halte bus sendirian.


" iya kamu ngapain di sini lex?"


" tadi aku habis ketemu klien kebetulan lewat sini tapi gak sengaja malah melihat kamu di sini sendiri seperti orang kebingungan, emang mau kemana?"

__ADS_1


" se...sebenernya aku lagi nunggu jemputan udah nunggu lama tapi gak dateng dateng" jawab dara agak takut kalo tiba tiba malah ada bima datang bisa tamat.


"mau pulang kah? ya udah gue anterin aja yuk dari pada di sini terus gak di jemput jemput" kata alex menawarkan tumpangan sama dara.


"eh gak usah lex takutnya nanti aku ikut kamu malah jemputannya datang" tolak dara secara halus berharap alex segera pergi.


"ya udah deh kalo gitu aku temenin aja masak wanita secantik kamu di sini sendirian nanti kalo ada yang berniat jahat gimana"


sebenernya dara memang takut harus sendirian di halte tapi gak harus di temenin alex kan kalo tiba tiba suaminya datang gimana, dan bener saja gak lama mobil bima datang dan berhenti di belakang mobil alex.


bima yang melihat dara hanya berdua di halte dengan alex merasa marah banget tangannya terkepal kepalanya sudah keluar tanduk.


bima langsung turun menghampiri mereka berdua, sedangkan alex yang melihat bima pun juga kaget kenapa tiba tiba bisa ada bima .


seketika alex langsung berdiri dari duduknya dan menyapa bima.


" eh tuan bima yang terhormat ngapain lo kesini?" tanya alex basa basi.


" bukan urusan lo" jawab bima datar


sementara dara sudah ketakutan melihat suaminya yang kayaknya marah banget.


" ayo sayang kita pergi" ajak bima menghampiri dara lalu memeluk pinggang dara, dan alex kaget dengan apa yang dia lihat bima memanggil dara sayang dan memeluk pinggangnya alex yang gak terima langsung menarik tangan dara.


" apa apaan kamu bim main ajak pergi aja emang kamu apanya dara?" tanya alex penasaran.


" dara itu istri gue kanapa ada masalah? lepasin tangan kotormu itu dari tangan istriku" kata bima marah kala tangan istrinya di sentuh alex seketika bima langsung memukul tangan alex yang lancang itu sehingga pegangan itu terlepas.


" apa dara istri lo ha....ha.....menarik" kata alex dengan penuh makna.


" jangan macam macam kamu kali ini aku gak akan tinggal diam" ancam bima.


dara yang gakut kerena tiba tiba melihat suaminya memukul alex dara langsung berusaha menenangkan suaminya supaya gak terjadi adu jotos.


" mas bima udah mas lebih baik kita pergi aja yuk " ajak dara, lalu bima dan dara segera masuk mobil dan pergi.


" sial kenapa harus bima sih selalu aja gue kalah dari bima dulu amanda yang gue sukai menyukai bima sekarang dara, awas aja kamu bim aku akan merebut dara darimu apa lagi kali ini gue bener bener tertarik dengan dara sejak pertama kali ketemu. gumam alex dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


dulu sewaktu masa kuliah memang alex menyukai amanda wanita cantik lembut dan anggun, dulu amanda adalah ratu kampus tapi sayang amanda cintanya sama bima dan bima gak ada perasaan sama amanda bima biasa aja.


jadi dari situlah alex benci dengan bima karena wanita yang alex sukai waktu itu malah sibuk mengejar bima yang cuek cuek aja.


alex mengambil hpnya dari saku celana yang di kenakannya lalu alex menelfon seseorang.


" tolong lo cari tahu semua tentang perempuan yang bernama dara almira nanti aku kirim fotonya."


setelah mengtakan itu alex langsung mematikan sambungan telfonnya.


💗❤️💗


di mobil bima dan dara hanya diam setelah kejadian tadi gak ada yang mulai bicara, dara sibuk dengan pikirannya sendiri sambil melihat keluar jendela sementara bima masih kesel dengan kejadian tadi bima hanya fokus menyetir sesekali melirik dara yang berada di sampingnya.


dara tadi melihat suaminya sampai segitunya marah dengan alex hanya karena alex merebut bella dari suaminya dara berfikir apa segitu cintanya suaminya itu sama bella.


tak betah dari tadi diam saja bima mulai memecah keheningan dengan bertanya sama dara.


" kenapa kamu tadi bisa bersama alex di halte?" tanya bima datar tapi dara masih diam tidak menjawab pertanyaan suaminya karena dara merasa cemburu dara berfikir bima marah sampai seperti itu hanya karena bella, belum relakah suaminya itu.

__ADS_1


melihat dara yang di tanya malah diam saja membuat bima tambah emosi bima meminggirkan mobilnya dan berhenti. kebetulan jalanan di situ memang agak sepi.


" kok berhenti di sini" tanya dara tapi bima mengabaikan itu bima melepas seatbeltnya.


tiba tiba bima mendekat ke dara dan melepaskan seatbeltnya juga dengan sedikit kasar tiba tiba bima mencium bibir dara sedangkan tangannya menahan tengkuk dara.


" emmmm" gumam dara karena mulutnya sudah di bungkam dengan mulut bima, tangan bima gak tinggal diam, tangan bima meremas dua gunung kembar dara dari luar baju yang di kenakannya.


tangan bima mulai masuk kedalam dress yang di kenakan dara dan masuk lagi ke dalam bra yang di kenakan dara bima mengeluarkan dua gundukan besar itu dari wadahnya lalu bima melepas ciumannya dan berpindah ke gunung besar yang sudah menyembul keluar, bima ******* ***** dengan kedua tangannya dengan sedikit kasar bima men***jat dan meng****sap ujung gundukan itu hinggga sang empunya me**sah.


" aahhhh....emmmmm.....mas bima jangan gini ini di jalan " kata dara di sela sela de***sahannya.


bima tidak menghiraukan ucapan dara, bima bahkan sampai menggigit ujung gundukan besar itu.


"aaawww mas bima sakit pelan pelan, mas bima udah stop jangan di sini nanti kalo ada yang lihat gimana" kata dara tapi tetep tak di hiraukan bima karena gak akan ada yang melihat soalnya kaca mobil bima itu gelap tak bisa di lihat dari luar.


tangan kanan bima sudah mulai turun ke bawah menyingkap dress yang di kenakan dara itu ke atas lalu bima menurunkan kain segitiga yang di pakai dara.


tangan bima mulai menyentuh lembah yang sudah basah di bawah sana jari tengah bima mulai masuk kelubang yang masih sempit itu bima memaju mundurkan jarinya.


"aaahhhh....ahhhhh ....emmmmm ...owhhhh" de**ah dara keenakan.


" aku tidak suka di abaikan" bisik bima di telinga dara dengan datar.


" ma....maaf .....ahhhh ....emmmm" de**ah dara kala jari bima semakin cepat mengocok di bawah sana.


" maaf mas .....ahhhh.....dara gak akan......mengulanginya........aaahhhhh......" de** ah dara tubuhnya semakin menggelinjang gak karuan karena kocokan bima semakin cepat dan kasar.


bima menghisap ujung gundukan besar itu seperti bayi yang sedang menyusu dan jarinya semakin cepat mengocok lembah yang semakin basah itu.


"ahhhh.....emmmm.....aaaahhhh ....oooowhhh" de**ah panjang dara kala mencapai puncaknya dan keluarlah cairan lengket itu membasahi kursi mobil, terengah engah dara di buatnya, dara merasa berbeda dengan permainan suaminya kali ini sedikit kasar tidak seperti biasanya.


bima menojok stir mobilnya dengan tiba tiba, dara semakin ketakutan melihat suaminya marah dara menangis dalam diam.


melihat istrinya yang menangis bima jadi gak tega, bima mengambil tisu lalu membersihkan daerah in**m dara setelah itu bima merapikan baju dara kembali setelah rapi bima menjalankan mobilnya kembali.


gak lama udah sampai di apartemennya, lalu bima segera turun dan membanting pintu mobilnya dara kaget dengan suara bantingan pintu itu di kiranya bima langsung masuk ke unit apartemen taunya enggak, bima memutari mobilnya dan membuka pintu samping lalu mennggendong dara ala bridal style masuk ke dalam apartemen dan dara hanya menurut dan diam saja takut kalo suaminya makin marah.


bima menurunkan dara di atas ranjang lalu bima duduk di sampingnya.


" tadi itu hukuman buat kamu karena sudah berani mengabaikanku, aku paling tidak suka di abaikan" kata bima datar.


" ma.....maaf mas hik.....hik tadi dara itu lagi nungguin mas bima tapi tiba tiba ada alex yang kebetulan lewat jalan itu dan melihat aku sendirian jadi alex menghampiri aku dan berniat nganterin pulang, karena aku nunggu mas bima gak dateng dateng aku takut di halte sendirian tapi aku menolak tawaran alex karena takut mas bima akan marah hik....hik..."


" iya maaf ya sayang aku telat jemputnya karena terjebak macet tadi dan hp aku ketingggalan di kantor, tapi lain kali aku minta jangan mengabaikan pertanyaan aku" kata bima yang langsung memeluk dara dan dara hanya menggangguk.


" apa tadi sakit?" tanya bima dan dara hanya menggeleng dan bima bertanya lagi.


" berarti enak banget ya" canda bima dara langsung memukul dada bidang bima.


" ih mas bima jangan bercanda gak lucu."


"ya udah gih sekarang mana barang barang yang mau di bawa pindah?" tanya bima.


" itu aja mas katanya gak usah banyak banyak."


" iya yang penting penting aja selebihnya nanti gampang, ya udah ayok." ajak bima.

__ADS_1


mereka berdua pergi ke rumah baru mereka karena rumahnya sudah selesai di renovasi.


BERSAMBUNG


__ADS_2