
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH AUTHOR VOTE YA
💗❤️💗
riska dan kenzo juga shok melihat berita tentang bela.
" kak ken ini beneran kak bela?" tanya riska tak percaya.
" iya ris itu memang bela" jawab kenzo
" ya ampun kak bela, kenapa kak bela bisa sampai melakukan hal serendah itu sih, papah sama mamah pasti malu banget kak melihat berita ini, coba riska telfon mamah aja kak" kata riska.
" ya udah coba kamu telfon aja ris" riska langsung mengambil hpnya untuk menelfon mamahnya.
" halo ris" jawab mamahnya di sebrang sana.
" mah ...mamah sudah tau belum berita tentang kak bela?" tanya riska.
" iya ris mamah dan papah sudah tau dan papah sangat marah banget, sekarang kita sedang menuju ke rumah sakit karena tiba tiba bela pingsan" jawab mamahnya.
" apa? kak bela pingsan mah?"
" iya sayang"
" ya udah kalo begitu riska susul ke rumah sakit ya mah"
" iya sayang kamu langsung ke rumah sakit saja"
" iya mah"
" kak ken kita kerumah sakit sekarang yuk, kak bela pingsan dan sekarang di bawa ke rumah sakit" kata riska setelah sambungan telfonnya di matikan.
" ngapain sih harus repot repot kerumah sakit, biarin aja bela" kata kenzo yang gak suka sama bela.
" kak ken ayo dong riska penasaran, pengen ketemu sama mamah juga"
" gak biarin aja bela, itu balasan buat dia biar tau rasa, lagian kamu kenapa sih masih perduli sama bela padahal dia juga jahat sama kamu"
" kak ken riska itu khawatir sama mamah dan papah riska ingin nenangin mereka, please ya kak ayo dong" ajak riska dengan memelas.
" ya udah deh kalo tujuan kamu begitu, ayo tapi jangan lupa bayarannya ya" kata kenzo yang udah gemes melihat riska yang memelas.
" bayaran? riska mana punya uang sekarang papah udah gak pernah lagi kasih transferan semenjak riska menikah sama kak ken, riska punya uang juga dari kakak"
" ya ampun sayang aku gak mau di bayar sama uang "
" terus bayar pakai apa dong?" tanya riska bingung dengan permintaan kenzo.
"mmmm....ntar malam puasin aku ya" kata kenzo vulgar.
" ih kak ken apaan sih" ujar riska dengan muka memerah.
" mau gak nih" tawar kenzo.
" iya ya ..."
" iya apa sayang, yang jelas dong" goda kenzo dan muka riska sudah semakin memerah seperti kepiting rebus.
" i.....iya riska akan menuruti kemauan kak ken" mendengar jawaban dari riska kenzo langsung tersenyum senang dan mereka berdua sekarang pergi ke rumah sakit sesuai permintaan riska.
💗❤️💗
sedangkan dara sudah sadar, sekarang bima sedang menemani dara memeriksakan kandungannya.
" dengan nyonya dara ya" tanya seorang dokter laki laki.
" iya dok " jawab dara.
" mari nyonya silahkan berbaring biar saya periksa" suruh dokter itu.
dara segera berbaring dan bima ikut menemani di sampingnya.
" maaf nyonya kancing bajunya di buka dulu ya" kata dokter itu karena dara masih menggunakan baju pasien, mendengar dokter laki laki itu menyuruh membuka baju dara bima mana terima.
" tunggu dok kenapa mesti di buka sih, aku gak mau kalo dokter membuka buka baju istri saya" kata bima gak suka.
" maaf tuan tapi saya harus memeriksa kandungannya"
" ya udah kalo begitu aku maunya dokter perempuan saja yang memeriksa istri saya" kata bima yang gak rela dara di sentuh sentuh sama laki laku lain apalagi membuka bajunya.
" ya kalo begitu dengan dokter sinta aja ya tuan kebetulan di jam ini ada dokter sinta yang bertugas" kata dokter laki laki itu.
__ADS_1
" iya boleh yang penting dokternya perempuan" dan akhirnya yang memeriksa dara adalah dokter sinta.
" maaf nyonya bajunya di buka dulu ya" dokter sinta lalu membuka kancing baju dara sebatas dada sehingga menampakkan perut putih mulus dara, lalu dokter sinta mengoleskan gel khusus di perut dara dan dokter sinta menempelkan alat diperut dara seketika nampaklah di layar monitor berupa segumpal daging kecil.
" nah ini tuan, nyonya janinnya masih kecik masih berbentuk segumpal daging" terang dokter sinta, bima jadi terharu melihatnya.
" masih sangat kecil ya dok?" tanya bima.
" iya tuan karena umurnya juga memang baru satu bulan" jawab dokter sinta.
" berbentuknya itu kalo sudah umur berapa bulan dok?" tanya dara.
"nanti kalo sudah usia enam atau tujuh bulan nyonya janin sudah berbentuk sempurna" jawab dokter sinta.
" keadaannya gimana dok?" tanya bima lagi"
" alhamdulillh kandungannya sehat ya tuan" setelah itu dokter sinta membersihkan gel di perut dara dan bima segera merapikan pakaian dara seperti semula lalu membantunya turun.
" apa nonya mengalami gejala morning sickness seperti mual, pusing?" tanya dokter sinta.
" iya dok biasanya setelah makan langsung mual, lemes kadang juga pusing" keluh dara.
" jangan khawatir nyonya itu sudah biasa terjadi jika sedang hamil muda, nanti saya beri obatnya ya supaya rasa mualnya tidak berlebihan"
" iya dok" jawab dara.
" nyonya tidak boleh banyak fikiran ya tidak boleh stress atau kecapekan nanti akan mempengaruhi kandungannya" pesan dokter sinta.
"tuh sayang kamu dengerin kamu harus banyak istirahat ya jangan capek capek" ujar bima.
" dan tuan harus lebih bersabar ya menghadapi ibu hamil biasanya ibu hamil itu lebih sensitif itu di sebabkan karena pengaruh hormon tuan, dan biasanya kalo orang lagi ngidam juga mintanya suka yang aneh aneh jadi tuan harus lebih bersabar" kata dokter sinta memberi pengertian sama bima.
" gitu ya dok, tapi kalo istri sedang hamil itu masih boleh gak dok melakukan hubungan intim?" tanya bima tanpa rasa malu.
" ih mas bima kok nanya nya gitu sih kan malu" ujar dara.
" tidak apa apa nyonya lebih baik kalo tidak tau di tanyakan, untuk masalah itu masih boleh asal dengan hati hati karena usia kandungannya masih terlalu muda kalo bisa jangan sampai istrinya kelelahan"
" jadi masih boleh ya dok?"
"iya tuan, oh ya ...ini obatnya ya nyonya harus diminum sehari tiga kali"
" iya dok terimakasih" lalu dara segera mengambil obat yang di berikan oleh dokter sinta.
" iya bisa tuan, nanti bisa hubungi saya dulu sebelum datang kesini"
" iya dok terimakasih kalo begitu kami permisi" setelah itu bima dan dara kembali ke ruang rawat dara untuk membereskan barang batang mereka, karena tidak ada hal yang serius yang terjadi sama dara jadi dara sudah di izinkan pulang.
" gimana bima hasilnya?" tanya mamah wenda.
" alhamdulillah mah janinnya sehat" jawab bima dengan rasa bahagianya.
" selamat ya sayang kamu akan menjadi seorang ayah dan kamu juga akan segera menjadi seorang ibu dara" ujar wenda memberi selamat.
" iya mah dara bener bener seneng banget "
" bima juga sangat bahagia banget mah bima gak menyangka akan menjadi ayah" ucap bima dengan rasa yang sangat bahagia membuncah di hatinya.
" papah mana mah?" tanya dara.
" iya sayang tadi papah langsung buru buru ke kantor setelah mendapat telfon dari asistennya" rendy tadi memang terburu buru pergi ke kantor karena asistenya nelfon dan mengingatkan bahwa hari ini ada mitting penting.
" owh ya sudah sekarang kita langsung pulang saja ya mah" kata bima.
" iya sayang mamah juga sudah di jemput sama supir"
" jadi mamah di jemput supir gak pulang bereng bima?" tanya bima.
" enggak sayang mamah nanti ada arisan sama teman teman mamah dam mamah udah gak sabar memberitahu mereka semua kalo aku sebentar lagi akan punya cucu" kata mamahnya terlihat sangat bahagia banget.
" dasar mamah" ujar bima pasalnya mamahnya itu memang suka berkumpul dengan teman temannya entah arisan atau shopping lah kadang juga jalan jalan.
" oh iya bim kamu harus jagain dara ya jangan sampai menantu mamah ini kecapen atau stres" pesan wenda karena wenda gak mau sampai terjadi apa apa sama dara yang sedang mengandung cucunya.
" iya mamah tenang aja tanpa mamah suruh juga bima bakal jagain dara"
" ya udah kalo begitu mamah pergi dulu ya sayang kalian hati hati ya " kata wenda' sambil memeluk dara " ingat kamu harus banyak istirahat ya sayang jangan kecapekan" wenda memperingatkan dara kembali supaya jangan kecapean.
" iya mah, mamah juga hati hati ya" setelah itu mamah wenda langsung pergi karena sudah janjian dengan teman teman arisannya wenda udah gak sabar ingin menyampaikan kabar bahaginya.
tiba tiba bima menggendong dara dan dara kaget dengan aksi suaminya yang menggendongnya.
" ih mas bima turunin malu dilihat orang" pasalnya karena aksi suaminya itu jadi mengundang perhatian orang orang.
__ADS_1
" kamu gak denger tadi dokter bilang apa sayang, kamu itu tidak boleh kecapekan jadi aku gendong aja ya" kalo bima sudah bilang begitu dara bisa apa, dara menyembunyikan wajahnya di dada bidang bima untuk menutupi rasa malunya.
" mas bima tadi ngapain sih pakai nanya hubungan intim segala sama dokter sinta malu tau" sekarang meraka berdua sudah berada di dalam mobil dan bima yang mengemudi.
" emang kenapa sih sayang dokternya aja gak pa pa kok"
" ih emang mas bima gak malu apa nanya begitu?" tanya dara dengan memanyunkan bibirnya pasalnya dara yang malu.
" enggak kenapa mesti malu aku takut aja kalo gak boleh bisa puasa aku"
" ih mas bima mikirnya sampai sana baget"
" iya soalnya ada tuh yang sampai tiga bulan gak di bolehin berhubungan dulu" jelas bima.
" siapa?" tanya dara penasaran.
" ya pernah denger denger aja sih"
" mas bima stop " tiba tiba dara minta berhenti bima yang keget pun spontan menghentikan mobilnya.
" ssskiiittt......aduh sayang ada apa sih untung kita gak di tabrak orang dari belakang karena berhenti mendadak" kata bima kaget dikiranya ada apa.
" ya maaf mas dara pengen itu" kata dara sambil menunjuk tukang martabak pinggir jalan sketika bima mengikuti arah yang di tunjuk dara.
" kamu pengen makan martabak sayang?" tanya bima yang melihat tukang martabak yang di tunjuk dara.
" iya mas aku pengen makan martabak" kata dara dengan suara yang manja.
" aku belikan di restoran saja ya sayang takutnya makanan di pinggir jalan gak higenis"
" gak mau pokoknya dara mau yang itu gak mau yang lain titik"
" huffft......" bima menghembuskan nafasnya kasar. "aku beliin tapi kamu tunggu di dalam mobil saja ya sayang biar aku aja yang beli"
" iya mas tapi dara mau martabak keju satu sama martabak telor istimewa satu"
" siap tuan putri" lalu bima keluar dari mobil untuk membelikan martabak untuk istrinya terlihat banyak juga yang sedang mengantri, sebenernya bima malas mengantri tapi mau bagaimana lagi ini demi istri dan calon anaknya sebelumnya mana pernah bima membeli makanan di pinggir jalan.
ketika bima mulai berjalan ke tukang bartabak banyak pasang mata yang melihatnya karena terpesona sama bima.
" gila ganteng banget sih keluar dari mobil mewah lagi" ujar salah satu wanita yang sedang mengantri martabak.
" bang martabaknya dua ya yang satu keju yang satu martabak telor istimewa " pesan bima pada penjual martabak.
" iya mas tapi antri banyak nih gak pa pa" kata tukang martabak itu yang merasa gak enak karena bima memang terlihat bukan orang sembarangan apa lagi mobilnya mewah banget.
..." yah pak bisa di duluin gak soalnya istri saya lagi ngidam martabak bapak kasian istri saya kalo harus nunggu lama karena baru aja keluar dari rumah sakit pak" ibu ibu yang mendengarnya merasa kasihan karena dia juga dulu pernah merasakan ngidam waktu hamil....
" iya pak di dahulukan saja masnya ini kasian istrinya udah nungguin saya juga dulu pernah ngidam pak, gimana semuanya gak pa pakan kalo masnya ini di duluin" usul salah seorang ibu ibu dan semuanya setuju karena gak enak juga melihat bima yang sepertinya bukan orang sembarangan dari penampilannya, mobilnya di tambah ganteng pula jadi mengurungkan niat wanita wanita yang lagi mengantri martabak menolaknya, karena sebagian besar setuju para laki laki yang mengantri pun juga ikut setuju.
biasalah ya kalo orang kaya punya kekuasaan selalu di segani beda sama orang yang miskin selalu di pandang rendah.
" wah beneran nih makasih ya dan sebagai balasannya kalian semua tidak usah bayar biar saya saja yang membayar semuanya" ujar bima yang terlalu senang karena tidak perlu mengantri.
" wah beneran nih mas" kata salah satu bapak bapak yang sedang mengantri.
" iya pak beneran"
" terima kasih ya mas" kata mereka semua serempak.
" iya sama sama bapak, ibu ,mas, jadi berapa semuanya pak?" tanya bima.
" sebentar ya mas saya hitung dulu" kata tukang martabak itu tapi belum sempet tukang martabak itu menghitungnya bima sudah mengeluarkan banyak sekali uang seratus ribuan dari dompetnya lalu bima menyerahkan semuanya ke tukang martabak itu.
" wah mas ini kebanyakan" kata tukang martabak itu
" tidak apa apa sisanya buat bapak semua"
" terimakasih banyak ya mas semoga rezekinya semakin lancar" kata tukang martabak itu karena kelewat seneng pasalnya uang yang bima berikan terlalu banyak.
" iya sama sama pak" lalu tukang martabak itu segera memberikan martabak pesanan bima, setelah itu bima langsung masuk
ke dalam mobilnya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH