Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 61


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


SEMOGA SUKA DENGAN KARYA AUTHOR


💗❤️💗


handoko bingung dengan anak semata wayangnya yang sudah beberapa hari ini tidak pulang biasanya vian memang kadang tidak pulang tapi tidak sampai berhari hari seperti ini handoko sudah menanyakan ke beberapa temannya tapi tidak ada yang tau vian di mana.


handoko ingin melaporkan kepada polisi tentang anaknya yang tiba tiba menghilang tapi handoko mengurungkan niatnya karena tiba tiba anaknya memasuki rumah dengan keadaan yang sangat kacau kedua tangan yang patah dan jangan lupakan mukanya yang babak belur itu.


melihat anaknya pulang dengan keadaan seperti itu handoko langsung menghampirinya.


" kamu kenapa? apa yang sebenernya terjadi sama kamu hingga kamu bisa sampai seperti ini?" tanya papahnya karena handoko cukup kaget dengan kondisi anaknya, sudah beberapa hari tidak pulang tapi pulang pulang dalam keadaan babak belur.


" ceritanya panjang pah, tapi ini memang kesalahan vian sendiri jadi pantas bila vian mendapat kan ini semua" jawab vian.


" sekarang bilang sama papah siapa yang sudah melakukan ini sama kamu biar papah yang akan membalasnya, papah akan melaporkannya ke polisi" kata papahnya dengan menggebu gebu karena tidak terima putra satu satunya di perlakukan seperti itu.


" jangan pah yang ada malah vian yang akan di penjara, karena ini memang salah vian" jelas vian jujur.


" memangnya kamu melakukan kesalahan apa ? sampai orang itu bisa melakukan ini sama kamu?" tanya papahnya penasaran.


" vian sudah berusaha memperkosa seorang gadis pah dan gadis itu bukan dari keluarga sembarangan sudah bagus mereka tidak memenjarakan vian, bahkan mereka bisa saja membuat vian membusuk di penjara" jelas vian.


" keluarga siapa yang kamu maksud?" tanya papahnya.


" vian tidak bisa memberitahu papah, yang jelas keluarga kita tidak ada apa apanya pah di banding mereka, vian di bebaskan dengan syarat harus pergi jauh dari kota ini atau kalo perlu vian harus ke luar negeri saja kalo tidak nyawa vian taruhannya pah" kata vian dengan jujur kepada papahnya.


" bodoh kamu vian kenapa kamu sampai bisa melakukan itu, seperti tidak ada perempuan lain saja."


" vian khilaf pah awalnya vian hanya taruhan saja dengan teman vian tapi malah berakhir seperti ini, tolong vian pah vian harus pergi secepatnya mereka hanya memberikan vian waktu tiga hari saja untuk mengurus semuanya sebelum vian pergi jauh."


" oke memangnya kamu mau kemana?" tanya papahnya.


" vian mau ke singapura saja pah vian juga mau pindah kuliah di sana aja."


" okey kalo itu memang kemauanmu lagian kamu juga memang yang salah, papah akan urus semuanya secepatnya."


" tapi..." kata vian ragu ragu.

__ADS_1


" tapi apa lagi?" tanya papahnya.


" vian masih ada satu lagi kesalahan yang vian lakukan dan ini juga keterlaluan menurut vian."


" memang apa lagi yang sudah kamu lakukan?"


" vian sudah meniduri seorang gadis baik baik pah bahkan dia masih suci dan vian tidak melakukannya hanya sekali tapi sudah berkali kali pah, vian ingin bertanggung jawab atas perbuatan vian itu karena vian takut terkena karmanya, vian mau tobat pah gak mau lagi tidur dengan sembarang wanita."


" siapa perempuan itu vian?" tanya papahnya penasaran dengan wanita yang di maksud putranya itu.


" namanya citra pah dia seorang wanita sederhana dan yatim piatu setelah vian mencaritahunya ternyata citra itu kerja di perusahaan papah."


" apa ....? oke maksud kamu itu bertanggung jawab yang bagaimana vian?" tanya papahnya.


" vian ingin menikahinya pah sebagai bentuk pertanggung jawaban vian." kata vian dengan serius.


"apa sudah gila kamu vian kamu fikir menikah itu suatu hal yang mudah? kamu aja masih kuliah bagaimana cara kamu menafkahinya? sedangakan kamu selama ini taunya hanya berfoya foya saja" kata papahnya kurang yakin dengan keputusan vian.


" maafin vian pah selama ini sudah menjadi anak pembangkang bahkan vian belum pernah membanggakan papah."


" ini semua bukan salah kamu vian ini juga salah papah yang tidak bisa mendidikmu dengan baik nak sehingga kamu bisa seperti ini, maaf kan papah kelakuan papah juga tidak jauh beda dengan kamu." kata papahnya yang tidak bisa mendidik anaknya dengan baik handoko hanya mencari kebahagiannya sendiri tanpa memperhatikan anaknya.


" baiklah vian jika itu memang yang kamu mau papah akan mengizinkannya, papah berjanji akan menjadi orang yang lebih baik lagi mulai sekarang."


" terimakasih pah tolong pertemukan aku dengan citra pah karena vian gak mungkin keluyuran di luaran sana karena vian masih dalam pengawasan mereka."


tiba tiba mamah tiri vian keluar dari dalam rumah dan melihat vian yang sudah pulang seketika mamah tirinya itu lega, tapi yang menjadi pertanyaan kenapa vian menjadi babak belur begitu, lalu ibu fatma itu segera menggampiri anaknya karena khawatir sama keadaanya.


" vian syukurlah akhirnya kamu pulang nak, tapi kenapa kamu jadi begini apa yang terjadi, terus tangan kamu itu kenapa?" tanya ibu fatma mamah tiri vian dengan khawatir, seketika vian meminta maaf kepada ibu tirinya itu karena selama ini vian selalu bersikap buruk terhadapnya padahal mamah tirinya itu sudah baik padanya bahkan sabar menghadapi kelakuannya selama bertahun tahun lamanya.


" mamah vian minta maaf mah, selama ini vian selalu kasar sama mamah dan tidak pernah menganggap mamah." kata vian dengan tulus dan bersimpuh di kaki mamahnya.


" apa tadi kamu bilang nak kamu memanggilku dengan sebuatan mamah?" tanya fatma tak percaya bahwa anak tirinya itu memanggilnya mamah.


" iya mamah." ulang vian.


" terimakasih sayang kamu sudah mau memanggil dengan sebutan mamah" kata fatma memang itu yang fatma harapkan sedari dulu dan fatma menyuruh vian untuk berdiri


" maafin vian ya mah."

__ADS_1


" iya sayang sebelum kamu meminta maaf mamah sudah memaafkanmu, terus sekarang apa yang terjadi sama kamu nak kenapa kamu bisa sampai seperti ini, tangan kamu kenapa?" tanya fatama panik dengan keadaan anaknya.


" tangan vian patah mah tapi tidak apa apa vian pantas mendapatkannya memang vian yang bersalah mah, mamah jangan khawatir nanti juga sembuh, tangan vian sudah di obati sama dokter nantikan bisa kontrol lagi ke dokter." kata vian menennangkan mamahnya.


" ya ampun vian kamu jangan menyepelekannya, sekarang lebih baik kamu istirahat dulu ya nanti biar papah kamu panggilkan dokter kesini buat memeriksa kamu." suruh mamahnya.


" iya mamah kamu benar vian kamu istirahat saja dulu nanti papah akan memanggil dokter kemari untuk memeriksa kamu" kata papahnya ikut menimpali.


" ya udah mah, pah vian ke kamar dulu" kata vian langsung bejalan masuk ke dalam kamarnya.


setelah kepergian vian handoko juga merasa bersalah sama istrinya fatma karena handoko sering tidur dengan perempuan lain di luaran sana terlebih satahun balakangan ini karena istrinya yang sering sakit sakitan.


" kamu sudah sehat mah?" tanya handoko.


" yah beginilah pah, kadang merasa sehat terkadang juga sering kambuh" jawab fatma.


" maafin papah ya mah karena selama ini papah kurang memperhatikan mamah dan malah sibuk sendiri" kata handoko yang merasa bersalah kepada istrinya.


" gak pa pa pah, papah gak membuang mamah itu saja mamah sudah bersyukur, karena mamah ini istri yang tidak berguna."


"siapa yang bilang mah enggak begitu kok, sekarang papah antar mamah ke kamar saja ya, mamah harus banyak istirahat."


" percuma pah penyakit mamah ini tidak akan bisa sembuh" kata fatma pesimis.


" mamah jangan ngomong begitu ya, ayo mamah istirahat saja.


handoko sangat merasa bersalah dengan istrinya karena sudah menyia nyiakannya hanya karena istrinya itu sudah sakit sakitan.


" aku berjanji mah akan berhenti dari kebiasaan buruk papah yang suka melakukan one nigh stand , karena kelakuan papah yang suka seenaknya dan hanya mementingkan diri sendiri vian jadi korbanya, vian seperti itu karena kurang perhatian dari oarang tua, papah berjanji akan menjadi contoh yang baik buat vian, vian aja bisa berubah masak aku yang sebagai papahnya tidak bisa." gumam handoko dalam hati.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2