
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH AUTHOR VOTE YA
💗❤️💗
riska ingin menemui bela di ruang rawatnya karena riska ingin berbicara empat mata dengan bela.
" kak ken aku mau nemuin kak bela dulu ya, kak ken tolong jagain mamah dulu ya" riska meminta kenzo buat jagain mamahnya dulu, karena papahnya lagi keluar sebentar kebetulan dona lagi tidur mungkin karena pengaruh obat yang di minumnya mengandung obat tidur jadi dona langsung tertidur setelah minum obat.
" mau ngapain sih sayang kamu nemuin dia?" tanya kenzo.
" aku ingin bicara empat mata sama kak bela dia harus di kasih peringatan biar tidak bertindak seenaknya" riska sudah geram atas kelakuan kakaknya itu makannya riska ingin menemuinya dan ngasih peringatan.
"iya udah tapi kamu hati hati ya takutnya bela nanti malah nyakitin kamu lagi"
" kak ken tenang aja aku bisa jaga diri kok gak usah khawatir "
"ya udah tapi jangan lama lama ya"
" siap bos" riska langsung menuju ke ruang rawat kakaknya bela, setelah sampai di ruang rawat bela riska langsung masuk melihat bela yang sudah sadar dan sedang duduk bersandar di atas ranjang pasien.
" riska " panggil bela ketika tau riska datang.
" sudah sadar kamu kak?" tanya riska basa basi.
" iya ris kamu sendirian? mamah sama papah mana?" tanya bela yang tidak melihat papah dan mahnya.
__ADS_1
" ngapain kakak nanyain papah dan mamah, masih perduli sama mereka setelah apa yang kakak lakukan" jawab riska ketus.
" kakak minta maaf ris kakak tau sudah mengecewakan mereka"
" maaf? kakak gak hanya mengecewakan mereka kakak juga sudah mempermalukan keluarga kita dan karena perbuatan kakak itu penyakit jantung mamah jadi kambuh, dan kalo sampai terjadi sesuatau dengan mamah aku tidak akan pernah memaafkan kakak" kata riska dengan muak.
" apa? penyakit jantung mamah kambuh? apa papah dan mamah sudah tau kalo aku hamil ris?"
" iya, aku kira kakak tidak semurahan itu, aku menyesal selama ini sudah mengalah demi kakak, aku tau selama ini kakak selalu iri kan sama aku padahal mamah dan papah tidak pernah membeda beda beda kan kita, aku sampai rela mengambil behasiswaku kuliah di luar negeri itu semua aku lakukan biar hanya kakak yang dapat perhatian dan kasih sayang dari mamah dan papah tanpa ada aku, orang tuaku sudah berbaik hati memungutmu dan merawatmu bahkan selama ini kamu hidup dengan mewah itu semua karena kebaikan orang tuaku sampai kamu mau mengambil, perhatiaannya , kasih sayangnya hanya untuk kamu, kamu selama ini berusaha menyingkirkanku kan? aku tau itu bahkan kamu juga menjebakku malam itu dengan mencampurkan obat perangsang di makanan yang sengaja kamu kirim ke apartemenku, dan setelah itu kamu menyewa tiga orang pria untuk menghancurkanku tapi malah kak ken yang masuk ke apartemenku" kata riska dengan berlinang air mata.
" ka.....kamu tau dari mana ris?" tanya bela gugup karena kejahatannya sudah di ketahui riska.
" kakak tidak perlu tau aku tau dari siapa, mulai sekarang aku tidak akan mau mengalah lagi sama kakak, ternyata kakak jahat dan kakak tidak pantas mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuaku, dan kakak juga sudah besar sudah bisakan cari uang sendiri jadi jangan lagi meminta uang sama orang tuaku, mulai sekarang kamu bukan siapa siapa kami, kakak selama ini baik , sopan, lembut terlihat anggun di depan mamah dan papah hanya untuk menutupi kelakuanmu yang sebenernya iya kan" riska meluapkan semua uneg unegnya yang selama ini dia pendam, roni yang saat itu juga ingin menemui bela pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruang perawatan bela mendengar ada suara riska, roni ingin mendengar apa yang anaknya bicarakan.
setelah roni mendengar semua pembicaraan riska dan bela roni di buat terkejut soal kejahatan bela terhadap riska, roni bener bener menyesal memungut bela dan mengasuhnya selama ini karena ternyata bela diam diam berusaha menghancurkan riska anak kandungnya sendiri, roni yang sudah geram mendengar kenyataan itu langsung masuk ke dalam kamar rawat bela.
" papah..." bela kaget karena papahnya tiba tiba muncul dan bela tidak bisa mengelak lagi.
" diam kamu jangan pernah memanggilku dengan sebutan papah lagi karena mulai saat ini aku bukan papahmu lagi" bentak roni, roni menghampiri ranjang bela lalu menamparnya ....PLAKK.....
" dasar anak tak tau di untung beraninya kamu berbuat seperti itu sama anak kandungku, padahal selama ini riska sudah menganggapmu sebagi kakak kandungnya begitupun aku, tapi apa balasan kamu" bentak roni lagi dan bela hanya bisa menangis, sementara riska yang melihat itu hanya tersenyum sinis tidak ada lagi niatan untuk membela kakaknya seperti dulu.
" maafkan bela pah, ris, aku menyesal melakukan semuanya" kata bela dengan isak tangisnya.
" papah benar mulai sekarang kamu bukan siapa siapa kami lagi jadi jangan pernah menemui kami lagi, ayo pah kita pergi saja dari sini" riska langsung menarik papanya untuk pergi dan bela berusaha memanggil mereka.
" papah, riska tunggu jangan tinggalin aku pah" teriak bela, tapi riska dan papahnya tidak menghiraukannya.
__ADS_1
setelah sampai di luar roni bertanya sama riska.
" apa yang kamu bilang itu benar ris bahwa yang menjebakmu itu bela?" tanya roni.
" iya pah" jawab riska.
" kenapa kamu diam saja, kenapa kamu gak bilang sama papah, dan kamu tau dari mana kalo bela yang menjebakmu?" tanya papahnya lagi.
" kak ken sudah menyelidiki itu semua pah dan memang kak bela pelakunya, selama ini riska diam karena riska masih menganggapnya sebagai kakak dan riska gak bilang sama mamah dan papah karena khawatir kalo kak bela berbuat hal yang lebih dari itu" jelas riska.
" ya ampun riska seharusnya kamu bilang saja sama papah nak, maafin papah ya sayang waktu itu papah sudah gak percaya sama kamu" ujar roni menyesal karena tidak mengusut kejadian itu, roni dan istrinya sudah termakan hasutan bela.
" sudahlah pah lagian sekarang papah sudah tau yang sebenernya kan, tapi papah jangan kasih tau mamah dulu ya takutnya nanti penyakit mamah kambuh lagi" riska nggak mau kalo sampai mamahnya tau tentang hal itu karena takut penyakit mamahnya akan kambuh lagi.
" iya sayang papah akan merahasiakannya dari mamah, mulai sekarang gak usah kamu fikirin bela lagi dan maafkan papah selama ini gak tau kalo kamu tertekan karena bela, seharusnya kamu bilang sama papah kalo ada apa apa, papah ini papah kandung kamu sayang papah akan selalu melindungimu" ujar papahnya dengan sedih pasalnya dia tidak tau perasaan riska selama ini setaunya riska baik baik saja selama ini karena roni selalu melihat riska yang selalu ceria di depannya.
" papah tidak perlu minta maaf karena papah gak salah" roni langsung memeluk anaknya itu.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH