
SELAMAT MEMBACA
SEMOGA SUKA DENGAN KARYA AUTHOR
JANGAN LUPA KASIH BINTANG LIMA YA
💗❤️💗
Kenzo mendatangi apartemen Riska dan tak lupa Kenzo juga membawakan makanan untuknya karena wanita itu masih enggan untuk keluar, saat ini Kenzo dan Riska sedang duduk di ruang tamu apartemen Riska.
"Ris ayo dong sampai kapan kamu begini terus?" tanya Kenzo yang melihat Riska tidak mempunyai semangat hidup.
"Riska gak tau kak" jawab Riska pasrah.
"Ya udah mending kamu makan dulu nih aku udah bawain makanan buat kamu biar badan kamu itu ada tenaganya gak lemes begitu" ujar Kenzo dengan menunjuk ke arah paper bag yang di taruhnya di atas meja.
"Iya nanti aja aku makan"
"Kenapa meski nanti, pasti kamu belum makan kan?" tanya Kenzo penuh selidik.
"Iya, tapi nanti aja emang kakak udah yakin dengan keputusan kakak yang akan menikahiku?" jawab Riska dengan balik bertanya.
"Ya aku yakin lagian kalau kamu hamil gimana? udah jelas itu anak aku kan lagian aku gak pakai pengaman waktu itu"jawab Kenzo tanpa ada rasa ragu.
"Terus gimana dengan nasib pacar kakak itu?" tanya Riska yang kemarin sempat melihat seorang wanita yang mendatangi apartemen Kenzo.
"Pacar?"
"Iya yang kemarin datang ke apartemen kakak " jawab Riska.
"Citra maksud kamu? kamu tenang aja aku udah mutusin dia kok"
"Kok di putusin gitu aja sih kak kan kasian, kalau memang kak ken putus gegara aku, aku gak pa pa kok kak, kak ken gak usah mikirin aku" ujar Riska yang gak mau kalau Kenzo putus dengan Citra hanya karena dirinya.
"Gak kok ris aku putus gak ada kaitannya dengan kamu, hubunganku dengan Citra memang udah ada masalah sebelum aku kenal kamu" jelas Kenzo.
"Beneran kak bukan karena aku kan?" tanya Riska memastikan.
"Bukan ris, bahkan aku sampai mabuk dan meniduri kamu itu gara gara aku ada masalah dengannya dan memang aku sudah berencana untuk mutusin dia dari jauh jauh hari" jelas Kenzo lagi yang membuat Riska jadi lega.
"Ya udah kak kalau memang begitu aku jadi lega karena aku bukan orang ketiga di antara kalian" jawab Riska.
"Ya udah sekarang kamu makan gih lalu siap siap aku mau ajak kamu keluar"
"Harus ya kak?" tanya Riska yang sebenernya enggan untuk makan, selama ini Kenzo lah yang memperhatikanya laki laki itu selalu mengirim makanan sehari tiga kali dan kalau Kenzo gak sempat pasti Kenzo menyuruh orang hanya untuk mengantarkan makanan untuknya.
"Iya kalau kamu masih gak mau juga aku yang akan menyuapimu makan dan gak hanya itu aku juga yang akan memandikanmu dan memakaikanmu pakaian lalu menyeretmu keluar, bagaimana?" ujar Kenzo yang membuat Riska jadi merinding, lebih baik Riska makan lalu mandi dan bersiap dari pada di seret begitu fikirnya.
"Iya ya aku makan sekarang lalu aku juga akan bersiap siap" jawab Riska yang membuat Kenzo jadi lega.
"Nah gitu kek dari kemarin"
Riska langsung makan dan setelah makan Riska segera mandi dan mengganti bajunya setelah selesai berdandan Riska keluar karena kenzo masih menunggunya di luar"
"Memangnya kita mau kemana kak?" tanya Riska yang sudah selesai berdandan, medengar pertanyaan Riska kenzo langsung mengakat kepalanya.
"Cantik " puji kenzo dalam hati.
"Mau ke rumah orang tuamu " jawab Kenzo.
"Secepat itu kak? sebenernya Riska belum siap kalau harus menikah dalam waktu dekat, sebenernya Riska pengen menggapai cita cita Riska dulu"
"Itu dulu Ris sekarang takdir berkata lain, coba kamu bayangin sekarang kalau kamu itu hamil dan tanpa suami apa kata orang, bukannya itu akan menambah malu kedua orang tuamu" ujar Kenzo dan Riska langsung membenarkan ucapan Kenzo.
"Iya kak ken bener, ya udah ayo kak Riska sudah siap bila nanti papah memarahi Riska"
__ADS_1
" Kamu tenang aja ada aku"
Akhirnya mereka berdua pergi ke rumah Riska untuk meluruskan masalah kemarin dan juga kenzo yang berniat mempertanggung jawabkan perbuatannya, setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya riska dan kenzo sampai di rumah Riska yang cukup mewah tapi tidak sebesar rumah Kenzo.
Kenzo turun dari mobil dan memutari mobilnya untuk membuka kan pintu untuk Riska. "ayo turun ris malah bengong"
"Kak ken beneran yakin nih" ujar Riska yang masih aja takut untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Udah ayo turun, kalo gak yakin ngapain aku sampai sini"
kemudian Riska terpaksa turun dan berjalan masuk ke dalam rumahnya yang langsung di sambut oleh seorang pelayan.
"Nona Riska silahkan non nyonya dan tuan ada di dalam" ujar pelayan itu mempersilahkan Riska dan Kenzo untuk masuk.
"Iya bik, bisa tolong panggilkan saja bik bilang saja kalo ada riska datang"
"Baik non, non Riska sama tuan mau di buatkan minum apa?" tanya pelayan itu.
"Apa aja bik" jawab Riska.
"Ya udah kalo gitu non bibik panggilkan nyonya sama tuan dulu"
pelayan itu pun segera pergi menemui Majikannya untuk memberitahu kalau ada Riska datang kebetulan kedua orang tua Riska sedang bersantai di taman belakang.
"Maaf tuan dan nyonya di depan ada non Riska" ujar pelayan itu menyampaikan.
"Riska datang Bik? ya udah nanti saya temui" jawab Dona ibunya Riska.
"Iya nyonya kalo begitu saya permisi" ujar pelayan itu yang langsung pergi ke belakang untuk membuatkan minuman.
"Pah, mamah harap papah jangan emosi ya kita cari solusinya saja pah walau bagaimanapun Riska itu anak kandung kita satu satunya pah" ujar Dona yang takut jika suaminya akan memarahi Riska, jujur Dona sudah kangen dengan anaknya itu.
"Iya mah papah tau dan papah masih nggak percaya dengan apa yang Riska lakukan, papah sangat kecewa dengannya itu aja" jawab suaminya.
"Mending kita dengarkan dulu penjelasan anak kita pah" ujar Dona dan suaminya hanya menganggukkan kepalanya setuju
Roni dan Dona segera ke depan untuk menemui Riska dan kebetulan Bella sedang tidak ada di rumah.
"Mah, pah riska minta maaf " ujar Riska yang langsung memeluk kedua orang tuanya ketika melihat kedua orang tuanya keluar dari rumah untuk menemuinya.
"Sayang mamah kangen" jawab Dona dengan membalas pelukan anaknya begitupun suaminya yang langsung membalas pelukan dari anaknya
"Riska juga mah"
"Malam om tante" sapa kenzo lalu menyalami tangan kedua otang tua Riska.
"Iya kamu laki laki yang kemarin di aparteman anak saya kan?" tanya Dona.
"Iya tante" jawab Kenzo.
"Ya sudah sebaiknya kalian duduk dulu, dan coba jelaskan ke mamah dan papah apa yang sebenernya terjadi, karena sebenernya papah masih gak percaya dengan apa yang papah lihat kemarin" ujar Roni lalu Riska dan Kenzo segera duduk untuk membahas masalah itu.
"Iya pah, Riska akan jelasin tapi papah jangan marah sama Riska" jawab Riska dengan takut.
"Kalau kamu memang gak salah papah gak akan marah" ujar Roni yang membuat Riska sedikit lega, dikiranya saat Riska datang kedua orang tuanya itu akan memarahinya tapi ternyata tidak.
"Awalnya Riska di bawain makanan sama kak Bella katanya dia habis makan direstoran xx dan dia ke inget sama Riska jadi kak Bella bungkusin makanan kesukaan Riska, setelah itu riska makan makanan itu tapi setelah Riska makan gak lama badan Riska terasa aneh, badan riska jadi terasa panas karena Riska udah merasa gak betah jadi riska tinggal masuk ke dalam kamar dan setelah itu kak Bella langsung pamit pulang waktu itu, tapi Riska heran kenapa pintu apartemen Riska gak ketutup pada saat itulah kak kenzo masuk ke apartemen Riska karena kak kenzo waktu itu lagi mabuk jadi di kira itu apartemennya dan kami berdua gak sengaja melakukan itu pah, mah" jelas Riska dengan menangis.
"Iya om, tante apa yang di bilang Riska itu benar" tambah Kenzo.
"Kakak kamu memang bilang kalo dia mengantar makanan untukmu setelah itu kakakmu pergi tapi setelah sampai di loby kakakmu balik lagi karena ponselnya ketinggalan katanya, tapi kakak kamu malah melihat kamu memasukkan seorang lelaki ke dalam apartemen kamu, setelah mamah dan papah di beritahu Bella soal itu mamah gak percaya makanya papah dan mamah langsung mendatangi apartemen kamu pagi itu untuk membuktikannya dan ternyata setelah mamah dan papah sampai di dalam apartemen kamu mamah bener bener shok dengan apa yang mamah lihat" jelas Dona yang membuat Riska bingung padahal Riska gak ada tuh memasukkan seorang laki laki ke apartemennya.
"Sepertinya ada kejanggalan dengan kejadian itu om tante, kenapa badan Riska bisa merasa begitu setelah makan makanan yang di bawa Bella, karena menurut aku itu seperti ciri ciri orang yang habis meminum obat perangsang, maaf om tante bukanya saya menuduh Bella tapi bisa jadi makanan itu ketuker atau bagaimana" ujar Kenzo dengan menduga duga karena gak mungkin menuduh Bella tanpa bukti.
"Ya itu bisa jadi" hawab Roni membenarkan ucapan Kenzo, sekarang Roni tau jika anaknya itu tidak sengaja melakukan itu melainkan disini anaknya yang menjadi korban.
__ADS_1
"Saya sudah suruh orang untuk menyelidiki itu om tinggal menunggu hasilnya" ujar Kenzo sedangkan Dona dan Roni hanya menganggukkan kepalanya setuju.
"Bukanya kamu kenal ya sama anak saya Bella?" tanya Dona.
"Kenal dekat sih enggak tante cuma tau aja soalnya Bella itu mantanya Bima teman saya" jawab Kenzo.
"Oh jadi kamu temannya tuan Bima yang sudah menghianati Bella" ujar Roni yang membuat Kenzo jadi bingung karena setahu kenzo Bella lah yang berselingkuh.
"Maaf om tante bukannya yang selingkuh itu Bella ya, setahu aku Bima bukan tipe pria yang begitu bahkan dia sangat dingin sama perempuan dan setelah putus dari Bella saya melihat Bima gak punya pacar, saya tahu betul om karena saya sahabatnya" jawab Kenzo dengan apa adanya.
"Om jadi bingung, jadi yang bener yang mana nih?" tanya Roni.
"Bahkan Bima menikah saja karena di jodohin sama orang tuanya" ujar Kenzo yang membuat Roni jadi bingung mana yang harus dipercaya.
"Entahlah om gak tau harus percaya yang mana"
"Ya udah om kita lupain dulu soal itu, saya kesini karena ingin bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan kepada anak om,
saya bersedia menikahinya om karena memang saya orang pertama yang menyentuhnya" ujar Kenzo dengan serius.
"Bagus kamu memang harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan, saya tidak mau anak saya hamil di luar nikah apa kata orang nanti" jawab Roni yang bangga terhadap Kenzo karena sudah mau bertanggung jawab.
"Tapi riska kan masih kuliah pah" sahut Dona ikut menimpali.
"Itu sih bukan urusan papah lagi kalau Riska sudah menikah dia akan jadi tanggung jawab suaminya mah" jawab Roni yang menyerahkan anaknya sepenuhnya ke kenzo setelah Riska menjadi istrinya nanti.
"Om sama tante gak usah khawatir aku mengizinkan Riska untuk tetep kuliah tapi tidak di LN cukup di jakarta aja" ujar Kenzo yang di setujui oleh kedua orang tua Riska.
"Riska kamu bersediakan menikah dengan kenzo" tanya Roni.
"Iya pah Riska sudah bersedia" jawab Riska yang membuat Kenzo jadi lega.
"Menurut om dan tente kapan acara pernikahannya?" tanya Kenzo.
"Lebih cepat lebih baik yang penting sah di mata hukum dan agama" jawab Roni.
"Riska maunya diem diem aja pah cukup kerabat terdekat saja yang di undang, Riska gak mau nantinya jadi bahan pembicaraan orang karena mendadak menikah" ujar Riska yang maunya acara pernikahannya di adakan secara tertutup.
"Okey kalo begitu lusa kalian menikah gimana ken apa kamu siap?" tanya Roni.
"Kenzo siap om kamu gimana Ris?" tanya kenzo takutnya Riska belum siap.
" Riska terserah saja"
" apa itu tidak terlalu cepat pah?" tanya Dona.
"Mau nunggu sampai kapan mah sampai riska hamil, udahlah mah lagian kita gak mengundang tamu kok"
" ya udah terserah papah saja" ujar Dona yang akhirnya setuju jika pernikahan anaknya di lakasanakan besok lusa.
💗❤️💗
aduh sabar ya yang nunggu bima dan dara hanymoon nanti akan ada saatnya.
malam pertamanya bima dan dara mau author bikin vulgar apa di skip aja nih?
komen ya?
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA