Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 110


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Kali ini resepsi pernikahan Bima dan Dara di adakan sangat mewah gak seperti dulu yang hanya di hadiri sanak saudara dan rekan bisnis saja, tapi kali ini semua kerabat ,teman bahkan semua kariawan kantor ikut di undang dan pastinya banyak wartawan yang akan meliputnya.


Di sebuah gedung yang sudah di dekorasi sedemikian megahnya, di depan pintu masuk terdapat foto kedua mempelai yang terlihat Romantis dan tertulis juga nama Bima dan Dara di sana, di sana sudah terlihat tamu yang mulai berdatangan, paman, bibi dan juga Rena juga turut hadir di sana.


"Wah gila megah benget sih acaranya bener bener istri sultan" seloroh Rena yang sudah hadir si sana.


" Iya pasti tamu tamunya juga bukan orang sembarangan ini pah, Ren " ujar Santi.


" Iya pastilah mah secara tuan Bima itu kan pembisnis tersukses no. 2 di negara ini" Kata Arya ikut menimpali omongan anak dan istrinya.


Sementara itu di sebuah ruangan Dara sudah selesai di Rias oleh MUA terkenal, nampak pria lemah gemulai terpana akan hasil kerjanya.


" Waw cantik banget kamu cin hanya dengan sedikit sentuhan kamu sudah terlihat sangat sempurna" ujar lelaki gemulai itu dengan mengamati penampilan Dara, di putarlah tubuh Dara ke kiri dan ke kanan untuk memastikan gak ada yang kurang sama penampilannya.


Bima yang masuk ke ruang rias itu pun langsung terpana oleh kecantikan sang istri Bima jadi pengen membawa istrinya ke ranjang aja dari pada harus dipamerin ke banyak orang yang hadir, Tapi Bima langsung protes saat melihat istrinya di sentuh sentuh oleh pria gemulai itu walau bagaimana pun tetep aja kan dia itu aki laki.


" Eh apa apan sih jangan sentuh sentuh istri aku ya" ujarnya tak suka.


" Ya ampun eke cuma meneliti penampilannya aja cin tau aja ada yang kurang, taunya enggak sudah sempurna banget dan cantik sekali" Kata lelaki gemulai itu dengan mencolek dagu Bima dengan gaya genitnya serta mengerlingkan matanya kepada Bima.


" Eh gak usah colak colek ya risih gue" Bima langsung menepis tangan yang mencolek dagunya itu sementara Dara ketawa melihat suaminya di godain sama lelaki gemulai yang minta di panggil Susi itu.


" Aduh tuan tampan jangan marah marah dong ntar gantengnya ilang loh" ujar mbak susi lagi dengan nada yang di buat buat serta tangannya yang ingin merapikan dasi milik Bima yang menurutnya kurang rapi dan Bima langsung menghindar sebelum tangan itu menyentuhnya dan Bima jadi bergidik ngeri, kalau istrinya begitu sih dengan senang hati Bima menyambutnya lah ini masak pisang makan pisang.


Sementara Sena dan wenda yang masuk keruangan itu pun ikut ketawa melihat Bima yang tengah di goda sama mbak Susi.


" Hahaha....aduh menantu mamah cantik banget sih " puji Wenda sambil ketawa.


" Mamah itu ngetawain aku apa lagi muji istri aku sih" ujar Bima yang melihat adik dan mamahnya masuk ke ruangan itu.


" Dua duanya....hahaha....aduh kakak ku ganteng banget sih" kali ini bukan wenda yang menjawab tapi Sena adiknya. " Eh kak Dara juga cantik banget sih udah kaya tuan putri dari negeri dongeng" puji Sena.


" Ya jelas dong cin siapa dulu yang ngedandanin eke gitu lo" Kata susi dengan bangganya.


" makasih ya mbak susi" ujar Dara, " Mamah sama Sena juga cantik banget kok" puji Dara balik karena Sena dan mamahnya memang terlihat sangat cantik, wenda terlihat lebih muda sedangkan sena terlihat lebih anggun dan cantik.


" Adik kakak ini juga cantik banget terlihat lebih dewasa dan anggun" ujar Bima juga memuji penampilan adiknya.


" Iya dong kita kan satu pabrik" saut Sena dan semua malah pada ketawa mendengar perkatan Sena


"lho kok malah pada ngumpul di sini, lebih baik kita keluar sekarang yuk tamunya sudah pada datang" ujar Rendi yang baru masuk ke ruangan itu.


" owh iya mamah sampai lupa dengan tujuan mamah kesini kan untuk mengajak kalian keluar menemui para tamu" ujar Wenda dengan menepuk keningnya, dan mereka pun keluar untuk menyapa para tamu undangan, Bima langsung berjalan dengan memeluk pinggang Dara posesif.

__ADS_1


Setelah sampai di tempat pestanya Bima langsung menyapa para kolega bisnisnya yang sudah datang dengan tangan yang selalu melingkar ke pinggang Dara Bima tak akan membiarkan istrinya itu jauh jauh darinya.


"Tuan Bima romantis banget ya, istrinya cantik banget tuan anda beruntung sekali bisa mendapatkannya" ujar salah satu koleganya.


" Ya anda benar sekali pak saya sangat beruntung bisa mendapatkannya" ujarnya dengan bangga, sedangan Dara wajahnya bersemu merah karena malu dengan pujian itu.


Tak hanya koleganya teman teman Bima dan Dara juga sudah mulai berdatangan mulai dari Aldi yang datang dengan mengajak Mela, Kenzo yang datang bergandengan dengan istrinya dan Revan yang juga datang dengan menggandeng Bianca.


Dara yang melihat paman dan bibi serta Rena yang sudah hadir disana ingin menghampirinya untuk sekedar menyapa.


" Mas Bima Dara ke paman dan bibi dulu ya" Bisik Dara ke suaminya yang masih sibuk berbincang bincang dengan rekannya sedangkan Dara yang tak paham soal bisnis yang mereka bahas hanya bisa diam di samping suaminya.


" Ya udah silahkan di nikmati pestanya ya tuan kami permisi dulu ingin menyapa yang lain" pamit Bima sama rekannya.


" Iya silahkan tuan Bima" jawabnya.


" Ayo sayang aku temenin kamu gak boleh jauh dari aku harus di sampingku terus pokoknya" Ujar Bima.


" Iya ayo gak enak soalnya kalau gak menyapanya nanti di kira aku sombong lagi mas" akhirnya Bima dan Dara menghampiri paman dan Bibinya.


" Selamat malam paman, bibi dan Rena" sapa Bima dan Dara dengan ramah.


" Selamat malam juga tuan Bima" balas Arya, Santi dan Rena secara bersamaan.


" Duh ini beneran Dara ya cantik banget sih, kenapa aku bisa kalah sama dia sih seharusnya aku aja tuh yang lebih cocok berada di samping tuan Bima" gumam Rena dalam hati


" Makasih bi" jawab Dara, hanya kata itu yang Dara ucapkan. " ya iya lah aku beda jauh sama yang dulu, secara dulu aku diperlakuin kaya babu beda sama mas Bima dan keluarganya yang selalu manjain aku dengan kasih dan sayangnya, ya allah terimakasih engkau telah mengirim seorang pangeran di hidupku sehingga aku bisa seperti sekarang ini" gumam Dara dalam hati, Dara gak bisa marah sama Bima juga karena itu makannya selama ini Dara selalu berusaha menjadi istri yang baik buat suaminya itu selain cinta Dara juga bersyukur punya suami seperti Bima oleh sebab itu juga Dara tak berani membangkang atau membantah suaminya walaupun Dara cuma manusia biasa yang bisa marah tapi Dara tak akan bisa lama marahnya dengan Bima karena mengingat di saat Bima memanjakannya, perhatian padanya itu semua tak bisa di dapat kan dulu dari siapapun.


" Ih mamah pake muji Dara segala bisa mangkin songong nanti itu bocah" batin Rena yang tak mungkin Rena ucapkan.


Setelah mereka berbincang bincang sebentar lalu Dara dan Bima bergantian menyapa teman temannya.


" Hay brow makasih ya sudah pada datang" ujar Bima sama Kenzo, Revan,Aldi, Reynan dan yang lainnya, di situ hanya Reynan yang tidak membawa pasangan.


" Ya pastinya kita datang lah brow" jawab Aldi.


"Masak di undang tuan muda Bima tidak datang rugi dong secara yang gak di undang aja ngarep banget pengen di undang bahkan ni ya pasti yang di undang rata rata langsung pada pamer di sosmed masing masing ya gak brow?" seloroh Revan.


" Bener banget lo van" ujar Kenzo dan Reynan membenarkan perkataan Revan.


" Waw temen kita cantik banget ni ya gak Ris udah mirip seperti tuan putri" Ujar Mela ke Riska.


" Betul banget Mel, kamu cantik banget sih ra malam ini" puji Riska yang kagum dengan kecantikan temannya itu.


" jadi menurut kamu biasanya gue jelek gitu" kata Dara dengan manyun.

__ADS_1


" Ya bukan gitu maksud aku Ra, maksud aku tuh kamu biasanya juga Cantik cuma malam ini lebih terlihat cantik karena di dandanin seperti ini begitu" jelas Riska.


"Owh ya Bim Adek lo mana kok dari tadi gue gak lihat ya" bisik Reynan ke Bima.


" Ngapain lo nyariin adek gue monyet?" tanya Bima.


" Ya elah Bim kan gue udah Bilang gue suka sama adek lo" jawab Reynan jujur.


" Emang lo beneran belum punya pacar" tanya Bima memastikan lagi.


" Ya elah Bim ngapain gue bohong sih gue tuh masih sama kaya Reynan yang dulu meskipun gue selama ini tinggal di luar negeri ya tapi hidup gue gak sebebas yang lo fikir" jelas Reynan.


" Eh ngapain sih kalian berdua malah bisik bisik" ujar Revan yang merasa ada sesuatu yang di sembunyiin temannya.


" Tau nih si Rey ngomong gak jelas banget" Elak Bima.


Akhirnya Reynan melihat Sena yang sedang berbincang entah dengan siapa Reynan langsung menghampiri Sena, sedangkan Bima membiarkanya dulu, Bima akan mencari tau semua tentang Reynan Bima tak bisa mempercayainya begutu saja.


" Eh mau kemana tuh si Reynan?" tanya Kenzo sementara Bima menggidikkan bahunya pura pura tak tau.


" Hay Ra gue minta maaf ya sama lo soal perlakuan ku ke kamu selama ini" ujar Bianca yang merasa malu dengan Dara pasalnya dulu Bianca selalu berprilaku tak baik padanya.


" Iya gak pa pa kok kak yang dulu lupain saja, aku sudah memaafkannmu" kata Dara dengan ramah.


" makasih banget ya Ra" Bianca langsung memeluk Dara dan Dara pun membalas pelukan Bianca.


" Eh di nikmatin ya pestanya kita mau kesana dulu" kata Bima yang ingin menghampiri Alex.


" Owh iya santai aja Bim kaya sama siapa aja" jawab Aldi dan yang lainnya juga mengiyakan.


Bima menggandeng tangan Dara untuk mengajaknya menyapa Alex.


" Hay lex, makasih udah menyempatkan waktunya untuk hadir ke acaraku ini" kata Bima.


" Iya sama sama, owh iya gimana keadaan kamu dan kandungan kamu Ra udah sehat kan?" tanya Alex yang belum pernah bertemu dengan Dara sejak kejadian itu.


" Iya aku udah baik baik aja kok itu juga berkat pertolongan kamu makasih ya lex kamu sampai berkorban demi kita dan maaf aku malah belum sepat menengokmu " ujar Dara yang merasa tak enak hati dengan Alex karena kondisinya yang baru di nyatakan benar benar sehat sekarang sekarang ini, sehingga dulu Bima selalu melarangnya walau hanya sekedar menjenguk Alex dengan alasan bahwa keadaannya masih lemah harus batres lah gak boleh kecapekan gak boleh kemana mana dulu dan dokter pun memang bilang begitu jadi Dara tak bisa memaksa waktu itu.


" Gak pa pa Ra melihatmu yang sudah baik baik saja itu aja sudah cukup untuk ku" ujar Alex.


" Sekali lagi maksih ya lex" kata Bima dan Alex hanya berdehem untuk menjawabnya. " Jaga Dara baik baik jangan sampai kecolongan lagi" bisiknya di telinga Bima.


" Pasti" jawab Bima singkat.


Sementara Reynan terpesona dengan penampilan Sena malam ini yang terlihat lebih cantik, anggun serta sexy di matanya, Reynan berusaha mendekati Sena entah apa yang mereka bicarakan sehingga Sena terlihat kesal, tapi Reynan tak putus asa atas kejutekan Sena padanya, Reynan meminta maaf soal kejadian itu dan meminta berteman dengan Sena untuk awal pendekatannya.

__ADS_1


apakah sena akan setuju dengan yang Reynan tawarkan untuk berteman dengannya atau tidak di tunnggu part selanjutnya ya.


BERSAMBUNG


__ADS_2